Episode 7

"maaf telah membuat anda menunggu lama" ucap ayah Adnan

"mas Adnan"

"apa kita pernah bertemu sebelumnya. aku merasa tidak mengenalmu"

"mas mungkin tidak mengenalku tapi aku mengenal mas Adnan. perkenalkan aku Zidan adik dari mas Burhan" Zidan mengulurkan tangannya

"B-Burhan...?"

mendengar nama Burhan, seketika ayah Adnan terdiam. bayangan masa lalunya berputar-putar di kepalanya.

***Adnan aku menyukai seseorang**

**siapa, katakan padaku...?**

**dia wanita yang selama ini mengusik hatiku namun sekarang dia telah mempunyai keluarga**

**kamu menyukai istri orang...?**

**memangnya kenapa kalau aku menyukai istri orang. apa itu salah...?**

**tentu saja salah Burhan, dia sudah punya keluarga. apa kamu tega menghancurkan rumah tangganya, keluarga yang mungkin penuh dengan kasih sayang...?**

**tapi aku mencintainya Burhan, dan cinta datang kepada siapa saja yang merasakannya***

"mas...mas Adnan" panggil Zidan

"ah iya, maaf maaf...aku terlalu banyak pikiran. silahkan duduk" ucap ayah Adnan

ayah Adnan meminta kepada pegawainya untuk membuatkan mereka minuman.

"jadi ada perlu apa menemuiku...?" tanya ayah Adnan

"aku ingin membicarakan hal yang penting mas" jawab Zidan

"hal yang penting, apa itu...?"

Zidan membuka tasnya dan mengambil sebuah map kemudian menyerahkannya kepada ayah Adnan.

"apa ini...?"

"buka saja mas"

ayah Adnan membukanya dan membaca isi di dalamnya.

"surat wasiat... maksudnya apa ini...?" ayah Adnan menatap Zidan

"iya, itu adalah surat wasiat yang ditulis oleh mas Burhan. di dalam itu tertulis bahwa semua harta kekayaan mas Burhan jatuh kepada Dirga Sanjaya putra dari Burhan Sanjaya" ucap Zidan

"D-Dirga" ucap ayah Adnan tergagap

"iya, Dirga. bukankah dia adalah putra mas dengan mba Ayu...?"

"bagaimana keadaannya sekarang, aku sangat merindukannya" tanya ayah Adnan

"Dirga koma dirumah sakit mas"

"k-koma, bagaimana bisa. apa yang terjadi padanya, kenapa bisa dia koma...?" ayah Adnan seketika menjadi panik

Zidan menceritakan semuanya tentang apa yang ia ketahui.

flashback

"halo mas, ada apa meneleponku...?" tanya Zidan

"kamu dimana Zidan...?" tanya Burhan

"aku di kantor, sedang rapat. ada apa mas...?"

"pulang sekarang juga. seseorang sedang menyandra Ayu dan Dirga. mas butuh bantuanmu"

"apa, siapa yang berani-berani menyentuh mereka. baik mas, aku pulang sekarang juga. kita bertemu di rumah"

"jangan lupa, bawa semua pengawalmu"

"baik mas"

Zidan segera mengakhiri rapatnya dan mengumpulkan pengawalnya sebanyak mungkin untuk menuju ke rumah kakaknya.

namun diperjalanan, terjadi kecelakaan mobil sehingga jalanan menjadi macet hingga mereka harus menunggu beberapa jam untuk memulihkan kembali keadaan.

"sialan, pakai macet segala lagi" umpat Zidan

setelah jalanan normal, mereka segera meluncur ke rumah Burhan.

"mas...mas Burhan" teriak Zidan masuk ke dalam rumah

"mas..mas B-Burhan...mas Burhaaaan"

Zidan berlari menghampiri Burhan yang sudah tidak bernyawa.

"tidak...tidak... tidak...mas Burhan, bangun mas" Zidan menangis memeluk jasad kakaknya itu

ia melihat Ayu dan Dirga yang tergeletak dengan bersimbah darah.

"siapa yang melakukan ini, mas...jangan tinggalkan aku...hiks...hiks...mas Burhan" Zidan menangis sesegukkan

"bos, tuan muda sepertinya masih hidup, tangannya bergerak" ucap seorang pengawal yang melihat tangan Dirga bergerak

"aku akan membawa Dirga ke rumah sakit. kalian urus jasad mas Burhan dan mba Ayu. dan yang lainnya periksa semua cctv yang ada di rumah ini"

"baik bos"

"sampai ke ujung dunia, akan aku cari siapa pelakunya" Zidan mengepak tangannya

Zidan dengan cepat membawa Dirga ke rumah sakit. tiba di sana, dengan segera Zidan dibawah ke ruang UGD dan langsung ditangani.

flashback end

"dan sekarang Dirga dalam keadaan koma di rumah sakit" ucap Zidan

"jadi Burhan dan Ayu sudah meninggal...?" tanya ayah Adnan seakan tidak percaya

"benar mas. diwasiat itu tertulis semuanya adalah milik Dirga. namun karena Dirga sedang koma, jadi aku menyerahkan kepada mas untuk mengelola semuanya"

"nanti saja kita urus, Sekarang aku ingin melihat keadaan anakku"

"kalau begitu mari aku antar mas ke rumah sakit"

hanya beberapa menit, mereka sampai di rumah sakit. ternyata itu adalah rumah sakit tempat dimana El-Syakir dirawat.

"lantai berapa...?" tanya Adnan mereka sekarang di dalam lift

"lantai 4" jawab Zidan

ayah Adnan memencet tombol angka 4 dan tidak lama mereka sampai pada lantai yang dituju.

Zidan berjalan di depan dan ayah Adnan dibelakangnya.

ceklek....

pintu ruangan terbuka, ayah Adnan segera masuk dan matanya langsung tertuju pada seorang anak laki-laki yang terbaring di ranjang tanpa sadarkan diri.

"Dirga" panggil ayah Adnan dengan lirih

ayah Adnan melangkah mendekati putranya itu. jatuh sudah air matanya. anak yang selama puluhan tahun terpisah darinya kini mereka dipertemukan kembali namun dalam keadaan yang sangat memilukan.

"anak ayah, ini ayah nak" ayah Adnan memegang tangan Dirga

Zidan berdiri tidak jauh dari mereka. ia dapat merasakan betapa rindunya ayah Adnan kepada putranya itu. dan ia juga tau kalau Dirga pun sangat merindukan ayahnya.

***waktunya makan keponakan paman** ucap Dirga membawa sepiring makanan untuk Dirga

**Dirga nggak mau makan, Dirga mau ketemu ayah** Dirga kecil menutup mulutnya rapat-rapat

**paman, Dirga mau ketemu ayah** Dirga kecil menatap Zidan dengan tatapan memohon

**Dirga rindu ayah dan juga El, Dirga mau sama ayah dan El** Dirga mulai berkaca-kaca

Zidan membawa Dirga ke dalam pelukannya. anak sekecil itu harus menjadi korban atas perpisahan kedua orang tuanya.

meski Dirga berumur 8 tahun, namun ia sangat manja terhadap kedua orang tuanya. perpisahan kedua orang tuanya mengakibatkan ia harus berpisah dengan ayah dan adiknya dan mengikuti ibunya yang kini sudah menikah lagi.

(sekarang ayah kamu sudah datang, apa kamu tidak ingin bangun untuk memeluk ayah yang selama ini kamu rindukan...?) batin Zidan menatap ayah Adnan yang menangis sesegukkan memeluk tubuh Zidan*

"dari umurnya yang 8 tahun dan sampai sekarang, Dirga masih terus menanyakan kabar mu dan juga adiknya. bahkan ia terus mencari keberadaan kalian meski akhirnya ia tidak dapat menemukan kalian" ucap Zidan

ayah Adnan mengelus dengan sayang kepala putranya itu. ia mencium kening Dirga dengan deraian air mata.

"bagaimana bisa mereka sekarang berada di kota ini...?" tanya ayah Adnan

"itu karena Burhan mencari keberadaan kalian dan saat ia menemukan dimana kalian berada, dia memutuskan untuk pindah ke kota ini" jawab Zidan

"lalu bagaimana dengan pelakunya, apakah sudah ditemukan...?"

"kami belum menemukannya, dia licin seperti belut. sangat sulit untuk mendapatkannya"

"kenapa kalian tidak lapor polisi...?"

"sudah mas, namun sepertinya orang itu bersembunyi ditempat yang sangat sulit untuk ditemukan. tapi mas tenang saja, sampai saat ini, aku masih terus mencarinya"

"cari sampai ketemu. akan ku patahkan lehernya karena telah membuat anakku seperti ini" geram ayah Adnan

"baik mas"

*******************************

"Le, kita jenguk El dulu yuk sebelum kita pergi temuin ibunya pemuda tadi" ucap Vino

"iya, ayo" jawab Leo

mereka berdua segera ke kamar rawat Leo. tiba di sana El ditemani oleh ibu Arini.

"assalamualaikum" ucap keduanya

"wa alaikumsalam" jawab ibu Arini dan juga El

"kebetulan nak Leo sama nak Vino datang. ibu titip El sebentar ya. ibu mau pulang dulu ke rumah. tidak apa-apa kan...?" tanya Ibu Arini

"tentu saja nggak apa-apa tante. tante pergilah biar kami yang jagain El" ucap Leo

"terimakasih nak Leo. kalau begitu Tante pergi dulu"

ibu Arini segera meninggalkan mereka dan kini hanya mereka bertiga di ruangan itu.

"nih El, kami bawakan martabak telur kesukaanmu" Vino membuka bungkusan itu dan menyuapi El

namun ternyata dari tadi El sedang memperhatikan seseorang, seseorang yang datang bersama para kedua sahabatnya.

"El, elu liat apa sih...?" tanya Vino

"kalian berdua datang dengan siapa...?" tanya El

"maksudnya...?" ucap Leo

"dia siapa...?" El menunjuk ke sudut ruangan

Vino dan Leo melihat ke arah yang ditunjuk El namun mereka tidak melihat apapun.

"siapa, nggak ada siapapun El" ucap Leo

"masa kalian nggak lihat sih. itu yang lagi berdiri di sudut dan terus melihat ke arah sini" ucap El

Vino dan Leo mulai teringat dengan pemuda yang mengikuti mereka tadi.

"dia pakai jaket kulit warna hitam, baju kaos warna biru terus celana jeans warna hitam. apa dia berpakaian seperti itu...?" tanya Vino

"iya, betul" jawab El

Vino dan Leo saling tatap. kenapa sekarang mereka tidak dapat melihat pemuda itu. padahal saat di kamar mayat, mereka dapat melihat dengan jelas roh itu.

"kok kita nggak bisa lihat dia lagi ya Le" tanya Vino

"iya, apa karena tadi itu dia sengaja menampakkan dirinya maka kita berdua bisa melihatnya" jawab Leo

"tapi kenapa El sekarang dapat melihatnya...?" tanya Vino

"elu berdua lagi ngomongin apa sih. nggak ngerti gue" ucap El

Vino mulai menceritakan kejadian yang mereka alami. dari saat mereka pulang sekolah, kemudian terkena macet karena ada kecelakaan dan bahkan mereka sampai terjebak di kamar mayat.

"j-jadi...d-dia sudah meninggal...?" El bertanya dengan gugup

"iya" jawab Leo dan Vino

"b-berarti dia setan dong" ucap El

"iya" jawab Leo dan Vino

"setaaaaaaaan"

El teriak keras membuat kedua sahabatnya meloncat karena kaget.

"El sadar woi" Vino berusaha menenangkan El

"itu setan Bambang...kalian nggak takut apa. malah mukanya penuh darah lagi" ucap El di balik selimut. ia menutupi dirinya dengan selimut

karena ketakutan, Leo dan Vino akhirnya memaksa masuk ke dalam selimut El sehingga mereka saling dorong.

"elu berdua ngapain masuk ke sini sih" ucap El

"kita takut El, jangan goyang-goyang kenapa" ucap Vino

"ini gara-gara elu sih Vin pake ngumpat orang itu segala. sekarang kita diikuti setan" ucap Leo

"ya mana gue tau kalau omongan gue akan jadi kenyataan. lagian ya dia kan udah bilang memang kalau akan ngikutin kita waktu di kamar mayat" timpal Vino

"iya juga ya. aduh malah panas banget lagi" Leo keluar dari selimut itu begitu juga dengan Vino. sedangkan El, ia hanya mengeluarkan kepalanya saja.

"elu kan bisa lihat dia nih El. elu tanya dia kenapa sekarang kami nggak bisa melihatnya" ucap Vino

"ogah, gue nggak mau. takut" jawab El

"ayo dong El. lagian ada kami juga di sini" ucap Leo

pemuda itu hanya melihat saja tingkah mereka bertiga. dengan memberanikan diri. El mulai mengajak roh itu berbicara.

"kamu pasti bisa mendengarku kan...?" tanya El dan pemuda itu mengangguk

"nama kamu siapa...?"

"Bima" jawabnya

"kenapa kamu mengikuti kedua temanku...?"

"karena mereka telah berjanji akan menolongku"

"terus, kenapa mereka tidak dapat lagi melihatmu...?"

"aku sengaja tidak menampakkan diri karena mereka akan takut denganku jika aku memperlihatkan diri"

"dia bilang apa El...?" tanya Vino

"dia bilang, dia sengaja tidak menampakkan diri agar kalian tidak takut" jawab El

"kalau dia sengaja tidak menampakkan diri harusnya elu juga nggak liat dong, tapi kenapa hanya elu saja yang liat dia...?" tanya Leo

"iya juga ya" gumam El

"mungkin dia memang sengaja menampakkan diri hanya kepada El saja makanya El bisa melihatnya" ucap Vino

"humm betul." jawab El

"kak Bima, bisa tidak wajahnya diubah jangan seperti itu. aku ngeri lihatnya" ucap El masih dengan kepalanya saja yang kelihatan karena seluruh tubuhnya ia tutupi dengan selimut

Bima mengganti rupanya pada saat dirinya masih hidup. hanya saja sekarang dia terlihat pucat tanpa aliran darah.

"kak Bima. bisa tidak kamu menampakkan wujudmu lagi agar kami dapat melihatmu. supaya kami dapat dengan mudah membantu kakak nantinya" ucap Vino yang melihat ke arah dinding

"salah markonah. kak Bima itu ada di sana, bukan di situ" El memutar tubuh Vino menghadap ke arah Bima

Bima mengangguk dan perlahan ia menampakkan wujudnya hingga dapat dilihat oleh Vino dan juga Leo.

"nah gitu dong, kan enak ngomongnya kalau orangnya kelihatan" ucap Vino

"kita semacam punya teman gaib tau nggak" ucap Leo

hari sudah semakin sore. Vino dan Leo memutuskan untuk pulang dan akan membantu Bima esok harinya.

Bima tidak mengikuti mereka berdua, ia berada di kamar El karena Vino dan Leo tidak ingin dia mengikuti mereka dan membuat orang dirumah mereka heboh jika nantinya tanpa sengaja mereka melihatnya.

ibu Arini telah kembali bersama dengan Alana. setelah mereka kembali, Vino dan Leo berpamitan untuk pulang.

Terpopuler

Comments

Doni Gunawan

Doni Gunawan

lanjutkan lagi

2024-12-19

0

雅那

雅那

ucap Dirga membawa sepiring makanan untuk Dirga

2024-09-01

0

Ibrahim Attamimi

Ibrahim Attamimi

seru bangat sumpah aku sampe lupa makan🍴🍜😃

2023-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 162
162 Episode 161
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 167
167 Episode 166
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 180
180 Episode 179
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
201 Episode 201
202 Episode 202
203 Episode 203
204 Episode 204
205 Episode 205
206 Episode 206
207 Episode 207
208 Episode 208
209 Episode 209
210 Episode 210
211 Episode 211
212 Episode 212
213 Episode 213
214 Episode 214
215 Episode 215
216 Episode 216
217 Episode 217
218 Episode 218
219 Episode 219
220 Episode 220
221 Episode 221
Episodes

Updated 221 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 162
162
Episode 161
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 167
167
Episode 166
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 180
180
Episode 179
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200
201
Episode 201
202
Episode 202
203
Episode 203
204
Episode 204
205
Episode 205
206
Episode 206
207
Episode 207
208
Episode 208
209
Episode 209
210
Episode 210
211
Episode 211
212
Episode 212
213
Episode 213
214
Episode 214
215
Episode 215
216
Episode 216
217
Episode 217
218
Episode 218
219
Episode 219
220
Episode 220
221
Episode 221

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!