Episode 14

"Adam....aku suka nama itu" Adam tersenyum lebar

"jadi sekarang namaku adalah Adam...?" Adam terlihat senang, senyumnya tidak pernah luntur

"elu senang banget gue beri nama Adam" ucap El

"tentu saja aku senang. nama itu adalah pemberianmu, itu sangat istimewa buatku" jawab Adam

"ya ya ya terserah elu dah. sekarang coba ceritakan kenapa bisa elu ada di sini...?" tanya El

"aku kan tadi sudah menjawabnya. tiba-tiba saja aku sudah berada di sini. aku juga tidak tau bagaimana caranya karena seakan aku tertarik sendiri datang ke sini" jawab Adam

(aneh sekali. masa iya dia nggak tau kenapa dirinya bisa ada di rumah ini) batin El

"oke lupakan tentang bagaimana elu bisa ada di sini. pertanyaan selanjutnya, dimana elu tinggal...?"

"rumah maksudnya...?" tanya Adam

"iya, maksudku selama ini elu dimana, tinggal dimana. di rumah kah,.di hutan, digudang angker atau penghuni pohon angker" ucap El

"aku tidak tau. tempat itu gelap dan sepi, aku tidak suka berada di sana. aku lebih suka di sini"

"tempat tinggalmu saja elu nggak tau juga...?" tanya El

"tidak" Adam menggeleng

"hah...ya sudahlah. percuma juga gue mengintrogasi elu kalau elunya nggak ingat apapun. ternyata ada juga setan yang amnesia"

El membaringkan tubuhnya di kasur, ia sangat mengantuk. bagaimana tidak, waktu sekarang sudah menunjukkan pukul 01.30.

"apakah kamu sudah akan tidur...?" tanya Adam

"hummm...gue ngantuk banget" jawab El dengan mata tertutup

"tapi sepertinya ada orang yang datang" ucap Adam

"orang, siapa...?" El yang matanya sudah tertutup kembali bangun dan duduk

Adam tidak menjawab. matanya fokus melihat ke arah pintu.

ceklek.....

pintu kamar El terbuka

"El, kamu belum tidur...?" tanya ayah Adnan yang melihat El sedang duduk di atas kasurnya. ia menghampiri putranya itu

"ini El barusan mau tidur. ayah baru pulang...?" tanya El

"iya" jawab ayah Adnan mengelus kepala El

"larut banget pulangnya yah" ucap El

"ayah ada urusan dengan teman tadi, jadinya lama" jawab ayah Adnan

Adam hanya menatap mereka dari kursi belajar El.

"ayah sudah makan...?" tanya El

"sudah, ayah makan di toko"

"benaran sudah...?" tanya El lagi

"hummm... sekarang kamu tidur. ayah hanya datang memeriksa kamu saja. ayah mau ke kamar adikmu dulu" jawab ayah Adnan

"iya yah" ucap El

ayah Adnan mengecup kening El dengan kasih sayang, kemudian meninggalkan dirinya menuju kamar Alana yang berada tidak jauh dari kamar El.

ceklek....

ayah Adnan membuka pintu kamar putrinya. Alana sudah terlelap dengan boneka beruang di pelukannya. boneka itu adalah hadiah ulang tahunnya yang dibelikan ayah Adnan untuknya waktu umurnya masih 5 tahun. sampai saat ini boneka itu masih tetap ia simpan dan bahkan sangat ia Sayang.

cup....

"selamat tidur princess ayah" ayah Adnan mengecup pucuk kepala Alana

ia keluar dari kamar putrinya menuju kamar miliknya dan ibu Arini. perlahan ia membuka pintu agar tidak membuat ribut dan membangunkan istrinya itu.

ibu Arini sudah terlelap dengan handphone berada di tangannya. sedari tadi ia terus menghubungi suaminya itu namun tidak diangkat olehnya. itu karena suaminya sedang bersama dengan Zidan mencari keberadaan Dirga yang sampai sekarang belum juga mereka temukan.

"maafkan ayah bu, ibu pasti sangat khawatir"

ayah Adnan duduk di tepi ranjang dan menatap teduh ibu Arini. ia kemudian mengambil handphonenya dan membuka galeri foto.

"kamu dimana nak. ayah sudah mencarimu kemanapun. semoga kamu baik-baik saja. ayah tidak akan menyerah untuk terus-menerus mencarimu" ayah Adnan menatap foto masa kecil Dirga di layar handphonenya.

ayah Adnan mengganti pakaiannya dan menyusul ibu Arini ke tempat tidur. ia peluk istrinya itu yang sedang membelakanginya kemudian ia pun masuk ke alam mimpi.

"jadi tadi itu ayahmu...?" tanya Adam

"iya" jawab El yang masih pada posisi duduknya

"ayahmu penuh dengan kasih sayang" ucap Adam

"dia memang penyayang. gue tidur dulu ya, ngantuk banget soalnya" El kembali berbaring

"iya, selamat tidur" jawab Adam yang menatap El sudah menutup matanya

El sudah terlelap ke alam mimpi, Adam melayang mendekatinya. sudut bibirnya terangkat menatap El.

"ayah pulang jam berapa semalam, kenapa ibu tidak merasakan ayah pulang...?" tanya ibu Arini yang sedang menyiapkan makanan sarapan pagi

"ibu sudah tidur makanya tidak tau kalau ayah pulang" jawab ayah Adnan

"aku tau ayah pulang. semalam ayah datang ke kamarku" ucap El yang sedang menyendok nasi di piringnya

"ayah datang ke kamar kakak tapi nggak datang liat Lana" ucap Alana cemberut

"ayah datang tapi kamu sudah terlelap tidur. jangan monyong gitu dong bibirnya, seperti mulut ikan saja" goda ayah Adnan kepada putrinya itu

"ayah benaran datang liat Lana...?" tanya Alana memastikan

"tentu saja" ayah Adnan tersenyum hangat

Alana tersenyum lebar. ia memang tidak mau kalah dengan El kalau menyangkut kasih sayang dari kedua orangtuanya

"banyak barang masuk ya di toko...?" tanya ibu Arini

"lumayan bu, Alhamdulillah rezeki kita makin lancar" jawab ayah Adnan

"Alhamdulillah" ucap ibu Arini

mereka sarapan pagi dengan sesekali keluar gelak tawa dari semuanya. sangat terlihat betapa keluarga itu saling menyayangi satu sama lain.

Adam melihat mereka dari kejauhan. tatapan teduhnya mengisyaratkan dirinya ingin juga merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan keluarga itu.

selama ini ia hanya tinggal di tempat yang menurutnya sepi dan sunyi, hatinya terasa hampa. namun saat berada di tempatnya sekarang ini, ia merasa sesuatu yang berbeda padahal baru beberapa jam lalu ia berada di tempat itu.

"El berangkat dulu yah. bu." El mencium tangan kedua orang tuanya.

"assalamualaikum"

"wa alaikumsalam" jawab ketiganya

El mengambil tasnya dan segera keluar berjalan menuju jalan raya menunggu angkot. untuk Alana, ia akan diantar oleh ayah Adnan. sudah seperti itu sejak dulu, apalagi sejak kejadian yang menimpanya hingga El kecelakaan, dirinya tidak pernah lagi diizinkan keluar sendirian.

El berdiri sendiri menunggu angkot yang lewat.

"kamu tidak mengajakku ke sekolah juga...?" Adam secara tiba-tiba langsung muncul di depannya

"ya salam" El sampai terhuyung ke belakang karena kaget. hampir saja ia jatuh namun Adam langsung memegang bajunya hingga El sekarang seperti keadaan menggantung

"kamu meninggalkan aku sendirian di rumah. teman macam apa itu" kesal Adam masih dengan posisi ia memegangi baju El

"bisa tarik gue dulu, capek tau menggantung begini" ucap El

Adam langsung menarik El hingga ia dapat berdiri dengan posisinya seperti semula.

"elu kalau datang bilang-bilang kek, jangan buat orang jantungan" ucap El

"aku sudah biasa seperti itu. lagi pula bagaimana caranya aku bisa memberitahumu, memangnya aku pegang handphone" jawab Adam

"ck...elu mau ikut gue juga ke sekolah...?" tanya El

"mau" jawab Adam cepat

"ok lah"

angkot datang, mereka berdua langsung naik angkot tersebut. banyak juga anak sekolahan yang naik di angkot itu. hanya beberapa menit, mereka tiba di sekolah besar tempat El menuntut ilmu.

"woi" Vino merangkul bahu El yang baru saja masuk di lingkungan sekolah.

"elu berdua sibuk nggak sebentar...?" tanya Vino

"emang kenapa, mau ngajak kita kencan...?" jawab Leo

mereka sambil berjalan menuju kelas. Adam mengekor di belakang mereka.

"kencan pala kau. gue mau ngajak kalian ke suatu tempat" ucap Vino

"dimana itu...?" tanya El

"ke kampung nenek gue. kebetulan di sana itu banyak tanaman jagungnya, bisa tuh kita bakar-bakar jagung di sana" ucap Vino

"aku ikut ya El" ucap Adam

"elu mau ke kampung hanya buat bakar jagung doang...?" tanya Leo

"yaaa refreshing lah....di kampung kan udaranya segar, pemandangannya bagus" ucap Vino

"Vin, ada apa. nggak mungkin elu jauh-jauh ke kampung hanya untuk bakar jagung. elu punya masalah lagi di rumah...?" tanya El

"hah" Vino menghela nafasnya berat

Adam mendekat ke arah El dan membisikkan sesuatu.

"sepertinya dia punya masalah dengan orang di rumahnya" bisik Adam

"darimana elu tau...?" bisik El

"yaaa aku hanya menebak saja sih. tapi tanya saja dulu" ucap Adam

"Vin" panggil El

"gue capek El, gue capek dibandingkan terus sama kakak gue. di rumah, gue seperti anak pungut tau nggak. gue dicaci mulu, padahal gue anak mama juga" Vino menundukkan kepalanya

"tuh kan benar. masalahnya berat sepertinya" ucap Adam

Leo memeluk sahabatnya itu. mereka tau bagaimana kehidupan Vino di keluarganya. dari kecil dirinya sudah tidak diperhatikan oleh ibunya. ia selalu di kucilkan dan di remehkan.

hanya papa Vino yang meluapkan rasa kasih sayang padanya. bahkan rasa sayangnya lebih besar kepada Vino daripada kakak Vino.

awal mulanya adalah ketika mama Vino hamil. padahal waktu itu kehadiran Vino tidak diharapkan olehnya.

mama Vino masih sangat cantik dan dia adalah seorang model. ia menikah dengan papa Vino seorang pengusaha kaya.

setelah mama Vino melahirkan, ia ingin melanjutkan karirnya lagi, dan papa Vino tidak melarang itu.

setelah kakak Vino berumur 7 tahun, papa Vino ingin punya anak lagi. meskipun pada awalnya mama Vino menolak namun pada akhirnya ia setuju untuk mempunyai anak lagi.

tentu saja dengan syarat setelah melahirkan ia harus tetap melanjutkan karirnya dan itu di setujui oleh papa Vino.

sayangnya, saat Vino lahir tubuh mama Vino berusaha drastis. ia tidak sebagus dulu lagi. karirnya hancur karena banyak projects yang membatalkan bekerja sama dengannya.

itulah mengapa mama Vino sangat membenci Vino hingga saat ini. padahal kejadian itu sudah bertahun-tahun lamanya namun rasa benci pada anaknya sendiri tidak luntur dimakan waktu.

mama Vino memperlakukan kedua anaknya dengan cara yang sangat berbeda. ia anggap Vino adalah aib baginya.

ternyata meski terlihat menjadi anak orang kaya , Vino tidak bahagia. uang memang tidak pernah kurang diberikan namun kasih sayang seorang ibu sangat kurang dan bahkan tidak ia dapatkan.

Leo dan El saling tatap. mungkin memang mereka perlu menghibur sahabat mereka itu.

"ya udah, kita mau kok ke kampung nenekmu. pulang sekolah kita siap-siap berangkat" ucap El

"benar ya...?" Vino menatap kedua sahabatnya dengan senang

"hummm" jawab El dan Leo

"aku ikut...aku ikut" ucap Adam unjuk tangan

tanpa menjawab El hanya menganggukkan kepalanya ke arah Adam. tentu saja hantu itu sangat senang di ikut sertakan dalam liburan mereka.

pulang sekolah mereka berpisah. Vino pulang ke rumahnya untuk menyiapkan segalanya. dengan perasaan senang Vino masuk ke dalam rumah.

"dilihat dari wajahmu sepertinya kamu lagi senang banget tuh" ucap Rain kakak Vino yang berada di ruang tengah

"banget malah. kakak udah pulang, tumben cepat" Vino mendekati kakaknya

"hah, kakak capek banget pengen tidur. cepat lulus kenapa sih, biar bisa gantiin kakak urus perusahaan" ucap Rain

"baru juga aku kelas XI kak, masih ada satu tahun lagi. lagian aku mau kuliah juga" jawab Vino

"kuliah sambil bantu-bantu kan bisa dek" ucap Rain

"tapi aku nggak tau urus perusahaan kak" jawab Vino

"kamu memang nggak pantas urus perusahaan. anak yang tidak berguna seperti kamu itu, pantasnya jadi kuli bangunan" ucap seorang wanita yang baru saja turun dari tangga

"mah, jangan mulai lagi deh" ucap Rain

"itu kenyataan sayang. bisa apa sih anak pembawa sial ini. kamu itu jauh lebih baik daripada dia" wanita itu melirik sinis ke arah Vino dan duduk di sofa

"dia anak mama juga. bisa nggak sih mama bersikap baik sedikit saja sama Vino. dia adik Rain mah, anak mama" ucap Rain

"mama tidak sudi mempunyai anak pembawa sial seperti dia. kenapa aku tidak membuatmu mati saja waktu itu selama masih dalam rahimku" wanita itu menatap penuh kebencian kepada Vino

"mamah" teriak Rain

Vino bergetar hebat mendengar perkataan wanita yang telah melahirkannya itu. ia segera meninggalkan mereka dengan berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.

"kali ini mama benar-benar keterlaluan" ucap Rain menahan amarahnya

Rain beranjak mengejar Vino ke kamarnya. tiba di sana ia melihat Vino sedang membereskan pakaiannya memasukkan ke dalam tas.

"dek, kamu nggak berniat kabur dari rumah kan...?" Rain mendekati Vino

"kalau itu yang membuat mama bahagia, maka Vino akan pergi kak" jawab Vino

"jangan ngaco kamu dek. kamu kan udah tau mama orangnya gimana. jangan masukkan ke dalam hati" Rain menarik lengan Vino dan mendudukkannya di kasur

"tapi kali ini mama benar kak. Harusnya dari aku masih dalam kandungan, harusnya aku dibunuh saja" Vino bergetar dengan mata berkaca-kaca

"jangan sembarang bicara. kamu adik kesayangan kakak, anak kesayangan papa. entah gimana hancurnya perasaan papa kalau tau kamu kabur dari rumah. ingat dek, meskipun mama bersikap seperti itu tapi masih ada kakak dan papa yang sayang sama kamu" Rain memeluk adik satu-satunya itu.

"sampai kapan kak, Vino capek. Vino ingin juga disayang sama mama" Vino mulai terisak

"tiap hari yang Vino dengar hanya cacian, dan amarah mama. kapan mama akan sayang sama Vino. apa Vino harus mati biar mama senang dan tenang"

"ssssttt...jangan bicara seperti itu. kakak akan tetap ada disini di samping kamu. kakak nggak akan pernah ninggalin kamu. percaya itu" Rain ikut meneteskan air matanya

dilahirkan dengan menjadi anak yang tidak diinginkan memang sangat sakit rasanya. betapa kita sangat merindukan kasih sayang namun yang didapat hanyalah perkataan kasar setiap harinya. itu juga yang dirasakan oleh Vino Erlangga.

Terpopuler

Comments

Doni Gunawan

Doni Gunawan

lanjut

2024-12-20

0

zhawil ztonez

zhawil ztonez

filling gua mah adam itu dirgantara... alias dirga
/Right Bah!//Left Bah!//Right Bah!//Left Bah!//Right Bah!//Left Bah!/

2023-10-27

0

Ibrahim Attamimi

Ibrahim Attamimi

vin.. kita semua juga sayang ko sama kamu... yang kuat ya🥰

2023-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 162
162 Episode 161
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 167
167 Episode 166
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 180
180 Episode 179
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
201 Episode 201
202 Episode 202
203 Episode 203
204 Episode 204
205 Episode 205
206 Episode 206
207 Episode 207
208 Episode 208
209 Episode 209
210 Episode 210
211 Episode 211
212 Episode 212
213 Episode 213
214 Episode 214
215 Episode 215
216 Episode 216
217 Episode 217
218 Episode 218
219 Episode 219
220 Episode 220
221 Episode 221
Episodes

Updated 221 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 162
162
Episode 161
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 167
167
Episode 166
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 180
180
Episode 179
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200
201
Episode 201
202
Episode 202
203
Episode 203
204
Episode 204
205
Episode 205
206
Episode 206
207
Episode 207
208
Episode 208
209
Episode 209
210
Episode 210
211
Episode 211
212
Episode 212
213
Episode 213
214
Episode 214
215
Episode 215
216
Episode 216
217
Episode 217
218
Episode 218
219
Episode 219
220
Episode 220
221
Episode 221

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!