Keesokan hari nya, tepat pukul 07.00 pagi Ikram pun sudah bersiap siap untuk pergi mencari pekerjaan yang baru, dia sudah bertekat di dalam hati nya, jika apa pun pekerjaan nya akan dia lakukan selagi itu halal dan dapat menghasil kan uang,
Dan saat ini Ikram sudah berada di teras rumah di temani oleh istri nya Wulan.
"Mas.. ini bekal nya jangan lupa di bawa! " ucap Wulan memberikan bekal nasi di dalam kotak makan
"Iya, makasih ya dek, doa kan semoga mas mendapatkan pekerjaan hari ini, " jawab Ikram sambil memasukkan bekal itu ke dalam tas yang dia bawa
"Akan aku doa kan mas, mas hati hati ya dijalan, jangan ngebut bawa motor nya, " ucap Wulan memperingati
"Iya, mas pergi dulu ya?"
"Hati hati mas" sambil menyalami tangan Ikram dan setelah itu Wulan pun menatap kepergian Ikram menggunakan motor zaman nya itu
"Lancar kan rezeki suamiku ya ALLAH" doa Wulan di dalam hati
Setelah itu Wulan langsung masuk ke dalam rumah, untuk mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga....
*****
Hari sudah semangkin terik, dan Ikram sudah kesana kemari untuk menanyakan lowongan pekerjaan, tapi semua itu tidak semudah ekspektasi yang dia bayangkan, ternyata mencari pekerjaan di ibu kota memang lah sangat sulit, apalagi dia tidak mempunyai pengalaman dan juga tamatan yang tinggi, sangat sedikit peluang nya untuk mendapatkan pekerjaan yang terbilang masih layak.
Setelah lelah kesana kemari, akhir nya Ikram pun memberhentikan motor nya di pinggir jalan yang terlihat sunyi.
dia duduk di trotoar samping jalan dan mulai mengambil bekal dan membuka nya, hanya lauk sederhana yang ada di dalam kotak makan itu, tapi Ikram merasa senang memakan nya, karena bagi nya apa pun yang di buatkan oleh sang istri tercinta, itu semua sangat lah spesial dan istimewa.
Dan Saat sedang menikmati makanan nya yang baru beberapa suap, dari kejauhan sekitar 5 meter di depan mata Ikram, dia memperhatikan sebuah mobil yang baru saja berhenti, lalu di susul oleh keluar nya laki laki paruh baya yang sudah memutih rambut nya dengan membawa koper di tangan nya, setelah itu, disamping kanan nya terdapat se orang laki laki perawakan besar seperti asisten yang sedang mengikuti nya,
Tapi tak lama kemudian, ada sebuah motor dengan pengendara 2 orang, memakai helm lengkap yang menghadang pria tua tesebut dan penjahat itu langsung menarik koper yang di pegang oleh pria paruh baya secara paksa, sedang kan asisten di samping pria itu hanya diam tampa membantu dan melakukan perlawanan,
Awal nya Ikram hanya memperhatikan dari kejauhan, tetapi setelah ada kejanggalan di dalam kejadian itu, dia pun mulai berlari untuk menolong pria paruh baya tersebut yang saat ini sudah terjatuh ke tanah akibat dorongan yang dilakukan para perampok
"Hey, kembalikan koper ku ! " Teriak pria paruh baya itu saat sudah terjatuh
Dan perampok itu tidak memperdulikan nya, mereka langsung menaiki motor nya dan mulai menghidupkan mesin motor , saat motor sudah mulai berjalan, Ikram pun dengan cepat melempar sepatu berat dan lusuh yang dia kenakan tepat ke wajah perampok yang membawa motor.
Bukk...........
grebek.............
Perampok itu pun terjatuh dari motor, karena oleng dan terkejut akibat lemparan yang tiba tiba dilayangkan oleh Ikram
"Auw..... brengsek, siapa yang berani menganggu pekerjaan kami? " Teriak perampok itu marah
Dan mereka pun mulai mencari keberadaan orang yang lancang mengganggu mereka, tak lama kemudian mata mereka berdua tertuju pada wajah Ikram yang sudah memasang ekspresi sangar, dia berdiri dengan tegak sambil bergaya sok berani.
"Kalian mencari ku? " tanya Ikram menantang
"Brengsek kau, apa kau mau mencari mati hah" ucap perampok satu nya dengan sangat marah
"Kembalikan koper itu, baru aku akan pergi" ucap Ikram lantang
"Bedebah, baiklah jika ini yang kau ingin kan, hiaaaattt............ perampok satu nya mulai bangkit dan menyerang Ikram,
Ikram pun meladeni nya dengan senang hati, dia benar-benar tidak merasa takut sama sekali, bahkan dia menganggap ini sebagai latihan bela diri karena sudah lama dia tidak memakai ilmu bela diri yang pernah dia dapat kan saat dia lajang dulu
Dengan lihai Ikram menangkis semua serangan 2 perampok itu, walau di keroyok sekaligus 2 orang ,
Ikram dengan sangat santai dapat membalas nya, sampai akhir nya, dia menendang badan pria yang satu nya dan langsung mengunci tubuh perampok tersebut
setelah itu Ikram mulai merogoh pisau yang belum sempat di keluarkan oleh perampok saat berkelahi
"Apa kau mau aku meng akhiri nyawa teman mu ini dengan sekali tancapan? " tanya Ikram sambil menodongkan pisau itu tepat di leher perampok yang satu nya
"Jangan, aku mohon, cepat kau kembalikan koper itu bodoh! " Teriak perampok 1 nya dengan nada menjerit, karena pisau yang Ikram taruh di leher nya sudah mulai terasa mengenai kulit nya yang tipis
"Tapi bos...!"
"Heh, apa kau mau aku mati sia sia, dia sudah menggores kan pisau itu di kulit leher ku, cepat kau lakukan perintah ku tolol"
" Baik bos"
Dengan cepat perampok satu nya membuang koper itu dibawah kaki Ikram, dan dengan cepat Ikram langsung menyeretnya dan menginjak koper dengan sebelah kaki nya,
"Aku akan melepaskan kalian, asal kalian mau berjanji jangan pernah mengganggu pria tua itu lagi " ucap Ikram dengan tegas dan wajah menyeram Kan
"Iya kami berjanji" Jawab ke dua perampok
"Aku pegang janji kalian, jika kalian berani berbohong aku akan kembali mencari kalian, apa kalian mengenal Geng Black dragon, aku adalah salah satu dari mereka " ucap Ikram menakut nakuti
"Apa,........ "kedua mata perampok itu mulai melotot se akan mau keluar
" Iya kami ber janji tidak akan mengganggu nya lagi, tolong lepas kan kami sekarang juga, aku tidak mau mati sia sia di tangan mu " ucap nya memelas
"Baiklah, pergilah sebelum aku berubah fikiran"
Dengan cecap kedua perampok menaiki motor nya dengan tergesa-gesa, seperti di kejar setan mereka pergi mulai menjauhi Ikram,
setelah itu, Ikram pun langsung mengambil koper yang dia pijak dan berjalan ke arah pria paruh baya yang sedikit terluka
"Ini koper nya, apa anda baik baik saja? " tanya nya khawatir
"Iya, aku Baik baik saja, Terima kasih anak muda, karena telah menolong ku"
"Sama sama pak, oya pesan ku, jangan terlalu percaya dengan orang yang ada di dekat anda, belum tentu orang itu tidak menusuk anda dari belakang" ucap Ikram sambil menatap sinis sang asisten yang hanya diam tak berkutik
" Iya kau memang benar, oya apa imbalan yang ingin kau minta anak muda, katakan lah, aku berjanji akan memberikan nya? " tanya pria tua itu
" Tidak perlu, aku tidak meminta imbalan apa pun, kalau begitu aku pamit dulu "
Ucap Ikram langsung berbalik badan dan pergi menuju motor milik nya, setelah itu dia langsung menaiki nya dan pergi dari tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanan nya mencari pekerjaan,
"Semoga kita bertemu lagi" ucap pria tua itu sambil tersenyum.....
Setelah itu dia pun melanjutkan perjalanan nya memasuki salah satu gedung yang ada disana...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 164 Episodes
Comments
Ramlah Kuku
minta kerjaan aja deh
2024-10-09
0
Imam Sutoto Suro
woow keren
2024-10-08
0
Budi Hermawan
jln pekerjaannya SDH ketebak..
2024-09-14
0