Tidak terasa, malam pun telah datang menyapa, mengubah alam semesta yang awal nya terang benderang menjadi gelap gulita, untung nya sekarang jaman sudah canggih, dengan adanya lampu lampu yang bertengger di pinggir jalan sehingga dapat menerangi jalanan di dalam gelap nya malam.
Begitu pun dengan keluarga kecil Ikram, setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka yang cukup sederhana, kini mereka pun mulai berkumpul di depan TV dengan duduk di lantai beralaskan tikar yang sudah usang,
"Mas, tadi ibu Marni kesini" ucap Wulan memecahkan keheningan malam
"Minta uang kontrakan ya dek?"
" Iya mas" jawab Wulan dengan menunduk dan suara yang berubah serak
"Kamu menangis dek, maaf ya, kalau mas belum bisa membuat hidup mu bahagia" Ikram menggeser duduk nya sambil memegang tangan Wulan dengan erat
Hiks..... hiks..... hiks.....
Wulan mulai menangis dengan sangat pilu, meluapkan kesedihan yang sudah dia pendam terlalu lama dari sang suami,
Selama. ini, Wulan selalu menutupi penderitaan yang dia rasakan, karena tidak ingin membuat sang suami bertambah pusing dengan beban yang dia tanggung saat ini, Wulan termasuk wanita yang pintar dalam bersandiwara, sehingga Ikram tidak pernah melihat Wulan bersedih dan berkeluh kesah,
Tapi saat ini, Wulan sudah tidak mampu menanggung beban yang dia rasa terlalu sangat berat, sehingga dia mulai meluapkan perasaan nya kepada Ikram,
Selama ini Wulan sudah sangat menghemat uang yang Ikram berikan untuk nya, jangan kan membeli baju atau perhiasan, untuk makan saja dia harus pintar membagi uang yang di berikan oleh Ikram, karena jika salah menghitung, maka 1 keluarga itu di pastikan akan berpuasa,
Wulan ingin sekali bekerja untuk membantu kebutuhan ekonomi, tapi apa daya, anak nya yang bernama Cinta masih terlalu kecil untuk dia tinggalkan, sempat berfikir untuk membuka usaha kecil, tapi lagi lagi dia urungkan niat nya itu, karena kondisi modal yang tidak mendukung.
"Kenapa hidup kita selalu susah mas, apa yang salah sama kita, aku gak sanggup rasa nya mas, maaf kalau aku sudah mengeluh ini sama kamu" ucap Wulan dengan sesegukkan
Ikram pun langsung memeluk tubuh Wulan dengan erat, dan dia menenggelam kan wajah Wulan tepat di dada bidang nya, sambil mengelus punggung Wulan yang bergetar karena menangis
"Maaf, maaf karena mas sudah membuat hidup kamu menderita, mas harap kamu bisa sabar sedikit lagi ya sayang, mas yakin pasti yang maha kuasa akan membantu kita untuk keluar dari kesusahan ini, mas akan berusaha lebih keras lagi, mas janji dek" ucap Ikram ikut menangis sambil mengecup puncak kepala Wulan
Beberapa menit kemudian, setelah mencurah kan beban masing-masing yang sudah tidak tahan lagi untuk di pendam, mereka pun mulai merasa tenang saat ini,
lagi lagi, cinta yang kuat kembali menyatukan mereka dalam satu keyakinan yang sama, bahwa akan datang masa kesusahan ini terganti dengan kebahagiaan yang sudah menanti mereka. dan Wulan pun mulai sadar bahwa tidak seharus nya dia mengeluh kepada sang suami , karena suami nya juga pasti tidak mau hidup susah seperti sekarang ini
"Mas, maaf kan Wulan ya, karena sudah bersedih dan mengeluh, seharus nya aku gak boleh melakukan itu" ucap Wulan menyesal
"Mengeluh dan mencurahkan isi hati kamu itu memang harus dek, mas gak mau kamu stres karena memendam nya sendiri, mulai sekarang, jangan menutupi apa pun lagi, jika kamu marah atau kesal, bilang sama mas, mas pasti akan mengerti dan akan mencoba untuk memperbaiki nya"
"Iya mas" jawab Wulan menangguk
Setelah itu, Ikram pun langsung mengajak Wulan untuk menuju kekamar karena sudah larut malam, Ikram menggendong tubuh putri nya yang sudah tertidur dengan nyenyak...
****
Tidak terasa, hari pun telah berganti pagi,dan saat ini Ikram sudah berada di proyek tempat dia bekerja
Tak lama kemudian, ada seorang teman nya yang memanggil Ikram
"Ikram, kau di cariin sama mandor" ucap teman nya yang bernama Anton
"Ada apa ya bang? " tanya Ikram penasaran
"Aku tidak tahu pasti ada apa, tapi seperti nya kau bakal ikutan terkena pengurangan buruh Ikram"
Degg.......
Ikram pun mulai terkejut atas ucapan teman nya itu, dengan cepat dia pun mulai berlari mendatangi kantor mandor yang sudah ramai dengan para pekerja. Ikram mulai masuk kedalam ruangan tersebut dan berjalan maju kedepan mendatangi mandor nya
"Oh, kau sudah disini rupa nya, maaf ya Ikram, ini terakhir kamu bekerja disini, karena kamu terkena pengurangan buruh"
Ucap mandor itu tampa merasa bersalah, membuat Ikram langsung terkejut setengah mati
"Pak, tapi kenapa...? apa saya ada melakukan kesalahan" tanya Ikram tak terima
"Tidak, kamu tidak membuat kesalahan apa pun,tapi kebetulan saja nama kamu termasuk ke dalam 20 orang yang akan terkena mutasi"
" Pak saya mohon, tolong jangan pecat saya, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini pak" ucap Ikram memelas
"Maaf, tidak bisa Ikram, saya tidak berani untuk mempekerjakan kamu lagi, kecuali teman kerja kamu sendiri yang mau bertukar nama sama kamu" jawab mandor tegas
"Ini gajih kamu, bawalah dan sekarang kamu sudah boleh pulang"
Mau tidak mau Ikram terpaksa mengambil amplop yang di berikan oleh mandor, lalu dia mulai berbalik badan meninggal kan ruangan tersebut, dia berjalan dengan mata yang kosong, bahkan dia tidak dapat mendengar suara teman teman nya, yang sedang memanggil manggil nama nya,
Bahkan sampai di depan parkiran motor milik nya pun, Ikram masih diam tidak bicara, dan tak lama kemudian dia pun luruh dari berdiri nya dan duduk di tanah dengan dada yang terasa sesak,
"Benar benar gak berguna kamu Ikram,, apa ini janji yang kamu katakan kepada anak istri mu, bahkan sekarang kamu telah menjadi pengangguran, bodoh kamu Ikram, kamu benar-benar seperti pria sampah aaaaaaa....... "
Teriak Ikram frustasi, meluapkan rasa kecewa terhadap dirinya sendiri
Tampa Ikram tahu, jika ternyata ada sepasang mata yang sedang menatap iba ke arah nya, pria itu mengikuti Ikram sedari tadi , dia melihat dan mendengar jeritan Ikram yang sangat menyayat hati, dan dia pun mulai tidak tega dan berjanji akan membantu teman nya tersebut.
"Aku yakin, kau pasti sangat menggantungkan kehidupan mu dengan pekerjaan ini teman, jika kau memang sangat membutuhkan nya aku dengan senang hati akan memberikan pekerjaan ku ini kepada mu "ucap Tio yang menatap ke arah Ikram, setelah itu Tio pun berlalu pergi meninggalkan Ikram yang masih terlihat frustasi
Tepat siang hari, Ikram menuju pulang kerumah nya, dan tak butuh waktu lama saat ini Ikram sudah tiba di depan rumah, dia memberhentikan motor milik nya dan langsung masuk ke dalam, kebetulan, pintu rumah tidak terkunci, jadi dia tidak perlu mengetuk pintu saat masuk kedalam,
Setelah tiba di dalam ruang tamu, Ikram bisa mendengar suara istri dan anak nya yang sedang bersenda gurau di dalam kamar
Dan dia pun tersenyum melihat pemandangan yang sangat menyejukkan mata itu, dan tampa terasa Ikram telah meneteskan air mata nya, dia berdoa di dalam hati agar senyuman dari kedua wanita yang sangat dia cintai itu akan selalu dia lihat setiap hari sampai dia menutup mata.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 164 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
top deh gan lanjut
2024-10-08
0
Renggaboy Wariunsora
lanjut Thor smangat.
2023-06-15
0
Zнҽχу
kalo mutasi berarti ga berenti dong thor. berarti itu dipindahkan ke lokasi lain
2023-03-18
1