Bab 18

Dan persiapan yang dikatakan Dr. Lee adalah berbelanja pakaian di butik ternama yang berjejer di sepanjang jalan kota Paris dengan merk yang sudah terkenal di seluruh dunia. Anna sempat menolak dan hampir saja kabur ketika Dr. Lee mengajaknya masuk kedalam butik dengan logo C yang saling terkait yang sangat terkanal itu.

“Tidak… tidak… Dokter, apa kau tahu berapa harga saputangan di dalam sana?” bisik Anna setelah berhasil kabur tapi Dr. Lee dengan kakinya yang panjang berhasil menangkapnya kembali, “Itu sama saja dengan penghasilanku selama sebulan dengan berjualan di toko,” lanjutnya setelah melihat Dr. Lee hanya menatapnya tak menjawab pertanyaannya tadi.

“Kita tidak akan membeli sapu tangan di sana,” ujar Dr. Lee santai membuat Anna terlihat semakin putus asa, “Kita akan membeli pakaian untukmu,” lanjutnya sambil mendorong tubuh Anna untuk kembali masuk kedalam butik.

“Oh.. tidak.. tidak.. aku tak akan sanggup untuk membeli pakaian di sana!” seru Anna sambil berusaha merem tubuhnya yang di dorong oleh pria berhidung mancung itu.

“Kau tidak harus membayarnya, Anna,” ucap Dr. Lee dengan napas terengah karena gadis berambut hitam itu berpegangan dengan sangat kencang ke tiang lampu jalanan yang ada di depan butik.

“Kau akan membelikannya untukku? Tidak, terimakasih… Dokter, aku tak memerlukan pakaian baru hanya untuk bertemu para ******** itu.” Anna berkata dengan wajah serius, membuat Dr. Lee terlihat membuang napas berat beberapa kali terlihat putus asa.

“Yang pertama, iya kau memerlukan pakaian baru karena besok kau harus terlihat luar biasa, dengan begitu mereka tidak akan menyepelekanmu.”

Anna terdiam mendengar ucapan Dr. Lee. Pria itu bisa saja benar kalau besok dia memakai pakaian lusuhnya mereka mungkin akan semakin menghinanya dan menganggap kalau ia tak akan sanggup memberikan yang terbaik untuk Alice.

“Tapi…” perkatanya terpotong ketika melihat Dr. Lee mengangkat tangannya menyuruhnya untuk diam.

“Dan yang kedua… ini semua gratis,” ucap Dr. Lee dengan senyuman membuat mata Anna membelalak tak percaya.

“Gratis?”

“Erik, kenal dekat dengan pemiliknya, dia bahkan mendapat undangan kepestanya kemarin dan disana mereka membagi-bagikan... voucher gratis.”

“Apa kau serius?” Tanya Anna massih dengan pandangan tak percaya.

“Tentu saja aku serius, Erik menitipkannya kepadaku untuk diberikan kepadamu.”

Anna tak bisa menyembunyikan wajah bahagianya dan itu membuat Dr. Lee diam-diam tersenyum. Mereka kembali berjalan menuju butik favorit artis dunia itu, dan Dr. Lee baru saja membuka pintunya ketika Anna kembali menarik tangannya.

“Apa kita tidak bisa menguangkannya saja?” Anna bertanya dengan serius membuat Dr. Lee menatapnya lalu membuang napas berat.

“Dengar, aku tahu kalau pakaian di sini harganya sangat mahal, jadi kebih baik kita menguangkannya saja dan kita bisa berbelanja pakaian di tempat yang sedang sale.”

Anna memberi ide dengan wajah serius menatap Dr. Lee yang hanya menatapnya tanpa ekspresi, tanpa banyak kata dia menarik perempuan yang masih protes itu masuk ke dalam butik, yang langsung membuatnya menganga setelah melihat deretan koleksi pakaian yang ada di sana.

“Kita tidak bisa menguangkannya, sekarang pilih pakaian yang kau suka.” Dr. Lee memberi perintah sambil mentapnya tajam, dan membuat gadis itu terlihat membuang napas berat sambil cemberut.

“Baiklah,” ucapnya sambil berjalan dengan lemah menuju rak-rak pakaian ditemani oleh seorang karyawan yang menyambut mereka dengan ramah.

Mata Anna berbinar setiap melihat pakaian yang berada di sana, tapi kemudian matanya terbelalak kaget dengan mulut menganga setelah melihat harga yang tertulis di belakang merknya, lalu dengan cepat menggantungkannya kembali.

Dulu ia pasti tidak akan berpikir banyak untuk membeli pakaian-pakaian itu yang perlu dia lakukan hanya menggesek kartu kredit tanpa limit yang diberikan ayahnya. Tapi sekarang ia harus berpikir ratusan bahkan ribuan kali untuk membelinya. Bahkan hanya untuk membeli pakaian di toko yang ada di Ribeauville saja dia harus berpikir ulang, karena sekarang dia adalah seorang ibu dimana kebutuhan anaknyalah yang paling utama baginya.

Beberapa menit berjalan tapi Anna belum memutuskan pakaian mana yang akan dibelinya, dan itu membuang Dr. Lee mulai merasakan kesal dan akhirnya ia-pun berdiri dari kursi nyaman yang disediakan di dalam toko.

“Apa kau sudah memutuskan membeli yang mana?” Tanya Dr. Lee yang berdiri di belakang Anna yang terlihat tengah melihat gaun putih dengan bunga-bunga ungu, tapi ia kembali membuang napas setelah melihat harganya.

“Belum,” ucap Anna sambil menggelengkan kepala, ia lalu mendekatkan wajahnya ketelinga Dr. Lee yang sedikit membungkuk ketika Anna memberinya tanda dengan tangannya agar dia membungkuk.

“Harganya terlalu mahal, lebih baik kita tanya apa bisa diuangkan apa tidak,” bisik Anna membuat Dr. Lee memejamkan matanya lalu kembali membuang napas berat.

“Tidak!” jawabnya singkat.

Dia lalu mengambil gaun putih dengan bunga-bunga ungu yang tadi Anna lihat kemudian memberikannya kepada perempuan berambut hitam itu, “Sekarang kau coba ini,” ucapnya lalu kembali berjalan dan mengambil pakaian lainnya yang tadi Anna sempat perhatikan.

“Ini juga… ini… dan ini… aah kau akan terlihat cantik dengan yang ini, dan kau juga akan memerlukan coat dan jaket baru!” ucap Dr. Lee sambil menaruh gaun merah selutut, coat berwarna putih, cardigan dan jaket kedalam tumpukan pakaian yang ada di dalam pelukan Anna yang hampir tak terlihat karena tumpukan itu. Dia lalu mendorongnya sampai depan ruang fitting.

“Tolong bantu dia,” ujar Dr. Lee kepada karyawan perempuan yang langsung menuruti perintahnya.

Anna memerlukan waktu cukup lama untuk mencoba semua pakaian itu sampai akhirnya Dr. Lee memutuskan untuk membelikannya beberapa pasang pakaian, gaun, coat dan cardigan. Tidak cukup sampai di sana, dia juga membelikan tas, dan beberapa pasang sepatu, tentu saja dia juga membelikan Alice banyak pakaian dan juga sepatu.

Dan akhirnya disinilah mereka berdua duduk di kursi café yang berada di luar ruangan terlihat begitu lelah dan lapar dengan tumpukan paper bag dari nama-nama brand ternama dunia.

“Aku tak tahu Erik mengenal banyak sekali designer ternama, dan mereka sangat baik dengan memberikan voucher gratis,” ucap Anna dengan senyum tak lepas dari bibir merah.

Mereka terdiam beberapa saat menikmati suasana malam kota Paris yang terkenal romantis. Dari kejauhan terlihat menara Eifel yang lampunya sudah menyala menghipnotis semua mata yang menatapnya kagum. Begitu juga dengan Anna yang tersenyum lebar dengan mata berbinar ketika melihatnya.

“Alice, pasti akan menyukainya,” ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari menara yang berdiri megah itu.

Dr. Lee bisa mendengar kesedihan di balik ucapannya itu, ia menatap Anna dan tebakannya benar karena kini ia bisa melihat matanya sedikit berkaca-kaca ketika kembali mengingat putri kecilnya itu.

“Semua akan baik-baik saja,” ucap Dr. Lee sambil menggenggam tangan Anna yang dingin.

“Bagaimana kalau besok aku mengacaukannya?”

“Tidak, kau pasti akan melakukan yang terbaik.”

“Aku sangat takut… Aku merasa mereka tak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Alice,” ucap Anna dan Dr. Lee bisa melihat sorot mata ketakutan di dalam mata hitam itu.

Dr. Lee semakin erat menggenggam tangan Anna dengan kedua tangannya berusaha menenangkan, “Anna, semua akan baik-baik saja, yang harus kita lakukan adalan berusaha sebaik mungkin dan pada akhirnya biarkan takdir Tuhan yang berbicara. Tapi ingat, Anna, kalau Tuhan tak pernah tidur, dia tahu mana yang terbaik untuk umatnya, kalaupun besok kita mendapatkan hasil terburuk, ingatlah pasti ada rencana yang lebih indah yang Tuhan siapkan untukmu.”

Anna terdiam beberapa saat mencerna dengan baik apa yang tadi diucapkan pria disampingnya, sampai akhirnya dia tersenyum mengerti. Dia baru akan membuka mulutnya ketika dua orang pria dengan tinggi menjulang menyapa mereka.

“Kalian sudah datang,” ucap Dr. Lee sambil menatap keduanya dan melepaskan genggaman tangannya.

“Anna, apa kabar?” sapa Erik sambil menatap perempuan berambut hitam yang menatapnya dengan mata berbinar.

“Sangat baik, Erik, terimakasih banyak untuk voucher-voucher yang kau berikan, aku tak tahu harus membalasmu dengan apa,” cerocos Anna membuat Erik terlihat bingung.

“Voucher?” tanyanya bingung.

“Iya voucher belanja yang kau titipkan kepada Dr. Lee, kami telah membelanjakan semuanya,” jawab Anna dengan senyum lebar menghiasi wajah cantiknya.

Dr. Lee berdehem dengan sangat kencang hingga membuat Erik menatapnya lalu pria itu memberi tanda dengan matanya yang langsung dimengerti oleh pelukis itu.

“Aaah… maksudmu voucher yang itu!” Seru Erik walau masih terlihat bingung.

“Iya, voucher yang kau terima dari teman-teman designermu,” ucap Dr. Lee dengan semangat membuat Erik kembali terlihat bingung.

“Aah iya tentu saja, teman designerku.”

“Aku tak tahu kalau kau berteman dengan para designer itu, kau seharusnya memberikanku voucher juga,” ucap seorang pria yang duduk di samping Erik, dengan wajah tak kalah tampan dari keduanya, tapi Anna bisa melihat sisi jahil sekaligus maskulin dari teman Dr. Lee yang satu ini, yang langsung mengaduh kesakitan sambil menatap Dr. Lee yang memelotinya.

“Anna, kalau kau mau aku masih banyak sekali voucher seperti itu,” ujar Erik santai dengan seringainya.

“Benarkah?” Tanya Anna dengan mata berbinar.

“Tentu saja,” jawab Erik dengan pasti membuat Dr. Lee membelalakan mata menatap mereka.

“Yaah!” Seru Dr. Lee membuat Erik menatapnya santai.

“Apa?” Tanya Erik santai menggunakan bahasa Korea.

“Apa kau sengaja ingin membuatku bangkrut,” jawab Dr. Lee masih menggunakan bahasa Korea yang hanya dijawab Erik dengan mengangkat bahunya dan tersenyum miring, dan membuat Anna menatap mereka berdua bergantian karena tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.

“Hai.. kita belum berkenalan,” ujar pria disamping Erik dengan senyum lebar sambil menatap Anna yang langsung menatapnya.

“Aku Jason Park, kau boleh memanggilku Jason,” lanjutnya sambil mengulurkan tangan yang langsung disambut Anna dengan ramah.

“Aaah.. apa kau yang bekerja di hotel?” Tanya Anna penasaran.

“Iya, aku salah satu cheft di sana,” jawabnya masih dengan senyum mautnya membuat Anna tersenyum lebar dengan mata berbinar.

“Terimakasih banyak untuk voucher hotelnya, tanpa itu aku pasti tidak akan sanggup untuk membayar sewa permalamnya.”

Jason membuka mulut lalu menutupnya kembali sambil mengangkat alis, sampai akhirnya ia melihat Dr. Lee yang memberikan tanda yagn sama seperti yang ia berikan kepada Erik tadi.

“Aaah.. iya, tentu .. kapan saja,” ucap Jason sambil tersenyum meyakinkan dan dibalas Anna dengan senyuman tulus.

Jason lalu menatap Dr. Lee masih dengan senyumannya dia berbicara dengan Korea.

“Yaaah…aku bahkan belum pernah menginap di sana gratis.”

“Kau harus membalikan kami minuman setelah ini,” ucap Erik masih menggunakan bahasa Korea yang dapat anggukan setuju dari Jason, membuat Dr. Lee menatap keduanya dengan tajam.

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Anna bingung.

“Tidak ada, jangan hiraukan mereka berdua,” jawab Dr. Lee sambil tersenyum menatap Anna, tapi senyumnya langsung hilang berganti dengan tatapan tajam ketika menatap kedua pria dihadapannya yang tengah menatapnya dengan senyuman miring santai.

Malam itu Anna bisa tertawa bersama teman-teman baru yang ia temui, melupakan sejenak permasalah yang tengah melandanya. Tapi semua kembali mengisi kepalanya ketika ia sendirian di dalam kamar hotel mewahnya.

Matanya menatap atap kamar hotel terlihat menerawang tak mau terpejam, entah sudah berapa kali ia mencoba ganti posisi tidur dan berusaha memejamkan mata. Tapi alam bawah sadarnya seolah tak mengijinkan ia untuk tertidur. Kepalanya terus berputar memikarkan apa yang akan terjadi besok, sampai akhirnya ia terlelap ketika jam menunjuk angka 5 pagi, hanya beberapa jam sebelum pertemuannya dengan Billy.

*****

Terpopuler

Comments

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

dr.lee bakalan habis dicengin teman2nya😅
anna begitu polos pantas aja gampang dikibulin si billy

2024-02-05

0

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

anna.....😅😅😅 kamu bikin aku kasian tp ngakak

2024-02-05

0

Dwi Sasi

Dwi Sasi

Kl sdh punya anak, kepentingan pribadi jd nomer terakhir, keperluan anak pasti akan didahulukan

2022-11-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!