Bab 9

Anna berjalan di perkebunan anggur dengan tas berisi makanan yang disiapkan Mamah Sri untuk suaminya, kali ini dia yang bertugas mengantarkan makanan itu memngingat Sandra telah melahirkan putra kedua dan memerlukan orang yang selalu siap sedia di sampingnya untuk membatu mengurus keperluan mereka maka beberapa hari ini dialah yang mengantarkan makan siang untuk Ayah angkatnya.

Udara dingin yang segar malah membuatnya merapatkan kardigan tipisnya karena rasa dingin menusuk tulang hingga bulu kuduknya berdiri, keringat dingin membasahi tubuhnya, giginya gemerutuk menahan sakit yang luar biasa di perut bagian bawah dan pinggang. Hari pertama menstruasi selalu menjadi penyiksaan bagi gadis itu.

Setelah melahirkan Alice dia selalu mengalami rasa sakit yang luar biasa pada saat siklus bulanannya datang, sebenarnya hal itu merupakan hal yang lumrah bagi kebanyakan perempuan yang harus merasakan sakit pada dua hari pertama. Biasanya Anna hanya akan tertidur sambil memeluk air panas yang dimasukan kedalam karet pengompres.

Tapi kali ini karena tidak ada orang lain yang mengantarkan makan siang untuk Paul, maka dia mengajukan diri untuk mengantarkannya, ketika dia pergi tadi sakitnya tak seberapa tapi sekarang sakitnya semakin menjadi membuat tubuhnya gemetar dengan keringat dingin membasahi tubuh dan akhirnya dia menyerah.

Dia berjongkok sambil meringis kesakitan di pinggir jalan kebun anggur, tangannya gemetar mengambil ponsel untuk menghubungi Jared supaya memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menjemputnya. Tapi kekuatannya seolah-olah tersedot habis oleh rasa sakit membuatnya terduduk di atas tanah tak sangguh walau hanya untuk mengangkat ponsel, ia mencoba mengatur napas untuk sedikit menghilangkan rasa sakit.

“Anna, apa kau tak apa-apa?”

Anna menengadah melihat orang yang kini tengah berdiri menjulang dihadapannya, sebuah celan jeans biru yang terlihat sobek di bagian lututnya membalut kakinya yang panjang, sebuah kaos turtle neck berwarna putih dan jaket kulit hitam melengkapi penampilannya hari ini.

“Apa kau sakit?” tanyanya lagi sambil berjongkok setelah melihat wajah pucat pasi Anna yang bersimbah keringat dingin.

Tak bisa menjawab Anna hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya dengan mata meringis menahan sakit.

“Ayo, sebaiknya kita pulang sekarang,” ujar Dr. Lee sambil membantu Anna berdiri lalu memapahnya masuk ke dalam mobil.

“Apa yang kau lakukan di sini dalam keadaan sakit seperti ini!” Seru Dr. Lee setelah masuk ke dalam mobilnya dengan mata tajam menatap Anna yang tengah menahan rasa sakit.

“Aku harus mengantarkan makan siang untuk Papah Paul,” jawab Anna lemah membuat pria yang sedang menyalakan mesin mobil itu mengumpat dalam bahasa Korea yang tak dimengerti Anna.

Dr. Lee mulai melajukan mobilnya menuju pabrik anggur milik Jared Curtis, dan langsung keluar sambil membawa tas makanan setelah dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan masuk pabrik anggur. Ia menyuruh Anna untuk tetap diam di dalam mobil yang tentu saja langsung dituruti perempuan berambut hitam panjang itu dengan senang hati, tapi berdiam di dalam mobil juga ternyata bukan ide yang bagus.

Pewangi kendaraan membuat perutnya terasa mual, dengan cepat ia keluar dari mobil sambil berjalan terseok-seok dan menahan asam lambung yang sudah naik hingga tenggorokan, ia berjalan menuju semak-semak yang berada tak jauh dari mobil Dr. Lee di parkirkan dan akhirnya ia membungkuk lalu mengeluarkan semua isi perutnya.

“Apa kau tak apa-apa?” tanya Dr. Lee sambil mengelus-elus punggung Anna dan memberikan tissu untuknya.

“Sebaiknya kau tunggu di dalam mobil saja,” ucap Anna dengan lemah dan napas tersenggal-senggal terlihat sangat lelah.

Dr. Lee memegang rambut Anna kebelakang yang hari ini dibiarkan tergerai, lalu dia melap keringat dingin sebesar biji jagung yang keluar di leher dan dahi perempuan yang kini sudah benar-benar pucat.

“Kau lupa kalau aku seorang dokter?” tanya pria bersuara bass itu sambil terus melap keringat di dahi Anna, “Percayalah aku pernah melihat yang lebih buruk daripada sekedar itu,” lanjutnya sambil tersenyum menatap Anna yang kini menatapnya dengan mata lelah.

“Ayo, kita pergi sekarang... aku sudah memberi tahu Paul dan Jared kalau kau sakit dan memerlukan perawatan jadi malam ini kau akan menginap ditempatku,” ujar Dr. Lee sambil menyalakan mesin mobil dan mulai melajukannya, tak memedulikan Anna yang terbelalak kaget tapi terlalu lelah dan sakit yang dirasa perut dan pinggangnya membuatnya malas untuk mendebat, ia hanya memejamkan mata sepanjang perjalanan.

“Dokter, aku sungguh tak apa-apa... kau tahu ini hanya... siklus bulanan perempuan,” ucap Anna untuk kesekian kalinya mencoba menjelaskan yang tak pernah di dengar oleh pria berhidung mancung itu yang kini tengah memarkirkan mobilnya di depan rumah putih.

Anna membuang napas berat ketika melihat pria itu hanya menatapnya tanpa ekspresi lalu keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Anna yang hanya terdiam sambil cemberut karena dia ingin pulang ke rumahnya dan tertidur.

“Kau akan turun sendiri atau aku akan menggendongmu.. dan percayalah itu akan menjadi cerita yang sangat menarik bagi Cloe,” ucap Dr. Lee sambil menaikan alisnya membuat Anna menatap ke arah toko bunga Cloe dan mengumpat ketika melihat perempuan berambut merah itu tengah menatap mereka dengan senyum lebar dan penasaran.

Anna akhirnya keluar dengan masih menahan sakit diperut dan pinggangnya yang seperti mau patah, dia mengambil napas dalam-dalam lalu menatap Dr. Lee dengan galak membuat pria itu mengangkat alisnya tak mengerti kenapa perempuan itu marah padanya.

“Kenapa kau membawaku ke sini? Seharusnya kau mengantarkanku ke rumah, jadi aku bisa tidur, apa kau tak tahu kalau pinggangku serasa ingin patah dan perutku seperti diremas dengan sangat kuat dan itu sangat sakit?”

Anna berkata tanpa jeda dengan penuh emosi setelah mereka masuk kedalam rumah, sambil menatap Dr. Lee yang hanya terdiam melihatnya marah.

“Tidak,” jawab Dr. Lee yang membuat emosi Anna kembali naik.

“Ah, itulah pria... mereka tak perlu merasakan sakit setiap bulan, emosi yang naik turun, belum lagi jerawat yang tumbuh karena hormon sialan ini!” Seru Anna sambil berjalan ke arah tempat tidur tempat pemeriksaan pasien dan tanpa disuruh dia naik keatasnya kemudian berbaring sambil memeluk bantal yang ia tekankan diperutnya untuk mengurangi rasa sakit.

“Apa kau sering merasakan sakit seperti ini setiap bulannya?” tanya Dr. Lee tanpa memedulikan amarah Anna, dia mengambil alat untuk memeriksa tekanan darah perempuan yang masih terlihat cemberut.

“Ini adalah yang paling buruk, biasanya aku hanya tiduran saja di kamar kalau hari pertama atau kedua tapi tadi tak ada orang yang mengantar makan siang, jadi aku yang pergi mungkin karena itu sakitnya semakin menggila.”

“Darahmu sangat rendah,” ucap Dr. Lee sambil menatap Anna, “Apa kau pernah memeriksanya?”

“Dokter, percayalah sebagian besar perempuan di seluruh dunia merasakan sakit setiap bulannya, jadi ini bukan masalah besar, nanti juga akan hilang dengan sendirinya, yang perlu aku lakukan hanya tiduran, percayalah,” ucap Anna sambil kembali memeluk bantal dan menekannya ke perut.

“Jadi ini pertama kalinya kau separah ini?”

Anna mengnagguk tanpa membuka matanya membuat Dr. Lee membuang napas berat sambil menggelengkan kepala. Ia kini berjalan menuju lantai dua meninggalakan Anna sendirian, sebagai seorang dokter ia sangat memahami bagaimana emosi seorang perempuan ketika memasuki siklus bulanannya, seperti rolercoster. Sebentar naik sebentar turun, dan lebih baik para pria menjauhi dan tidak mencari masalah dengan mereka kalau masih ingin selamat.

Dr. Lee kembali turun ke bawah dengan membawa mug berisi coklat panas, “Minumlah, ini akan membuatmu lebih baik.”

Dengan malas Anna duduk lalu menerima mug yang diberikannya, “Apa masih sangat sakit? Aku akan memberimu obat pereda rasa sakit.” Anna menggeleng sambil meminum coklat panasnya yang langsung merasakan hangat di perutnya.

“Tidak, aku akan baik-baik saja,” ujar Anna sambil memberikan mug kepada pria yang berdiri dihadapannya, dan kembali berbaring.

Dr. Lee kembali ke atas untuk mengambil selimbut dan bantal tambahan untuk Anna, dia kembali melihat perempuan itu meringis menahaan sakit ketika ia menyelimutinya dan memutuskan kalau ibu Alice itu harus minum obat penahan sakit tapi sebelumnya ia harus makan dahulu mengingat beberapa saat lalu ia telah mengeluarkan semua isi perutnya.

Anna tak bisa tertidur, untuk kali ini sakit perut yang di rasa jauh lebih parah daripada bulan-bulan sebelumnya, ia memijat-mijat pinggangya sendiri sambil tengkurup dengan bantal dibawahnya supaya menekan perut, dalam keadaan sakit seperti inilah ia berharap bisa berada di tengah keluarganya yang akan menjaga dan merawatnya.

Selama ini orangtua angkatnya memang sangat baik padanya, tapi Anna lebih sering menahan sakitnya sendiri di dalam kamar karena tak mau merepotkan pasangan suami istri itu. Dia akan pura-pura kalau semua baik-baik saja, bahkan ketika dia demam walaupun orangtua angkat dan Jared memaksanya ke dokter dia akan menolaknya, dia hanya akan membeli obat di apotek dan tidur seharian.

Sudah terlalu banyak kebaikkan yang Anna terima mereka selama ini, jadi jika ia memiliki masalah pribadi dan seandainya masih bisa ia selesaikan maka ia akan menahannya dan mencari solusi sendiri. Begitu juga ketika ia sakit kalau itu hanya demam biasa maka ia tak akan merasakannya.

Dulu ia adalah seorang gadis manja, kalau demam sedikit Ibunya akan langsung membawanya ke dokter dan menyuruh seorang pelayan untuk memenuhi kebutuhannya, yang ia lakukan hanya beristirahat di dalam kamarnya yang mewah. Tapi sekarang sudah berubah, ia harus bisa mengurus dirinya sendiri dan harus menjadi orang yang tahan banting demi anaknya.

“Bangun, makan bubur dulu setelah itu aku akan memberimu obat pereda rasa sakit.”

Anna menggeleng sambil meringis dan menutup seluruh tubuhnya dengan sembut, membuat Dr. Lee membuang napas berat.

“Jangan keras kepala, cepat makan!”

Dr. Lee bisa melihat tubuh Anna semakin mengkerut di bawah selimbut membuatnya kembali membuang napas berat, dengan sekali hentak dia membuka selimbut yang membuat perempuan itu menatapnya dengan memberengut.

“Aku tak ingin makan apapun,” ujar Anna sambil kembali menarik selimbutnya.

Dr. Lee kembali membuang napas berat, “Aku tahu sekarang kenapa Alice sangat keras kepala,” ujar pria itu sambil mendorong tubuh Anna dengan sebelah tangannya supaya terduduk kemudian dia duduk di sampingnya yang protes supaya perempuan itu tak bisa kembali tertidur.

“Makan!” perintahnya sambil menyerahkan bubur yang tadi dia bikin.

Dengan malas Anna mengambil mangkuk dari tangan Dr. Lee dan mengaduk-aduk isinya.

“Aku tak akan membiarkanmu kembali tidur sebelum makan bubur itu,” lanjutnya sambil melipat tangan di atas dada dan menatapnya tajam membuat Anna mulai memakannya walaupun dengan malas, dan jujur saja rasa buburnya tak seburuk yang ia kira malah boleh dibilang ini sangat enak, membuat ia menaikkan alisnya sambil menatap Dr. Lee yang tersenyum.

“Enak bukan? Percayalah selain tampan dan pintar, aku juga sangat pandai memasak... aah aku baru tahu kenapa para perempuan jatuh cinta padaku, aku memang keren.”

Anna mendengus tertawa lemah mendengar ucapan pria itu.

“Jadi banyak perempuan yang mengejar-ngejarmu di Korea?” tanya Anna sambil melanjutkan makan buburnya.

“Kau tak akan percaya tapi mereka semua tergila-gila kepadaku.”

Anna kembali menatap Dr. Lee sambil tersenyum, tentu saja ia percaya, dia sangat tampan dengan kulit puith mulusnya, hidungnya yang mancung, matanya yang tajam dan badannya yang tinggi bak seorang model papan atas yang akan terlihat sangat menawan dengan setiap pakaian yang dipakainya, itu semua akan membuat perempuan dengan sangat mudah jatuh cinta padanya.

*****

Terpopuler

Comments

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

😅 pak dokter plis deh,jangan bikin aku pengen bungkus kamu

2024-02-05

0

Bembi Arkana

Bembi Arkana

q sukak kakak... ma ceritannya... lanjut lagi... 😀😀

2023-01-06

0

Dwi Sasi

Dwi Sasi

Nah... Hati2 kau akan merasakan juga😍😍

2022-11-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!