Hari-hari berlalu tapi Anna belum menemukan jalan keluarnya, dia seperti kehilangan semua energinya. Dr. Lee sering menemukannya dalam keadaan melamun, belum ada jalan keluar lain mereka temukan. Seorang pengacara telah disewa oleh Jared untuk membantunya, tapi seperti yang dikatakan Sandra, ia-pun tak memiliki jalan keluar lain.
“Aku akan pulang ke Indonesia, dan memohon kepada ayahku supaya memasukan Alice ke dalam kartu keluarga kami… Ayahku cukup berpengaruh, jadi aku rasa dia akan berpikir ulang untuk merebut Alice dari kami,” ucap Anna dengan putus asa, mereka hanya memiliki tenggat waktu dua minggu lagi sebelum tanggal yang ditentukan oleh Billy.
“Miss. Wibisana, permasalahan disini bukan hanya ia masuk kartu keluarga siapa dan dimana. Tapi ia kini telah mengetahui kalau Alice adalah putri kandungnya, yang artinya dia memiliki hak yang sama di mata hukum denganmu. Perancis seperti halnya Indonesia memiliki sistem kewarganegaraan yang sama yaitu mereka melihat berdasarkan kewarganegaraan orangtuanya, dan itu juga membuat Alice memiliki 2 kewarganegaraan. Kalau kau membawanya keluar dari sini, Negara tak akan tinggal diam, itu hanya akan semakin memperumit keadaan.”
“Ya Tuhan jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?” Tanya Anna dengan putus asa, saat ini dia, Dr. Lee , Jared dan juga seorang pengacara berumur empat puluhan tengah berada di rumah putih untuk membahas permasalahan yang tengah dihadapi Anna.
“Seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya, pernikahanmu dengan seorang pria mapan dan bisa membuktikan kalau dia benar-benar menyayangi putrimu seperti putrinya sendiri itu akan sangat membantu. Kita telah memiliki saksi bagaimana kau merawat putrimu seorang diri selama ini tanpa bantuan dari penggugat, itu akan menguntungkanmu. Tapi kita perlu saksi yang memperkuat tentang pernikahanmu kalau itu berlandaskan cinta bukan karena kasus ini… itu akan semakin memperbesar kemungkinan kita untuk menang di pengadilan.”
Semua orang kini terdiam setelah mendengar perkataan pengacara mereka, Dr. Lee bisa melihat Anna kembali putus asa dan itu membuatnya ikut merasa sedih, tanpa dikomandoo tangannya menggenggam tangan dingin Anna yang terlihat terkejut mendapat perlakuannya, ia tersenyum untuk memberi semangat kalau semua akan baik-baik saja dan akhirnya membuat perempuan itu balas tersenyum walau lemah.
“Maafkan aku,” ucap sang pengacara memecah keheningan sambil menatap keduanya dengan serius, “Kenapa kalian tidak menikah saja?”
Pertanyaan pengacara itu sontak membuat keduanya saling pandang dengan terkejut, begitu pula dengan Jared yang dari tadi duduk sambil berpikir di kursi pasien berwarna biru.
“Kalau kalian menikah ini akan menjadi solusi yang sangat baik. Secara financial kau terlihat mapan, kau seorang dokter tapi yang pasti semua orang di sini bisa bersaksi bagaimana kau sangat menyayangi Alice seperti putrimu sendiri, bahkan dia-pun memanggilmu dengan sebutan Daddy. Tak akan ada yang menyangkal bagaimana kalian berdua menyayanginya.”
“Itu benar!” Seru Jared sambil berdiri dengan mata berbinar, “Aku tahu kalau kalian saling menyukai,” lanjutnya sambil tersenyum, matanya menatap tangan mereka berdua yang masih berpegangan, menyadari hal itu membuat keduanya langsung melepaskan genggamannya.
“Ti..tidak, kalian salah paham,” ucap Anna degan gugup.
“Anna, ini akan menjadi jalan keluar yang terbaik untuk masalahmu.”
Anna menatap Dr. Lee yang juga menatapnya dengan bingung, dalam hati ia mengakui kalau ini akan menjadi solusi yang baik, tapi ketika ia menatap mata tajam pria itu hatinya kembali bimbang. Dr. Lee adalah pria yang sangat baik, yang selama ini selalu berada disampingnya dan memberinya dukungan, ia tak ingin memanfaatkan kebaikan pria berhidung mancung itu untuk keegoisannya.
“Dr. Lee… sudah memiliki kekasih,” ucap Anna membuat Jared terdiam, beberapa saat ia menganga sambil menatap pria bermata tajam itu, kemudian ia menutp mulutnya sambil tersenyum hambar lalu kembali duduk dengan wajah kecewa.
“Kalau begitu, masih ada satu cara lagi, tapi… ini sangat sulit,” ucap pengacara membuat semuanya saling pandang.
“Apa cara ini akan berhasil?” Tanya Dr. Lee yang membuat Anna menatap pengacara itu dengan penuh harap.
“Kalau ini berjalan lancar, kau akan langsung mendapatkan hak asuh atas putrimu,” jawabnya membuat pijar harapan kembali terlihat dimata semuanya, “Tapi ini juga bisa berakibat sebaliknya,” lanjutnya membuat semua orang saling pandang tak mengerti.
“Bisa kau jelaskan apa rencanamu itu?” Tanya Jared yang membuat pria yang ia sewa menjadi pengacara Anna itu membuang napas lalu terlihat serius.
“Kau pergi menemuinya lalu memohon padanya.”
“Yang benar saja!” Seru Jared tak percaya, begitupun dengan Dr. Lee yang terdengar mengumpat memakai bahasa yang tidak diketahui yang lainnya.
“Jadi maksudmu, kau ingin Anna pergi menemui ******** itu dan memohon padanya agar memberikan hak asuh atas putrinya sendiri yang selama ini dirawatnya seorang diri? Omong kosong!” teriak Jared dengan penuh emosi.
“Aku tahu ini terdengar seperti omong kosong, tapi kita tidak tahu siapa tahu mereka akan berubah pikiran setelah melihat kita mendatangi mereka dengan niatan tulus, bukankah kau bilang mereka telah kehilangan seorang putri? Mungkin mereka bisa memahi bagaimana rasanya kehilangan seorang anak bagi orangtua, dengan seperti itu minimal mereka akan memikirkan untuk tidak mengajukan gugatan ini kepengadilan, dan kita bisa membicarakan jalan tengah untuk kedua belah pihak.”
Semua orang kembali terdiam memikirkan ucapan pengacara mereka, walaupun Jared dan Dr. Lee terlihat tak setuju dengan saran darinya, namun tentu saja mereka juga mengharapakan jalan terbaik buat Anna yang kini terlihat diam berpikir.
“Baiklah, aku akan melakukannya,” ujar Anna membuat semua orang terkejut dengan keputusannya.
“Anna, ******** sepertinya tidak akan mengalah begitu saja,” ucap Dr. Lee yang mendapat anggukan dari Jared.
“Tapi minimal kita harus mencobanya… kalau ini tidak berhasil, maka aku akan membawa Alice pergi dari sini,” ucap Anna dengan serius, membuat semua orang saling pandang tak percaya.
“Jadi, kapan kita akan pergi ke sana?” Tanya Anna sambil menatap pengacaranya dengan penuh keyakinan.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
sakura🇵🇸
nyesek banget ya ampun...opsi lain mungkin bisa ceritakan pada alice bagaimana ayahnya tifak mengakuinya🥺
tp itu kejam buat seorang anak kecil
2024-02-05
0
Dwi Sasi
Ikut nyesek yaaa
2022-11-22
0
Erni Fitriana
kok aku yg deg degan y.....kebayang billy sangat menginginkan alice😔
2022-06-24
0