Bab 10

“Apa kau memiliki kekasih di Korea?” Anna bertanya sambil menyuap buburnya kembali, dan dia kembali menatap Dr. Lee ketika merasa pria itu langsung terdiam dan badannya menegang.

“Iya,” jawabnya dengan senyum dipaksakan membuat Anna mengangkat alis matanya.

“Jadi... apa karena dia kau bersembunyi di sini?” Anna kembali bertanya yang membuat Dr. Lee kembali terdiam lalu mengangguk sebagai jawaban.

“Sebaiknya kau jangan lama-lama bersembunyi atau seseorang akan mencurinya darimu.”

Dr. Lee terdiam, dia menaruh kedua tanganya kebelakang sebagai tumpuan badannya, “Kau benar, aku yakin orang-orang itu kini sedang berusaha mendekatinya,” ucapnya sambil menerawang mengingat bagaimana beberapa orang rekan dokternya dulu menaruh hati pada Ayumi dan dia harus mati-matian menjauhkan mereka semua dari gadis bermata bulat itu.

“Apa kau tak takut dia akan jatuh cinta kepada pria lain?” tanya Ayumi sambil menatapnya.

Dr. Lee menggeleng, “Tidak, karena aku tahu hanya ada satu orang pria yang sangat ia cintai,” jawab Dr. Lee sambil tersenyum. “Dan itu adalah Erik, bukan aku,” ucapnya dalam hati.

“Kau sangat percaya diri,” ucap Anna sambil tertawa tapi kemudian dia meringis ketika merasakan perutnya kembali sakit.

Dr. Lee berdiri lalu berjalan menuju lemari obat dan mengambil obat penahan rasa sakit dan penambah darah untuk Anna dan segelas air putih yang telah ia simpan di atas mejanya.

“Karena aku sangat mengenalnya.” Dr. Lee berkata sambil memberikan obat dan air mineral kepada Anna yang langsung meminumnya tanpa banyak protes karena sakit di perutnya tak hilang-hilang.

Anna kembali berbaring sambil menatap Dr. Lee yang duduk di kursinya, “Kau pasti sangat mencintainya sehingga kau bisa memercayainya sebegitu besar,” ucapnya sambil tersenyum membuat pria itu mengangguk sambil ikut tersenyum.

“Iya aku sangat mencintainya.”

“Dia sangat beruntung karena memiliki seseorang yang sangat mencintainya.”

Dr. Lee menatap Anna yang tersenyum lemah kearahnya, dia bisa melihat kesedihan di mata perempuan itu, membuatnya memberanikan diri untuk bertanya.

“Jadi apa yang membuatmu bersembunyi di sini?”

Anna terdiam beberapa saat sebelum menjawab pertanyaan itu, “Kesalahan dalam memercayai orang... aku masih sangat muda dan naif ketika mengira cinta di atas segalanya, dan karena kesalahan itu masa depanku hancur, cita-cita untuk menjadi seorang dokter yang dari kecil selalu aku impikan dan sudah di depan mata harus kandas... bahkan keluargaku tak mau mengakuiku lagi,” ucap Anna yang sudah mulai berurai airmata.

“Dengan rasa percaya diri aku datang ke Paris untuk menemui baj*ngan itu, tapi ternyata dia sudah memiliki seorang istri dan anak.” Anna mulai terisak, “Untung saja Papah Paul menolongku dan membawaku ke sini, kalau tidak... aku tak tahu harus pergi kemana,” ucap Anna diantara tangisanya.

“Kenapa aku menangis? Seharusnya aku tak menangis.” Anna melap air mata dan ingusnya menggunakan tissu yang diberikan oleh Dr. Lee yang kini telah kembali berdiri di sampingnya. “Ini karena hormon, bukan karena aku cengeng,” lanjut Anna sambil menatap Dr. Lee dengan mata basah.

“Aku tahu kau bukan gadis cengeng... hanya keras kepala,” ujar Dr. Lee membuat Anna kembali tersenyum, “Jadi baj*ngan itu mencampakanmu ketika kau sedang hamil Alice dan diusir oleh keluargamu?”

“Aku tak berani untuk memberitahunya kalau aku sedang hamil. Ketika aku melihat seorang anak laki-laki memanggilnya ayah dan seorang perempuan yang menciumnya mesra, aku langsung bersembunyi. Aku tak ingin menghancurkan keluarganya dengan kesalahanku, anak dan istrinya tak bersalah.”

Dr. Lee terdiam menatap Anna yang terlihat menerawang untuk beberapa saat sebelum tersenyum lemah ke arahnya.

“Bukan hanya kau yang salah tapi baj*ngan itu juga salah karena telah memanfaatkan perasaan tulus seorang gadis muda,” ucap Dr. Lee yang mendapat anggukan dari Anna.

“Tapi kalau aku memikirkannya sekarang aku rasa, aku tak begitu mencintainya... kalau aku mencintainya aku pasti akan mati-matian membuatnya tetap berada disisiku, aku akan sangat sedih dan marah ketika mengetahui dia sudah berkeluarga. Tapi yang aku lakukan hanya bersembunyi karena kecewa kepada diriku sendiri.”

“Itu karena kau bukan perempuan egois,” ujar Dr. Lee sambil tersenyum menatap Anna yang terlihat sudah kembali tenang dan mulai mengantuk.

“Oh aku sangat egois percayalah... beberapa temanku sering mengingatkan aku kalau b*jing*n itu hanya memanfaatkan aku saja, tapi aku tak pernah mendengarnya dan ternyata mereka benar,” ucap Anna dengan mata yang terlihat sudah sangat berat.

“Ayahku menyuruhku tinggal di Australia bersama tanteku dan menggugurkan kandungan, tapi aku tak ingin melakukan dosa besar lainnya, karena itulah keluargaku tak lagi mengakuiku dan kehilangan semua fasilitas termasuk ATM yang ditarik kembali oleh Ayahku.” Anna menguap sebelum melanjutkan kembali ceritanya.

“Tapi aku bersyukur karena tak mengugurkan kandunganku, karena sekarang aku memiliki Alice. Dialah alasanku hidup sekarang, aku tak memerlukan siapapun selama putriku ada disampingku... Ahh.. Alice, dia pasti sedang menungguku.”

Anna kini memejamkan matanya dan terlelap sedangkan Dr. Lee masih duduk sambil menatapnya. Dalam hati dia merasa salut kepada perempuan muda itu karena berani mengambil keputusan sendiri dan bisa belajar dari kesalahan. Zaman sekarang banyak sekali yang mengambil jalan cepat dengan aborsi bahkan membuang bayi tak berdosa itu layaknya sampah, seolah ketika ia membunuh jabang bayi atau membuangnya, dosa-dosanya akan hilang bersamanya.

Saat melakukan itu mereka bisa saja menyembunyikannya dari dunia seolah tak ada yang terjadi, tapi rasa bersalah akan menghantui seumur hidup, tak akan ada lagi ketenangan. Semua orang punya jalan hidup masing-masing dan tak pernah luput dari kesalahan serta dosa, tapi keputusan akhir tetap ada pada diri kita, apa kita akan melakukan kesalahan yang sama atau memperbaikinya.

Dan Anna memilih untuk memperbaikinya, walaupun dia harus kehilangan kemewahan tapi dia tak menyesalinya. Karena dia tahu itu adalah sebuah konsekuensi yang harus dia terima atas kesalahannya karena tergoda oleh nafsu hingga hilang segala logika.

***

Malam itu Anna benar-benar tidur di rumah Dr. Lee, pria itu kembali ke rumah Anna untuk mengambil semua keperluannya dia juga mengajak Alice untuk menginap di rumahnya, tapi nenek Sri dan yang lainnya tak mengijinkan dan meminta dokter tampan itu hanya fokus menjaga Anna, dan dia melakukannya.

Untuk pertama kalinya dalam 6 tahun ini Anna merasa seseorang benar-benar merawatnya walaupun Anna berulang kali menolak dan memintanya untuk mengantarnya pulang tapi pria berhidung mancung itu tak pernah mendengarnya.

Dan pagi ini, dia telah memasakan sarapan untuknya, satu mangkuk cream soup dan segelas susu membuat perut Anna terasa hangat, dan dia baru saja naik ke atas ketika seseorang mengetuk rumah putih.

“Apa yang kau lakukan pagi-pagi di sini?’ tanya Dr. Lee ketika melihat Erik berdiri di depan rumahnya yang langsung masuk ke dalam tanpa menghiraukan tuan rumah yang memutar bola matanya melihat hal itu.

“Apa aku mengganggumu? Apa kau sedang bersama seseorang?” tanyanya sambil menatap sekeliling.

“Tidak,” jawab Dr. Lee sambil berjalan dan duduk di kursi tungu pasien.

Erik ikut duduk di sampingnya sambil mengangguk, “Aku akan pergi ke Paris hari ini untuk beberapa hari, apa kau ikut?” tanyanya membuat Dr. Lee menatapnya, selama hampir sebulan ini Erik tinggal di Rebauville dan menginap di hotel, yang dilakukannya hanya berkeliling desa itu dengan kamera ditanganya, dan sering kali Dr. Lee akan melihatnya dengan pandangan kosong dan dia bisa merasakan kesedihannya.

Dia baru membuka mulutnya ketika pintu rumahnya dibuka dengan kasar.

“Daddy... Daddy... Daddy!” Seru Alice sambil berlari kepangkuanya dengan wajah berbinar.

“Maafkan aku, aku tak bisa menahannya lebih lama, dia memaksa ingin ke sini setelah bangun tidur,” ujar Jared yang baru saja memasuki rumah putih.

“Tidak apa-apa,” ucap Dr. Lee sambil tersenyum.

“Alice!” Seru Anna sambil setengah berlari turun dari tangga membuat Alice minta turun dari gendongan Dr. Lee dan berlari ke arah ibunya, melihat keduanya seperti itu membuat Dr. Lee tersenyum, mereka seperti sudah tak bertemu sejak lama.

“Mamah sangat merindukanmu,” ujar Anna sambil menciumi putri kecilnya yang sudah wangi, “Kau tidak nangiskan? Tidak merepotkan Nenek Sri kan?”

“Tidak... aku, sangaaat baik,” jawabnya sambil tersenyum yang mendapat hadiah ciuman lagi dari Anna.

“Aku sebetulnya ingin tidur denganmu di sini, tapi Nenek Sri, Uncle Jared dan Aunty Sandra melarangku,” ucapnya sambil cemberut membuat Anna mengangkat alis matanya.

“Mengapa mereka melarangmu?” tanya Anna yang membuat mata Alice menatapnya dengan cerah.

“Mereka bilang, kalau aku membiarkan Mamah dan Daddy hanya berdua di rumuh, siapa tahu Daddy jadi nakal dan aku punya adik bayi seperti Sean.”

“Jared!” Seru Anna sambil membelalak menatap Jared begitu juga dengan Dr. Lee, membuat pria berambut gondrong itu serba salah.

“Baiklah aku pergi sekarang... sampai jumpa.” Jared berkata sambil berjalan mundur kemudian berbalik dan mereka bisa mendengar pria itu tertawa dengan sangat kencang.

“Jangan berpikir macam-macam,” ucap Dr. Lee sambil menatap Erik yang kini menatapnya.

“Aku tak mengatakan apapun,” jawab Erik dengan santai, tapi Dr. Lee bisa melihat mata pria itu tengah mengejeknya.

“Jadi... apa Daddy nakal? Apa sekarang diperut Mamah sudah ada bayinya?”

“Oh Tuhan..” ucap Anna sambil membuang napas berat.

“Jadi apa kalian nakal?”

“Erik!” seru Anna dan Dr. Lee berbarengan membuat pria tampan itu hanya mengangkat bahunya santai.

****

Terpopuler

Comments

sakura🇵🇸

sakura🇵🇸

😅😅😅 nasib jared...semua tersangka tak ada disiru kecuali dia
kabur adalah jalan ninja ya bro🤭

2024-02-05

0

Dwi Sasi

Dwi Sasi

Kompak sekali🤣🤣🤣

2022-11-22

0

Erni Fitriana

Erni Fitriana

erik ketularan alice😛😛😛😛

2022-06-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!