"udh mau nikah juga, masih aja bergaya-gaya begitu, lihat aja setelah menikah"batin Kevin tersenyum tipis.
Tak menunggu berapa lama, akhirnya pesanan Dewi sudh datang, dengan sebangkok bakso dan segelas es jeruk.
"mari makan duluh,"ucap suci ramah kearah meja Kevin cs, sedangkan mereka hanya mengangguk.
"wi kamu kenapa sih, pesan bakso tapi kamu malah mainin, kamu ada masalah apa ngimna..?"tanya suci yang menyadari Dewi melamun sambil mengaduk-aduk baksonya.
"ahh iyh..?kenapa tadi..?"ucap Dewi terkejut.
"kamu kenapa Dewi, kamu ada masalah..?"tanya suci mulai khawatir.
"ngk papa, aku ngk ada masalah kok, semua masih aman terkendali"ucap Dewi sambil menyuapkan makanan nya.
"aku punya banyak Masalah ci, ingin rasa aku mengakhiri hidup ini"teriak Dewi menjerit dalam hati
"wi empat hari lagi kamu temanin aku kenikahan sepupu aku yuk.."ucap suci disela-sela makannya.
mendengar kata nikahan Dewi langsung tersedak bukan main, ia menelan bulat-bulat baksonya,
Uhukkk...uhukkkkk
"kamu kenapa wi, hati-hati makanya, ngk bakal gue ambil kok"ucap suci menepuk pundak Dewi pelan, lalu ia memberikan segelas air putih kepada Dewi.
"baksonya ketelan satu anj*r, lagian kamu mengangetkan aku"ucap Dewi,
"wah parah nih si ogep, sejak kapan aku mengangetkan kamu Dewi, aku cuma ngajak kamu ke acara nikahan sepupuku hari Minggu"ucap suci kesal bercampur khawatir, sedangkan Dewi hanya tersenyum kikuk.
"mau ngk..?"tanya suci lagi dirasanya Dewi mulai tenang.
"mau apanya..?"tanya Dewi
"astga dewi, kamu kenapa sih, dari tadi kok ngk fokus, aku capek mengulang kalimat yang sama Dewi, ayo dong fokus"ucap suci kesal sambil menaikan satu tingkat suaranya.
"ngimna gue mau fokus ci, orang harus Minggu gue juga pergi kenikahan, tapi kenikahan gue sendiri"batin Dewi menjerit
"gue..gue..gue.."ucap Dewi gugup setengah mati.
"gue...gue apanya sih..?"ucap suci kesal.
"gue hari Minggu ke Bogor, soalnya nenek gue sakit, jadi mau jenguk barang sebentar,"ucap Dewi berbohong.
"bukannya kampung nenekmu di Makassar dan setau aku nenekmu kan sudh meninggal.."ucap suci interogasi Dewi.
"maksudnya nenekku dari ibu Ririn, mama aku"ucap Dewi gugup, ia langsung memalingkan wajah ke arah meja Kevin, malu sekali rasanya ketika ia ketahuan berbohong kepada suci, Dan bertepatan saat ini, tatapan Dewi dan Kevin bertemu,tapi Dewi langsung memutuskan secara sepihak.
"Oalah, nenekmu dari Tante Ririn toh, iyh sudh deh, aku sendiri aja nanti"ucap suci pasrah.
"ci Sama aku, lagian hari Minggu gue kosong kok.."ucap Ryo yang mendengar obralan Dewi dan suci.
"ngk usah, aku bisa pergi sendiri"ucap suci cuek dan dingin.
"ci kamu kenapa sih, cuek muluk smaa gue"ucap Ryo yang kadang kesal dengan suci,pasalnya ngk ada angin dan ngk ada hujan suci selalu bersikap dingin kepadanya, lain hal kepada Remon maupun Kevin, suci selalu bersikap hangat kepada mereka, entahla Ryo tidak ingin tau letak kesalahannya, lain hal sekarang Ryo langsung menanyakan letak kesalahan kepada suci.
"ahh, emang gue kenapa..?biasa aja tuh"ucap suci dingin.
"kamu sadar ngk sih, selama ini kamu cuek sama aku berbeda ketika sama Remon dan Kevin, salahku dimna ci"ucap Ryo kesal.
"perasaan Lo aja kali, rasanya selama ini gue biasa aja tuh"ucap suci tanpa menatap Ryo, Sedangkan mereka hanya mengeleng melihat perdebatan Ryo dan suci.
"wi pulang sekarang yuk, aku antar ke tempat kerjamu dan ngk boleh nolak"ucap suci
"ehh dengan mukamu yang pucat, kamu masih tetap kerja kah..?"tanya suci
"masih ci, soalnya kemarin sudah izin."jawab suci
"lagian kamu kemarin izin gapain sih.?"tanya suci penasaran.
"biasalah ci, jalan sma si doi"ucap Dewi gugup, dan lagi-lagi ia berbohong kepada suci.
"ahh iyah sih, kalian jarang ketemu iyh, yang satu sibuk kerja dan yang satu sibuk praktek"ucap suci, sedangkan Dewi hanya mengangguk.
"iyh sudh yuk langsung aj, ngk ada kelas juga"ucap suci berangkat dari mejanya.
"duluan iyh.."ucap suci kepada Kevin cs tanpa menatap Ryo.
Sedangkan Dewi langsung berjalan tanpa meninggalkan menatap mereka, dan semua itu tidak luput dari arah pandangan Kevin, ia melihat setiap gerak gerik Dewi, mulai dari ia melamun dan berbohong, semua ia perhatikan, dan tanpa sadar ternyata Ryo juga menangkap Kevin yang selalu menatap Dewi.
"kamu kenapa sih Vin, dari tadi natap Dewi ngituh banget, kayak penagih utang tau"ucap Ryo
"ahh emng iyh, perasaan Lo pada aja kali, gue aja ngk melihat muka Dewi sedari tadi, "ucap Kevin berusaha setenang mungkin.
"kalian sadar ngk sih, Dewi sedang menyembunyikan sesuatu, terlihat ketika ia mendengar kata nikah"ucap Remon mengalihkan topik.
"perasaan Lo kali Mon, lagian Lo sok tau"ucap Kevin, ia sedikit lega karna Remon mengalihkan topik pembicaraan.
"ehh iyh sih, muka Dewi langsung terkejut ketika mendengar kata nikah"ucap Ryo yang membenarkan ucapan Remon.
"iyh lah, kan Dewi mau nikah sama gue"batin Kevin tertawa.
"perasaan kalian aja kali, makaya jangan terlalu fokus smaa Dewi, emng kalian ngk dengar kalau Dewi izin kerja kemarin karna jalan saman si doi, berarti Dewi udh punya pawang "ucap Kevin tersenyum mengejek kedua sahabatnya.
"kayak Lo ngk aja lagi.."ucap Ryo tidak terima
"ehh gapain, lebih baik gue fokus ke dokumen yang bertumpuk dimeja gue, iyh sudh gue balik kekantor duluh, habis waktu gue begitu saja kalau sama Lo pada"ucap Kevin berdiri dari kursinya.
"Lo yang nyemperin kita kok,"teriak Remon.
"makaya gue rugi, oayah Mon, titip absen"teriak Kevin berjalan meninggalkan mereka.
Entah kenapa mood Kevin tiba-tiba berubah ketika melihat Dewi berdandan ke kampus, Karna ia akui bahwa Dewi pagi ini sangat cantik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments