Liburan sehari sudah, Kini kedua nya sudah berada di ibu kota, Dan mulai melakukan aktivitas seperti biasa nya.
Sarah dan Satria mereka sama sama sibuk, Satria dengan jadwal kuliah nya, Jika tidak ada kelas atau hanya setengah hari dia akan bekerja di perusahaan.
Hebat, Sarah kagum dengan suami bocah nya, Dan baru di ketahui Sarah bahwa suami nya bisa masak, Ya walau hanya pasta dan makanan sederhana lain nya.
Sarah menjadi malu sebagai perempuan tidak bisa melakukan apapun di dapur karena memang dia tidak bisa.
Hari ini, Sarah di jemput Satria saat makan siang, Dan entah membawa nya kemana.
" Kita mau kemana ? Kamu uda Dzuhur belum ? " Tanya Sarah saat sudah masuk ke mobil Satria.
Ini mobil Bintang tiga dengan pintu dua saja.
" Sudah tadi, Kamu udah Dzuhur belum ?" Tanya Satria lagi.
Sarah mengangguk dan Satria mengelus pipi nya.
Hangat menjalari pipi Sarah dan dia tersipu malu karena perlakuan suami bocah nya.
" Cie...malu cie..."
" Apa ? " Sarah yang malu langsung mengalihkan pandangan nya untuk melihat jalanan.
" Ihh..emess banget cih Isti ku..."
" Jangan lebay Satria, Aku bukan anak belasan tahun yang kamu gombalin Receh ala kamu terus melting ya. " Satria tetap tersenyum sesakali mengelus punggung tangan Sarah.
" Kamu memang bukan anak remaja lagi ayang, Tapi kamu istri aku yang dewasa. " Sarah mencebik kesal teringat perbedaan usia mereka lagi.
" Dasar !" Satria kembali cekikikan saat melihat wajah cemberut Sarah yang kesal saat membicarakan soal usia mereka.
" Jangan ngambek dong Yank, Aku sayang kok ke kamu. Sumpah deh. "
" Fokus ke jalan Satria ! Aku gak mau mati muda. "
" Iya, Maaf ya Yank, Sumpah deh aku sayang kok ke kamu, Beneran loh Yank. " Masih mencoba membujuk nya.
" Ayang...Jangan ngambek ya..."
" Ck, Menyebalkan wajah mu. " Satria tersenyum senang.
Bahagia mereka sangat sederhana, Sampai mereka sampai di komplek perumahan elit, Kalangan Para sultan di Kota ini.
" Ngapain kesini ? Mau ketemu Client atau gimana ?" Tanya Sarah penasaran saat melihat deretan rumah rumah megah di kawasan ini.
" Menurut kamu ???" Tanya Satria balik.
" Kamu gak berpikir kalau mau beli rumah disini kan ? Jawab Satria..."
" Surprise...." Ucap Satria saat mereka sudah berada di depan rumah mewah yang di lihat mereka kemarin di ponsel Satria.
" Kamu gila ya ??? udah yuk balik, Aku gak mau beli rumah disini. Mahal. " Satria murung.
Sarah tidak menyukai rumah ini ?
" Kamu gak suka Yank ?" Tanya Satria murung dan Sarah paling tidak bisa melihat wajah itu.
Wajah imut yang membuat nya kalah.
" Bagi dua !" Putus Sarah dia keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah itu.
" Yank, Tungguin ..." Satria juga ikut turun mengejar istri nya.
" Kunci nya ?" Tanya Sarah lagi.
Satria tersenyum, lalu menuju pintu rumah yang akan menjadi rumah mereka.
" Pake sandi Yank, Kamu yang pilih sandi nya. " Sarah diam.
Tapi dia memencet tombol dan menggunakan sidik jari nya.
" Sidik jari kamu, Ayo cepat. " Satria tersenyum dan menempel kan ibu jari nya dan semua nya sudah di riset.
Sarah masuk duluan ke dalam rumah yang akan mereka tempati.
" Furniture nya udah lengkap Yank, Tapi aku belum pilih Furnitur untuk kamar kita sengaja biar kamu pilih ya. " Sarah melihat lihat, suasana rumah yang akan mereka tempati.
Saat Sarah berada di dapur, Satria keluar untuk mengambil pesanan makan siang mereka.
Satria keluar, gerbang nya dan saat dia mengambil pesanan dari gfood di gerbang rumah nya ada beberapa ibu ibu berkumpul di depan rumah nya, Lebih tepat nya di sebrang rumah nya sedang berkumpul melihat ke arah rumah nya.
Satria tersenyum ramah dan membungkuk hormat, pada ibu ibu yang nampak heboh di mata nya.
" Mari ibu ibu. " Pamit Satria sambil membungkuk hormat.
Ibu ibu disana nampak heboh saat melihat Satria tersenyum ramah pada mereka.
" Sumpah demi apa jeng ? Itu lakik imut banget, Masih muda lagi. pen saya cubit deh tuh pipi nya. " Salah satu ibu ibu berdaster kuning memulai kehebohan.
" Jeng ana, kalau pak Joko tau gimana nanti kamu ? Bisa bisa di tanem kamu di galian tambang emas nya. " Salah satu ibu Makai roll rambut di kepala nya.
" Iya bener tuh yang di katakan buk Sari jeng Ana, Nanti pak Joko ngambek loh. " Timpal ibu ibu berhijab syar'i lagi sebagai penengah.
" Tapi kalau saya lihat, Itu cowok ga asing deh, Kayak pernah kenal. Nanti Saya tanya ke Suamsek ya, " Ketiga wanita lain nya mengangguk serentak.
Mereka adalah Genk anti huru hara Blok Cempaka ini, Dan Genk mereka adalah Genk yang paling di segani.
Dimana Di dalam nya terisi Buk Ana, istri nya Joko Andrianto sang pengusaha tambang Emas.
Lalu ada Buk Hj. Jamilah seorang Ustadzah, Yang menjadi Istri salah satu anggota DPR RI bernama H. Husni Pardede
Lalu Selanjut nya ada Buk Sari istri nya pengusaha Minyak Bumi Bernama Sasmito Susilo.
Dan terakhir, Kepala Genk mereka adalah Buk Rita, Istri nya Pengusaha Properti Terkenal bernama Ganda Wirawan.
" Eh, Tapi Jeng, Kalau tuh anak muda bisa beli itu rumah, Berarti dia Sultan dong, Itu rumah kan di banderol 19 M. " Kata Buk Rita sang ahli nya informasi di Blok Cempaka ini.
" Besok kita cari tau Jeng, Sekarang bubar, Masak dulu buat Suamsek pulang kerja ! Kuy gaskeun. " Ke empat ibu ibu itu langsung membubar kan diri untuk kembali kerumah mereka masing masing dengan motor matic nya, Tapi hanya Jeng Ana yang naik Motor Trail milik anak nya yang masih SMA .
Kembali ke dalam rumah baru sepasang suami istri yang masih melihat ada yang di perlukan lagi untuk menunjang keadaan rumah mereka.
" Dari mana ?" Tanya Sarah saat baru keluar dari sebuah ruangan, dan ternyata itu adalah home teather.
" Ambil makanan. " Sambil mengangkat kantung kresek berisi Nasi Soto Mak Nur yang di pesan nya tadi.
" Makan dulu yank, Sini duduk. " Satria membuka bungkus nasi soto itu dan menuangkan nya di wadah nya.
Dan ternyata Sarah mengambil piring dan mencuci nya sebentar tapi tidak ada sabun cuci piring nya.
Jadi dia cuci saja dengan air biasa .
" Ayo makan Yank..." Kedua nya mulai menyantap makan malam mereka setelah Satria membaca doa dan Sarah ikut mengaminkan nya.
Kedua nya makan dengan hening dan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu nya saja.
Dan setelah selesai makan, Satria mulai pembicaraan nya lagi
" Yank, Tadi di depan ada Genk ibu ibu komplek, Yang 3 emak emak heboh, Dan yang satu pake gamis dan hijab Yank. jadi kayak nya kamu bisa deh gabung mereka. Asik kali yank, Liat kamu belanja pagi pagi. Pake daster ihhh gemes deh yank..." Sarah melotot.
Kenapa Satria terus membicarakan tentang daster ? Apa sebegitu ingin nya Satria melihat nya memakai daster ?..
Oh ya ampun, Rasa nya Sarah ingin mejitak kepala suami nya agar sadar, Tapi takut berdosa karena bagaimana pun itu tetap suami nya, Ya walau lebih muda dari nya.
" Segitu kepengen nya kamu pengen liat aku pake daster iya ??" Satria hanya tertawa saja.
Dia melihat wajah Sarah yang sudah kesal.
" Hehehe...becanda Yank, Jangan ngambek ya..." Bujuk Satria agar istri nya tidak merajuk pada nya.
" Udah awas. Aku mau beresin ini. Di kantor masih banyak pekerjaan. Bilangin ke Bik Murni, Kalau dia mau, Habis kerja dirumah dia kesini buat bersihin rumah. Tau cari satu lagi tukang kebun, Satpam juga. Soal perabotan kamar, Biar aku yang Desain sendiri nanti nya mau gimana. " Satria mengangguk saja
" Yank..." Panggil Satria lembut .
" Apa ?" Jawab Sarah ketus karena pasti ada mau nya.
" Kiss..." Cengir Satria menetap Sarah, Danndi jawab ketus oleh Sarah.
" Dasar !"
Rumah baru ayang dan istri ayang 💙
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Anonymous
wuihh...itu jeng ana naik trail pake pakean syar'i gak thor🤣🤣
2023-01-20
0
Dewi Zahra
bagus banget
2023-01-14
0
Saena r
dpr nya komisi berapa ini wkwk
2022-10-23
0