Sarah menghela nafas nya kesal saat melihat suami nya itu masih saya di tempat tidur sambil berguling guling di kasur mereka.
Memang terlihat seperti bocah !
" Mandi Satria, Kenapa masih di tempat tidur ?"
" Tadi istri gak mau ngajak mandi bareng " Mata Sarah langsung membulat sempurna saat mendengar jawaban berani yang keluar dari suami bocah nya itu.
" Mandi atau aku tinggal ?" Ancaman untuk Satria mampu membuat sang pemilik raga itu langsung melompat dari tempat tidur nya dan masuk ke kamar mandi.
Sarah hanya bisa menggelengkan kepala nya saja, Benar benar bocah !
Itu lah pikiran nya saat ini melihat tingkah laku Satria.
Sarah masuk ke dapur, Dia bingung mau membuat sarapan apa ? Dia sama sekali tidak bisa memasak, Bahkan menggoreng telur atau memasak Mie instan dengan bumbu tambahan lain nya saja dia tidak bisa.
Luar biasa bukan ? Tapi apa perduli nya ? Dia sudah berkata jujur bahwa dia tidak bisa memasak, jika itu menjadi masalah bagi Satria ya itu urusan nya !
Yang penting dia sudah jujur, Dan apa ada nya.
" Pesan saja lah dari bawah. " Akhir nya Sarah memesan dari restoran bawah.
Nasi merah, Sarah terbiasa makan nasi merah organik yang rendah kalori karena memang dia selalu menjaga bentuk tubuh nya karena itu hal terpenting bagi nya.
" Pagi..." Sarah hanya melengos saja saat mendapati suami nya sudah selesai mandi dan duduk di samping nya.
" Wah, Enak nih..." Seru Satria saat sudah sampai di meja makan dan melihat ada Nasi goreng Seafood, Tapi kenapa melihat Sarpan istri nya seperti itu ?
" Itu apa ?" Tanya Satria penasaran.
" Nasi merah organik rendah kalori ! Aku biasa memakan nya. "
" Kenapa gak bilang ? Nanti kita belanja ya. "
" Hm," Satria mulai membaca doa makan nya sebelum akhir nya mereka selesai dengan sarapan mereka berdua.
Tak lama bel pintu berbunyi dan saat Sarah membuka nya, Ternyata wanita berusia sekitar 40 tahunan disana.
" Maaf, Apa ini Rumah milik Satria Arjun Widjaya Diningrat ?" Sarah mengangguk.
" Saya murni, Pembantu yang di pesan pemilik rumah dari yayasan. "
" Mari masuk. " Sarah mempersilahkan tamu nya masuk dan membawa nya pada Satria .
" Ini ada pembantu dari yayasan, Kamu yang pesan ?" Satria melihat ke dah istri nya dan mengangguk.
" Kamu yang atur Dy, Aku mules..." Satria pergi kembali ke kamar mereka untuk menunaikan hajat nya.
Sarah mulai memberikan wejangan pada pembantu mereka.
Sarah adalah wanita yang sangat perfeksionis , Maka dia selalu ingin yang terbaik.
" Jangan pernah memasuki kamar kami, Dan ruangan kerja jika kami tidak dirumah ! Itu di ujung sana ada kamar yang kosong, Nanti akan kami belikan kasur nya. Masak jika kami dirumah saja. Saya selalu makan nasi merah. Selebih nya anda sendiri yang mengatur nya. Soal makanan anda bisa memakan apa saja yang ads di rumah ini. Dan saya paling membenci pembohong. " Wanita itu mengangguk mengerti.
Nyonya rumah ini sangat tegas dan cantik, Murni sangat menyukai nya.
" Soal gaji sudah di bicarakan oleh yayasan bukan ?" Murni mengangguk.
" Berapa ?" Tanya Sarah lagi.
" 3.5 juta Nyonya. " Sarah meringis kala mendengar sebutan Nyonya untuk nya.
Tapi memang dia Nyonya bukan ?
" Saya akan menggaji kamu 7 juta ! Tapi kapan pun saya butuh kamu harus siap ! Dan jika kamu cekatan dan sesuai keinginan saya. Bisa saja saya membayar kamu 10 juta setiap bulan ! semua tergantung kinerja kamu disini. maka bijak lah. " Sarah langsung meninggalkan Mbak Murni yang mulai bekerja disini.
" Gaji 3.5 juta saja udah Alhamdulillah bisa buat Pipin dirumah, lah Nyonya malah nawarin 7 juta, Bahkan 10 juta. Dasar orang kaya kali ya, lupa cara ngitung duit. " Gumam Mbak Murni yang langsung memulai pekerjaan nya.
" Mau kemana ?" Tanya Satria saat melihat Sarah berganti pakaian lagi.
" Belanja ! Kulkas kosong, Mau makan roti setiap hari kamu ?" Satria menggeleng karena sebenar nya dia tidak terlalu suka roti.
" Ikut..." Satria kembali merengek pada Sarah seperti anak kecil.
" Maka ganti pakaian nya. Oh, Aku menggaji pembantu baru itu 7 juta. Karena dari yayasan hanya 3.5 juta. itu terlalu sedikit. Bahkan aku menwarkan 10 juta jika dia sesuai keinginan ku. " Satria hanya mengangguk.
" Tunggu aku ya, Jangan pergi dulu. " Sarah menuju meja rias nya dan menunggu Satria untuk pergi belanja.
Mereka tidak jadi lari pagi, Karena kesiangan gara gara ulah sih Satria .
" Ayo, Aku siap. " Sarah meneliti penampilan santai suami nya saat ini.
Gaya nya memang anak muda jaman sekarang.
" Pakai Masker nya ! Aku tidak ingin ada berita yang di muat media terlalu melebihkan. " Satria mengambil masker yang di berikan istri nya dan menggandeng lengan sang istri.
" Dasar manja. "
" Aku gak denger. "
" Ck, " Sarah hanya bisa berdecak kesal saat Satria pura pura tidak mendengar sindiran nya tadi.
" Mbak, Mur, Saya dan Satria mau pergi belanja. Kamar dan ruangan kerja nanti aja beresin nya. Semua di bersihkan ya mbak. Saya gak mau ada debu lagi. "
" Iya Nya..."
" Mbak Mur mau pesan apa ?" Mbak murni langsung kaget dia di tanya begini.
Baru beberapa menit dia bekerja, Seperti nya sudah di terima saja.
" Gak usah Nya, Kalau saya laper bisa makan yang ads aja. "
" Ya !" Sarah langsung keluar bersama Satria.
Kini kedua nya sudah berjalan dan sampai di mall, Cukup pagi, Tapi tidak ada, Karen mereka memang niat belanja bahan makanan, dan keperluan rumah.
" Kamu kalau suka daging merah beli aja Dy, Aku daging sapi lokal aja. Ayam, Ikan juga ya, Sayuran nya jangan lupa. Itu saja, Dy...iya, Ini dan itu. " Sarah terus mengambil apa yang di bilang suami nya.
Tak berhenti disitu, Satri benar benar cerewet saat ini.
Brak !
Satria kaget saat melihat istri nya menggebrak keranjang belanjaan mereka.
" Kenapa Dy ?"
" Kamu terlalu berisik ! Ambil saja yang kamu mau ! Kenapa terus bicara ? Berisik !"
" Maaf, " Ucap Satria menyesal karena telah membuat istri nya tidak nyaman di dekat nya.
" Terserah !" Sarah berjalan mengambil satu lagi keranjang belanjaan dorong itu dan megambil keperluan rumah tangga lain nya lagi.
Sabun sabun pengharum ruangan dan lain nya. Sarah memang wanita kelas atas, Terbukti dari semua yang di pilih nya adalah brand terbaik.
Dan Satria membiarkan saja apa yang di pilih istri nya.
" Kita beli kasur baru untuk mbak Murni. Dia akan tinggal di kamar bawah, Itu gudang atau bagaimana ?"
" Entah ?" Jawab Satria dan itu kembali membuat Sarah kesal.
" Dasar !" Satria hanya tersenyum saja saat melihat istri nya ngomel dan berwajah masam.
Setelah belanja, dan menitipkan nya ke satpam untuk membantu mereka membawa ke mobil, Sarah dan Satria kembali ke dalam untuk mencari kasur mbak Murni.
" Ini, Bagus, Cukup empuk untuk mbak murni. "
" Tidak ! Per nya keras, Bisa sakit punggung nya. Yang ini saja. " Satria menyetujui nya.
" Mesin cuci dirumah kecil. Kinerja nya juga kurang bagus. Kita Bali mesin cuci lagi. Setrikaan juga. " Satria mengangguk lagi.
Dia membiarkan saja apa yang di lakukan istri nya itu, Dan kali ini kencan berbalut belanja itu cukup menyenangkan bagi nya.
" Beli vakum cleaner, alat pel otomatis juga. "
" Iya sayang..." Sarah langsung berhenti saat mendengar Satria memanggil nya beda lagi.
Dia tidak salah dengar kan ?
Sayang ?
" Kamu bilang apa ?" Tanya Sarah memicingkan mata nya menatap Satria saat ini.
" Gak ada kamu cantik. Nanti beli skincare aku ya, Kata kamu harus merawat diri, Maka pilihkan aku yang terbaik.. "
" Dasar Bocah !" Sarah langsung meninggalkan Satria yang terus saja tersenyum melihat wajah ketus dan jutek istri nya.
Dan Satria terus bertekad untuk membuat istri nya itu jatuh cinta pada nya dan mereka akan bener benar menjalani pernikahan ini.
Itu niat Satria saat sekarang ini.
" Semangat demi ayang..." Gumam nya langsung berlari kecil mengikuti langkah anggun sang istri.
Sarah sangat anggun, Memakai sendal biasa saja dia anggun, Apalagi saat memakai heels, Satria sangat menyukai kaki indah itu saat menghentak lantai dan berjalan dengan indah.
Cie...berjuang demi ayang🤣
Sih ayang yang gak peka 🤣
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dewi Zahra
lanjut kak
2023-01-13
0
ossy Novica
semangat Sat,luluhkan batu karang
2022-05-17
2
Mogu
awas jgn smpe sia2 berjuang akhirnya cm jgain jdoh org
2022-05-10
2