Satria benar benar bingung saat ini, Dimana dia akan tidur ? Apa so sofa saja ?
Tapi sofa itu tida terlalu besar, Apa dia harus tidur di ruang kerja nya saja ?
Berjalan ke ruang ganti, Satria mengambil selimut dan hendak keluar dari kamar nya.
Namun saat Dia membuka pitu, Sarah sudah kembali dan hendak masuk ke kamar nya juga.
Dan tatapan nya menatap Satria yang membawa bantal dan selimut lain nya.
Karena Sarah masih melihat selimut yang berada di tempat tidur besar itu.
" Dy, Kamu tidur lah. Aku tidur di ruang kerja ku saja. Oh iya, ada beberapa piyama tidur ku di dalam lemari, Kamu bisa memakai nya untuk sementara. " Tutur Satria dengan lembut.
Sarah masih menatap nya biasa saja, Dan Satria kira Sarah marah.
" Tidur di dalam ! Kau kira ini di novel ? Dimana suami istri walau masih siri tidur terpisah ? Kau ingin membuat aku terlihat jahat di mata para pembaca ?" Satria langsung menggeleng.
" Tidak Dy, Bukan begitu, Maksud ku, Aku takut kamu tidak nyaman saja. Hanya itu kok. "
" Terserah !" Sarah langsung masuk ke kamar mereka mulai saat ini hingga 3 bulan ke depan.
Lanjut atau tidak, Tidak ada yang tau nama nya jodoh bukan ?
" Dy, Kamu marah ???" Namun Sarah masih diam saja.
Dia berdecak kesal saat menyadari tidak ada apapun disini, Dia sudah terbiasa melakukan perawatan rutin untuk setiap malam sebelum tidur nya.
Sarah adalah wanita dewasa yang memiliki karier bagus, Wajah cantik serta nama besar, Maka dia harus selalu tampil memukau di depan banyak orang bukan ?
" Kenapa Dy ?" Tanya Satria lagi.
Sejujur nya dia gugup, Karena harus berasa satu kamar dengan wanita, Apalagi mereka akan tidur seranjang malam ini dan malam malam selanjut nya.
Dan Satria harus mulai membiasakan diri mulai saat ini.
" Tidak !" Sarah langsung naik ke tempat tidur.
Menarik selimut dan memejam kan mata nya, Dan Satria pun terpaksa harus ikut naik.
" Maaf ya Dy..." Dengan perlahan Satria juga ikut naik ke tempat tidur yang sama dengan Sarah yang telah sah secara agama sebagai istri nya.
Cukup lama Satria berusaha memejamkan mata nya, Sampai akhir nya Satria bisa tidur dengan lelap.
Merasa tidak ada pergerakan lagi, Sarah berbalik dan melihat wajah damai itu.
Betapa tampan nya pria yang di katakan nya bocah itu.
Hidung yang sangat mancung, Kulit putih bersih terawat, Alis tebal, Bibir tipis nan seksi, Mata tajam dan lesung pipi di kedua pipi nya membuat wajah itu kian terlihat sempurna di mata para wanita termasuk dia juga.
Sarah langsung membuang pikiran nya saat menyadari kebodohan nya itu.
Tapi, Rasa penasaran nya semakin besar untuk menyentuh hidung mancung serta lesung pipi sang Satria .
Deg !
Seluruh tubuh Sarah seakan di siram air dingin, Saat jari nya berani menyentuh hidung mancung itu.
" Eegghhh...." Satria bergumam karena merasa sentuhan sebuah tangan nakal.
Namun karena memang dia mengantuk, Mata nya tetap terpejam..
Entah sadar atau tidak, Satria memeluk Sarah, Dan beringsut turun, Dia mencari posisi ternyaman dan mendapatkan nya.
Tidur berada tepat di depan dada Sarah, Risa nya Satria sangar nyaman memeluk tubuh Sarah yang di kira nya guling mungkin dan dia menenggelamkan wajah nya di seluruh bagian dada empuk milik Sarah .
Awal nya Sarah cukup terganggu, Namun karena rasa kantuk yang terus menyerang akhir nya Sarah pasrah saja saat Satria memeluk nya hingga pagi.
Saat bangun pagi pun, Satria masih memeluk nya walau posisi nya sudah berubah tidak seperti yang di ingat arah tadi malam.
" Hey, Bangun...Kau bilang ingin kuliah..." Sarah membangun kan Satria .
Namun belum juga ada jawaban dari sang Satria .
" Satria ! Bangun ..aku harus ke kantor pagi ini. "
" Bentar lagi Mi...Satria masih ngantuk..." Sarah melotot, Apa pria ini tidak sadar ?
Bahwa yang di peluk nya saat ini Sarah bukan mami nya.
" Satria !!! Bangun...Aku harus ke kantor pagi ini. " Mata Satria terbuka lebar.
Dia kaget dan langsung melepaskan pelukan nya, Betapa Satria merutuki kebodohan nya yang telah memeluk Sarah.
" Maaf Dy..." Satria menunduk malu karena telah berani melewati batasan nya.
Walau sudah menjadi suami istri, Tapi mereka belum bicara apapun bukan ? Hanya bicara seada nya saja .
Lagi pula tidak ada kontak fisik berlebih seperti berhubungan intim bukan ? Seperti apa yang telah mereka sepakati malam tadi.
Tapi apa ini ? Satria telah lancang dan berani memeluk Sarah.
Tanpa mau memikirkan hal ini, Sarah langsung ke kamar mandi, Dia membersihkan diri dan segera pergi dari sini untuk kerumah nya dan pergi ke kantor.
Sarah hanya memaki pakaian biasa, Kaos milik Satria dan kelana rok pendek yang juga ada di belikan Satria kemarin lalu keluar dari ruangan ganti.
Saat keluar, Dia sudah di hadang oleh Satria dengan wajah menyesal nya.
" Dy, Maaf, Aku gak sengaja dan gak sadar. "
" Dy, Kamu marah ?? Sarah Widya Satra Radjasa, Aku minta maaf..." Sarah berhenti saat merasa kaos yang di kenakan nya di tarik tarik oleh Satria .
Sarah kembali menghela nafas nya merasa kesal, Kenapa dia bisa terjebak pernikahan dengan bocah seperti ini ?
Jika kemarin Sarah terpukau dengan sikap dewasa pria ini, Tapi hari ini dia di buat terkejut dengan wajah melas nya.
Terlihat seperti anak anak yang bersalah pada ibu nya.
" Mandi ! Kau bilang ingin kuliah. Aku sudah meletakan baju mu di sofa ruang ganti. " Sarah langsung meninggalkan Satria yang menurut pada nya untuk segera mandi dan bersiap.
Memang dia harus ke kampus hari ini.
Ada acara yang harus di hadiri nya memang.
Setelah Satria masuk ke kamar mandi, Sarah bergegas ke dapur, Dia memang tidak bisa memasak, Tapi jika hanya membuat roti isi saja dia bisa.
" Kemarin dia sangat dewasa, Laku pagi ini ? Dia seperti seorang anak yang takut di marah ibu nya. Aku sudah seperti merawat anak saja. " Gerutu nya sambil menuangkan susu steril ke dalam gelas dan membuat sarapan roti isi untuk mereka.
" Dy...Maaf. "
" Makan dan cepat berangkat !" Satria tertunduk sambil memakan sarapan yang telah di buatkan Sarah.
Sementara Sarah ? Ini baru hari pertama dia hidup bersama Satria, Bagaimana jika seterus nya ? Apa yang akan terjadi ?
Sudah lah pikir nya lagi.
" Aku berangkat..." Sarah sudah selesai dengan sarapan nya dan bersiap pergi.
Namun lagi lagi Satria menghentikan nya.
" Apalagi Satria ? Aku harus kembali kerumah, Lalu ke kantor, Mengambil kebutuhan ku dan kembali ke sini lagi. Ini sudah hampir jam 7. jika tida cepat maka akan terjebak macet !" Rasa nya Sarah sangat kesal dengan tingkah pria muda ini.
Jika buka suami nya, Sudah Sarah cakar mungkin wajah tampan nyaitu.
Eh ? Tampan ? Sarah kembali merutuki kebodohan nya saat berkata bahwa Satria tampan.
Tapi bukan kah memang pria itu tampan ?
Apalagi saat ini setelan yang di pilihkan Sarah untuk pria itu sangat cocok dan kece.
" Terima kasih " Tersenyum tulus pada istri nya.
Sarah kembali berdecak kesal, Hanya kata terima kasih Satria sampai harus membuang banyak waktu berharga nya ?
" Ya ! Aku pergi. Assalamu'alaikum !"
" Waalaikumsallam ..." Jawab Satria dengan senyuman nya.
Hari pertana setelah pernikahan mereka di bilang tidak buruk bukan ?
Walau istri nya itu sangat judes dan cuek, Tapi Satria suka kok.
Ayang mau pergi kuliah dulu ya 🤣🤣
Tante galak yang buat ayang kesemsem 🤣
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
lyv.vee
masih memantau
2023-12-21
1
Dian Hardianto
assalammualaikum
2023-11-11
0
pipitW⃠✰͜͡v᭄085811558605
ada apa tante🤧🤧🤧🤧🤧
2022-09-19
1