Kini kedua nya sudah berada di luar kantor polisi, Lebih tepat nya sedang berada di mobil Mewah Satria yang kini sudah menjadi hak milik sang istri.
Istri ?
Bukan lah itu sangat menggelikan ? di usia nya yang baru menginjak 19 tahun dia sudah memiliki istri ? Yang benar saja ?
Bahkan dia juga tau, Jika istri nya itu usia nya 6 tahun di atas nya.
Siapa yang tidak terpesona oleh seorang Wanita seperti istri nya itu.
Lagi lagi kata istri itu membuat kepala Satria berdenyut nyeri memikirkan nya.
" Tante..." Suara lembut Satria mampu mengalihkan atensi sih wanita yang di panggil Tante.
Dan saat menyadari tatapan tajam penuh peringatan dari wanita yang di panggil nya Tante dan telah resmi segara agama menjadi istri nya itu, Satria hanya bisa menunduk salah.
" Ini semua gara gara kamu tau gak ! Jika saja kamu gak melakukan ini pada ku, Ini tidak akan terjadi ! " Suara Sarah yang tinggi syarat akan emosi yang tinggi membuat Satria hanya bisa bungkam.
" Jika saja kamu tidak masuk, dan melakukan ini pada ku, Hidup ku akan baik baik saja. Aku tidak akan menikah dengan pria seperti mu !"
" Apa maksud Tante pria seperti mu, Aku ini pria baik baik. Tidak pernah merokok atau pun minum alkohol. Hidup ku terlalu bersih dan tertata dengan rapi. Bahkan segala sesuatu yang akan terjadi sudah ku perkirakan semua nya. Dari segi aspek mana pun. Tapi kejadian ini luar kendali ku. Aku juga tidak ingin terjebak pernikahan seperti ini. Dimana istri ku lebih tua dari ku. Bukan sedikit, 6 tahun ! Di saat usia ku baru 19 tahun !" Sarah langsung melotot .
19 tahun ? Sedang kan dia sudah berusia 25 tahun dan saat show di Italia nanti usia nya akan genap 25 tahun.
Lelucon apa ini ?
" Jika memang hidup mu tertata kenapa kau bisa mabuk dan masuk ke sana ? Kau bilang tidak pernah minum alkohol, Lalu apa yang kau lakukan tadi malam ? bahkan sampai meniduri wanita lain !" Pekik Sarah tak terima lagi.
" Tante jangan asal nuduh ya. apa bukti nya kalau aku nidurin Tante ? Aku juga gak tau kenapa bisa aku ada disana. Sekarang ayo kita kembali kesana dan melihat rekaman CCTV aku yakin ini tidak benar. "
" Dan kau ingin wajah kita kembali di muat oleh mereka ? kau bilang segala nya sudah kau perkirakan. Tapi membaca situasi seperti ini saja kau tidak bisa ! Payah. " Cibir Sarah lagi.
Dan hak itu membuat Satria kesal.
" Cukup ya Tante, Tante itu gak tau apa apa tentang aku. Aku bahkan tidak yakin jika aku yang meniduri tante, bisa saja kan kita di jebak ?" Oke Sarah mengerti saat ini.
Dia mencoba mengingat ingat sesuatu yang bisa di ingat nya, Namun hanya bisa mengingat bahwa Thalia mengajak nya bertemu di hotel kelas menengah saja, Dengan keadaan remang remang, Lalu dia minum Lemon tea seperti biasa nya dan lupa selanjut nya.
" Ck, Baru sadar juga. !" Ketus Satria lagi.
Kini Satria mulai menjalan kan laju mobil nya, Dan dia bingung harus membawa Sarah kemana ? Apa yang akan mereka lakukan saat ini ?
Saat tau Satria membawa nya kemana, Mata Sarah langsung melotot sempurna .
Kenapa banyak sekali orang suka tinggal di tempat ketinggian seperti ini ?
Bukan tidak mampu membeli nya, Tapi Sarah tidak suka tinggal di tempat ketinggian seperti ini.
" Turun. " Ucap Satria lagi dengan lembut.
Bahkan dia kini membuka kan pintu mobil untuk Sarah .
Bukan nya menjawab, Sarah malah mengabaikan nya.
" Ayo turun dulu, Kita bicarakan ini baik baik. Aku punya unit disini." Lagi lagi suara lembut Satria mampu mengalihkan pandangan k sak Sarah.
Dengan langkah malas akhir nya Sarah mengikuti langkah Satria menuju unit nya.
Dan ini pula yang tidak di sukai nya, Berjalan sendirian di lorong lorong menuju ke suatu tempat nya.
Tut..tit...tit...
Setelah mendengar tombol tombol di pencet dan menempel kan Card access nya, Satria membuka pintu ruangan itu.
" Masuk Tan, Maaf jika hanya memiliki tempat sederhana ini. " Sarah hanya mencebik saja.
Pria berstatus suami nya ini menyindir nya atau merendah diri ,? Jika begini di bilang nya sederhana yang mewah seperti apa lagi ?
" Hanya ada Minuman kaleng saja, Mau ?" Sarah hanya diam tapi dia mengambil nya satu saat Satria menyodorkan nya.
Setelah memastikan Sarah selesai minum, Satria mulai akan bicara.
Walau bagaimana pun ini harus di bicarakan bukan ? Soal hubungan ini.
" Tan..."
" Berhenti memanggil ku Tante, Aku tidak setua yang kau pikirkan. "
" Terus panggil nya apa ? Kakak ?" Tanya Satria lagi.
Ya Tuhan, Ingin sekali Sarah mencubit pipi pria ini, kedua lesung pipi nya, Astaga...
Sarah menggeleng kan kepala nya saat memikirkan lesung pipi dan senyum manis pria muda itu.
" Tante..."
" Aku bilang berhenti memanggil ku Tante !!" Sentak Sarah lagi.
Satria hanya bisa menghela nafas nya berat.
Dia bingung harus memanggil apa saat ini. Jika memanggil nama rasa nya tidak sopan, Jika memanggil kakak, nanti marah, Tante apalagi.
" Jadi manggil nya apa ? Aku gak tau mau manggil tan--"
" Panggil aku Sarah ! Nama ku Sarah !" Tukas nya dengan tegas.
" Ara aja boleh gak ? Atau Dya ? Kan nama tante--" Satria kembali bungkam.
" Aku panggil Dya aja ya, Soal nya Widya kan ??"
" Terserah !" Jawab Sarah ketus lagi.
Dan Satria ? Pria muda ini sangat sabar menghadapi semua permasalahan ini dan Sarah akui itu.
" Gini Dya, Aku gak berpengalaman sama sekali dalam hubungan, Soal nya aku sama sekali gak pernah terikat hubungan khusus dengan wanita, Walau ada beberapa dari mereka yang mencoba mendekat, Tapi aku menolak nya, Entah karena apa aku tidak tau, Tapi aku hanya ingin bilang, Ini pernikahan, Bukan mainan. Jadi, Jika kamu tidak keberatan, Bisa kah kita mencoba nya saja ? 3 bulan ? Setelah itu kita bisa bercerai, Walau aku tau, Bahwa Tuhan sangat membenci yang nama nya perceraian, Aku bukan Pria yang paham dan mendalami ilmu agama, Tapi setidak nya dasar dan pondasi sebuah agama itu aku tau dan aku mengerjakan nya,. " Sarah masih diam mendengarkan apa yang akan di katakan Pria itu.
Dia buka tipe wanita yang suka mencela jika memang sudah bicara serius seperti ini. Jiwa kepemimpinan nya sangat kuat disini.
" Bukan maksud ku untuk menggurui, Setidak nya mari kita coba dulu hubungan sakral walau masih sebatas agama saja, Setidak nya kita tidak melakukan dosa berlebih lagi. sadar atau tidak, benar atau tidak nya apa yang terjadi tadi malam di antara kita itu sudah dosa, Maka aku tidak ingin kembali membuat dosa dan menyusahkan Mami dan Papi ku kelak di akhirat, Mereka akan di hukum atas semua kesalahan ku. " Sarah tertegun dengan kalimat terakhir yang keluar dari pria yang menjadi suami nya itu.
" Maka mari kita coba hubungan ini lebih dulu. Semoga kita sama sama bisa mencoba menjalani nya dengan baik, Dan kita mulai dengan hal baik. Kamu mau kan Dya ?" Tanya Satria akhir nya.
Sarah masih memikirkan apa yang akan menjadi jawaban nya.
Dia masih bingung.
" Aku bukan Pria hebat, Tapi setidak nya aku ingin menjadi pria sejati, Pria yang tidak akan pernah menyakiti hati wanita, Karen jika aku menyakiti hati wanita, Sama saja aku menyakiti hati Mami ku. " Sarah semakin tertegun menatap pria ini.
Di usia nya yang baru menginjak 19 tahun, Dia sangat dewasa, Bahkan menurut Sarah tidak sepadan dengan wajah bayi nya saat ini.
Pria ini sangat mencintai Mami nya, Dan Sarah merasa tersentuh untuk itu.
Bahkan wajah nya saat belum mandi saja Sarah dapat melihat wajah itu benar benar tampan walau belum di bersihkan sama sekali.
" Sekarang Kamu bersihkan saja diri kamu dulu, Aku mau belanja ke mini market di bawah, Dan pesan makanan dari restoran bawah juga. "
" Oh, Iya ..nanti aku belikan baju kamu ya, Ukuran nya apa ? eh, Maaf, Dalaman yang kamu pakai ?" Tanya Satria sangat sopan dan Sarah cukup bangga dengan hal itu.
" 36 C, Aku biasa memakai Brand ku sendiri, SWSR, Biasa nya satu set dengan bawahan nya. " Satria mengangguk.
" Aku pergi, Assalamu'alaikum. " Cukup lama Sarah terdiam lalu dia menjawab juga akhir nya saat Satria pergi.
" Waalaikumsallam . "
Ahhhkkk ..Satria, kamu manis banget sih 💙
Belum mandi aja ganteng kamu nya 🤦🏾♀️
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
aira aira
attitude nya bagus bnget
2023-11-26
0
Neng Alifa
yaaah gak jadi mantu ku donk. udh nikah sm tante Sarah 🤭🤭
2023-07-08
0
Dewi Zahra
Bagus kak
2023-01-13
0