" Dy kenapa ??" Tanya Satria saat melihat istri nya tidak lagi melanjutkan makan nya.
Satria juga ikut berhenti dan meletakan sendok serta garpu nya.
Dia menatap wajah Sarah yang terlihat tidak nyaman dengan tempat seperti ini mungkin.
Memang, Sarah bukan sombong, Tapi dia memang tida suka privasi nya terganggu, Seperti saat ini, Banyak mata yang menatap ke arah mereka.
" Apa kamu tidak nyaman ?" Tanya Satria lagi.
" Cepat habiskan makan nya. Aku tidak nyaman disini. Mereka semua melihat arah kita. " Satria langsung melihat ke sekeliling nya dan ternyata benar.
Mereka menjadi pusat perhatian orang sekitar sini.
Tapi Satria biasa saja, Karena dulu saat tinggal di Keraton, berbaur dengan warga sudah biasa bagi nya saat tinggal bersama almarhum eyang nya.
Dan saat Eyang nya menurunkan tahta nya pada sang Papi, Dengan tegas Papi nya menolak.
Dia ingin menjadi pengusaha sukses dan terbukti saat ini bukan ?
Usaha mereka terbilang sangat sukses, Dan tahta di Keraton di ambil oleh adik sang Papi.
" Ya sudah ayo kita pulang. " Satria memanggil salah satu pekerja di warung Mak Nur ini dan memesan perkedel kentang sebanyak 10 biji karena Sarah menyukai nya.
Satria dapat melihat nya tadi.
" Sabuk nya Dy..." Satria memasangkan sabuk pengaman istri nya.
Kini fokus Satria pada bibir merah tanpa polesan apapun itu.
Hanya ada bekas minyak sisa makanan tadi, Dengan berani Satria mengusap dan membersihkan nya.
Serrr....
Darah kedua nya seakan mengalir dengan sangat bebas, Seakan membanjiri seluruh tubuh mereka berdua kala jari Satria mengusap lembut sudut bibir Sarah.
Cup...
Jantung kedua nya semakin menggila saat dengan berani Satria mengecup bibir Sarah.
Hanya kecupan, Karena sejati nya kedua pasangan sah itu belum pernah sama sekali Merasakan yang nama nya berciuman.
Baik Sarah mau pun Satria , kini kedua nya saling diam atas apa yang baru di lakukan Satria pada bibir istri nya itu.
" Dy, Maaf, A-aku kelepasan " Ucap Satria dengan rasa bersalah nya.
Dia benar benar takut Sarah marah, karena mereka sudah berjanji bukan ? Untuk memulai semua nya dari awal, saling mengenal satu sama lain.
Dan Satria berharap itu akan semakin baik kedepan nya.
" Dy aku--"
" Jalan kan mobil nya ! Aku capek. " Satria menghela nafas nya berat.
Dia merasa sangat bersalah, Bahkan kini istri nya tidak mau menatap nya, Malah memilih membuang muka nya ke arah jendela dan menatap jalanan yang di lalui mereka malam ini.
Yang sebenar nya terjadi adalah, Saat ini Sarah tengah mengobrol kerja pacu degup jantung nya yang seperti meletup letup karena perlakukan manis nan sederhana Satria pada nya tadi.
Tapi jika menyimpulkan ini perasaan suka, atau cinta rasa nya terlalu cepat bukan ?
Maka dari itu Sarah lebih memilih diam dan mengontrol diri nya.
Saat sampai di gedung tempat tinggal kedua nya pun Sarah langsung turun tanpa menunggu Satria yang tertinggal di belakang.
" Dy, Maafin aku, Dy.. Jagan marah " Pintu lift sudah tertutup.
Satria terlambat, Tapi sebelum pintu lift tertutup tadi dia masih sempat melihat waja dingin istri nya.
Tak mau membuang waktu, Satria masuk ke dalam lift satu nya lagi dan langsung menuju unit nya.
Dia juga tidak melihat istri nya di ruangan bawah dan langsung menuju lantai dua tempat kamar mereka berada.
Koper istri nya sudah tidak ada di dekat pintu, Berarti Sarah membawa nya ke ruang ganti bukan ?
" Masuk gak ya ? Kalau masuk nanti tambah marah lagi. " Gumam Satria saat ini.
Karena takut Sarah marah, akhir nya dia memilih menunggu di kasur mereka.
Sampau beberapa menit kemudian istri nya keluar dengan gaun tidur nya.
Tidak seksi, Tapi mampu membuat Satria salah tingkah.
Sarah keluar dengan membawa tas cukup besar dan ternyata itu adalah alat perang milik nya.
Dengan cekatan Sarah menyusun semua alat make up nya di meja rias Satria dan menggeser beberapa parfume dan body lotion milik suami nya dan kini berganti dengan penuh nya meja rias itu dengan segala macam perlengkapan milik nya.
Satria masih menatap kegiatan istri nya yang melakukan serangkaian perawatan wajah nya sebelum tidur.
" Dy, Kamu marah ? Maaf..." Satria sudah berdiri di belakang Sarah dan menatap Waja istri nya yang masih sibuk dengan rutinitas malam nya.
" Dy..."
" Duduk !" Kini gantian Satria yang duduk di kursi rias itu.
Berganti dengan Sarah yang memegang wajah nya dan membersihkan nya.
Kini Satria terus menatap wajah cantik Sarah yang menurut nya memang sangat cantik itu.
" Dy, Maaf..." Sarah tetap diam.
Dia tidak menjawab ucapan maaf yang entah sudah berapa kali di ucapkan suami bocah nya ini.
" Sarah Widya Sastra Radjasa--"
" Diam ! Pria juga harus merawat wajah nya, tidka haru wanita saja. Karena penampilan itu perlu di bidang kita. Apalagi bertemu banyak orang penting. Dari perawatan juga perlu. " Satria menggangguk, Dia memberanikan diri untuk memeluk pinggang ramping istri nya.
Sarah sedikit terkejut, Tapi kembali melanjutkan aktivitas nya membersihkan dan merawat wajah suami bocah tampan nya ini.
" Dingin Dy..."
" Ini serum ! Biar kulit wajah kamu tetap sehat. "
" Kamu tau banyak tentang make up dan keperluan wanita ?" Tanya Satria lagi.
" Gimana kalau kita buat produk kecantikan, Untuk pria dan wanita, dan anak anak yang beranjak remaja juga, apalagi perusahaan fashion kamu kan terkenal, Jadi seperti nya murah untuk meluncurkan produk baru. " Sarah masih menimbang.
Tanpa sadar dia juga duduk di pangkuan Satria sambil terus berpikir.
Sementara Satria , dia cukup bahagia saat Sarah duduk di pangkuan nya.
" Untuk bayi sudah banyak bukan ? maka sasaran kita kaum kelas menengah saja. Tapi kaum kelas atas nya juga ada, Dengan tapi tetap memperhatikan kualitas produk nya. Bagaimana ?" Tanya Satria lagi dan Sarah masih diam.
Otak suami nya ini luar biasa juga untuk membaca peluang bisnis, Kenapa Sarah tida pernah berpikir ke sana ? dengan nama besar yang di miliki nya ?
" Dy..."
" Besok kita bicarakan lagi ! Ini sudah malam. "
" Ayo tidur. Ini sudah malam. " Satria langsung menarik tangan sang istri untuk naik ke tempat peraduan mereka.
" Dy--"
" Tidur Satria ! Ini sudah malam..."
" Oke, Selamat malam istri ..."
Serr...
Sarah kembali berdesir kala bibir seksi suami nya itu mengucapkan kata istri.
Dan setiap kali Satria berkata lembut dengan suara indah nya membuat Sarah tersentuh.
" Malam. " Walau jawaban singkat terkesan ketus, Satria cukup bahagia.
Setidak nya hubungan mereka ada kemajuan nya.
Kini kedua nya sudah benar benar tidur, Dan di jam berapa, Satria kembali berulah. Dia kembali tidur di atas dada Sarah .
Hal itu memang menjadi kebiasaan nya seorang Satri yang tidur memeluk guling dan kepala nya juga berada di atas guling dan itu terjadi saat ini.
Saat pagi sudah datang, Sarah membuka mata nya, Dia kembali merasakan tubuh nya berat seperti tertimpa sesuatu, Dan ternyata kepala berambut tebal itu kembali tidur di dada nya.
Sarah sempat berpikir, Satria ini modus atau memang begini posisi tidur nya ?
" Satria bangun..."
" Nanti, Masih ngantuk..."
" Bangun gak ? Aku mau lari pagi, Ayo bangun Satria. !" Dengan malas Satria membuka mata nya dan menarik kepala nya dari dada Sarah yang empuk, Lembut dan wangi.
" Jam berapa ?" Tanya Satria lagi.
" Lihat sendiri !" Sarah langsung turn dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.
Sementara Satria ? Seperti nya di sudah nyaman tidur di dada Sarah, Bahkan tidak lagi merasa bersalah.
Saat Sarah sudah masuk ke kamar mandi, Satria terkikik geli melihat wajah cemberut istri nya pagi ini.
" Istri ku ambekan " Gumam nya lagi sambil terus tersenyum membayang kan, Betapa tidur nya sangat nyaman, Bahkan dia mendapatkan watu tidur berkualitas nya dari hangat nya tubuh Sarah.
Dia kembali tersenyum membayangkan betapa manja nya dia tidur di dada Sarah.
Ayang tidur nya nyenyak banget 🤣
Istri ayang yang baru bangun tidur 💙
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dewi Zahra
aku suka
2023-01-13
1
Saena r
ada 2 loh lift nya 🤣
2022-10-23
0
dina firara
mengobrol mungkin maksud nya mengontrol kali ya thor 😆
2022-05-28
3