Satria terus saja membolak balikan tubuh nya di tempat tidur nya.
Entah terlalu nyaman dengan Sarah atau dia sudah mencintai Satria tidak tau.
Yang penting dia tau, Bahwa dia nyaman dan senang bersama Sarah.
Dan saat ini dia terus saja membolak balikan tubuh nya, Mengambil ponsel dan meletakan nya lagi dengan perasaan kesal.
Ini sudah jam 11 malam, Tapi istri nya belum juga menghubungi nya.
" Dy, Kangen..." Gumam nya sambil menutup wajah nya dengan bantal.
Bahkan kini dia juga sudah mengigit nya karena merasa rindu dengan istri cantik nya.
Dering ponsel nya membuat Satria langsung melemparkan bantal dan mengambil ponsel nya.
Saat membaca nama dari sih penelpon senyum nya merekah.
" Assalamu'alaikum Dy, Kamu kemana aja ? La banget sih nelpon nya ? Aku kangen tau. " Wajah nya cemberut.
Di lihat nya Sarah baru selesai mandi karena terlihat dari rambut nya yang masih di Gelung dengan handuk kecil dan jubah mandi nya.
" Waalaikumsallam " Jawab Sarah dengan terus berjalan memegang ponsel menuju meja rias nya.
" Sudah malam Dy, Kenapa keramas ? Nanti masuk angin...Bawa hair dryer gak ? Keringin rambut nya, Nanti kamu sakit. "
" Cerewet !"
" Maaf..." Sarah hanya bisa menghela nafas nya berat.
Dia terlalu sibuk sampai tidak sempat memegang ponsel pribadi nya, Tersimpan rapi di dalam tas mahal nya dan dia terus bekerja dengan semangat sampai melupakan suami bocah manja nya.
" Kenapa belum tidur ?" Sarah menatap wajah Satria yang masih cemberut.
Mereka melakukan sambungan Vidio dari aplikasi bertukar kabar yang berwarna hijau.
" Gak ada kamu..."
" Tidur, Besok kerja atau kuliah ?" Tanya Sarah sambil memulai ritual malam nya.
Satria masih mengamati istri nya yang sibuk dengan ritual wajah nya.
" Kuliah Sampek jam 10, Setelah nya ke kantor. " Jawab nya dengan lesu.
" Kalau gitu tidur. Ini sudah terlalu malam. Besok jam 8 aku ada meeting lagi. "
" Aku susulin kamu malam ini ya ? Aku pergi sekarang ya Dy, Aku kangen..."
" Lebay kamu ! Udah tidur sekarang. Besok bangun pagi kuliah dan kerja. Istri kamu butuh beli skincare dan liburan. "
" Oke, Uang aku banyak. Ya walau tidak sebanyak kamu. Tapi aku bisa bawa kamu liburan, Kamu mau kemana ?" Tanya Satria menggebu gebu.
" Maka nya tidur. Besok kerja. Cari uang yang banyak. Biar bisa beli rumah mewah. Aku gak suka tinggal di apartemen. "
" Oke. Besok kita beli rumah mewah nya. Kamu mau dimana ?"
" Tidur Satria. Nanti kita bicarakan lagi. "
" Cium...."
" Satria ! "
" Iya, Aku tidur ya. Aku sayang kamu Dy, cepat pulang. " Ucap Satria sebelum mematikan sambungan telepon nya.
" Maka buat aku agar sayang sama kamu. Jangan manja ! Kamu suami ! Bukan anak. "
" Aku manja nya ke kamu doang. Ke mami aja gak kok. "
" Iya, Terserah. Sekarang tidur. Bersihkan wajah nya, Cuci muka dan pake serum nya. "
" Gak bawa. "
" Yasudah cuci muka saja. Biar gak nambah sel kulit mati. Dan tidur. Sikat gigi jangan lupa. "
" Iya, Assalamu'alaikum Dy, Aku sayang kamu. "
" Hm, Waalaikumsallam . "
Tut !
Sarah hanya bisa menghela nafas nya kasar. Sudah benar kah keputusan yang di ambil nya ?
Mulai membuka hati nya untuk hubungan mereka ini ? Akan kah mereka bisa menjalani nya dengan baik ? Sesuai anjuran dari yang maha kuasa ?
Sarah memang bukan wanita yang paham tentang Agama, Tapi setidak nya dia melakukan sholat, Dan berlaku baik.
" Semoga ini yang terbaik. " Sarah lalu melepas jubah mandi nya dan berganti piyama tidur nya.
Membaca doa, Sebelum tidur nya. Sarah memejamkan mata nya dan terlelap dalam gelap nya malam bertabur bintang di langit yang tinggi.
🌻
🌻
🌻
Hari sudah pagi, Tadi saat dia bangun, Sarah juga menghubungi nya, Mengatur pakaian yang akan di kenakan suami bocah nya itu untuk berangkat kuliah hari ini.
Dan kini, Satria sudah duduk di kursi makan nya bergabung dengan raja dan ratu rumah ini untuk memulai hari penuh dengan semangat.
" Terang banget di luar ya Pi ? Panas. "
" Iya kah Mi ? Papi belum keluar. "
" Bahkan masuk Sampek sini loh Pi, Cerah banget hari ini. "
" Iya, Bener. Di luar terang. " Satria ikut menjawab.
Dia menerima Piring berisi nasi dan lain pauk yang di ambilkan Mami nya.
" Makasih Mi, " Mami Ratu mengusap kepala Putra nya dan memberikan sebuah kecupan di kepala nya.
Satria hanya tersenyum saja menerima perlakuan mami nya.
" Sama sama sayang." Mami Tau kembali duduk di kursi nya setelah memastikan Raja dan Kesatria nya sudah mendapatkan makanan mereka.
" Baca doa nya Satria. " Satria memulai doa nya dan mereka mulai memakan sarapan pagi mereka.
Sampai kegiatan hangat di meja makan itu terhenti saat mendengar suara ponsel Satria .
Ting...
My Dy 💙
" Aku berangkat sekarang, Kamu hati hati di jalan. Jangan ngebut. Nanti siang aku pulang. Assalamu'alaikum. " Satria tersenyum saat menerima pesan dari istri nya.
" Waalaikumsallam. Iya, Kamu juga hati hati sayang, Jangan lupa makan. " Balas Satria dengan senyum lebar nya.
Terlihat sekali rona bahagia di wajah Satria hingga membuat sang Raja dan Ratu melihat ke arah sang kesatria kesayangan mereka.
" Pi, Mami mau punya mantu. " Seru Mami Ratu membuat Satria menjawab tanpa sadar.
" Sudah !"
" Apa ?? Mami udah punya mantu ? Siapa ? Kamu nikah diem diem gitu ? Iya ? Sama siapa ? Kamu gak ngamilin anak orang orang kan nak ? Kamu gak terjerumus pergaulan bebas kan Satria ? Jawab Mami nak. "
" Sayang, Sudah...kita dengar dulu penjelasan Satria. " Papi Raja masih berusaha menenangkan kegelisahan istri nya.
" Pi, Kepala Mami pusing..." Satria juga panik saat melihat wajah mami nya yang tiba tiba saja pucat.
Satria takut, Sakit kepala Mami nya berimbas fatal memicu depresi nya lagi.
" Mi, Satria gak ngelakuin itu semua. Satria memang sudah menikah. Bukan karena menghamili anak orang. Tapi Satria dan istri Satria di jebak waktu malam ulang tahun Dino, Satria Mabuk dan dan di jebak hingga kami tidur bersama dan di nikah kan secara paksa. "
Deg !
Jantung Mami Ratu bergedup semakin kencang, Apa ini semua ? kenapa berita ini ??
" Papi..."
" Mami..."
" Berangkat lah ! Nanti malam kita bicarakan ini dengan jelas ! Papi tidak ke kantor hari ini. Biar Papi yang ngurus Mami. " Ucap Papi Raja saat sambil membawa Sang Ratu yang telah pingsan ke dalam kamar nya.
" Tapi Pi, Mami gimana ?" Tanya Satria lagi yang sudah terlihat panik .
" Pergi lah dulu Nak, Biar Papi yang ngurus Mami kamu. "
" Tapi Pi--"
" Satria, Mengerti lah Nak. Biar Papi yang jaga Mami kami. Hubungi dokter Jamal, Katakan mami kamu pingsan. " Papi Raja sudah menggendong istri nya menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar mereka.
" Iya Pi..." Sahut Satria .
Dia mulai merasakan GeGaNa, Gelisah Galau Merana memikirkan nasib mereka saat ini.
Hubungan pernikahan nya dengan Sarah, Bagaimana jika Mami dan Papi nya tidak merestui mereka ?
Bagaimana jika ???
Satria langsung menepis pikiran buruk nya, Bagaimana bagaimana yang di pikirkan nya itu di buang nya jauh jauh.
Dia harus yakin dengan keputusan nya bukan ?
Dia yakin untuk pernikahan nya bersama Sarah, Dia yakin mereka akan saling mencintai kelak.
Maka Satria akan terus berjuang untuk itu.
" Semoga semua nya baik baik Saja. " Satria menghabiskan segelas jus jambu biji nya dan bergegas ke kampus.
Kali ini dia memilik menaiki Kuda besi nya menuju kampus tempat nya mendapatkan ilmu.
Ayang pergi ngampus dulu ya 💙
Istri Ayang lagi meeting 🌻
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dewi Zahra
semangat kak
2023-01-13
0
loey13
itu kyaknya jisung deh, bukan si jamal
2022-10-30
0
Sulaiman Efendy
CERITANYA ASYIKK. AKU SUKA BANGET KLO MC LAKI2NYA BRONDONG..
SAYANG AKU GK SUKA VISUALNYA, KNP SLALU WAJAH KOREA YG DIJADIKN VISUAL...
2022-08-17
0