Satria benar benar membawa Sarah ke kamar nya, Kamar di istana keluarga nya.
" Mandi Yank, Bersihkan tubuh kamu, Biar aku yang ngurus semua nya. " Sarah menggeleng.
" Disini saja, Temani aku. " Terpaksa Satria menuruti keinginan Sarah .
Sarah masuk ke kamar mandi, Dan dia membersihkan diri nya,
Bahkan Sarah juga melakukan mandi besar seakan baru di sentuh najis, Di gosok dan di bersihkan nya seluruh tubuh nya walau tidak di sentuh secara langsung.
Sarah benar benar membenci Pria menjijikan itu, Mata nya ingin sekali Sarah tusuk dengan jarum jahit yang biasa di gunakan nya saat bekerja
Ceklek...
Pintu kamar mandi terbuka, Sarah keluar dengan handuk yang melilit tubuh nya.
Tidak ada adegan seperti di film film atau di kebanyakan novel jika pasangan nya keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk, Akan ada adegan menelan ludah atau bahkan milik salah satu dari mereka berdenyut atau dada berdegup kencang.
Satria begitu menghargai Sarah sebagai istri nya, Satria berjanji tidak akan menyentuh Sarah dalam arti menyatukan diri kedua nya sebum Sarah siap dan mereka menikah kembali.
Satria dan Sarah masih menjalani misi pendekatan mereka.
" Kenapa merah merah gini Yank ? Punggung kamu Sampek merah gini. " Satria ingin mengelus punggung Sarah, Tapi dia tidak ingin membuat Sarah salah paham dengan nya.
" Aku gosok. " Jawab nya cuek.
Satria masih melihat kekesalan dan amarah di wajah istri nya .
" Pakai baju nya, Kita akan pulang setelah ini. "
" Tapi acaranya belum selesai, Akad nya masih besok Satria. "
" Sarah dengar, Aku gak mau lagi melihat Pria itu, Walau dia sepupu ku, Tapi aku tidak suka dengan nya, Sejak kecil dia sering menganggu ku dan membully ku, Dia selalu mengatakan bahwa aku ini anak lemah, Sejak saat itu aku membenci nya. "
" Terserah...awas..." Sarah mengambil baju serta dalaman nya.
Dia dengan santai membuka handuk nya, Tidak perduli jika Satria melihat nya, Dan hebat nya Satria malah membuang muka dan tidak fokus pada Sarah , Dia takut Sarah akan mengira bahwa dia adalah laki laki bajingan juga.
Tak lama pintu kamar Satria di ketuk dan dia juga yang membuka nya.
Ternyata disana ada Mbok Laras.
" Ya mbok ?" Tanya Satria lembut pada wanita sepuh yang menjadi kesayangan nya itu.
" Pangeran di tunggu di pendopo belakang, Juga dengan cah ayu, Kanjeng Gusti yang meminta nya. " Satria mengangguk dan paham.
" Terima kasih mbok. " Sih mbok Laras kembali pada pekerjaan nya.
Satria kembali masuk ke dalam kamar nya lagi dan melihat Sarah masih bergelung dengan tembakan angin panas untuk mengeringkan rambut indah sang istri.
" Aku bantu ya Dy, Rambut kamu bagus banget. " Satria mengambil sisir dan membantu menyisir rambut istri nya yang memang indah,lembut,dan wangi jeruk.
" Dy, Cium pipi kamu boleh gak sih ? Gemes tau..." Sarah berbalik dan menatap Satria dengan tatapan tajam nya.
" Kalau mau cium ya cium aja, Kenapa harus minta izin lagi ? Atau jangan jangan nanti saat kita --"
" Kita apa ?" Tanya Satria lagi
" Sudah lewat !" Jawab Sarah kembali judes.
" Aku cium ya .."
Cup...
" Muuuaaahhh..Makasih Ayang..."
" Ck, Dasar bocah !"
" Dosa Yank ngumpat ke suami. "
" Suami bocah !"
" Nanti suami bocah ini berubah dewasa dan buat bocah untuk kamu. !"
" Bicara apa kamu ? Ngaco !" Sewot Sarah lagi.
Satria memeluk Sarah dan kembali mencium pipi nya lagi.
Beberapa kecupan di berikan Satria di pipi Sarah, Dan hal itu adalah cara mereka mulai kebersamaan mereka .
" Sudah, Bedak ku hilang, Kamu mandi sana. Aku gak mau masih tercium bau bau sisa pertarungan Naruto tadi. " Satria mengeryit heran .
Naruto ? Kenapa Sarah tau serial kartun kesukaan nya.
" Emang benar aku kayak Naruto Yank ?" Tanya Satria lagi.
" Iya, Rambut kamu kusut, naik naik karena emosi, Wajah kamu merah karena marah, Beda nya gak ada kumis kucing nya saja. " Satria semakin kaget.
Tapi dia tersenyum saja, Dia kembali memberi kecupan di pipi istri nya sebelum masuk ke kamar mandi.
" Kalau aku Naruto, Kamu Hinata nya ya, Nanti anak anak kita Boruto sama Himawari, I Love You Istri ku. "
" Sana mandi ! Lebay kamu. "
" Cium lagi boleh ya, Yang kiri belum, Kening nya juga belum, Kalau bibir---"
Cup...
" Sudah sana mandi ! Mandi yang bersih, Kamu tadi habis mukul Buto ijo, Aku gak mau bekas dia masih tertinggal di kamu. " Satria masih diam memaku karena ulah Sarah.
Sarah mencium bibir nya ? Walau hanya kecupan !
" Mandi Pangeran Satria Arjun Widjaya Diningrat !!" Satria tersadar dari lamunan nya.
" Kamu tadi beneran cium bibir aku yank ? Sekali lagi boleh gak ?" Tawar nya lagi.
" Gak ! Mandi dulu. Kamu bau Buto ijo !"
" Habis mandi boleh ya, Mau cium, mau peluk, Mau sayang juga. "
" Mandi !!!" Satria mengangguk dan melenggang dengan senyum yang merekah di bibir nya.
" I Love You My Wife, Is Mu Sugar Mommy " Sarah hanya mencebik saja, Jarak usia mereka memang terbilang jauh.
19 tahun ke 25 tahun.
" Dasar bocah !" Gumam Sarah dan Satria hanya biasa saja.
Sepanjang mandi dia terus saja bersiul dan bersenandung karena terlampau bahagia.
Hubungan nya dan Sarah menjadi semakin dekat.
Ahh ..Betapa bahagia nya Satria saat ini.
" Sini, " Sarah membawa Satria duduk di kursi meja rias di kamar ini dan membantu menyisir rambut suami bocah nya.
Satria yang begitu bahagia langsung memeluk pinggang Sarah dan menyembunyikan wajah nya di perut Sarah.
" Nanti kalau kita udah beneran serius dengan hubungan ini, Aku mau kamu cepet hamil ya Yank, Kayak nya seru kalau perut kamu buncit, Kamu ngidam, Ngambek dan suka badmood gitu, Kayak yang sering di sinetron ikatan cinta nya mas Al dan mbak Andin , Kayak nya seru deh Yank. "
Plak !.
Sarah memukul bahu Satria, Suami nya ini kenapa tau Aldebaran dan Andin ? Apa apaan itu ?
" Sekilas doang Yank tau nya, Mami suka nonton itu, Nanti Sampek ketiduran di pangkuan papi kalau udah nonton itu, Nanti di matiin tv nya eh bangun aneh deh. "
" Sudah ayo, Kamu terlalu banyak bicara ! Bersisik. "
" Tapi sayang kan sama aku ?" Apa apaan itu mata Satria ??
Sarah benar benar seperti mengasih bocah saat ini.
" Iya, Sudah ayo. " Satria mengangguk dan membawa Sarah ke pendopo belakang sesuai informasi dari mbok Laras tadi.
Sesampai nya mereka disana ,Seluruh anggota keluarga sudah berkumpul dan menanti kehadiran mereka berdua.
Banyak mata yang menatap mereka dengan bahagia, ada yang iri bahkan terang terangan berbisik tak suka.
Tapi apa perduli mereka ??
" Duduk Pangeran ," Paman nya yang sebagai Raja sudah mempersilahkan nya duduk.
Sarah mengelus punggung Satria hingga Satria setuju untuk duduk.
" Mari bicarakan ini baik baik secara kekeluargaan. " Ucap nya lagi dengan ketegasan seroang Raja di tanah ini.
" Baik ! Mohon maaf sebelum nya, Mari bicarakan ini sebagai keluarga ! Buang jauh jauh dulu kedudukan tahta kerajaan ini untuk sementara " Ujar Satria dengan sikap tegas nya.
Sarah cukup kagum dengan cara Satria mengontrol emosi nya.
Paman Adipati mengangguk.
" Langsung saja ! Satria tidak suka jika apa yang sudah menjadi milik Satria di ganggu atau di sentuh orang lain, Apalagi yang menyentuh nya adalah Tito ! Dulu saja mainan Satria di pegang Tito Satria marah, Apalgi saat ini istri Satria ! Satria benci Tito. " Ujar Satria dnegan nafas nya yang memburu.
Emosi nya benar benar di permainkan disini.
" Apa alasan nya ? Hingga Satria membenci Tito ? Dia lebih tua dari kamu, Jadi hormati lah Tito Satria. " Satria hanya tersenyum saja pada Paman nya saat ini.
" Simpel saja, Satria tidak menyukai Tito karena Tito lebih dulu yang tidak menyukai Satria ! Dia selalu menganggap Satria ancaman bagi nya di kerajaan ini. Apalagi Saat tau Satria bisa kapan saja mengambil posisi di kerajaan ini, Tapi sayang nya Satria tidak berminat sama sekali ! Dunia Satria adalah bisnis, Dan untuk apalagi bertahan hanya karena warisan ? "
" Apa maksud kamu Satria ? Walau saat ini tidak dalam posisi tahta yang kamu minta, Tapi kehormatan tetap yang utama. "
" Coba paman tanyakan pada satu persatu anak anak paman, Siapa yang benar benar bekerja di pabrik dan siapa yang hanya mendapatkan uang setiap bulan nya tanpa harus bekerja di pabrik Gula, Perkebunan teh, Pabrik Teh, Gudang tembakau dan Pabrik Minyak di Kalimantan, Jika paman tidak tau, Paman bisa meminta bukti nya di kantor. Tapi maaf, Tanpa warisan dari kerajaan ini pun Satria sudah kaya, Satria punya usaha Satria sendiri hanya dari modal uang jajan dari Papi, Gaji bekerja sebagai mandor di pabrik Makanan instan hingga menjabat wakil Papi di perusahaan. Uang Satria banyak, Oh, Satu lagi. !"
" Istri Satria bukan istri yang hanya bisa berpangku tangan pada suami nya, Istri Satria juga wanita hebat, Memiliki pekerjaan bagus dan nama baik. Tapi itu hanya bonus saja. Karena Satria sanggup menafkahi istri Satria sendiri tanpa bantuan Mami dan Papi."
" Baik, Selamat Sore semua nya, Satria pamit kembali ke Jakarta, Maaf Anisa, Besok Satria kirimkan hadiah pernikahan kamu, Satria pamit. " Satria langsung pergi dari tempat itu sambil menggandeng tangan Sarah untuk kembali ke Kota mereka .
Ayang Mode serius 🤦🏾♀️
Istri Ayang lagi serius dengerin suami bocah.
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dewi Zahra
sabar ya satria
2023-01-13
1
Rizka Yulistiana
visualnya mng sesuai bgd sama judulnya yaa🤭
2022-11-03
0
Sulaiman Efendy
INI BARU BENAR2 PANGERAN SEJATI,, TDK RAKUS AKAN TAHTA KERATON YG TDK SEBERAPA.....
2022-08-17
1