Satria benar benar sibuk hari ini, Bahkan dia lupa mengabari Sarah.
Tapi mau menghubungi lewat mana ?
Lewat telepati ? Yang benar saja !
Lagi pula kenapa dia bisa lupa meminta nomor ponsel istri nya ?
" Sat, Satria tungguin kita dong. " Satria terus saja berjalan saat teman teman nya memanggil nya.
Dino dan Tono terus saja memanggil nya, Namun Satria sama sekali tidak menggubris mereka berdua.
" Sat, Yaelah, Lo marah sama kita ?"
" Gitu aja marah sih Sat ? Gak asyik Lo ah. " Langkah Satria terhenti saat itu juga.
Sejak tadi dia menghindari kedua teman nya agar tidak memancing keributan, Tapi seperti nya dia salah telah mengabaikan kedua Turunan T-rex dan kawan kawan nya itu.
Dino dan Tono langsung kaget saat melihat ekspresi Satria yang tidak pernah mereka lihat sebelum nya.
" Lo berdua sadar gak ? Karena Lo berdua gua mabuk Sampek gak sadar, Gimana kau gue Sampek merkosa cewek ? Mikir !" Ucap Satria penuh rasa kesal...
Dia tidak habis pikir dengan kedua teman nya itu, Dari pada emosi, Lebih baik Satria pergi saja lah.
" Sat, Tunggu kita. Kita gak maksud gitu, Kita cuma pengen tau Lo kuat gak sama--"
" Mikir dong ! Gue ngerokok aja gak ! Apalagi minum begituan ! Terserah Lo berdua mau ngomongin gue banci atau apa ! Gue gak perduli. Gak nyangka gue, Segini aja rasa pertemanan kita. Nyesel gue datang ke sana. !" Satria langsung pergi meninggalkan kedua teman nya.
Dia langsung pergi dari daerah itu, Dan tidak sesuai jadwal nya, Kini Satria bisa pulang tidak terlalu larut, Hingga dia sampai di Apartemen nya jam 8 malam.
Karena lelah, Dia langsung membersihkan diri nya di kamar mandi.
Namun aneh, Kenapa sepi sekali ? Belum ada tanda tanda kehadiran istri nya disini.
Bahkan semua nya masih sama seperti tadi pagi, Hanya beberapa koper besar saja yang masih berdiri di dekat kemari besar ruang ganti nya.
Bergegas mandi, Satria bahkan kehilangan rasa lapar nya saat memikirkan Sang istri yang sedang dimana .
Tujuan pertama nya saat ini adalah kantor istri nya yang berada di jalan XX.
" Permisi pak, Apa di dalam masih ada orang ?" Tanya Satria pada satpam yang sedang berjaga di luar.
" Masih Den, Miss Sarah masih di dalem sama mbak Nia dan beberapa kepala Devisi lain nya. " Satria mengangguk mendengarkan jawaban dari satpam nya.
" Boleh saya masuk pak ?"
" Eh, Aden siapa ? Gak boleh sembarang masuk Den. " Belum sempat Satria menjawab dari gedung itu sang istri sudah keluar dan sudah terlihat segar.
Apa istri nya sudah mandi ?
Sarah juga kaget saat melihat Satria di depan nya, Menatap binar pada nya dan tersenyum.
Sementara Sarah, dia bingung harus bersikap bagaimana, Bukan kah kata nya bocah itu pulang larut ?
Tapi kenapa sudah ada disini ?
" Dy..."
" Kenapa disini ?" Pertanyaan Sarah membuat Satria murung.
Dia hanya khawatir saja, Tapi kenapa seperti nya Sarah tidak nyaman melihat nya ?
" Nia kamu bawa saja mobil saya, Saya ada perlu dengan saya. " Nia masih menatap wajah pria muda di depan nya saat ini.
Dia seperti pernah melihat wajah itu, Tapi dimana ?
Belum sempat dia menemukan jawaban nya, Sarah kembali membuat nya tersadar dan segera pergi membawa mobil Sarah.
Saat semua orang telah pergi, Sarah mendekati suami bocah nya itu yang kini hanya menunduk memainkan jaket denim nya.
" Maaf..." Hanya itu yang di dengar Sarah saat ini.
Mencoba mengerti, Sarah menghela nafas nya berat dan menarik lengan Satria menuju mobil mereka.
Lebih tepat nya saat ini adalah mobil nya hasil mahar dari Satria .
" Kenapa disini ? Kata nya pulang larut ?" Satria menatap Sarah saat ini.
" Pengen jemput istri, Khawatir "
Deg !
Jantung Sarah seperti akan berhenti berdetak saat itu juga.
" Tapi istri nya gak suka. " Cicit Satria lagi.
Dia bahkan masih menunduk karena merasa bersalah terhadap Sarah.
" Bukan begitu ! Aku kira kamu memang pulang larut ! Jadi aku sekalian saja lembur di kantor. Karena besok aku harus ke KL, Untuk menandatangi kontrak kerja yang baru. "
" Ya sudah, "
" Kamu sudah makan ? Ini sudah lewat jam makan malam. "
" Belum, Aku tapi khawatir ke kamu, Jadi lupa makan. " Jawab Satria seada nya dan memang itu ada nya.
" Aku sudah terbiasa pulang larut Satria. Jadi ini sudah biasa bagi ku. "
" Ya. " Jawab Satria lagi.
Dan jawaban itu membuat Sarah semakin merasa bersalah dengan suami bocah nya itu...
Entah dosa apa dia di masa lalu, Hingga bisa menikah dan terjebak hubungan dengan bocah begini.
" Ayo jalan, Kita cari makan untuk kamu. " Satria mengangguk dan menjalan kan Ferarri mahar istri nya itu dan mereka mulai membelah kota.
Karena ini, Akhir pekan, Maka jalanan cukup ramai dan macet di beberapa titik.
" Mau makan dimana ?" Tanya Satria membuka percakapan mereka .
" Kamu suka nya apa ?" Tanya Sarah balik ke Satria .
" Aku suka nasi soto, Apalagi buatan Mami, Soto babat, Sapa SOP iga bakar. "
" Kenapa lemak semua ? Kamu masih muda !"
" Aku olah raga, Minum vitamin, Air putih yang banyak, insya Allah aku sehat !"
" Ya terserah kamu. Jadi mu makan apa ? "
" Kamu mau nya makan apa ? Bakso yuk, Enak nih..." Bola mata Sarah melotot.
Bakso ? Bukan kah Satria ini pewaris tunggal dari Djaya Diningrat Group kan ? Tapi makanan nya ?
" Aku gak suka Steak, Dan olahan daging merah lain nya Dy, Aku lebih suka daging sapi lokal, apalagi di rendang, Atau di buat abon, Aku suka. " Betapa sederhana nya suami nya ini.
Sudah kaya, ramah, ganteng, baik di lihat nya saat ini, dan yang membuat nya kagum adalah makanan Satria sangat merendah.
Jika anak pengusaha banyak menyukai steak dan olahan daging merah yang mahal, Satria malah suka nasi soto, bakso dan SOP iga.
" Jadi kita mau makan apa Dy ? Kamu suka nya apa ?" Tanya Satria mulai luluh dengan percakapan mereka.
Sarah melihat ke arah suami nya, Dia sedikit berpikir saat ini.
" Dimana restoran soto nya ? "
" Kita makan di warung Dy, Warung Mak Nur, di jamin enak deh, Mami sama Papi juga suka. kamu mau coba ?" Tanya Satria lagi.
Ini adalah pertama kali nya dia dekat dengan wanita, Dan itu adalah istri nya sendiri.
Jika di tanya bagaimana rasa nya ? Satria hanya bisa menjawab bahwa dia senang.
" Warung ? Ka-kamu yakin ?"
" Kenapa ? Kamu gak nyaman ya ? Yaudah kita mau makan dimana ?" Satria mencoba mengalah.
Mungkin istri nya tidak terbiasa makan di tempat begini, Walau Satria sangat ingin memakan soto buatan Mak Nur langganan nya, Tapi Saat ini memikirkan Sarah lebih penting bukan ?
" Apa ini warung nya ?" Tanya Sarah lagi.
Satria mengangguk dan membenar kan nya.
" Ayo turun. Aku ingin tau sehebat apa rasa soto itu ? Hingga anak ningrat sekelas kamu bisa makan disini. "
" Kamu yakin ?" Tanya Satria lagi untuk memastikan ucapan istri nya tadi.
" Mau keluar untuk makan atau aku memaksa mu untuk makan daging merah ? Mau ?" Satria menggeleng mendengar ancaman istri nya.
" Maka cepat turun dan kita makan ! Jangan biasakan membuang waktu dengan percuma. " Senyum Satria terbit saat istri nya sudah keluar dari mobil.
Tanpa menunggu lama lagi, Satria menyusul istri nya dan menggandeng tangan lembut sang istri.
" Gandeng boleh gak Dy ?" Sejujur nya Sarah sedikit tidak nyaman, Tapi melihat wajah suami bocah nya itu begitu berbinar, Sarah terpaksa mengangguk.
" Thanks Dy..." Dengan senyum bahagia Satria menggandeng tangan Sarah menuju warung soto Mak Nur yang memang selalu ramai jika akhir pekan seperti ini.
Karena setiap akhir pekan, Mak Nur akan buka jam 5 sore hingga malam.
" Ck, Wajah mu!"
" Tampan..." Sahut nya dengan Bangga di depan wajah Sarah.
" Lebay !" Sungut Sarah lagi saat melihat tatapan memuja dari suami bocah nya itu.
Dan lagi, Ini yang membuat Sarah tidak menyukai tempat makan terbuka begini, Ya ini ini, lah yang terjadi , mereka banyak menatap ke arah mereka.
Dimana kebanyakan para wanita menatap kagum dengan sosok suami bocah nya itu yang memiliki senyum limited nya dengan kedua lesung pipi nya.
Jemput ayang dulu 🤣
**Yang di jemput Suami bocil 🤣
...💙💙💙**...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
hampa(hiatus)
by like gue yang sering jajan makan-makan pedas panas berlemak dan sering rebahan tapi kayak orang kurang gizi/Sob/
2023-12-29
0
Dewi Zahra
semangat kak
2023-01-13
0
Sulaiman Efendy
AKU MA ISTERI, JUGA TUAAN UMUR ISTERI, KU BEDA 5 THN,, SAAT MNIKAH, ISTERI 30 TH, AKU 25 TH..
ALHAMDULILLAH TTP LANGGENG HINGGA SKRG, MESKI SMPT TRPISAH SLMA 4,5 TH, KARNA AKU BERURUSAN DGN HUKUM, KRN MAIN HAKIM SENDIRI DGN MNGHAJAR SELINGKUHAN KK IPARKU YG MNTAN DY HINGGA KOMA, DN JUGA MNGHAJAR KK IPARKU YG MGHIANATI ABANGKU..
2022-08-17
1