Mereka sudah menyelesaikan kencan ala mereka hari ini, Dan kini mereka juga sampai dirumah mereka.
Yang sebenar nya Sarah tidak suka tinggal di tempat tinggi seperti ini.
Menurut nya bosan !
" Dy..."
" Eh ?" Sarah kaget saat Satria merebahkan kepala nya di paha nya.
Apa maksud suami bocah nya ini ? Mereka tidak sedekat itu untuk melakukan kontak fisik begini bukan ?
" Dy, Tadi mami telfon aku, Kata nya aku harus pulang. " Sarah melihat wajah itu sedikit tidak bersemangat.
Lebih tepat nya seperti kehilangan arah tujuan.
Cie ile, gayaan banget.
" Yasudah pulang. " Satria langsung membuka mata nya.
Kenapa istri nya itu terkesan tidak keberatan sama sekali ?
Dia mau pulang loh ini, Tapi tidak do cegah sedikit pun.
Sarah semakin heran melihat sikap Satria suami bocah nya.
" Kenapa cemberut ? "
Satria mendongak melihat wajah Sarah .
" Kamu kok kayak nya seneng seneng aja aku tinggal ? Kamu gak kehilangan aku ?" Sarah semakin heran di buat nya.
Oh, Tidak, Jangan lupakan wajah suami bocah nya saat ini.
Ingin sekali Sarah mencubit pipi nya atau menusuk kedua lesung pipi Satria .
" Kenapa aku harus kehilangan ? Besok juga aku berangkat ke KL, kemungkinan dua hari disana. " Semakin cemberut saja wajah Satria saat ini.
Istri nya akan ke luar negeri ? Dia di tinggal ?
Memikirkan nya saja kepala Satria sudah berdenyut, Lalu bagaimana dia tidur nanti ? Dia sudah nyaman bersama Sarah selama beberapa hari ini.
Lalu, Sarah akan ke KL ?
" Aku ikut !"
" Apa sih kamu ? Childish banget tau ga ?" Semakin murung Satria saat ini.
Dia bahkan sudah merubah posisi nya, merebahkan kepala nya di bantal, dan memunggungi Sarah saat ini.
Apa yang harus di lakukan nya saat ini ? Masak iya dia harus membujuk Satria ?
Apa ini resiko memiliki pasangan yang lebih muda dari nya ?
Jika satu atau dua tahun itu masih normal, Sementara mereka ? 6 tahun perbedaan usia mereka berdua.
Dan hal itu membuat nya meringis sendiri.
" Satria, "
" Hm "
" Kamu marah ?" Tanya Sarah
" Gak , "
" Lalu kenapa diam ? Tadi tidur disini. "
" Ngantuk, Besok mau ke kantor. Ada meeting pagi. " Sarah menghela nafas nya berat.
Dia ingin sekali saat ini berteriak marah dan mengamuk pada bocah nya itu.
Rumah tangga seperti apa ini ? Dia sudah seperti mengurus anak saja.
" Terserah kamu ! " Sarah juga memposisikan diri nya di posisi nya dan ikut memunggungi Satria.
Sementara Satria, Dia yang merasa kesal karena Sarah tidak memperhatikan nya pun memilih mengalah.
" Dy,. " Panggil Sarah berbalik.
Untuk langsung memeluk Sarah dia belum seberani itu jika sadar.
Lain hal nya jika dia tidak sadar saat memeluk Sarah di tengah malam.
" Dya, " Panggil nya lagi.
Sarah diam saja, Dia ingin tau sejauh apa Satria membujuk nya.
" Dy, Aku peluk kamu ya ?" Tetap diam dan tidak ada jawaban.
" Maaf Dy, Aku peluk kamu. " Satria beringsut mendekat ke Sarah dan memeluk nya dari belakang.
Lalu di sembunyikan nya wajah tampan itu di punggung seksi sang istri.
Mereka terlelap dalam gelap nya malam, Saling memberi kehangatan, Dan kembali terjadi.
Posisi kepala Satria berada di atas dada nya lagi saat terbangun di pagi hari.
" Bangun Satria , Ini sudah subuh . Sudah adzan juga. "
Terlihat Satria menggeliat dan n bergumam kecil .
" Iya,. " Satria bangun dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Lalu setelah nya mereka jamaah bersama, Dan ini adalah kali pertama nya mereka berjamaah setelah kemarin hanya melakukan nya sendiri sendiri .
" Kamu langsung ke kantor apa gimana ? Aku gak tau kamu suka nya pakaian formal gimana ?" Sarah masih berdiri di depan lemari kaca milik Satria.
Dimana disana tersimpan rapi jas, Kemeja dan sepatu formal milik suami nya.
Selera yang bagus, Berkelas, Sederhana namun melejit di harga .
Itu lah yang dia tanggap dari deretan pakaian kerja Satria.
" Apa aja, Kamu yang siapin kan ?" Sarah tidak menjawab.
Tangan nya terus memilih setelah kantor untuk Satria hari ini.
" Nanti saat aku pulang dari KL aku bawain kamu kemeja baru. Ini sudah lama bukan ? Terlihat dari serat kain nya. " Satria mengangguk.
" Tapi bayar !"
" Iya sayang..." Sarah kembali melihat ke arah pria yang saat ini tengah menatap ke arah nya dengan senyuman manis nya.
" Kenapa ?" Tanya Satria penasaran padahal dia tau, Bahwa Sarah sedikit terkejut.
Tapi biar lah, Satria ingin memulai semua nya dari awal, Biarlah dia yang berjuang meluluhkan istri nya.
" Gak !" Akhir nya selesai, Dia meletakan kemeja, Celana serta jas juga dasi milik Satria nya.
" Pakai dulu celana nya, Nanti aku bantu bersiap. " Sarah masuk ke ruangan sebelah nya untuk mengambil setelan kantor nya hari ini karena jam 9 dia akan berangkat ke KL nanti nya.
" Sudah ? Ayo bersiap. " Sarah langsung membantu Satria memakai kemeja nya, Lalu dasi nya sentuhan terakhir jas nya.
" Kamu pakai jam tangan ?"
" RM saja, Yang hitam. " Di ambil nya jam yang harga nya milyaran itu dan di pakaikan nya di lengan Satria .
" Uang aku sendiri Dy, Ada beberapa kado dari Mami, Keluarga aku dan relasi bisnis saat ulang tahun aku yang ke 17. " Sarah hanya mengangguk saja.
Biar pun masih muda, Tapi Satria adalah Pria yang mandiri, Tidak hanya menyandang gelar nama keluarga besar nya saja.
" Ayo, Aku harus berangkat ke Kantor lalu ke bandara. "
" Pake pesawat keluarga aku aja, Ya. Jangan naik yang komersial. "
" Lebay kamu ! " Sarah langsung meninggalkan Satria dan menuju meja makan.
Sampai disana ,Sarah sudah melihat Baik Murni sedang menata makanan mereka .
" Sudah makan baik ?" Tanya Sarah sambil mengambilkan sarapan untuk suami nya.
" Nanti saja Nya, "
" Makan ! Saya gak mau karyawan saja sakit ! Ini bukan jaman penjajahan belanda. Jadi jika waktu nya makan ya makan ! Bukan nya kerja. Dan begitu sebalik nya. " Bik Murni hanya mengangguk saja.
" Itu mesin cuci lama bawa aja untuk bibik dirumah, sayang gak ke pake. " Semakin kaget bik Murni,
Baru sehari dia bekerja, Tapi sudah di beri kepercayaan begini.
Bik Murni juga tau, Jika mesin cuci itu harga nya jutaan, Mungkin 5 juta,.
" Beneran Nya ? "
" Hm, Yasudah makan sana. " Usir Sarah lagi.
Walau terkesan judes dan galak, Tapi Sarah adalah orang yang sangat perduli pada orang orang sekitar nya.
Dan Satria bangga untuk itu..
Kini kedua nya sudah berpisah, Sarah ke KL dan Satria setelah bekerja, Dia pulang ke rumah keluarga nya.
Dan saat makan malam dia terlihat murung dan tidak berselera, Padahal di depan nya sudah tersedia soto babat, perkedel kentang, dan sambal kecap nya.
Tapi kenapa seperti tidak berselera ? Pandangan nya terus tertuju pada ponsel nya yang sama sekali tidak ada kabar dari istri nya.
" Pi, Kayak nya anak kita lagi kasmaran. " Pali Raja langsung melihat ke arah sang Satria yang memang terlihat berbeda.
" Seperti nya iya Mi. "
" Ehem..." Satria tersadar dan melihat ke arah Mami nya.
" Mami sakit ?" Tanya Satria penasaran.
" Gak, Mami lagi sedih. Apa masakan Mami gak enak ya Pi ? Sampai anak Mami gak mau makan. "
" Gak kok Mi, Masakan mami enak kok, Ini Satria makan. "
" Mana ?" Satria menghela nafas nya berat dan mulai memakan santapan makan malam nya.
" Iya, Ini Satria makan Mi, Pi, " Satria mulai makan dan rasa nya berat untuk menelan nya.
Dia rindu istri nya, Tapi yang di rindukan tidak ada kabar nya.
Satria harus apa ? Aa harus menyusul nya juga ?
Tapi kalau dia marah bagaimana ?
" Satria udah selesai Mi, Pi. Satria mau ke kamar. Ada kerjaan Store dan Cafe yang harus di cek. "
Mami Ratu dan Papi Raja membiarkan putra nya memasuki kamar nya, Dan Melihat tatapan sang istri Papi Raja langsung tau.
" Iya, Nanti Papi cari tau perempuan nya. "
" Love you My King. " Mami Ratu memeluk suami nya dengan penuh semangat dan cinta yang besar.
" Love you to My Queen. " Balas Papi Raja.
Ayang urin uringan di tinggal istri.
Istri Ayang lagi sibuk kerja 🤭
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Sil
🤣🤣🤣
2024-11-04
1
Dewi Zahra
lanjut lagi
2023-01-13
0
Death angel
pengen juga d kangenin sama ayang 😭😭😭
2022-06-15
3