Kini Sarah dan Satria sudah sampai di daerah kekuasaan keluarga Papi nya.
Sebuah Kerajaan yang sudah berdiri sejak dulu kala, Dimana sistem pemerintahan nya masih di pimpin oleh seorang Raja.
Sultan Agung Adipati Cakra Djaya Diningrat sebagai Raja sudah menyambut kedatangan Kakak tertua nya.
Mereka Beda ibu, Namun kedua nya selalu kompak dan terlihat harmonis.
Ibu nya Papi Raja adalah Permaisuri Utama kerajaan ini, Dan ibu nya Sultan Agung Adipati adalah anak dari permaisuri kedua, Dan masih banyak lagi anak anak dan saudara Papi nya Satria dan dia malas untuk menghapal nya.
Karena menurut nya tidak terlalu penting untuk bergabung dengan mereka yang menganggap nya musuh di dalam silsilah keluarga ini.
" Selamat datang Kang Mas, Sembah Sujud ku pada mu Kang mas. " Papi Raja hanya tersenyum lalu memeluk adik laki laki nya ini.
" Jangan berlebihan Dik, Kamu raja disini. "
" Tapi Kang Mas tetap yang tertua, " Sela adik Papi Satria lagi.
" Sudah sudah, Ayo, Jangan seperti ini. Aku ingin melepas rindu dengan Istana ini, Jadi bersikap lah seperti adik, " Adipati mengangguk.
Rombongan Papi Raja dan Satria memasuki Istana kerajaan itu dengan langkah pasti.
Sarah begitu kagum dengan semua yang berada disini, Sampai dia melihat ada beberapa abdi dalem yang hanya memakai jarik yang membentuk kemben saat di pakai mereka.
Jangan lupakan sanggul di kepala mereka.
" Raden Ajeng Anisa Putri ku, Kemari nak, Beri salam pada Pakde mu Nak, Bude juga lalu saudara mu. Pangeran Satria. " Anisa berjalan dengan anggun nya memberi salam dan mencium punggung tangan Papi nya Satria, Bahkan dia juga melakukan sembah sujud kepada kedua orang tua Satria.
" Kang Mas Satria, Apa kabar ?" Satria hanya tersenyum memberi uluran tangan nya untuk di cium Anisa.
" Kang Mas baik baik saja. Kamu Anisa ?" Anisa hanya tersenyum saja.
Dia mengangguk pertanda bawah dia memang baik baik saja.
Lalu Beralih pada Sarah di samping Satria .
" Dy, Perkenalkan diri kamu. " Sarah mengangguk.
Dia berdiri dan memberi salam pada semua orang disini.
Kenapa banyak sekali orang di ruangan ini ? Seakan mereka menatap dan menguliti nya hidup hidup.
Pakaian nya sopan, Gaun di bawah lutut, Lengan panjang dan rambut nya di Gerai dan di beri pita.
" Selamat siang, Perkenalkan saya Sarah Widya Sastra Radjasa, Saya kekasih Satria Arjun Widjaya Diningrat. " Sarah memberi hormat dan tersenyum ramah.
" Gusti, Pangeran Satria sudah memiliki kekasih, Kapan akan di kenalkan secara resmi dengan keluarga ?" Tanya Paman nya yang menjabat sebagai raja.
" Bukan kah ini sudah perkenalan resmi Sultan ? Doakan saja semoga kami secepatnya menikah. " Paman nya hanya tersenyum saja.
" Usia mu masih 19 tahun Pangeran . "
" Usia tidak menjadi patokan untuk sebuah kedewasaan seseorang, Maaf jika saya lancang , Tapi Jika Gusti Allah sudah menjodohkan saya dengan menikah di usia 19 tahun, Saya siap menjadi Imam yang baik untuk calon istri saya. "
" Satria..." Sela Papi nya.
Menurut Papi Raja, Satria sudah melewati batasan nya.
" Biarkan kang mas, Disini saat ini, Kita bicara sebagai keluarga, Bukan Sebagai Raja dan para pangeran nya. Silahkan di nikmati sajian nya, Maaf hanya jajanan pasar kesukaan Kang Mas Raja. " Sarah mulai merasa bosan dan jengah berada di situasi macam ini.
Banyak pasang mata yang menatap ke arah nya dan Sarah tidak suka itu.
Jika saja dia tidak memikirkan nama baik suami dan mertua nya, Sudah di babat habis oleh Sarah wajah mereka satu persatu dengan Mulut pedas nya.
" Apa begitu cara menatap Kekasih saudara nya Bendoro Raden Mas Haryo Tito Widjaya Diningrat ? " Entah mengapa Satria tidak suka dengan tatapan sepupu nya terhadap Sarah istri nya.
Sepupu nya itu adalah anak dari selir sang Paman, Yang sudah menikah dan memiliki dua orang istri.
Sejak dulu Satria memang tidak menyukai saudara nya itu.
" Satria jaga sikap Mu nak, Hormati Paman mu. " Sarah mencoba mengontrol emosi suami nya.
" Dan dia juga harus menjukan sikap hormat nya pada Satria Pi ! Sarah itu kekasih Satria ! Bukan kah di istana ini sudah ada ketentuan bahwa dilarang keras menatap wanita milik saudara nya ? Bahkan melirik tanpa seizin nya saja itu sudah Perbutan dosa ! Zina mata !"
" Satria !!!" Bentak Papi nya lagi.
Ini lah yang paling berat di lakukan nya untuk membawa Satria bergabung dengan kelurga nya.
Satria memang keras kepala seperti istri nya, Tapi dia adalah anak yang penurut.
" Apa yang di katakan Pangeran Satria itu benar Raden Tito ?" Tanya Paman Satria dengan suara tegas nya.
" Tidak ayahanda. "
" Dasar pembohong !" Satria langsung menarik lengan Sarah dan membawa nya keluar dari ruangan itu.
Rasa nya sesak sekali untuk meredam emosi nya terhadap saudara sepupu nya Itu.
Pria dengan postur tubuh tinggi tegap dengan kulit coklat sawo matang hampir busuk, Entah memang sudah busuk, Satria benar benar tidak menyukai nya.
" Palang aja yuk Yank, Males disini. Tinggal dan berada di sini, Ingin bernafas saja sulit. Apalagi bebas. " Sarah terus berusaha meredakan emosi di dalam diri suami nya.
" Kamu gila ya ? Belum juga aku makin udah main aja pulang aja. ! kalau kita pulang, Apa gak buat malu Mami dan Papi ? Kamu juga, Mikir dong dikit. "
" Kok kamu jadi marah sih Yank ? Aku kan gak suka kamu di liatin kayak gitu sama dia. "
" Kamu kira aku suka di lihat seperti itu ? tatapan mata nya seakan ingin menelanjangi ku bulat bulat. Jika tidak memikirkan nama baik kamu dan keluarga kamu, Sudah habis dia ku babat dengan kata kata yang akan keluar dari bibir ku. "
" Ya sudah, Ayo kita jalan jalan di sini, Halaman belakang atau pendopo timur adalah tempat favorit ku, Semoga gak berubah dan kamu suka. " Sarah mengangguk, Dia mengikuti Satria dengan tangan yang bergandengan .
Sampai di halaman belakang, Pendopo timur, Satria melihat Abdi Kinasih, Mbok Laras yang mengasuh nya dulu sekali.
" Mbok, Assalamu'alaikum, Mbok Sehat ?" Tanya Satria dengan lembut, Dia bahkan langsung memeluk Abdi Kinasih kesayangan nya itu.
" Sih Mbok sehat, Pangeran bagai mana ? Sehat ? Duh Gusti, Pangeran tumbuh menjadi anak yang Sholeh, Sih mbok bangga sama Pangeran. "
" Oh, Iya Mbok, Kenalkan ini Sarah, Istri Satria. Mbok jangan bocor ya, Satria belum nikah KUA, Hanya nikah siri dulu. "
" Iya, Sih mbok ikut seneng, Pangeran cari apa ?" Tanya Sih mbok kesayangan Satria.
" Buat Apa mbok ?" Tanya Satria lagi saat melihat Mbok Laras sedang memarut kepala tua.
" Mau buat dawet kesukaan Pangeran, Kata Sultan Agung, Pangeran akan datang, Jadi si mbok siapin buat pengeram. " Satria tersenyum senang.
Sih mbok memang sangat menyayangi nya.
" Sayang, Kenalin ini mbok Laras, Pengasuh aku dulu. " Sarah tersenyum dan mengambil tangan mbok Laras dan mecium nya.
" Saya Sarah Mbok, Istri nya Satria , Salam kena. " Mbok Laras ikut terkejut saat tubuh renta nya di peluk oleh istri pangeran kesayangan nya dulu ?
" Gusti, Kamu cantik ndok, Langgeng Sampek mau memisahkan Yo ndok, Cah Ayu,. " Mbok Laras ikut memeluk Sarah dan mencium kening nya sebagai tanda sayang.
" Mari sini, Duduk Deket sih mbok, Cah ayu cukup liat aja sih mbok kerja. Cah Ayu temani saja Pangeran Satria, "
" Maaf Mbok, Sarah gak pintar masak, Jadi gak bisa bantu sih mbok masak. " Sih mbok hanya tersenyum.
" Nanti juga pinter Cah Ayu. "
Style Ayang dari Istri Judes 💙
Istri Ayang yang memang cantik sejak berbentuk segumpal darah 😅
...💙💙💙 ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Dewi Zahra
semangat
2023-01-13
0
Indrie Wulandari
banyak banget foto song hye kyo nya seneng liatnya
2022-07-30
1
Lailatul Hawa
mohon maaf adinda otor, banyak kali typo bertebaran. kadang harus tebak tebak buah manggis 😂😂
2022-06-21
4