Pagi ini Satria sudah berdiri menunggu istri nya di pintu kedatangan penumpang dari KL, Dan tadi sang istri sudah menghubungi nya bahwa dia akan berangkat jam enam pagi waktu setempat.
Dan disini lah Satria berdiri menunggu kedatangan istri nya.
Melihat Wanita memakai mantel coklat panjang, Dengan rambut gelombang indah nya, Satria langsung berlari dengan seikat bunga di tangan nya.
" Sayang...." Sarah melihat ke arah sumber suara.
Dia melihat ternyata suami bocah nya memang sulit sekali di beri tahu.
Sarah sudah mengatakan nya untuk tidak menjepit nya, Karena dia akan langsung ke kantor hari ini juga.
Namun tetap saja melawan.
Sarah menatap tajam pada Satria yang hendak memeluk nya, Lalu dia menatap ke arah Nia asisten nya.
" Bisa tutup mulut Nia ?" Sang asisten hanya mengangguk.
" Bagus kak Nia, Nanti aku kasih bonus. "
Gubrak !!!
Rahang Nia seakan hendak terjatuh saat ini juga.
Dia dan Sarah hanya selisih satu tahun saja, Jika pria yang memanggil Miss nya ini Sayang, Memanggil nya Kakak, Lalu berapa usia nya ?
" Libur saja hari ini Nia. Bawa mobil bersama mu, Minta antar pak Suki. " Nia kembali mengangguk.
Dan setelah Nia pergi Satria yang masih menggunakan Masker di wajah nya pun tersenyum.
" Peluk boleh gak Dy ?" Tanya Satria dengan manja nya.
Sarah hanya mengangguk saja.
" Ini untuk kamu. " Sarah menerima bunga yang di bawa Satria dan membalas pelukan nya juga.
" Kangen tau Dy, Kamu kata nya cuma dua hari, Tapi Sampek tiga hari. "
" Sudah ayo. Lama lama disini akan semakin banyak mata yang memandang kita. " Satria mengangguk dan menggenggam erat tangan Sarah dan membawa nya ke parkiran.
Saat sampai di parkiran Sarah heran, Dimana mobil nya ? Kenapa ke parkiran motor ?
" Maaf ya Dy, Tadi takut macet parah, Jadi aku bawa motor. Kamu gak keberatan kan ?" Sarah masih menatap motor itu.
Dia masih menimbang, Karena sekali pun belum pernah dia naik motor bersama atau tidak nya dengan seorang pria .
" Dy, Kamu gak suka ya naik motor ?" Sarah menggeleng.
" Aku hanya belum pernah menaiki nya,. " Satria tersenyum senang untuk itu.
" Maka ayo, Lebih seru naik motor tau Dy. Ayo sayang. " Satria memakaikan helm berwarna Pink di kepala Sarah yang memang baru tadi di belikan nya.
Dan Satria sendiri memakai helm puluhan juta nya.
Mau heran tapi dia Satria, Jadi biarkan saja lah.
" Pegangan Dy, Nanti kamu jatuh. "
" Bagaimana ? " Tanya Sarah yang memang ini adalah pengalaman pertama nya menaiki motor seumur hidup nya selama 25 tahun ini.
" Gini,. " Satria menarik kedua tangan Sarah dan membelit pinggang nya.
Bahkan juga Tas ratusan juta milik Sarah, Satria yang memakai nya dan menggantung kan nya di bahu.
Luar biasa bukan ? Devinisi Pria bucin mah ini.
" Pegang yang erat, Jangan di lepas. " Hangat !.
Itu lah yang di rasakan Satria saat ini.
Sarah memeluk nya dengan erat, bahkan bersandar di bahu nya.
" Pelan pelan. Jangan ngebut. " Satria mengangguk dan mulai menjalan kan motor nya menuju rumah mereka.
Dan sepanjang perjalanan , Satria terus tersenyum di balik helm fullface nya karena Sarah terus memeluk nya, Bahkan kadang semakin mengerat kala Satria menambah kecepatan laju motor nya.
Rasa nya Satria ingin terus naik motor saja untuk bisa berduaan dan berpelukan seperti ini bersama Sarah .
" Jangan ngebut..."
" Ha ? Apa sayang ? Aku gak denger. "
" Jangan ngebut Satria. "
" Gak denger aku yank..."
Bugh...
cittt....
" Aaahhhkkk...." Teriak Sarah saat tiba tiba Satria mengerem motor nya.
Bugh...Bugh...Bugh...
" Jahat banget sih kamu ? Kalau kita jatuh gimana ? Kalau kecelakaan gimana ? kalau kita di tabrak mobil dan kenapa kenapa gimana ?? yang bener dong kalau bawa motor. !" Nafas Sarah tersengal sengal.
Dia kesal dengan Satria yang menghentikan motor nya secara mendadak seperti tadi.
" Maaf Dy, Aku beneran gak denger kamu ngomong apa. Jadi nya ya begini deh. "
" Maka kalau lagi berkendara itu jangan pakai ear phone. Gini kan jadi nya. "
" Dy, Maaf. Jangan marah. "
" Tau ahhh ! Cepat jalan. Aku capek. "
" Dy, Janji dulu jangan marah. "
" Jalan atau aku turun ?" Satria menghela nafas nya berat.
Mau tidak mau dia harus menuruti keinginan istri nya.
" Iya, Ini aku jalani motor nya. Kamu pegangan lagi. Nanti jatuh. " Sarah tidak menjawab.
Tapi dia kembali memeluk pinggang Satria .
Motor kembali melaju dan hingga akhir nya 45 menit berkendara di di jalanan mereka sampai juga di basemen apartemen.
" Dy, Jangan marah dong ya. Kan aku sudah minta maaf. "..
" Sayang ..Dya...Jangan marah oke ? "
" Ayang....." Sarah memejamkan mata nya.
Guna meredam emosi nya, Satria benar benar menguji diri dan kesabaran nya untuk menghadapi tingkah Childish nya seorang Satri Arjun Widjaya Diningrat.
" Kita bicarain dirumah bisa bukan ?" Satria mengangguk.
" Maka tutup mulut kamu dan jangan banyak bicara lagi. Berisik !" Sarah langsung melanjutkan langkah kaki nya hingga dia dan Satria sampai dirumah mereka.
Unit Terbaik disini mungkin.
" Selamat datang Nyonya, Tuan..." Sapa Bik Murni saat melihat majikan nya datang.
" Iya Bik, Tolong buat kan saja jus mangga ya, Jangan pake gula, Dan satu lagi, Pastikan mangga nya benar benar matang sempurna. " Bik Murni mengangguk patuh.
" Saya jus Pokat saja Bi, Banyakin susu nya. "
" Jangan terlalu banyak memakai susu Kental manis. Gak bagus. "
" Yaudah dikit aja deh Bi, Satria tunggu di Atas ya Bi. " Bik Murni mengangguk dan Satria langsung menyusul istri nya ke kamar mereka.
Saat sampai disana, Sarah sudah tidak kelihatan lagi, Dan mungkin berada di kamar mandi.
Mengambil laptop nya, Satria mulai mengerjakan tugas kuliah nya, Sekalian mengecek email pekerjaan yang harus di selesaikan nya hari ini juga.
Dari pada menunggu Sarah dengan dia sia, Lebih baik mengerjakan sesuatu bukan ?
Kini arah sudah keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti nya.
" Dy, Ini jus nya sayang. " Sarah kembali menghela nafas nya kasar.
Dia merasa gamang setiap kali Satria memanggil nya dengan kata sayang, Bahkan suara nya lembut itu mengalun di telinga nya.
" Berhenti memanggilku sayang Satria. Itu menggelikan. " Sarah mengambil jus nya lalu menenggak nya setengah.
Lalu membuka handuk di kepala nya dan mulai berias diri di depan cermin meja rias nya.
" Kamu cantik Dy, Aku suka. " Satria juga menatap Sarah dari pantulan cermin di depan nya.
Namun Sarah hanya biasa saja.
" Kurangi memakan makanan yang mengandung gula !" Satria terlihat bingung dan kembali menatap Sarah .
" Kenapa ?" Tanya Satria penasaran dan terus menatap Sarah menunggu jawaban selanjut nya.
" Karena mulut mu terlalu manis ! Aku tidak ingin memiliki suami yang mengindap penyakit diabetes. " Satria tersenyum saja.
" Udah jadi suami nih, Boleh dong cium ?" Sarah langsung melotot menatap Satria dengan sengit.
" Iya, Aku diem..." Satria kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Jika Sarah sudah melotot dan galak pada nya, Itu berarti dia sedang tidak ingin di ganggu. "
Ya, Setidak nya Satria harus pelan pelan saja untuk meluluhkan hati istri dewasa nya itu.
" Dy, Ada yang aku mau omongin ke kamu. " Sarah meletakan sisir nya dan menatap Satria dari tempat duduk nya saat ini.
" Apa ? Jika tidak penting dan hanya untuk buang buang waktu, Mending jangan di bicarakan. "
" Ini penting Dy. "
" Ya sudah katakan saja dia penting. " Satria menghela nafas nya berat sebelum dia bicara pada Sarah.
" 9 hari lagi sepupu aku di Keraton menikah, Jadi Aku mau kamu ikut. "
" Mana bisa ! Bagaimana jika mereka tau status pernikahan kita ?"
" Tidak ada yang tau selain Mami dan Papi. "
" Apa ????!!!!" Pekik Sarah dan melotot ke arah Satria.
Jemput Ayang di bandara .
Sayang nya Satria ini 💙
...💙💙💙...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Rizka Yulistiana
awas lho Dy km jngan galak2...ntar di omelin mami baru tahu rasa..,suami bocahmu kan anak mami😅
2022-11-02
0
Dedew
yang laki manja,yg perempuan judes🤣🤣🤣
2022-10-21
0
Aisyah Putri Angel
Thor..visual Satria ngak sesuai dgn orangnya .keturunan asli Indonesia suku Jawa kok visualnya Korea...ngak masuk
maaf apakah tidak ada visual orang Indonesia yg cocok untuk tokoh Satri
2022-09-01
0