Universitas Negeri kota Metropolis, sebuah perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa untuk para pelajar yang memiliki prestasi yang gemilang. Salah satunya adalah Liana.
Gadis itu tampak memasuki lobi kampusnya, dan berjalan menuju ke arah kelasnya yang berada di lantai tiga.
Meski bukan termasuk favorit, namun lembaga pendidikan ini memiliki fasilitas yang terbilang sangat lengkap.
Bahkan setiap lantai dilengkapi dengan fasilitas eskalator untuk memudahkan para mahasiswanya menuju ke tempat tujuan.
Saat dirinya tiba di lantai dua, Tiba-tiba saja kakinya serasa tersandung sesuatu hingga gadis itu pun jatuh, dan membuat buku-buku yang dipegangnya berserakan.
“Eh ... Upik abu udah dateng. Seperti biasa, dia selalu sembunyiin wajah jeleknya,” ejek seorang mahasiswi bernama Lusy Jung yang tiba-tiba Muncul di sana.
Liana tak peduli dengan ejekan dari teman sesama mahasiswanya itu. Dia lebih memilih bangun dan memunguti buku-bukunya kembali.
Bukan hal baru dia mendapatkan perlakuan semacam itu. Hampir semua mahasiswa di sana menjauhinya dan selalu merendahkan Liana karena parasnya yang buruk rupa.
Namun, lain halnya dengan Lusy. Dia selalu mencari gara-gara dengan Liana, hampir setiap kali mereka bertemu. Meski begitu, tak jarang Liana hanya membiarkan saja dan memilih segera menjauh dari gadis sombong nanti angkuh itu.
Seperti saat ini. Setelah selesai memunguti bukunya, Liana kembali berdiri dan hendak melangkah pergi. Dia tak ingin berurusan dengan gadis manja yang selalu pamer harta orang tuanya.
Namun, Lusy kembali menepis tangan Liana, hingga buku-buku yang pegangnya kembali berjatuhan. Dia pun kembali berjongkok dan memunguti semuanya.
“Hahahaha ... Kasian banget sih. Tahu nggak, aku tuh seneng lihat kamu kayak gini. Kenapa? Karena posisi kamu saat ini tuh pas banget. Rendah. Hampir sama rendahnya kek lantai. Mines,” hina Lusy.
Teman-temannya yang lain menimpalinya dengan tawa mengejek. Namun, Lagi-lagi, Liana tak melawan dan hanya memungut kembali buku-buku itu.
Saat Liana kembali hendak pergi, Lusy lagi-lagi membuat ulah, dengan mendorong Liana dari belakang hingga membuat buku-buku tadi kembali berserakan.
Liana diam, saat semua yang ada di sana menertawakan dirinya. Namun, dia tak segera berjongkok untuk mengambil bukunya kembali, melainkan berbalik dan menatap tajam ke arah Lusy.
“Mau kamu apa sih, hah? Urusan kamu sama aku itu apa? Emang pernah aku ganggu hidup kamu? Kalo iya, coba ingetin aku kapan?” tanya Liana dengan menahan emosinya.
“Mau aku? Mau aku, kamu itu jauh-jauh dari Crhis! Dia itu pacar ku! Tapi, kamu yang kegatelan udah berani godain dia, pake muka buruk rupa kamu itu. Jijik tau,” sarkas Lusy.
“Hah? Hahahaha... Hahaha... Jadi, semua ini gara-gara Crhis? Hahahaha... Lusy... Lusy... kamu bilang kalau aku ini buruk rupa, tapi kenapa kamu yang sempurna ini, malah ngerasa insecure sama Crhis yang deketin aku? Aneh,” cibir Liana.
“Heh, upik abu! Itik buruk rupa! Elu itu jangan ke ge er an ya. Jangan mentang-mentang selama ini Crhis baik sama kamu, terus kamu bisa berani sama aku. Inget, kamu itu manusia rendah yang bisa di sini hanya karena belas kasihan para dermawan. Aku bisa aja suruh daddy ku buat cabut beasiswa kamu. Ngerti kan,” ancam Lusy.
Liana tak terlihat takut sedikit pun. Dia justru melangkah maju, dan semakin mendekat ke arah Lusy.
Gadis sombong itu justru merasa terintimidasi akan tatapan tajam dari Liana. Dia mundur dan tak memperhatikan langkahnya, hingga Lusy pun terjungkal karena high heels membuatnya terpeleset dan hampir jatuh ke atas eskalator, kalau saja tidak ada teman-temannya di sana yang menahannya.
Liana menyeringai di balik penutup wajahnya, dengan sebelah sudut bibirnya terangkat, tanda mengejek lawan di hadapannya.
Dia kemudian berbalik kembali dan mengambil semua buku-bukunya yang berserakan, dan dengan segera pergi dari tempat tersebut.
Liana pun berlalu pergi meninggalkan kerumunan orang-orang yang melihat kejadian tadi.
...👑👑👑👑👑...
Seusai mengikuti mata kuliah, Liana menyempatkan diri untuk pergi ke perpustakaan, sambil menunggu waktu kerja paruh waktunya yang lain dimulai, pada pukul tiga sore nanti.
Tempat tenang tersebut menjadi surga tersendiri bagi Liana. Di samping dia bisa mendapatkan referensi bacaan secara gratis, dia juga bisa dengan tenang untuk belajar, mengerjakan tugas atau bahkan sekedar membunuh waktu.
Selain itu, di perpustakaan pun, Liana bisa menyempatkan untuk tidur siang. Sebuah hal yang begitu mahal untuk seseorang yang harus mengejar waktu demi uang seperti dirinya.
Dia akan pergi ke lorong-lorong rak buku yang jarang dilewati orang lain, dan duduk bersandar pada salah satu dindingnya.
Ada seseorang yang selalu mengamati setiap gerak geriknya, dan selalu berada di sampingnya saat dirinya tertidur.
Seperti saat ini, seorang pemuda tampak duduk di samping Liana, sambil menghalau siapa saja yang akan lewat dan membuat tidur Liana terganggu.
“Ssstt! Tolong lewat sana,” bisiknya pada seseorang yang hendak melewatinya.
Orang tersebut pun terlihat berputar di lorong sebelumnya, dan muncul di lorong sesudah Liana berada.
Wajah tampannya, selalu menarik perhatian mahasiswa lain, terutama kaum perempuan. Lusy salah satunya.
Dia selalu saja mencari gara-gara dengan Liana, karena perhatian pemuda ini yang selalu saja membantu gadis tersebut.
Pemuda itu tak lain adalah Christopher Chen. Seorang mahasiswa semester enam jurusan jurnalistik. Senior yang tercuri hatinya oleh keunikan gadis bernama Liana, sejak acara penyambutan mahasiswa baru setahun yang lalu.
Sejak itu juga, dia selalu mengikutinya ke perpustakaan, hingga dia menemukan gadis itu yang hampir setiap hari tertidur dengan pulasnya, bahkan pada posisi duduk, dan wajah yang tertelungkup di antara kedua lututnya.
Pemuda itu pun selalu mengalihkan jalur orang-orang yang berlalu lalang di perpustakaan, agar tidak mengganggu tidur Liana.
Christopher mengira jika apa yang dilakukannya itu, tak diketahui oleh Liana. Padahal, gadis itu tahu semuanya, karena dia tak pernah benar-benar tertidur pulas.
Liana tak pernah menegur perbuatan Christopher, karena menurutnya, hal itu justru menguntungkan. Dengan adanya pemuda itu, dia tak perlu khawatir akan diusir atau diganggu oleh orang lain, karena beristirahat di tempat tersebut.
Setelah pukul setengah tiga, Liana bangun, dan bersiap untuk pergi ke sebuah restoran yang menyediakan menu masakan oriental.
Selain bekerja sebagai tukang antar susu dan koran pada pagi hari, dia pun bekerja di sebuah restoran oriental sebagai tukang cuci piring dan bersih-bersih.
Wajahnya yang buruk rupa, membuatnya selalu mendapatkan pekerjaan yang kasar, yang bahkan tak melihat jenis kelamin orang tersebut.
Meski seorang gadis belia, namun pekerjaan di restoran tersebut terbilang berat. Akan tetapi, sedikitpun Liana tak pernah mengeluh dan terus mengerjakan apa pun, agar dia bisa menabung sedikit demi sedikit uang, sehingga dirinya bisa lepas dari jerat bibi Caroline nya yang jahat.
Seorang wanita bernama Selena Tan, adalah pemilik dari resto tersebut. Wanita berusia sekitar lima puluh lima tahun itu, selalu saja memakai pakaian bergaya congsam, yang menjadi identitas bagi kaumnya.
Dia termasuk seorang bos yang dermawan. Dia tak pernah melarang Liana untuk mengambil sisa makanan yang ada di piring pelanggan. Bahkan, tak jarang Liana mendapat bonus setiap kali restoran itu kebanjiran pelanggan.
Gadis itu adalah satu-satunya pekerja lepas di sana. Nyonya Selena tidak bisa memberikan Liana status sebagai karyawan kontrak atau magang karena pekerjaannya yang hanya seorang tukang cuci piring.
Pukul setengah satu malam, Liana baru pulang ke rumah bibinya. Dia selalu lewat pintu belakang, karena bibinya menempatkannya di kamar paling ujung, yang lebih cocok disebut gudang itu.
.
.
.
.
Mohon dukungan untuk cerita ini😊🙏
Jangan lupa like dan komentar yah😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 427 Episodes
Comments
Dwi miemie
kenapa Liana sama authornya dibikin menderita tetap tingal di rmh bibinya , padahal Liana sdh punya gaji sendiri , klo kontrak kan bisa hidup tenang tanpa diganggu bibi / sepupunya
2025-02-08
0
t_€h_πo€®z
💪💪💪💪 semangat Liana..... maju terus, kebahagiaan menantimu,sabar selalu ya
2022-09-12
1
Mien Mey
knp du dunia ini svitik vuruk rupa sllu d pndang rendah salah nya ap ..smtras goodlooking sgonya bgitu mudah😔☺️
2022-03-24
3