Saat baby Akmal bertaruh nyawa di rumah sakit dan Farel masih di interogasi di kantor polisi, Alisa masih tertidur.
Karena saat ia jemput Dr, Faisal, ia ketakutan dan demam tinggi. Karena dari pagi, ia belum serapan sampai malam belum makan juga sebelum akhirnya ia ditinggalkan Farel pinggir Tol, belakangan ini, Alisa kurang menjaga kesehatan juga, ia terlalu banyak beban pikiran membuatnya tidak memperhatikan kesehatan.
Tetapi aksi Farel yang meninggalkan, membuatnya benar-benar shock dan ketakutan, saat Faisal membawa Alisa malam itu, ia tampak panas tinggi beberapa kali ia memeluk tubuhnya dengan kedua tangannya tubuh itu benar-benar meriang dan masih terlihat ketakutan.
“Tidak apa-apa, kamu sudah aman Alisa, saya mau antar kemana?” tanya Faisal.
“Aku sangat marah pada Farel, jangan membawaku pulang Dok, bawa saja aku ke tempat teman,” ujar Alisa.
Niatnya ia ingin menginap di rumah rekan kerja Alisa, sayang, temannya tidak ada di rumah, sementara tubuh Alisa menggigil karena ia merasa meriang.
“Alisa, aku akan membawamu ke apartemen ku, jangan takut, aku tidak akan macam-macam,” ujar Faisal.
Alisa sudah tidak menghiraukannya lagi karena ia sudah tertidur efek obat yang diberikan Faisal. Obat menurun panas , itu membuatnya tertidur saat tiba di parkiran apartemen,.
Faisal dengan sangat hati-hati membangunkannya.
“Alisa bangunlah, kita sudah sampai di apartemen ku.” Alisa membuka mata.
“Dok, saya tidak bisa tidur di rumah lelaki lain, saya ini sudah menikah,” ujar Alisa dengan mata yang sangat berat.
“Saya tidak akan macam-macam, kamu di apartemenku dan aku akan ke apartemen temanku di sebelah.”
Alisa setuju, kepala sangat sakit dan tubuhnya panas, rasa ketakutan ternyata membuatnya mengalami panas tinggi hal itulah yang dialami Alisa.
Ia terpaksa tidur di ranjang lelaki asing lelaki yang ia yakini jadi perusak rumah tangga kakaknya, tetapi karena Farel Alisa terpaksa menginap di rumah Faisal.
“Jangan sungkan anggaplah rumahmu sendiri,” ujar Faisal dengan sangat sopan, ia sangat berbeda dengan sifat yang di pikirkan Alisa. Tadinya ia pikir Faisal lelaki hidung belang yang suka sama wanita-wanita cantik, tetapi saat berhadapan langsung dengannya ternyata Faisal baik.
“ Saya merepotkan Dokter, maaf,” ujar Alisa matanya menyelidiki apartemen Faisal.
“Tidak masalah, saya mau mandi dulu,ini makanlah dulu, lalu tidur di kamar saya dan kunci saja dari dalam, agar kamu tidak merasa takut.”
“Baiklah," ujar Alisa ia menurut.” Ia buru-buru menghabiskan makan malam yang disajikan Faisal untuknya lalu ia meminum obat yang diberikan Faisal.
Setelah menghabiskan makanan yang di sajikan Faisal. Alisa masuk ke dalam kamar dan mengunci dari dalam lalu ia tertidur.
Dokter Faisal menempati janjinya, setelah mandi di ruangan utama Faisal memilih tidur di sofa. Memberikan ranjang nya empuknya untuk Alisa.
Tetapi tepat tengah malam Alisa terbangun, ia mengalami mimpi buruk kening nya sampai berkeringat.
“Apa yang terjadi? aku merasa terjadi sesuatu,” ujar Alisa.
Ia menyalakan ponsel nya yang sejak tadi sengaja ia matikan, saat melihat ada lima belas panggilan tidak terjawab dari pengasuh si kembar membuat ter lonjak bangun dari ranjang walau tubuhnya masih belum kuat.
Tetapi melihat ada panggilan banyak tak terjawab membuat wanita cantik itu bergegas bangun , setelah membereskan tempat tidur ia menelepon balik, tetapi yang terjadi membuatnya hampir pingsan suara tangisan Desi pecah.
“Desi, jangan menangis! Katakan yang jelas apa yang terjadi?” Tanya Alisa ia keluar dari dalam kamar.
Mendengar suara Alisa Dr Faisal terbangun.
“Desi jangan menangis ada apa dengan si kembar?” tanya Alisa dengan suara bergetar, mendengar Desi menangis saja sudah membuat ketakutan.
“IBuuu A-a-akmal belum sadarkan diri.” Desi akhirnya bisa menyelesaikan kalimatnya walau dengan suara terbata-bata karena menangis.
Mendengar kata belum dasarkan diri, Alisa terkulai lemas.
“Apa yang terjadi?” tanya Alisa dengan suara tercekik di dalam tenggorokan nya.
“D-d-dia di lempar sama Mbak Dinar.”
“Apaaa … dilempar?Ya Allah, Ya Allah Akmal!” Alisa menangis histeris.
“Ibu datang ke rumah sakit Bunda, kami di sini.” Desi masih menangis di ujung telepon.
“Apa yang terjadi ?” Faisal ikut panik.
“Baby kembar kecelakaan Kakak ipar ku melempar di kelantai, dia belum sadarkan diri, Ya Allah, tolong anakku, Mbak Ratna maafkan aku,” teriak Alisa menangis histeris.
Mendengar anak dari Ratna kecelakaan Faisal bergegas ia menyambar kunci mobil di dekat televisi.
“Mari saya akan mengantar ke rumah sakit.”
Alisa berdiri dengan sekuat tenaga bahkan ia beberapa kali hampir jatuh pingsan wajahnya sangat pucat, kalau Faisal tidak memegangi tubuhnya ia pasti sudah terjatuh.
“Iya ampun aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika sesuatu terjadi pada keponakan ku, aku akan sangat bersalah,” ujar Alisa, mulutnya membaca doa-doa kesembuhan untuk Akmal, ia juga memegang tasbih di tangannya.
“Tenanglah Alisa, itu bukan kesalahanmu, lelaki keparat itu dan keluarganya yang perlu di hukum, mereka yang melakukan hal yang jahat padamu dan putramu juga, aku sangat membenci lelaki keparat itu sejak dulu,”
ujar Faisal, ia sangat benci dengan Farel sejak Ratna meninggal.
“Ya Allah, tolonglah, beri hamba kekuatan, berikan kesembuhan untuk Akmal,” ujar Alisa, ia menangis tersenduh-seduh.
“Mbak Ratna apa yang terjadi pada putramu, kenapa mbak tidak menjaga mereka saat aku tidak ada, kamu kemana mbak saat anak-anak malang itu menangis tadi,’ ujar Alisa menangi sangat sedih dengan tangan memegang dada.
Melihat Alisa terus menangis membuat dokter berwajah tampan itu jadi khawatir, karena Alisa juga dalam kondisi fisik yang belum vit.
“Tenangkan dirimu Alisa, kamu bisa jatuh pingsan sebelum melihat anak itu,” ujar Dr. Faisal memenangkan Alisa yang terus menangis.
Ia mencoba menenangkan dirinya menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobil, tidak ada suara tangisan tetapi air matanya tidak berhenti mengalir.
Sementara mobil merah itu melaju tanpa hambatan , Faisal menginjak pedal gasnya mengendarai mobil mewah itu dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah sakit. Karena saat itu sudah jam dua pagi jadi tidak ada kemacetan yang menghalangi laju mobil Faisal. Setelah berkendara sekitar dua puluh menit akhirnya mereka sampai.
Begitu tiba di halaman rumah sakit Bunda, Alisa berlari masuk ke dalam bahkan ia tidak menyadari kalau ia dari apartemen Faisal tidak menggunakan alas kaki.
Saat ia sampai Desi menangis lagi wajahnya sangat pucat dan mata itu sudah membengkak karena terus menangis saat Akmal masih belum, sadarkan diri. Saat melihat bayi malang itu berbaring dalam tidak bergerak dan sejumlah alat pendukung kehidupan menempel di tubuhnya.
“Ya Akmal, maafkan ibu Nak,” Alisa menangis histeris dan ia pingsan.
Melihat bayi tidak berdosa itu tidak sadarkan diri Faisal merasa sangat geram pada Farel dan keluarganya, tatapan matanya sangat marah dan penuh dendam.
Bersambung
KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU IYA KAKAK
Baca juga.
- Pariban Jadi Rokkap( Baru)
-Aresya(Baru)
-Turun Ranjang(Baru)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Rice Btamban
kshn bayi Akmal ku tega nya Dinar SM bayi TDK berdosa itu
2022-05-29
0
Martifahsoemarno
sangat bagus ceritanya
2022-05-27
0
Maria Seran
kejmny drimu dinar
2022-05-27
0