Batas Sebuah Kesabaran

Batas Sebuah Kesabaran

Sejak pertengkaran Dimas dan Farel sifat Farel semakin dingin melebihi dinginnya bongkahan es di kutub utara, bahkan, sifat dinginnya seakan-akan mampu membekukan seisi kamar, yang ia tempati bersama Alisa.

Susah memang menghadapi sikap pendiam,

lautan bisa diukur berapa kedalamannya

Namun, hati dan pikiran seseorang tidak ada yang tahu.

Hanya sang pemilik kehidupan yang bisa mengetahui.

Maka karena itu, Alisa hanya bisa berdoa dan bersikap pasrah dan menyerahkan semuanya sama yang Kuasa.

Saat pagi tiba, Farel tampak mondar-mandir mencari sesuatu, tetapi ia tidak mau bertanya pada Alisa yang saat itu sedang membereskan pakaian si kembar,

ia selalu memeriksa keperluan si kembar setiap pagi sebelum berangkat ke rumah sakit.

Farel masih dengan sikap diam tetapi tubuhnya terus bergerak mencari sesuatu.

Tidak ingin kepalanya bertambah pusing, karena melihat suaminya yang seperti setrikaan mondar-mandir, Alisa memutuskan bertanya.

“Mas Farel, cari apa?”

tanya Alisa dengan suaranya yang amat lembut.

Lelaki bertubuh tinggi berambut cepak itu hanya diam, membiarkan pertanyaan istrinya menguap begitu saja, Alisa hanya menghela napas pendek

melihat sikap Farel yang kian hari semakin menjengkelkan baginya.

‘Ya Allah, berikan hambamu ini kesabaran’

ucap Alisa dalam hati.

Tidak ingin hubungan mereka semakin rumit, ia berdiri dan bertanya lagi

”Mas Farel cari apa? biar aku bantu.”

“Kamu tidak akan tahu walau aku bilang.”

“Ya, katakan saja dulu, biar aku tahu.”

“Tidak perlu,

teruskan saja pekerjaanmu,” ujarnya ketus.

“Kenapa jadi marah? aku hanya ingin membantumu, karena aku istrimu.”

Farel menatap tajam.

“Aku tidak pernah memintamu jadi istriku,

kamu yang datang padaku,” ucap Farel.

Mendengar itu sebenarnya hatinya sakit, ia marah, seolah-olah ia wanita yang gampangan yang mengejar-ngejar Farel.

Padahal ia wanita terpelajar, seorang wanita pekerja, ia setuju menikah demi kedua keponakannya, menikahi kakak iparnya yang super-duper egois.

‘Aku juga tidak ada niat menikah denganmu,

ini demi keponakanku’ ucap Alisa dalam hati.

Namun, ia tidak mengungkapkannya, ia hanya butuh kedamaian di rumah itu.

“Iya ampun kenapa jadi merembet sampai kemana-mana?

aku hanya ingin membantu,” ujar Alisa, masih mempertahankan sikapnya yang lemah lembut.

Tetapi batas kesabaran manusia itu ada batasannya, bisa saja Alisa lepas kendali.

Wanita cantik itu belum menyerah, ia membuka laci meja dan mengambil bros kecil, berbentuk bunga lima sudut sebagai lambang pangkat Farel.

“Apa Mas mencari ini?”

Alisa meletakkan di telapak tangannya dan menyodorkan padanya.

“Iya.”

Saat Alisa menemukan apa yang ia cari

Farel menarik napas lega, karena ia sudah hampir sepuluh menit berkutat mencari benda kecil tersebut.

Tetapi karena keegoisannya ia tidak bertanya.

Ia menerima, tapi ia enggan mengucapkan kata terimakasih.

Tidak mengucapkan satu kata pun, untuk apa yang sudah Alisa lakukan untuknya, tidak ada ungkapan terimakasih, saat Alisa sudah membantunya,

hanya mengambilnya dari tangannya dan memakaikannya di seragam polisi yang ia kenakan.

‘Terimakasih , tidak bisakah di mengucapkan satu kalimat itu, apa susahnya hanya mengucapkan itu?’

Alisa membatin.

Wajah itu kembali ke mode awal, dingin dan wajah datar.

‘Bagaimana mbak Ratna bertahan selama ini menghadapi suami dan ibu mertuanya?

Salut sama mbakku, ia jarang mengeluh dan mengadu pada kami tentang kehidupannya.

Kami bisa tahu semua masalahnya hanya dari seorang karyawannya,

tunggu,

karyawan …?’

tiba-tiba ia mengingat seseorang yang sering memberitahukan keadaan Ratna pada keluarganya, saat otaknya berpikir keras, tapi tiba-tiba mengucapkan kata-kata yang membuatnya seakan-akan tak terkendali. Alisa marah.

“Jangan pernah berharap banyak dariku,” ucap Farel lagi.

Alisa hanya mengangguk menahan amarah di dalam hati.

Tetapi yang membuat suasana makin buruk pagi itu, karena kehadiran Ibu mertuanya, yang ikut campur dalam urusan rumah tangganya.

“Katakan juga pada si Alisa itu, jangan hanya sibuk kerja, anak kok ditelantarkan.”

Mulut Alisa langsung menganga mendengar tuduhan yang di lakukan ibu mertuanya.

Lalu matanya menatap tajam pada Farel, lelaki itu tidak mengatakan apa-apa , ia hanya merapikan penampilannya di depan cermin, ibunya kembali memancingnya marah.

“Tanyakan juga padanya, apa tujuan dia datang ke rumah ini.”

Alisa tidak tahan lagi dengan mulut ibu mertuanya.

Wanita yang lemah lembut ibu tiba-tiba berubah jadi murka bak benteng yang siap menyeruduk.

Ia berjalan dan menutup pintu kamar membuat wanita paruh baya itu mundur beberapa langkah.

“Tidak sopan kamu iya sama orang tua!”

“Apa yang kamu lakukan?”

tanya Farel marah.

“Ini urusan aku dan kamu, tidak sepantasnya ibu ikut campur,

ada baiknya orang tua tidak mencampuri masalah anak-anaknya, apa lagi sudah menikah.”

“Tapi tidak sepantasnya, kamu menutup pintu saat ibu di sana,

kamu dari luar terlihat seperti malaikat yang lemah lembut, tetapi, aku tidak menduga kamu akan berbuat kasar seperti itu.”

“Tidak semua yang kamu lihat diluar baik, baik juga dengan bagian dalamnya, apa kamu menyuruhku diam dan menangis dipojokan, saat ibumu memojokkan ku dan menuduh?

Menyebutku menelantarkan anak?’

“Kok kamu ngomong seperti itu?

Kamu kasar” Farel menatap tajam.

“Itu bukan kasar, harusnya yang kasar itu,, orang yang bersikap bodoh amat saat saudaranya dan ibunya, memojokkan istrinya dan ingin menyakiti anak-anak tidak berdosa itu,

binatang saja masih punya empati, jika melihat anak bayi yang tidak berdosa.”

“Kamu menyamakan aku dengan binatang!?”

“Tidak!

jika kamu seorang polisi, bersikaplah sebagai polisi, jika kamu merasa seorang lelaki, maka bersikaplah menjadi seorang lelaki,

jika salah katakan salah, jika benar katakan benar!”

“Aku tidak perduli dengan kamu dan mereka.”

“Kamu berkata seperti itu sebagai apa?

Polisi atau seorang suami?”

“Dua-duanya?”

“Baiklah, harusnya kamu malu dengan seragam polisi yang kamu pakai, coba ingat dan renungkan sumpah jabatan yang kamu ucapkan, saat menjabat menjadi polisi, bukankah kamu berjanji melayani masyarakat dengan baik?”

“Jangan menggurui ku!”

“Aku tidak menggurui mu pak polisi.

Hanya mengingatkanmu sebagai warga masyarakat Indonesia yang baik,

barang kali bapak lupa."

ucap Alisa bernada tegas.

Farel benar-benar kalah debat dengan Alisa.

“Jangan kamu pikir, karena kamu seorang bidan bisa berkata seenaknya padaku.”

“Tidak,

aku tidak berpikir seperti itu, itu pemikiran yang dangkal, aku hanya mengatakan sebagai masyarakat bukan sebagai bidan.

Jika kamu menghargai orang lain, maka kamu juga akan dihargai.”

Ibu mertuanya meninggalkan kamar mereka setelah mendengar pertengkaran sengit antara anak dan menantunya, karena Alisa berani melawan.

Tidak seperti kakaknya yang hanya diam saat dimarahi.

“Saya menghargai orang yang pantas saya hargai,”

ucap Farel, masih belum mau mengalah.

“Baiklah, kamu tidak perlu menghargai ku, mari kita hidup seperti yang kamu inginkan.

Jangan urusi hidupku, dan aku juga tidak akan mengurusi hidup kamu, kamu sendiri yang menggali nerakamu sendiri di rumah ini.”

Alisa keluar meninggalkan Farel yang masih kaget dengan kata-kata pedas dari Alisa.

Ia tidak pernah menduga kalau wanita yang tampak seperti malaikat itu. tiba-tiba mengeluarkan kata-kata pedas padanya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Nenk Leela Poetrie Mawar

Nenk Leela Poetrie Mawar

gitu dong Alisa lawan

2022-12-20

0

Ismuto'ati Ismuto'ati

Ismuto'ati Ismuto'ati

Keren Alis👍, tunjuk kan pada Farel klo kamu wanita yg kuat dan tdk Lemah

2022-06-10

1

Rice Btamban

Rice Btamban

lanjutkan

2022-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!