Lelaki yang Sudah Mati Rasa

“Aku kesiangan bangun, jadi berangkat siang, Mas,” ujar Alisa tetapi matanya menatap lurus ke depan, Alisa merasa ada jarak yang begitu curam antara ia dan Farel saat itu, membuat perasaanya asing pada lelaki yang sudah menikahinya beberapa bulan lalu.

Sejak pengakuan Farel kalau Ratna berselingkuh dan melahirkan anak dari selingkuhannya, pengakuan Farel yang tidak bisa memberi keturunan membuat hatinya membeku, ia merasa malu pada dirinya sendiri, ia berpikir kalau semua pengorbanannya kesia-siaan.

‘Harusnya, ibu tidak memaksaku menikahi Farel, harusnya hidupku sudah bahagia menikah dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku, tetapi saat ini aku tidak tahu menjalani hidup yang bagaimana Alisa membatin.

“Mulai besok aku yang akan mengantarmu kerja dan menjemputmu,” ucap Farel mencoba bersikap layaknya suami yang baik.

Alisa hanya mengangguk kecil, tanpa menoleh, Saat bersama Farel saat ini, bersikap diam hal yang paling tepat untuk menghindari masalah.

Alisa sudah tahu kalau di dalam mobil Farel, akan hening, ia sudah tahu kalau Farel akan diam sepanjang perjalanan, Alisa tidak ingin mati karena sepi, ia mengeluarkan ponsel dari tasnya dan mengeluarkan headset memasukkannya ke dalam kedua lubang kupingnya, mendengarkan musik membuat suasana hatinya kembali hidup.

‘Terserah kamu ? diam sampai besok juga tidak apa-apa’ Alisa membatin.

Kini ia sibuk membaca artikel-artikel tentang orang yang mengalami kemandulan lelaki membaca faktor penyebab dan solusinya, ternyata Farel sepertinya menyadari sikap perubahan sikap Alisa.

“Bagaimana kalau kita makan?” tanya Farel memulai obrolan. Tetapi Alisa tidak mendengar karena kupingnya tertutup headset. Farel menarik benda kecil itu dari kuping Alisa.

Matanya besar berbentuk bulat itu menatap tiba-tiba ke arah Farel.

”Ada apa?”

“Kamu tidak mendengar aku bicara?”

Alisa menurunkan kedua benda itu dari kupingnya.

“Mas Farel bicara apa?”

“Aku mengajak kamu untuk makan.”

“Aku belum lapar Mas, kalau mau makan makan saja, aku tungguin.”

“Tidak usah kalau kamu tidak makan juga,” ujar Farel.

Suasana kembali sunyi, kedua pasangan suami istri itu sibuk dengan pikiran masing-masing.

Farel berpikir keras bagaimana untuk memperbaiki hubungan yang hampir kandas. Farel tidak ingin hal itu terjadi, maka itu, ia ingin memperbaiki sikap.

Disaat saat Farel berusaha ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Alisa, tetapi yang terjadi Alisa justru merasa tidak ingin bersama Farel lagi, kini Alisa memikirkan bagaimana cara untuk berpisah.

Pernikahan keduanya sudah hampir empat bulan, tetapi Farel tidak pernah sekalipun menyentuh atau mengobrol dengan Alisa, membuat wanita bertubuh ramping itu merasa sangat kesepian dan hampa.

Saat perjalanan pulang Alisa kembali mendengarkan alunan lagu-lagu dari ponselnya, lalu ia tertidur, membiarkan Farel menyetir sendiri, baru saja Farel ingin menanyakan.

“Apa kamu sangat sibuk hari ini?” Ia menoleh ke samping, ternyata Alisa sudah tidur pulas, pekerjaan yang banyak, beban pikiran yang menumpuk membuatnya merasa sangat lelah dan tertidur, belakangan ini Alisa jarang makan dan kurang tidur membuat tubuhnya sangat kurus, tulang pipinya begitu kelihatan dan wajahnya terlihat pucat seperti orang sakit.

Melihat tubuh Alias yang semakin kurus Farel merasa kasihan, karena ia tahu Alisa hampir tidak pernah makan di rumahnya, karena ibu dan kakaknya yang terus menekan Alisa.

Mobil Farel berhenti di sebuah restauran di pinggir jalan.

“Sa, bangun ayo kita makan dulu jalanan masih macet,” ujar Farel menepuk-nepuk pipi Alisa. Ia terbangun dengan raut wajah panik, kepalanya tersundul ke tulang pipi Farel karena terkejut. Alisa terkejut karena di depan matanya ada Farel.

“Waoh sakit.” Farel memegang pipinya yang terbentur kepala Alisa.

“Maaf mas, tidak sengaja, aku hanya kaget.”

“Tidak apa-apa, ayo turun, kita makan.”

‘Tumben dia tidak marah, kalau biasanya, ia sudah melotot tajam, apa dengannya’ Alisa membatin.

Alisa mengumpulkan kesadarannya dan melihat keluar, dari jendela mobil sebuah restauran padang.

Demi kebaikan bersama demi ketenangan jiwa, Alisa menurut, ia turun dan berjalan menuju restauran, tetapi otak wanita berwajah cantik itu dipenuhi banyak pertanyaan tentang Farel, apa yang dirasakan Farel saat itu.

‘Apakah Farel tidak bereaksi saat melihat wanita yang seksi itu?, apa benar ia kehilangan keperkasaannya, apa benda miliknya sudah tidak bisa berdiri lagi?’ Pikiran Alisa bergentayangan memikirkan keperkasaan suaminya.

Pikiran-pikiran itu menghantui Alisa dari beberapa hari lalu, puncaknya saat hari ini.

Jika biasanya mata lelaki normal akan terpesona melihat wanita seksi yang cantik, tetapi tidak dengan Farel saat itu, karena seorang wanita berpenampilan terbuka, bahkan memperlihatkan setengah bagian aset pribadinya. Farel tampak cuek tidak bereaksi, padahal wanita itu sangat seksi itu kulitnya putih. Jika lelaki lain melihatnya tanpa berkedip, itu hal wajar, karena mereka normal.

‘Tongkat milik Farel sudah tidak berfungsi lagi’ ujar Alisa dalam hati.

Tetapi semua yang ia pikirkan tentang suaminya ia simpan dalam hati, ia hanya diam sembari menikmati makanan yang ia pesan. Mulutnya bagai terkunci sepanjang ia bersama Farel, membuat lelaki itu itu penasaran.

“Maaf,” ucap Farel saat selesai makan.

“Iya, untuk apa?”

“Untuk semua yang aku lakukan.“

“Tidak apa-apa lupakan saja.” Alisa memainkan sendok di atas piring, kali ini ia yang menunduk tidak berani menatap wajah Farel dan kembali ke mode diam.

‘Apa hubungan kami tidak bisa diperbaiki lagi? Apa Alisa akan pergi saat aku usir kemarin?’ Farel membatin.

Karena Alisa lebih banyak diam, Farel berniat ingin mengajak Alisa nonton di bioskop stelah makan. Farel bahkan sudah membawa baju ganti dari rumah, berpikir kalau Alisa akan sangat senang jika diajak kencan. Tetapi yang terjadi, hubungan mereka sangat canggung seperti dua orang yang tidak saling mengenal, padahal mereka berdua pasangan suami istri.

“Kita pulang saja Mas kasihan anak-anak,” ujar Alisa saat Farel mengajaknya jalan-jalan malam.

“Kan, ada suster menjaga mereka.”

“Suster hanya ada satu Mas dan anak itu ada dua, jika mereka menangis sampai pagi pun ibu dan kakak Dinar tidak akan mempedulikan mereka., karena itu aku harus tetap ada," ucap Alisa, lagi-lagi tatapan matanya tidak berani menatap langsung ke wajah Farel

“Baiklah.” Lelaki berseragam polisi itu bergegas menuju mobil. Ia tidak ingin memaksa Alisa, apalagi untuk membuatnya marah lagi.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Maria Seran

Maria Seran

semga farel mampu merubh keretakan rmhtgganya

2022-05-27

0

Santi Haryanti

Santi Haryanti

jgn galak2 lagi ya mas

2022-05-26

0

Anisnikmah

Anisnikmah

farel mulai memperbaiki..

2022-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!