Kami Akan Melakukan Tes DNA

Alisa terbangun saat suara tangisan keras dari kedua bayi kembar, mereka berdua menangis kencang seolah-olah habis di cubit.

ia berlari ke kamar, alangkah kagetnya dirinya saat melihat Ibu mertuanya dan kakak perempuan Farel.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Alisa dengan suara meninggi. Mata bulat itu tampak membesar segede jengkol, karena kaget dengan apa yang ia lihat saat itu.

“Itu bukan urusanmu, kamu diam saja,” ujar ipar perempuannya dan terus memegang gunting.

“Mbak jangan begitu, hentikan!” teriak Alisa marah.

“Kenapa …? kamu takut kalau kakakmu main gila dengan lelaki lain?” ujar ibu mertua Alisa, ia wanita yang egois dan mudah dipengaruhi orang lain.

“Ibu jangan menuduh seperti itu, Ibu keluar dari sini, biarkan mereka tidur, apa yang kalian lakukan pada kedua bayi malang ini, apapun yang terjadi antara kalian dan mbak ku, mereka tidak tahu apa-apa dan tidak sepantasnya kalian bersikap seperti pada mereka,” ujar Alisa dengan suara bergetar, dengan sikap memasang tubuhnya untuk melindungi kedua kembar itu, menghalangi ibu mertua dan iparnya mendekati mereka berdua.

Alisa langsung menggendong salah satu si kembar. Mendengar keributan Desi perawat si kembar berlari ke kamar, ia juga menggendong Aminah, bayi perempuan itu masih menangis kelengar seakan habis di cubit.

Farel tampak berdiri di depan pintu, ia hanya melihat sebentar dan pergi, ia seolah-olah tidak mau perduli apapun yang terjadi pada bayi malang itu.

‘Tega bangat sih kamu Mas Farel, ini kah yang kamu lakukan pada anak Mbak Ratna, wanita yang sangat mencintaimu selama ini, bahkan ia rela melepaskan pekerjaannya sebagai perawat demi bisa menjadi istrimu.

Lalu apa ini?’ lagi-lagi air mata Alisa menganak sungai, melihat kedua keponakan nya.

“Aku ingin menunjukkan padamu kalau kakakmu berselingkuh dengan lelaki lain, dan anak yang dilahirkan itu bukan anak dari Farel, paham kamu!”

“Tidak, ibu tidak boleh melakukan hal itu, kasihan mereka berdua,” ucap Alisa tidak bisa menghentikan air matanya.

“Kami hanya ingin menggunting rambut mereka berdua untuk tes DNA,” ujar ipar Alisa.

“Ya Allah tega bangat sih kamu mbak, nanti kamu akan menikah dan punya anak, bagaimana perasaan kamu saat anak kamu di perlakukan seperti ini?”

ujar Alisa dengan suara bergetar, dengan kedua tangan memeluk baby Akmal , ia bertindak seperti seorang ibu untuk melindungi mereka.

“Udah deh, hidupku bukan urusanmu,”

ucap wanita berambut bolonde itu dengan wajah bengis dan sikap mengintimidasi.

Wanita itu kakak perempuan Farel, tetapi walau sudah berumur hampir kepala tiga, ia enggan untuk membina rumah tangga.

Alisa menolak keras kalai ibu mertuanya menggunting rambut kedua baby twins, ia terus saja menggendong dan menjauhkan keduanya dari wanita tua berkerudung hitam itu.

Mereka berdua keluar dari kamar si kembar dengan mulut memaki dan memarahi Alisa.

“Kenapa mereka mau melakukan itu Bu?” tanya Desi penasaran.

“Saya tidak tahu, saya takut saat saya kerja nanti, kalau mereka melakukan itu lagi tolong jaga mereka berdua, jangan sampai mereka mendekat, rekam apapun yang mereka lakukan jika ada yang mencurigakan ingin mereka lakukan pada si kembar,” ujar Alisa, dengan wajah lelah dan wajahnya masih muka bantal karena belum membasuh wajahnya.

“Baik Bu,” ujar Desi merasa takut.

Alisa turun, melihat Farel di meja makan tiba-tiba ia merasa sangat benci pada lelaki itu, ia tidak serapan setelah pamit ia berangkat kerja tanpa serapan.

Alisa berjalan dari komplek rumahnya sampai ke jalan, niatnya ingin mencari taxi di depan jalan. Namun, apa yang di alami di rumahnya membuatnya menangis sepanjang jalan dan duduk di salah satu halte bus.

‘Ibu … apa yang sebenarnya terjadi, inikah tujuanmu memaksaku untuk menikah dengan Farel …?

Mbak Ratna, katakan apa yang harus aku lakukan dan apa yang sudah kamu lakukan, mbak , kini aku bagai hidup dalam neraka’ ujar Alisa, sesekali ia mengusap butiran air yang mengalir dari pipinya.

Ia tidak menghiraukan tatapan orang padanya, ia tidak naik taxi, maupun naik angkutan umum, ia sangat berat hati meninggalkan kedua bayi malang itu bersama orang-orang jahat yang tidak menerima ke hadiran mereka berdua di dunia ini.

Kini Alisa duduk sendiri masih menangis sedih dengan bahu terisak-isak.

“Kamu tidak apa-apa, Sa?” Dimas, berdiri di depannya.

Alisa mendongak, melihat lelaki tampan bertubuh tegap itu ingin rasanya ia memeluk mantan kekasihnya untuk meluapkan kesedihan hatinya.

Saat situasi saat ini, ia butuh bahu untuk bersandar. Namun, status yang ia sandang saat ini sudah jadi istri Farel, membuatnya semakin menangis.

“Mas, kenapa ke sini, tolong pergi,” usir Alisa menunduk.

“Kamu kenapa Sa?”

“Tidak apa-apa Mas, tolong pergi, aku mohon sebelum orang lain melihatmu, ini tidak benar, karena aku sudah jadi istri orang lain.”

“Tapi, katakan padaku kenapa kamu menangis?”

“Mas, dalam rumah tangga pasti ada masalah, tapi aku bisa mengatasinya sendiri, tolong tinggalkan aku.”

“Tidak, katakan padaku semuanya.”

“Mas, jangan seperti ini.”

Tidak ingin Farel dan keluarganya melihatnya bersama lelaki lain. Alisa berdiri dan menghentikan taxi .

“Maaf Mas, aku harus pergi, aku tidak ingin menambah masalah, tolong jangan ganggu aku lagi.”

Wajah Alisa sangat sendu dan matanya sembab, ia meninggalkan Dimas yang masih berdiri menatapnya pergi.

Ternyata dari jauh Farel melihat Dimas datang dan melihat kedua mantan kekasih itu saling mengobrol.

Melihat Alisa menangis sedih, Dimas mengepal tangannya ia tidak terima wanita yang amat ia cintai ia lihat menangis.

Padahal selama mereka menjalin hubungan selama lima tahun, Dimas tidak pernah membuat wanita cantik itu menangis.

Cintanya yang besar pada Alisa membuatnya gelap mata.

Ia mendatangi kantor Farel datang ke markas polisi membuat keributan sama saja mencari masalah untuk diri sendiri.

Ia mendatangi ruangan Farel dan memberi lelaki berwajah dingin itu bogem mentah. Farel tidak mau diam, ia membalas memukul, wajah keduanya babak belur, takut mereka berdua saling menarik pistol masing -masing, para rekan polisi memisahkan keduanya.

Polisi, menahan Dimas dengan tuduhan menyerang petugas, karena terlalu mencintai Alisa, ia harus merasakan dinginnya dinding penjara.

Saat sore tiba Farel pulang dengan wajah babak belur, karena Dimas menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.

“Ada apa Mas?” tanya Alisa .

“Dihajar kekasihmu.”

“Haaa …? a-a-apa yang terjadi” tanya Alisa gugup.

“Kamu masih bertanya apa yang terjadi? Karena kamu datang ke rumah ini, apa kamu tidak tahu, setelah kamu datang ke rumah ini, banyak masalah yang terjadi, kamu pembawa masalah,” ujar Farel marah.

Alisa diam, ia takut saat ia membuka mulut menjawab ucapan Farel lelaki itu akan semakin murka, ia memutuskan tidur di kamar baby kembar.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nenk Leela Poetrie Mawar

Nenk Leela Poetrie Mawar

knp di buat ribet seh pisah saja Alisa lalu tes DNA. biar tau kejelasan nya

2022-12-20

1

rjvjr

rjvjr

semangat Thor

2022-09-30

0

rjvjr

rjvjr

absen harian dulu Thor

2022-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!