Anak yang Tidak Diharapkan

Alisa seorang bidan yang bekerja di rumah sakit milik pemerintah, maka saat sore tiba ia sudah ada di rumah berkutat dengan waktu untuk mengurus dua anak kembar.

Setelah berganti pakaian dan mandi, barulah ia menggendong Akmal baby lelaki, dan Aminah baby perempuan di pegang sama suster. Sedangkan ibu yang membantu menjaga satu si kembar, ia akan pulang setelah Alisa pulang kerja.

Wanita paruh baya itu hanya bekerja dari pagi sampai sore, dan ia akan pulang ke rumahnya saat Alisa sudah pulang.

Alisa terpaksa mengeluarkan lebih banyak tenaga untuk menjaga dua baby kembar, ia tidak mau berhenti bekerja seperti permintaan keluarga suaminya. Mereka inginnya Alisa berhenti bekerja dan fokus mengurus si kembar, namun, Alisa punya pemikiran sendiri, ia lebih baik gajinya hanya sisa sedikit karena menggaji dua suster sekaligus.

Saat Alisa turun untuk makan malam, ibu mertuanya kembali mengoceh dan yang di ributkan hal yang itu-itu lagi.

“Kamu,beli susu yang bagus tidak untuk mereka?”

“Sudah Bu.”

“Lalu kenapa mereka selalu menangis tiap malam, aku jadi terganggu tidur kepalaku sakit.”

‘Astafirullah, namanya juga bayi yang masih berusia dua bulan, wajar masih sering menangis’ ujar Alisa dalam hati, tetapi tidak sekalipun ia melawan ataupun ia membantah omongan ibu mertuanya.

“Bayi baru dua bulan memang sering rewel Bu.”

“Tidak! kata siapa? Anak saya semuanya tidak ada yang rewel.”

Alisa diam, ia tidak menyahut lagi.

Farel juga diam, ia menikmati makan malamnya tanpa membela Alisa ataupun ibunya.

Kadang Alisa berpikir kalau mantan kakak iparnya punya penyakit jiwa, karena ia hanya diam.

Alisa merasa sangat kasihan pada mbaknya karena mendapat suami dan ibu mertua seperti nenek lampir.

“Lagian Lu kagak usah kerja lagi kenapa sih!? lu gak kasihan sama anak kakak kamu yang tidak punya ibu lagi,” ucap iparnya.

Alisa hanya diam, menahan semua tekanan dari sana sini di dalam rumah tanpa ada satu orangpun yang membelanya.

Setelah makan malam usai, ia naik lagi ke kamar baby kembar, hanya di kamar bernuansa biru putih itulah ia merasa tenang.

Melihat kedua baby malang tertidur pulas, air mata Alisa tidak terasa menetes membasahi pipinya, ia kasihan pada kedua baby tidak berdosa itu mereka di tolak ayah dan keluarga ayahnya.

‘Mbak, apa sebenar yang terjadi, kenapa mereka menolak anak-anakmu? beri aku sedikit petunjuk,” ucap Alisa mengusap linangan air di pipinya.

Tidak ingin larut dalam kesedihan, ia mengambil sajadah dan mukena yang ia simpan di kamar baby kembar, sholat tahajud membuat hatinya tenang.

Kala ia sedang sholat, tiba-tiba keduanya menangis, dan tangisannya semakin mengkelangar, dan saat itu susternya kebetulan sedang mandi.

Ibu mertuanya datang dan ipar membuka pintu dengan keras.

“Kamu budak iya, Anak nangis kok dibiarkan!?” Teriaknya. padahal sudah jelas-jelas ia melihat Alisa sedang sholat. Bukannya langsung menggendong cucunya agar diam dan tenang,wanita itu malah teriak marah dan memaki-maki Alisa. Beruntung Desi buru-buru mandi dan dia menggendong Akmal , baby dengan tangisan yang paling ribut.

Dengan tenang Alisa melipat sajadah miliknya dan menggendong Aminah.

“Kamu tidak bisa menyuruh mereka diam apa!? Membuatku pusing ,” ucap Rita .

“Iya ampun Mbak, mereka masih bayi yang baru lahir wajar kalau sering menangis,” ucap Alisa.

“Mereka membuatku pusing, suruh diam!” Bentak Ibu mertuanya lalu Ibu dan anak itu keluar dari kamar si kembar.

Alisa hanya bisa mengelus dada dan menghela napas melihat kelakuan ibu mertua dan iparnya.

Tetapi anehnya, seribut apapun dan seheboh apapun terjadi di kamar si kembar, Farel tidak pernah perduli, seolah-olah kedua anak kembar itu bukan anaknya dan bukan bagian keluarganya. Ia akan selalu diam dan bersikap acuh dengan semua keadaan.

“Ya Allah, hamba lelah,” ujar Alisa mengusap bulir air dari matanya.

“Sabar Bu, demi anak-anak,” ujar Desi menunjukkan sikap simpati pada majikannya.

“Saya juga manusia biasa, ada saatnya lemah tidak berdaya seperti saat ini.”

“Iya saya mengerti Bu, tapi aku juga bingung kenapa mereka semua tidak ada yang menyayangi anak-anak malang ini.”

“Iya, mereka berdua anak-anak malang.” Alisa mendaratkan bibirnya ke kening kedua baby kembar.

Alisa juga lelah kerja di rumah sakit, tetapi ia merasa lebih lelah lagi saat tiba di rumah, karena kelakuan keluarga suaminya.

Alisa masuk ke dalam kamar, kali ini ia sudah tidak tahan lagi ia harus bicara dan bertanya pada Farel tentang apa yang sebenarnya yang terjadi. Ia sudah dua bulan lebih, tetapi kenapa Farel hanya jadi penonton, hanya bisa diam dan diam, tetapi, kali ini Lisa harus bicara.

Saat masuk ke dalam kamar, lelaki yang berprofesi sebagai polisi itu sedang sibuk memainkan ponsel nya, ia duduk menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang.

“Mas, kita harus bicara.”

“Iya.”

“Sebenarnya ada apa dengan kalian semua?”

“Memang kenapa?” tanya Farel tidak mengalihkan matanya dari benda pipi berwarna putih itu.

“Kenapa Mas selalu bersikap tidak perduli pada Akmal dan Aminah?”

“Aku mau tidur mengantuk,” ujar Farel tidak mau membicarakan tentang baby malang itu.

“Seorang lelaki sejati harus berani mengucapkan kebenaran," ujar Alisa kehabisan kesabaran.

“Mereka bukan anakku!!”

“Haaa … ! ma-ma-maksudnya apa Mas?” tanya Alisa nyaris pingsan.

“Kenapa kamu tidak tanyakan pada mbak mu di kuburan sana, tanyakan padanya anak siapa yang ia lahir kan," ujar Farel memunggungi Alisa.

Alisa merasa bagai di timpa dengan batu besar, merasa rongga dadanya terhimpit dan susah bernapas, mendengar penuturan Farel.

Alisa mematung dengan mata bulat itu semakin membesar karena terkejut.

“Bukan kah tuduhan itu tidak terlalu jahat, Mas," ujar Alisa berharap apa yang ia dengar salah.

“Tidak ! itu bukan tuduhan, itu kebenaran," balas Farel masih dengan posisi tubuh membelakangi.

“Lalu, mereka bukan anakmu, lalu mereka anak siapa?”

“Itu tugas kamu mencari tahu.”

“Mbak Ratna bukan orang yang seperti itu Mas, jangan menuduh seperti itu, itu tidak masuk akal,”ucap Alisa menangis terisak-isak.

Alisa merasakan rasa yang amat sakit di dalam dadanya saat Farel mengungkapkan baby kembar yang malang itu, bukanlah darah dagingnya, rasa kecewa, bingung, malu. Hal itulah yang di rasakan Alisa. Ia tidak percaya kalau mbak yang ia sayangi melakukan hal tercela seperti itu.

Karena ia tahu kalau Ratna sangat mencintai suaminya, bahkan ia rela meninggalkan profesinya sebagai perawat demi menjadi istri Farel.

Lima tahun sudah mereka menikah, di lima tahun pernikahan baru di berikan momongan .

Memang sempat beredar kabar belakangan kalau Farel mulai bersikap dingin dan acuh pada Ratna , seusai mengalami kecelakaan.

“Berhentilah menangis dan tidurlah, kamu boleh menjaga anak-anak itu di rumah ini, tetapi jangan harapkan kalau aku akan memberikan mereka perhatian layaknya seorang ayah,” ujar Farel. Ia tidur memunggungi Alisa yang masih duduk dalam tangisan.

‘Apa semua yang dikatakan Mas Farel benar Mbak? Apa Mbak lakukan, bagaimana ini, bagaimana aku menatap wajah mereka semua, jika hal itu benar’ucap Alisa dalam hati, matanya menatap foto Ratna yang masih tergantung rapi di dalam kamar.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Nenk Leela Poetrie Mawar

Nenk Leela Poetrie Mawar

ribett ya

2022-12-20

0

rjvjr

rjvjr

lanjut lagi ya

2022-07-30

0

SOO🍒

SOO🍒

oo... bener dugaanku si kembar bukan ank farel, klo gitu kenapa masih dipertahankan ya udah ceraikan Alisa dan biarkan akmal dan Aminah dibawa pulang, gitu aja repot,

2022-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!