Bertahan demi si kembar

Saat pagi tiba, Alisa membawa si kembar berjemur di lapangan di samping rumah, tetapi apa yang di katakan Farel tadi malam menganggu pikirannya, ia terus saja menatap wajah kedua baby yang sangat mengemaskan itu.

‘Wajah mereka mirip siapa sih? Mirip Mbak juga tidak, apa lagi mirip Mas Farel, rasanya tidak? Alisa terlihat membelai pipi Aminah, bayi perempuan itu memiliki wajah yang sama dengan ibunya dan mata yang bulat.

Saat ia duduk berjemur, seorang wanita paru baya menghampirinya.

“Oh, anak yang sangat cantik seperti ibunya, kamu harus sabar iya Neng, mereka akan mendapat ganjaran atas apa yang mereka lakukan, menyebabkan dua bayi malang ini kehilangan ibunya,”

ujar wanita itu dengan wajah tenang dan berkarisma, tidak terlihat seperti ibu tukang gosip.

“Apa maksudnya Bu? apa ibu mengenal kakak saya?” tanya Alisa dengan tatapan memburu.

“Kakakmu orang yang sangat cantik dan sangat sabar.”

“Lalu apa maksud Ibu tadi?” tanya Alisa dengan tatapan mata sangat penasaran.

“Bukanya kamu sudah tahu kalau kakakmu mati mereka yang menyebabkan?”

“A-apaaa …? maksud ibu apa?”

“Sudahlah, Allah akan membalas mereka semua dan kakakmu akan selalu melindungi anaknya,” ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan Alisa.

Karena terkejut dengan apa yang di katakan wanita itu, ia sampai lupa bertanya di mana rumahnya, dan siapa nama ibunya.

“Ya, Allah kabar apa lagi yang saya dengar ini, benarkah mbak ku mati dengan tidak wajar … ? benarkah ada faktor ke sengaja? Aku harus mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi sama Mbak Ratna,” ujar Alisa ia bertekad mencari kebenaran tentang mbaknya.

Mendengar hal itu ada keinginan yang kuat untuk tetap bertahan di rumah itu, walau suaminya mengaku kalau anak itu bukan anaknya, tetapi Alisa ingin mencari kebenaran di balik kematian mbaknya.

*

Saat malam tiba, Alisa melihat ada undangan untuk Farel dalam peserta HUT perayaan Bhayangkara, tetapi Farel tidak menyinggungnya, maupun mengajaknya ikut pergi. Ia memberanikan diri .

“Aku melihat ada undangan di atas meja, boleh aku ikut?,” tanya Alisa memberanikan diri, entah dari mana ia mendapat kekuatan untuk menanyakan itu.

“Ikut?”

“Iya, menemani mas Farel.”

“Tidak usah, kamu urus aja anak-anak itu.”

“Tidak Mas, aku harus ikut sebagai istrimu.”

“Aku sudah lama tidak melakukan itu.”

“Iya, tapi saat ini, Mas akan melakukan.”

Dengan sedikit pemaksaan akhirnya Farel setuju membawa Alisa ke acara pelantikan pejabat baru di kepolisian. Alisa menjadi salah seorang ibu-ibu Bhayangkari yang berseragam warna pink.

Alisa tidak ingin malu-maluin ataupun merasa sungkan, ia sudah biasa berinteraksi dengan berbagai sifat manusia selama ia menjadi bidan , jadi walau ini pertama kali untuknya, sebagai seorang istri seorang abdi negara, tetapi, Alisa pintar berbaur.

Saat masih berpacaran dengan Dimas yang seorang tentara, ia sering di ajari untuk bersikap pada istri atasan dan bagaimana bersikap anggun saat mendampingi suami saat bertugas, semua yang diajarkan mantan kekasihnya kini ia terapkan saat mendampingi suaminya.

Farel sempat merasa ragu dan ia selalu melirik Alisa dari ekor matanya, ia takut wanita cantik itu melakukan sikap yang membuatnya malu. Namun, Alisa bisa berbaur dengan baik dan mengobrol akrap pada sesama istri polisi.

Alisa sadar, Farel memang jarang bicara, terlihat saat acara ia hanya banyak diam dan duduk menyendiri, saat teman-temannya saling mengobrol akrab, Farel duduk sendirian dengan mata menatap fokus ke depan.

‘Ah, apa memang sifat Mas Farel selama ini seperti itu’ ucap Alisa dalam hati, matanya menatap suaminya yang sedang duduk sendirian.

Seorang wanita berkulit putih mendekatinya dan mengajaknya mengobrol.

“Suamimu memang selalu seperti itu, irit bicara dan tidak suka berbaur dengan yang lain.” Alisa hanya tersenyum mendengar ucapan wanita di depannya.

“ Baru kali ini ia membawa seorang wanita dalam acara seperti ini, dia sangat berubah sejak kecelakaan dua tahun lalu, dia menjadi sosok yang dingin,” ujar wanita yang terlihat sudah ber-umur.

Alisa hanya membalas dengan senyuman, walau hatinya ingin sekali ingin tahu lebih banyak mengenai suaminya.

“Apa ia tidak membawa kakakku ke tempat seperti ini?” tanya Alisa dalam hati, ia tidak menunjukkan sikap penasaran di depan wanita itu.

“Saat satu dua tahun pernikahan, ia selalu bersama kakakmu, mereka memiliki hubungan yang paling romantis dan sering membuat pasangan lain iri karena perhatian Farel pada istrinya pasangan yang sangat serasi cantik dan tampan. Pada saat ke tiga tahun mereka jarang bersama hanya sesekali.

Puncaknya saat Farel mengalami kecelakaan, sejak saat itu, ia hampir tidak pernah mengajak kakakmu, bahkan beredar kabar di kepolisian, ia kerap melakukan kekerasan pada kakakmu,” ujar wanita paruh baya itu, suaminya, atasan Farel.

“Oh baiklah bu, terimakasih sudah berbagi cerita denganku,” ucap Alisa.

“Oh, ikut berduka cita atas meninggalnya kakakmu, peluk cium untuk si kembar iya Mbak.”

Alisa hanya mengangguk ramah dan selalu tersenyum manis pada setiap orang yang menyapa.

“Apa kita belum pulang?” tanya Alisa saat Farel masih duduk, sedangkan yang lain sudah bergegas pulang dan acara sudah selesai.

“Bisa tinggalkan aku sendirian, kamu pulang saja duluan.”

“Mas, kita datang bersama dan pulang juga harus bersama.”

“Ck … sejak kapan kamu bisa mengatur hidupku?,” ujar Farel ketus membuat mata Alisa memutar karena terkejut atas ucapan Farel.

“Aku tidak mengatur Mas, semua orang sudah pulang tinggal kita.”

“Lalu apa masalahnya, apa masalahnya jika semua orang meninggalkanku, apa aku harus ikut pergi kalau mereka pergi?”

“Baiklah kalau Mas Farel ingin menunggu tidak apa-apa, mari kita tunggu sebentar lagi,” ujar Alisa dengan sabar, ia wanita yang sabar dan ramah.

Hampir sepuluh menit Alisa duduk dalam diam, ia bertahan, pada akhirnya , Farel berdiri, matanya menatap dingin

Alisa mengekorinya sampai ke parkiran.

Mobil sudah sudah melaju meninggalkan gedung pertemuan, suasana di jalan semakin macet. Namun sedikitpun Farel tidak membuka mulut, ia diam bagai sebuah patung.

Satu hal yang membuat Alisa penasaran dengan mantan abang iparnya tersebut, lelaki itu bisa tidak membuka mulut dalam waktu lama, walau ada orang lain di sampingnya.

Alisa tampak ikut diam saat Farel diam, ia berpikir mulutnya bisa tumbuh jamur jika lebih lama lagi bersama Farel.

‘Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Mas Farel, dulu dia tidak seperti ini, kenapa dia sekarang berubah’ ujar Alisa dalam hati.

“Kita makan dulu iya Mas, aku lapar bangat”ujar Alisa membuka obrolan.

“Baiklah.”

Berhenti di salah satu restauran padang, ia masih berpakaian seragam dan Farel juga masih berpakaian seragam polisi. Tetapi kali ini Alisa nyaris pingsan.

Dimas dan beberapa temannya sedang makan di restauran yang sama dengannya.

‘Ya Allah, apa ini?’ Alisa tampak beberapa kali berucap dalam hati, berharap Dimas tidak membuat keributan.

Tetapi apa yang di takutkan wanita cantik itu terjadi juga di saat restauran sedang ramai. Dimas membuat bertambah ramai pula.

Saat Alisa memesan menu makan untuk mereka, Dimas mendatangi mejanya dan Farel.

“Enak iya mengambil milik orang lain?,” ujar Diman menatap Farel dengan tatapan bringas.

“Apa yang anda maksud?,” ucap Farel dengan sikap tenang.

“Mas Dimas tolong jangan membuat keributan di sini Mas,malu,” ucap Alisa memohon.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Nenk Leela Poetrie Mawar

Nenk Leela Poetrie Mawar

banyak mesterinya

2022-12-20

0

Rice Btamban

Rice Btamban

lanjut

2022-05-28

0

Santi Haryanti

Santi Haryanti

wah baku hantam kah..

2022-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!