Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau

“Tidurlah sayang, tidurlah, dina bobo …ohh Nina bobo … Nina Bobo.” Alisa berdiri mengayun-ayunkan lengannya untuk menidurkan baby Akmal, bocah lelaki itu enggan menutup matanya, ia masih saja rewel tidak mau tidur, padahal kembarannya Amina sudah tertidur pulas di dalam bok bayi.

“Sudah Bu, biar saya yang menidurkan, biar ibu tidur saja,” ujar suster yang membantu menjaga keponakanya, saat itu berusia dua bulan.

“Iya sus, saya udah mengantuk bangat.” Alisa menyerahkan Akmal ke ke gendongan suster, lalu ia masuk ke kamar.

Kamar yang ia tempati bersama suaminya Farel, lelaki itu sudah terlelap dalam tidurnya, mantan kakak iparnya yang sekarang menjadi suaminya Jarang bicara padanya, bisa di hitung dengan jari dalam sehari.

Dua bulan sudah ia menggantikan posisi sang kakak menjadi ibu untuk si kembar dan istri untuk mantan kakak iparnya.

Seperti biasa Alisa akan tidur di samping Farel dengan pelan-pelan, dan ia akan tidur di bagian paling pinggir di ranjang milik kakaknya, ia meringkuk kan tubuhnya menandakan kalau wanita bermata bulat itu sedang ketakutan.

Ia selalu merasa kalau mbaknya selalu mengawasinya di dalam kamar, bahkan ia masih mencium bau tubuh kakaknya di ranjang yang ia tiduri, foto pernikahan kakaknya masih terpasang di dinding.

Farel bangun ingin ke kamar mandi, lagi-lagi ia melihat Alisa tidur di bibir ranjang meringkuk nyaris jatuh.

“Ah, apa ia pikir aku monster yang akan memakainya, sampai ia harus ketakutan seperti itu?” Ia mengangkat tubuh Alisa, niatnya akan memindahkannya ke tengah. Namun, wanita itu terbangun dan terkejut.

“Mas Farel mau apa?” tanya Alisa terbangun, ia berdiri dengan wajah takut.

“Aduh, dengar Alisa, aku tidak akan menggigit kamu.”

“Aku tahu Mas, tapi aku belum siap untuk melakukan tugas ku sebagai istrimu.”

“Aku tahu, aku sudah bilang padamu, aku tidak akan melakukan itu sebelum mendapat persetujuan darimu jadi jangan takut.”

Alisa masih berdiri dalam ketakutan.

“Ah, terserah kamulah.” Farel meninggalkan Alisa yang masih mematung.

Farel membawa bantal dan ia tidur di sofa.

Saat Farel tidur di sofa, saat itu juga Alisa merangkak naik ke tempat tidur langsung tidur pulas, ia lelah mengurus si kembar yang rewel.

*

Ia bangun dengan sikap buru-buru saat ia mendengar ibu mertuanya mengoceh. Ia membasuh wajahnya dan turun ke bawah.

“Kamu bagaimana sih, ini sudah jam berapa?”ujar ibu mertuanya merepet seperti biasa.

“Maaf Bu,” jawab Alisa.

“Kamu tidak ada bedanya sama mbakmu ! malas dan kotor,” rutuk wanita bermulut lepas itu.

Membawa-bawa mbaknya yang sudah meninggal, ingin rasanya ia menyumpal mulut wanita tua itu dengan kain lap, tetapi Alisa orang yang baik dan lemah lembut, ia hanya diam saat ibu mertuanya mengoceh bagai kaset rusak.

Ia membawa dua botol susu ke kamar si kembar.

Tapi walau sudah di kasih susu kedua anak kembar itu masih saja rewel dan menangis.

“Kamu bisa diamkan mereka? kamu apa artinya ada di rumah ini? tangisan mereka membuat kepalaku pusing!” Teriak ibu mertuanya dengan marah.

Alisa kaget mendengar wanita tua itu merutuk dan marah-marah karena tangisan cucunya. Harusnya tangisan kedua bocah malang itu menjadi syair indah di rumah itu. Namun, kehadiran kedua bocah malang itu seolah-olah tidak di inginkan. Tidak ada satupun dari anggota keluarga itu yang menunjukkan rasa sayang pada mereka berdua.

‘Ada apa ini? Kenapa semua anggota keluarga ini seolah-olah tidak menginginkan kehadiran mereka?’ tanya Alisa dalam hati.

Bahkan Farel selaku ayah tidak pernah melihat ataupun bertanya tentang mereka berdua.

“Ada apa Mbak, dosa apa yang kamu lakukan sampai anak yang kamu lahirkan ke dunia ini ikut di benci? tapi tenang Mbak, aku akan menjaga mereka seperti anakku sendiri,”ujar Alisa

Farel pagi-pagi sudah berangkat.

“Bu, kenapa nenek mereka tidak suka melihat cucunya sendiri?” tanya suster.

”Maaf kalau aku lancang, baru kali aku melihat seorang nenek memaki dan memarahi cucu yang baru lahir,” ujar suster. Ia tidak tahan dengan ocehan wanita tua itu.

“Entahlah sus, saya juga bingung, biarlah Allah yang melihat dan menilainya, saya hanya manusia biasa tidak mampu berbuat apa-apa,” ujar Alisa.

“Ibu berangkat kerja saja biar saya menjaga, nanti kalau ibu itu datang kami akan mengasih makan.”

“Ok, baiklah.” Alisa memberi kecupan hangat untuk kedua anak kembar lalu ia berangkat kerja.

“Hadeh, ke sini mau ngapain kalau tetap bekerja, dan orang yang mengurus anak ini, kenapa tidak bawa saja ke rumah orangtuanya?” ujar Ibu mertuanya dengan ocehan-ocehan.

Alisa hanya diam menganggap ocehan ibu mertuanya hanya radio rusak.

“Aku berangkat assalamualaikum,” ujar Alisa.

“Iya, iya pergilah, tidak usah pulang sekalian,” ucap wanita berkerudung hitam itu dengan tatapan sinis.

“Hadeh, nasib apa yang aku terima punya satu anak tetapi mendapat menantu yang gak bisa di atur? satu sudah mati, kini adiknya menggantikannya, tetapi dua-duanya sama kurang ajar ,” ucap ibu mertua Alisa berdecak pinggang.

Satu bulan sudah ia menjadi menantu di rumah itu sebagai menantu menggantikan kakaknya yang sudah di panggil ke aripannya. Tetapi satu bulan itu tidak sekalipun ia mendapat perlakuan baik dari keluarga suaminya.

Bahkan Farel suaminya bersikap dingin dan bersikap acuh padanya. Alisa tidak di inginkan jadi menantu di rumah itu, tetapi hal itu tidak membuat wanita cantik bermata bulat dan berprofesi sebagai bidan itu menyerah maupun putus asa. Ia menjaga dan merawat kedua anak kembar anak yang di lahirkan mbaknya.

*

Saat tiba di rumah sakit tempat ia bekerja, seorang pria bertubuh kekar menunggunya.

“Mas Dimas?”

“Iya ini aku, akhirnya kita bertemu Sa, setelah selama ini kamu selalu menghindar dariku, sekarang jelaskan padaku apa yang kamu lakukan?” Wajahnya mengeras tangannya mengepal kuat.

“Ayo kita cari tempat untuk mengobrol Mas.”

Alisa membawa ke taman samping rumah sakit lalu ia duduk di kursi besi panjang di tengah taman rumah sakit.

“Baiklah, sekarang katakan padaku ada semua ini, kenapa kamu mempermainkan ku dan keluargaku?”

“Mas, maafkan aku jika aku mengingkari janji, tetapi saat ini aku sudah jadi istri orang lain, tolong lupakan tentang hubungan kita.”

“Apa hanya itu penjelasan yang aku terima? setelah lima tahun kita menjalin hubungan lalu kamu memutuskan ku hanya dalam satu hari, lelucon apa yang kamu berikan padaku?”

“Kakakku meninggal dan orang tuaku memintaku menikah dengan kakak iparku untuk menjaga kedua keponakanku yang baru lahir.”

“Lalu bagaimana denganku Alisa, bagaimana denganku …!?”

“Mas bisa mencari wanita yang lain dan lupakan aku, benci aku sebanyak yang kamu butuhkan agar mas bisa bangkit.”

“ Bicara gampang Alisa, tetapi kamu tidak memikirkan hatiku yang hancur, kamu tidak memikirkan perasaan keluargaku yang sudah menganggap mu sebagai putri mereka, apa kamu tahu betapa kecewanya ibuku? Mana mungkin kamu menikah dengan lelaki lain di hari aku akan melamar kamu, kamu tega sekali dan sangat jahat.”

“Iya aku akan menanggung semuanya Mas, pergilah dan lupakan aku.”

Lelaki yang berprofesi sebagai tentara itu hanya diam saat Alisa meninggalkannya di kursi taman, apa yang di lakukan Alisa padanya membuat hidup lelaki berambut cepak dan bertubuh tegap itu hancur.

Bersambung

Terpopuler

Comments

rjvjr

rjvjr

👍☝️

2022-08-01

0

rjvjr

rjvjr

masih setia

2022-08-01

0

rjvjr

rjvjr

lanjut lagi

2022-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!