Ditampar Ibu Mertua

“Satu hal lagi, aku akan mencarikan wanita untuk mengurus putraku karena kamu tidak bisa melakukannya, kamu tidak berguna jadi seorang istri.”

‘Iya aku memang tidak berguna untuk putramu, tetapi aku sangat berguna untuk kedua keponakanku’ ucap Alisa dalam hati.

“Lakukanlah bu, tetapi satu hal yang aku ingin katakan pada Ibu, jika ibu melakukan itu, karier dan harga mas Farel akan akan di pertanyakan nantinya, sebagai seorang polisi, mana boleh polisi memiliki dua istri?”

Alisa meninggalkan ibu mertuanya yang aneh itu, walau Alisa sudah meninggalkannya, wanita tua itu tetap mengoceh seolah-olah ia tahu segalanya, ia berpikir semua harus di bawah kendalinya. Namun, Alisa wanita yang tangguh, ia tidak mau melakukan apa yang diinginkan Ibu mertuanya.

Suasana dalam rumah itu benar-benar seperti neraka, Farel pulang malam tetapi setiap kali ia pulang akan keadaan mabuk. Alisa bukannya tidak mau perduli, tetapi, Farel sendiri yang meminta agar jangan ikut campur dalam hidupnya.

“Ibu dan Mbak, jangan mencampuri kehidupanku lagi, apa Ibu tidak puas melihatku hancur? seorang Ibu harusnya menuntun anak-anaknya bukan malah menyesatkan dan mengajari yang tidak benar. Aku sudah muak dengan kalian semua,” ujar Farel dalam keadaan mabuk malam itu.

“Farel, apa yang kamu katakan sama Ibu?” Dinar, membentaknya.

“Mbak harusnya menikah dan tinggal di rumah sendiri, bukan di sini terus, aku malu sama orang karena Mbak itu sudah jadi bahan omongan orang, mbak itu gonta-ganti pacar,” ujar Farel mengungkapkan semua masalah yang di simpan dalam hatinya.

“Farel, jaga omongan kamu, hidupku urusanku!” teriak wanita dengan kemarahan.

“Kalau kamu dan Ibu tidak ikut campur terus dalam rumah tanggaku, hidupku tidak akan hancur,” ucap Farel masih dengan suara orang mabuk.

“Farel mari tidur, kamu itu seorang polisi, bagaimana kamu mabuk-mabukan seperti ini, apa kata tetangga?” ucap Ibunya meminta seorang membantu masuk ke dalam kamar.

“Aku tidak ada gunanya seorang polisi karena aku tidak bisa menjaga keutuhan rumah tanggaku, dan seorang wanita yang mengatakan aku harus malu pada seragam ini, apa yang harus aku lakukan?” ujar Farel dengan suara oceh-ocehan tidak jelas.

Alisa mendengar semuanya, tetapi ia memilih tidak ikut campur, ia mematikan lampu dan memilih untuk tidur. Tetapi tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, Farel keluar lagi dari kamarnya dan mengetuk kamar Alisa bangun, tetapi, ia tidak berani membuka pintu, ia tahu itu adalah Farel yang sedang mabuk.

‘Ya, ampun, dia mabuk apa yang harus aku lakukan, kalau aku biarkan terus yang ada anak-anak terbangun karena suara ribut, tetapi aku takut membuka pintu’ Alisa hanya berdiri diam di balik pintu berharap si kembar tidak terbangun.

“Alisa, buka pintunya, apa kamu tahu, walau kamu membenciku dan tidak suka denganku, biar bagaimanapun aku ini tetaplah suami, kamu tidak bisa mengabaikan seperti ini selamanya, keluar dan dengarkan aku,” ujar Farel ia ribut di depan pintu kamar Alisa.

Alisa tidak mau keluar, walau Farel memanggil dan mengetuk pintu kamarnya, ia sibuk menjaga kedua kembar, agar tidak terbangun mendengar suara Ayah mereka yang ribut.

Ibunya Farel dan mbaknya membopong Farel masuk ke kamarnya lagi.

“ Wanita ini benar-benar keras kepala, bukankah Farel itu suaminya, kok dia tidak perduli? awas kamu besok,” ujar Ibu Farel dengan marah.

“Iya Ibu tampar saja iya besok, beri ia pelajaran agar ia tahu kalau di rumah kita ini tidak ada yang boleh macam-macam, semua harus di bawah kendali Ibu,” ucap Dinar, kakak perempuan Farel. Wanita yang menjadi ular yang paling berbisa di rumah itu yang sering sekali menghasut Ibunya. Seolah-olah tidak ingin rumah tangga adiknya bahagia.

Hingga besok pagi tiba, baru saja Alisa turun dari lantai atas untuk berangkat kerja, Farel duduk di meja makan menikmati serapan, tidak biasanya lelaki itu bangun sepagi itu, biasanya saat Alisa berangkat kerja lelaki itu masih tidur. Namun, kali ini ia sudah rapi.

“Aku pamit Bu, Mas, Mbak. Assalamualaikum,”ucap Alisa, ia selalu pamit dan mengucapkan salam pada Ibu mertuanya, walau Ibu mertuanya jarang menjawabnya. Namun, wanita cantik berkerudung itu tidak mempedulikan walau Ibu mertuanya mengacuhkan nya setiap kali pamit, terkadang malah asisten rumah tangga yang menyahut atau barang kali supir yang sedang ada di teras rumah.

“Tunggu!” Ibu mertuanya mendekat .

Pak …!

Wanita paru baya itu dengan marah menampar Alisa di depan Farel dan di depan para asisten rumah tangga. Farel kaget , tetapi tidak mengucapkan sepatah katapun, malah asisten dan sang supir yang merasa terkejut Karena mereka tahu Alisa wanita yang baik, sopan, ramah pada semua orang. Namun orang-orang itu tidak ada yang membuka mulut, tampak Dinar tertawa licik, saat melihat Alisa ditampar.

“Ini untuk apa Ibu?” tanya Alisa dengan sikap tenang.

“Ini karena kamu tidak berguna sebagai istri.”

“Oh, baiklah kalau itu yang ibu pikirkan,” ujar Alisa ia berjalan dan ingin berangkat.

“Apa kamu tidak mengatakan apa-apa. Ha?”

“Untuk apa Bu?’

“Iya setidaknya kamu mengatakan sesuatu.”

“Tidak Bu, aku di ajarkan kedua orang tuaku untuk tidak melawan orang tua, jika aku terus menjawab dan melawan yang Ibu katakan, sudah hampir setiap jam nanti di rumah ini ada keributan, aku malu Bu sama tetangga. Tetapi kalau Ibu masih melakukan hal itu lagi tanpa alasan yang jelas, aku akan mengadukan Ibu ke polisi, kalau tidak ke komnas perempuan.”

“Kamu mengancam Ibu?”

“Tidak, aku hanya mengingatkan Ibu, karena negara kita negara hukum.”

“Kamu wanita yang tidak berguna!”

“Baiklah Bu, aku pamit. Assalamualaikum.”

Alisa berangkat dengan bersikap biasa seolah-olah tamparan itu tidak ada apa-apanya baginya, walau hatinya merasa sakit dan sedih . Namun, ia tidak mau bersikap lemah di depan orang-orang yang memusuhinya.

“Apa yang ibu lakukan? Aku muak dengan sikap Ibu yang selalu ikut campur dengan masalah rumah tanggaku,” ujar Farel, pada akhirnya ia membuka mulut dan memarahi Ibu dan kakak perempuannya.

“Farel Ibu hanya perduli padamu.”

“Ibu tidak perduli padaku, Ibu hanya perduli pada diri Ibu sendiri.”

“Farel ber-”

“Mbak Dinar juga berhenti untuk mencampuri rumah tanggaku, urusi hidup mbak, cukup urus hidupmu sendiri.”

Kedua wanita itu hanya diam melongo saat melihat sikap Farel yang tiba-tiba berubah, kalau biasanya lelaki itu bersikap tidak perduli. Namun, kali ini ia dengan sikap tegas meminta Ibu dan kakak perempuannya agar tidak bersikap kasar pada Alisa.

BERSAMBUNG...

KAKAK TERSAYANG JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA

LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU IYA KAKAK

 Baca juga.

- Pariban Jadi rokkap( Baru)

-Aresya(Baru)

-Turun Ranjang(Baru)

-The Curet king( Baru)

-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)

-Menikah dengan Brondong (ongoing)

-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

-Bintang kecil untuk Faila (ongoing

Terpopuler

Comments

Rice Btamban

Rice Btamban

kenapa tdk cr rmh lain sdh tau ortunya seperti itu

2022-05-29

0

Maria Seran

Maria Seran

ibu sperti ini ada jga di dunia nyata😁😁

2022-05-27

0

Santi Haryanti

Santi Haryanti

memang gaak akan beerjalan baik jika rumaah tangga banyak yng ikut campurr

2022-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!