Saat baby Akmal di lempar ke lantai

Apa yang dilakukan Farel malam itu, akan menyebabkan bencana besar di kelurganya yang akan ia sesali seumur hidupnya.

Farel masih di ruangan interogasi sampai tengah malam, tidak mengapa baginya, walau ia diselidiki bahkan dituduh ingin menghabisi istrinya sendiri, semua tuduhan itu akan ia terima asalkan Alisa selamat itu yang paling utama saat itu.

Farel yang biasa mengintrogasi, kali ini harus menerima keadaan di mana ia diintrogasi bahkan disudutkan, ia merasa ada permainan di dalam institusinya yang menunggangi kasus istrinya untuk menyingkirkannya. Oleh karena itu dengan sisa-sisa kesabarannya ia berusaha menghadapi penyidik dengan tenang, ia menahan kepalan tangannya dengan kuat untuk menahan dan mengontrol emosinya, satu penyakit yang bisa menghancurkan kehidupannya dan hidup Alisa, bahkan hidup keluarganya.

Farel orang yang paling banyak musuh di kesatuannya karena sifat pemarahnya dan sifatnya yang mudah emosi, karena itu banyak orang yang tidak suka ia jadi pemimpin.

Di rumah Farel, mendengar Farel masuk ruang interogasi dengan tuduhan ingin mencelakai istrinya. Ibu Farel terkejut dengan kabar yang ia terima.

“Ah, itu tidak mungkin, mana mungkin Farel melakukan itu!” teriak wanita tua itu dengan tangisan.

“Sabar Bu, Farel pasti pulang, dia tidak mungkin akan ditahan.” Dinar menenangkan Ibunya.

Mendengar keributan di rumah atau batin mereka tersentuh, kedua anak kembar itu menangis kencang membuat suster kewalahan, Desi meminta asisten rumah tangga membantu menggendong satu, kalau biasanya bila mereka sama-sama menangis, Alisa yang menggendong satu.

Walau sudah digendong diberi susu kedua bayi kembar itu seolah-olah ikut merasakan ketakutan, mereka menangis tidak henti-henti dengan suara tangisan yang saling bersahutan.

Nenek mereka menangis karena Farel di tahan di kantor polisi dan kedua anak itu juga menangis, membuat Dinar sang bibi hilang kesabaran dan hilang kendali. Ia berjalan ke kamar si kembar dengan wajah marah.

“Berisik, aku mau gila mendengar suara kalian!” teriak wanita berambut blonde itu dengan sangat marah.

Si Kembar bukannya diam malah tambah menangis, kaget mendengar suara teriakan bibinya. Wanita itu memang tidak pernah suka sama anak kecil, apalagi mendengar tangisan bayi. Karena alasan itu juga wanita itu memilih berpisah dengan kekasihnya, lelaki dan keluarganya, ingin Dinar melahirkan anak untuk keluarganya. Tetapi Dinar menolak dan memilih berpisah karena tidak ingin hamil dan tidak ingin mendengar suara anak kecil.

Ia juga memiliki penyakit tempramental yang parah, sama halnya dengan Farel sang adik, karena mendengar suara tangisan ke dua bayi itu tak kunjung berhenti, Dinar semakin sangat marah meminta suster Desi untuk mendiamkan nya.

“Suruh diam anak itu, sebelum aku melempar anak itu keluar jendela!” teriaknya marah.

“Saya juga tidak tahu Mbak kenapa mereka berdua jadi rewel seperti ini, nanti juga diam,” ujar Desi dengan wajah lelah karena berusaha mendiamkan dan menenangkan baby kembar.

“Kamu, kan, pengasuhnya! Harusnya kamu tahu apa yang mereka inginkan, kasih susu kek, kalau tidak kasih nennen kamu biar mereka diam.”

“Astagfirullah Mbak, saya bukan ibunya, saya juga masih gadis.”

“Kalau kamu tidak bisa diamkan mereka, aku akan lempar kamu dan mereka keluar!” teriak Dinar semakin marah.

Mendengar suara marah-marah mereka berdua semakin menangis, suster Desi dengan panik berusaha mendiamkan , begitu juga dengan Siti, ia juga membacakan doa untuk kedua baby malang itu agar berhenti menangis, mulut wanita itu terus komat-kamit membaca doa agar mereka tenang, Siti si asisten rumah tangga yakin kedua bayi malang itu di ganggu mahluk kasat mata, karena it ia terus nyebut dan baca doa doa pengusir setan.

Desi mengendong Akmal lagi, berniat membuat susu baru untuk ke duanya, tetapi saat ia menuangkan ke dalam botol susu.

Tiba-tiba Dinar berteriak lagi menutup kuping, karena keduanya masih menangis bersahut-sahutan, menimbulkan kericuhan di dalam kamar.

Tanpa diduga Dinar menarik Akmal dari gendongan pengasuhnya dan melemparnya ke lantai. Bayi lelaki malang itu terhempas kuat ke lantai dan kepala yang terbentur kuat ke lantai ubin.

Seketika ia berhenti menangis seakan-akan jantungnya berhenti dan diam beberapa detik. Desi berteriak memeluk tubuh mungil nya dengan tangisan kepanikan, ia memeluknya dan menepuk-nepuk badannya, tidak ada pergerakan.

“Ya’ Allah toolooong!” Desi histeris memeluknya dan mengusap-usap tubuh Baby Akmal. Untung pak Bayu sang supir bangun, ia berlari menghampiri suara Desi yang minta tolong, lalu melarikan baby malang itu ke rumah sakit terdekat,

Saat semua orang panik, Dinar si iblis terkutuk mahluk durjana, masih merasa tidak bersalah, ia duduk di ruang tamu membiarkan bayi malang yang tak berdosa , dilarikan ke rumah sakit.

“Apa yang sudah kamu lakukan! Kamu gila” teriak ibu Farel.

“Aku pusing Bu, mendengar suaranya yang berisik.”

“Tapi tidak sampai harus menganiaya DINAR!” teriak wanita itu dengan marah.

“Dia bukan siapa-siapa kita Bu.”

“Walau mereka berdua bukan siapa-siapa kita, tetapi ibu tidak pernah ingin menyakiti mereka, karena mereka hanya bayi Dinar.”

“Ibu juga tidak suka, kan? biarkan saja,” ujar Wanita iblis itu tanpa merasa bersalah.

“Tapi bagaimana kalau dia mati! Kamu pikir Alisa akan tinggal diam, dia akan memasukkan ke penjara DINAR! Pergilah dari sini.”

“Alisa sudah mati Bu, sama seperti kakaknya, biarkan saja,” ujarnya dengan tenang, tetapi tidak terduga tiba-tiba foto Ratna jatuh tanpa sebab.

“Ratna, ibu si kembar melihatmu Dinar. Pergilah dari sini,” ujar wanita itu merasa ketakutan, karena saat itu hanya ia dan Dinar yang ada di rumah.

“Aku tidak takut sama dia Bu, saat hidup saja aku tidak takut, apalagi sudah mati,” ujar wanita kejam itu dengan bersikap menantang.

“Dinar, jangan seperti itu, ayo kita pergi dari sini, sementara, besok kita pulang lagi ke sini,” ucap ibunya mengajak Dinar.

Mata wanita tua itu menatap dengan takut, melihat ke arah dapur, entah apa yang dilihat di sana . Wajah ibu Farel tampak pucat, tetapi, Dinar dengan sikap sombongnya dengan berani dia menantang orang yang sudah meninggal.

Ia tidak tahu kekuatan seorang ibu, bahkan seorang ibu, rela bangkit dari liang kubur jika melihat anaknya disakiti.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Nenk Leela Poetrie Mawar

Nenk Leela Poetrie Mawar

waduhh serrem ya

2022-12-20

0

Salma Cheng

Salma Cheng

astagfirullah ,,,meskipun. ini hanya cerita tapi bener" merasa sakit bayi yang tak berdosa di lempar ,bayi yang malang ,IBLIS berwujud manusia

2022-10-27

0

Rice Btamban

Rice Btamban

keluarga farel rusak sdh

2022-05-29

0

lihat semua
Episodes
1 Dipaksa menikah
2 Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3 Anak yang Tidak Diharapkan
4 Bertahan demi si kembar
5 Antara Suami dan Mantan Kekasih
6 Kami Akan Melakukan Tes DNA
7 Batas Sebuah Kesabaran
8 Lelaki dari Masa lalu Ratna
9 Pisah Kamar
10 Ditampar Ibu Mertua
11 Mendapat Petunjuk
12 Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13 Karena aku tidak bisa memberinya anak
14 Dicibir Tetangga
15 Hubungan yang Semakin Menjauh
16 Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17 Ditinggal di Pinggir Jalan
18 Farel di tuduh melakukan kejahatan
19 Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20 Sikembar yang Malang
21 Pengumuman
22 Di Suruh Melarikan Diri
23 Sebuah Janji Untuk Sikembar
24 Penolakan dari Istri
25 Membalas Atau Berdiam Diri
26 Di Balik Sikap Dingin Alisa
27 Di Paksa Berpisah
28 Di Talak Di Depan Orangtuanya
29 Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30 Menyesal
31 Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32 Janda Perawan
33 Jangan Membela Siapapun
34 Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35 Masuk Penjara
36 Berdamai Dengan Hati
37 Uang Tidak Mengenal Saudara
38 Semua Karena Harta
39 Aku Tunggu Jandamu
40 Suamiku Bukan Impoten
41 Di Paksa Bercerai
42 Sengsara Di Penjara
43 Pelukan Hangat Untuk Alisa
44 Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45 Karena Cinta Atau Kasihan
46 Akan Berjuang
47 Benih-Benih Cinta
48 Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49 Tekanan Di Dalam Penjara.
50 Ada Dalang Besar
51 Bertemu Mantan Kembali
52 Bantuan Dari Mantan Kekasih
53 Alat Penyadap
54 Nyawa Dalam Bahaya
55 Obsesi Faisal
56 Pelukan Hangat Dari Istriku
57 Cinta Tulus Istriku
58 Keadilan Untuk Suamiku
59 Sulitnya Melawan Penguasa
60 Dimas Menolak Perjodohan
61 Menikah Dengan Mantan Kekasih
62 Farel Ditembak
63 Memasulkan Kematian
64 Tinggal Satu Rumah Kembali
65 Tidur Satu Ranjang
66 Tidak Dapat Restu
67 Diminta Berpisah
68 Pertemuan Dengan Farel
69 Ayo Kita Berpisah
70 Menikah Dua Kali Masih Perawan
71 Antara Bunda dan Istriku
72 Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73 Merindukanmu
74 Ingin Melamarnya Secara Resmi
75 Akhirnya Dapat Restu
76 Gara - Gara Malam Pertama
77 Kabar Bahagia
78 Bertemu Ayah Kandung
79 Kehidupan Yang Baru
80 Kecelakaan
81 Disalahkan Ibu Mertua
82 Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83 Dijauhkan Dari Suami
84 Fitnah Itu Kejam
85 1
86 1
87 1
88 ap
89 w
90 q
91 e
92 1
93 er
94 ae
95 Dipaksa Berpisah
96 Menikah Kembali
97 Bulan Madu (Tamat)
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Dipaksa menikah
2
Bencilah Aku Sebanyak yang Kamu Mau
3
Anak yang Tidak Diharapkan
4
Bertahan demi si kembar
5
Antara Suami dan Mantan Kekasih
6
Kami Akan Melakukan Tes DNA
7
Batas Sebuah Kesabaran
8
Lelaki dari Masa lalu Ratna
9
Pisah Kamar
10
Ditampar Ibu Mertua
11
Mendapat Petunjuk
12
Apa Kamu Selingkuh dengan Kakakku?
13
Karena aku tidak bisa memberinya anak
14
Dicibir Tetangga
15
Hubungan yang Semakin Menjauh
16
Lelaki yang Sudah Mati Rasa
17
Ditinggal di Pinggir Jalan
18
Farel di tuduh melakukan kejahatan
19
Saat baby Akmal di lempar ke lantai
20
Sikembar yang Malang
21
Pengumuman
22
Di Suruh Melarikan Diri
23
Sebuah Janji Untuk Sikembar
24
Penolakan dari Istri
25
Membalas Atau Berdiam Diri
26
Di Balik Sikap Dingin Alisa
27
Di Paksa Berpisah
28
Di Talak Di Depan Orangtuanya
29
Rahasia Besar Yang Di Ungkap Alisa
30
Menyesal
31
Dulu Di Tolak Sekarang Ingin Di Rebut
32
Janda Perawan
33
Jangan Membela Siapapun
34
Bisikan Rindu Dari Pemilik Cinta di Masa Lalu
35
Masuk Penjara
36
Berdamai Dengan Hati
37
Uang Tidak Mengenal Saudara
38
Semua Karena Harta
39
Aku Tunggu Jandamu
40
Suamiku Bukan Impoten
41
Di Paksa Bercerai
42
Sengsara Di Penjara
43
Pelukan Hangat Untuk Alisa
44
Saat Semua Orang Membenci Suaminya
45
Karena Cinta Atau Kasihan
46
Akan Berjuang
47
Benih-Benih Cinta
48
Pura-Pura Baik Pada Keluarga
49
Tekanan Di Dalam Penjara.
50
Ada Dalang Besar
51
Bertemu Mantan Kembali
52
Bantuan Dari Mantan Kekasih
53
Alat Penyadap
54
Nyawa Dalam Bahaya
55
Obsesi Faisal
56
Pelukan Hangat Dari Istriku
57
Cinta Tulus Istriku
58
Keadilan Untuk Suamiku
59
Sulitnya Melawan Penguasa
60
Dimas Menolak Perjodohan
61
Menikah Dengan Mantan Kekasih
62
Farel Ditembak
63
Memasulkan Kematian
64
Tinggal Satu Rumah Kembali
65
Tidur Satu Ranjang
66
Tidak Dapat Restu
67
Diminta Berpisah
68
Pertemuan Dengan Farel
69
Ayo Kita Berpisah
70
Menikah Dua Kali Masih Perawan
71
Antara Bunda dan Istriku
72
Memberi Waktu Sendiri Untuknya
73
Merindukanmu
74
Ingin Melamarnya Secara Resmi
75
Akhirnya Dapat Restu
76
Gara - Gara Malam Pertama
77
Kabar Bahagia
78
Bertemu Ayah Kandung
79
Kehidupan Yang Baru
80
Kecelakaan
81
Disalahkan Ibu Mertua
82
Tinggal Di Apartemen Dengan Mantan Suami
83
Dijauhkan Dari Suami
84
Fitnah Itu Kejam
85
1
86
1
87
1
88
ap
89
w
90
q
91
e
92
1
93
er
94
ae
95
Dipaksa Berpisah
96
Menikah Kembali
97
Bulan Madu (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!