Penyesalan selalu datang terlambat, hal itu yang dirasakan Farel, ada rasa bersalah dan ketakutan di hatinya, saat ia tidak menemukan Alisa, ia semakin merasa bersalah saat mengingat bagaimana tadi Alisa memohon padanya agar tidak ditinggal. Tetapi, ia menghiraukan permintaan istrinya karena emosi yang tidak bisa ia kontrol.
“Aku tadi niatnya ingin mencoba memperbaiki hubunganku dengan Alisa, tetapi yang terjadi malah seperti ini.” Farel, menggaruk kepalanya dengan kasar.
Ia menelepon ke rumah menanyakan apakah Alisa sudah pulang, mengetahui Alisa belum pulang ia semakin frustasi.
‘Bagaimana kalau ada yang menculik?’ Farel mulai memikirkan hal yang buruk.
Saat ia duduk dengan putus asa, tiba-tiba truk yang berhenti tadi putar balik dan berhenti.
“Pak, apa wanita yang tadi tidak apa-apa?” tanya sang supir melihat seragam polisi Farel.
“Apa kamu tadi melihat seorang wanita di sini, apa benar?” tanya Farel bersemangat.
“Iya, tadinya kami ingin menolong makanya kami ingin berhenti, tetapi mbaknya malah lari ketakutan, kearah sana.” Lelaki itu menunjuk semak-semak di luar besi pembatas tol.
“Lalu kemana dia?” tanya Farel dengan suara meninggi.
“Melihat Farel membentak membuat kedua kernet dan supir mobil truk itu meninggalkannya, mereka malah takut diintrogasi karena Farel memakai seragam polisi, marah-marah juga.
“Eh, dengar dulu kalian takut, aku tidak bermaksud marah,” ujar Farel mengejar kedua lelaki itu, mereka langsung naik lagi, truk besar itu meninggalkan Farel.
Farel berteriak kesal karena lagi-lagi ia marah tanpa sebab, membuatnya kehilangan informasi tentang Alisa.
Tidak perduli walau sudah malam, Farel meminta anak buahnya membantunya untuk mencari Alisa, ia tidak perlu malu lagi walau rekan kerjanya akan menuduhnya tidak bisa menjaga istri. Farel tidak perduli lagi dengan kabar miring yang akan ditujukan padanya.
Ia hanya ingin Alisa selamat, ia meminta anak buahnya malam itu bekerja keras dan memeriksa cctv. Tetapi yang dilihat malah hal yang mengejutkan di mana Farel menyeret paksa Alisa dan meninggalkan sendiri di pinggir tol.
“Gila, ada apa dengannya? dia yang mencelakai istrinya, tetapi dia yang pura-pura sibuk mencarinya,” ujar seorang rekanya.
Bukan simpati atau pertolongan yang di dapatkan, ia malah di panggil atasan.
“Itu tidak seperti yang bapak lihat,
Kami tidak bertengkar, aku hanya sangat kesal saat ia memintaku ke dokter.”
“Pak Farel, kamu memang harus periksa ke dokter kondisi kejiwaan kamu semakin memprihatinkan,’ ujar atasannya dengan lembut.
Semua rekanya tidak ada yang berani berkata kasar atau membuatnya tersinggung. Karena mereka sudah tahu sifat pemarah Farel. Bahkan dua hari yang lalu Farel hampir saja menembak kepala rekannya yang membuat dirinya tersinggung.
Kalau saja temannya tidak mengamankan pistol yang letakkan di atas meja, mungkin Farel sudah menghilangkan nyawa rekan satu kerja.
Padahal saat itu hanya hal sepele.
Temannya menyebut Farel lelaki yang beruntung karena menikahi gadis muda yang cantik .
“Coba saya jadi suaminya, tidak akan aku biarkan dia bekerja agar tidak dilirik lelaki lain, mantan kekasihnya,” ujar rekanya bercanda. Tetapi saat Farel menanggapi berbeda, ia berpikir kalau temannya menuduh Alisa selingkuh, karena ia juga melihat saat Alisa bertemu Faisal.
“Tutup saja mulutmu, bajingan! jangan urusi hidupku, urus saja rumah tanggamu,” ujar Farel marah.
“Kok kamu marah? saya hanya bercanda.”
“Jangan jadikan keluargaku dan kehidupanku , jadi bahan tertawaan!”
“Hidup ini jangan di bawa serius kali Bro, santai saja.”
“Diam gak Loe!” Teriak Farel meraih pistol di atas meja.
Untungnya rekannya yang lain sudah mengamankan pistol miliknya, kalau tidak akan ada tragedi besar di kantor polisi.
Farel memiliki penyakit emosi yang sulit dikontrol kalau sudah marah. Atasan farel sudah meminta untuk ke psikologis, karena kian hari kondisinya semakin parah.
Karena hal itulah ia hampir mencelakai Alisa istrinya, menurunkan seorang wanita di cantik di pinggir jalan sepi malam-malam, sama saja ia menyerahkan istrinya ke tangan orang jahat, beruntung Dr. Faisal cepat datang menolong Alisa.
Beberapa rekan polisi membantu, tetapi sebagian dari mereka bukan membantu, tetapi ingin melihat perkembangan dan mencari celah untuk menyalahkan Farel dan untuk menjatuhkannya, perebutan jabatan sudah hal yang biasa di insitusi pemerintahan itu, dijebak dan menjebak untuk kepentingan pribadi sudah hal biasa.
Begitu juga dengan Farel saat itu, saat ia panik mencari Alisa, ada segelintir orang yang berpura-pura berempati padanya ikut membantu. Tetapi tujuan mereka untuk hal yang lain, Farel di usianya masih terbilang masih muda. Tetapi ia anak yang berprestasi dan sudah menduduki jabatan Ajudan Komisaris polisi . Menjadi salah satu kebanggaan di kesatuannya, tentunya sebelum insiden kecelakaan. Tetapi setelah kecelakaan itu, kinerja Farel sangat menurun, bahkan lebih buruk sejak kematian istrinya dan digantikan adik iparnya.
Semua itu menjadi beban pikiran untuk Farel, kenyataan pahit yang ia harus pikul saat ini, hilangnya jati dirinya sebagai pria, tidak ada yang lebih depresi saat memikirkan hal itu, ia selalu ketakutan memikirkan hal itu, ia akan hidup dan menua sendiri tanpa ada seseorang di sisinya untuk mengurusnya, menyadari dirinya tidak bisa memiliki keturunan membuat Farel, terkadang marah tanpa alasan, itulah penyakit terbesarnya saat ini.
“Pak Farel, coba bapak ingat, apa bapak melakukan hal yang lain pada istri anda?” tanya seorang penyidik wanita.
“Saya meminta kalian mencari istriku bukan malah menginterogasi,” ujar Farel, berusaha keras menahan diri, agar tidak marah. Karena ia lihat ada yang sengaja melaporkan rekaman cctv pada atasannya. Rekaman cctv di mana ia menurunkan Alisa dengan paksa dan meninggalkannya, Alisa berjalan jauh meninggalkan tempat yang ada cctv, tidak terekam saat Faisal menjemput Alisa.
Dalam rekaman cctv, sebuah truk berhenti dan Alisa berlari ketakutan menjauh.
Karena itulah, beberapa polisi menuduh Farel mencelakai istrinya, dengan tuduhan karena selingkuh dengan Faisal, tuduhan yang sangat kejam yang bisa membuat mental Farel terguncang lagi.
“Pak, saya tidak akan meminta bantuan anak buahku untuk mencari Alisa kalau saya berniat mencelakainya,” ujar Farel, situasinya akan semakin rumit Karena dalam rekaman cctv dua orang pemilik truk itu putar balik ke lokasi dan mengobrol dengannya seolah-olah ia yang meminta orang itu untuk membawa Alisa.
Semua rekanya percaya kalau Farel yang mencelakai Alisa, ia masuk keruang penyelidikan dan interogasi jadi pihak yang bersalah.
Apakah Farel mampu melepaskan diri dari tuduhan palsu para rekan kerjanya, Farel takut rekan kerjanya mencari Alisa dan sengaja membuat celaka, agar alibi mereka terbukti dan Farel akan benar-benar jadi tersangka.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Rice Btamban
semangat Thor
2022-05-29
0
Santi Haryanti
semangat up
2022-05-26
0
Anisnikmah
konspirasi jabatan. pura2 jadi mata2 baik saling lapor eh malah farel kena jebakan biar depresi kondisi kejiwaan terganggu apalagi sayang istri eh malah melihat atau mendengar yang tak sesuai kenyataan
2022-03-21
0