"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Duduk di atas tempat tidur, Aiden menatap Reinhart yang duduk di kursi.
Reinhart dan empat temannya akhirnya memilih menginap di sebuah penginapan area lingkaran tengah Kota Wind Prairie. Alasannya, selain lebih murah, mereka juga bisa menyamar dan lebih membaur agar bisa mendapatkan lebih banyak informasi dengan cepat. Reinhart dan Aiden memesan satu kamar dengan dua tempat tidur, sementara para gadis memilih satu kamar untuk tiga orang.
"Pertama-tama, apa yang harus kita lakukan adalah mengganti pakaian. Untuk pemuda yang tinggal di area tengah, pakaian bangsawan sama sekali tidak cocok. kita harus menggantinya dengan yang lebih biasa."
Setelah mengatakan itu, Reinhart menatap ke arah Aiden. Melihat ekspresi Pangeran Pirang itu berubah, dia hendak melanjutkan, tetapi langsung disela.
"Benarkah? Apakah itu boleh? Apa yang harus kita pakai? Pakaian petani? Pakaian compang-camping pengemis?"
"..."
Melihat Aiden yang begitu bersemangat, Reinhart terdiam. Dia tidak menyangka kalau temannya akan begitu antusias. Tampaknya, jika di kehidupan sebelumnya, Aiden adalah tipe lelaki yang suka bercosplay. Hanya saja, jika di kehidupan Reinhart sebelumnya banyak yang melakukan cosplay karakter bangsawan, Aiden malah ingin tampak seperti petani atau pengemis.
Tak!
Tanpa ragu, Reinhart langsung menjitak kepala Aiden.
"Kenapa?" tanya Aiden dengan curiga.
Melihat ke arah Aiden, Reinhart menutup wajahnya dengan tangan. Dia tampak lebih tertekan. Setelah beberapa saat menenangkan diri, pemuda itu berkata.
"Pertama, kamu terlalu berisik. Lalu, kita jelas tidak boleh memerankan karakter seperti pengemis atau petani. Daripada aman, kita malah akan dicurigai! Selain itu, kita juga harus tampil sedikit lebih baik daripada orang-orang pada umumnya. Hal itu bisa membuat mereka lebih nyaman, merasa cukup hormat tanpa harus takut."
"Hou ..." Aiden mengelus dagu. "Aku mengerti."
"..."
"Aku tidak menyangka kamu cukup cerdas, Rein."
"..."
Reinhart menghela napas.
'Bukannya aku cerdas. Meski kamu memiliki bakat bagus dan keterampilan hebat, pengetahuanmu tentang hal-hal umum nyaris mendapat nilai 0, Bung.'
Setelah puas mengeluh, Reinhart kemudian berkata kepada Aiden.
"Kita akan menyamar sebagai petualang. Aku dan kamu akan berpura-pura menjadi ksatria, Sophie dan Caterina akan menjadi penyihir, sementara Helena akan berpura-pura menjadi gadis normal. Lebih tepatnya, putri saudagar kaya yang mempekerjakan kita."
"Kenapa Helena???"
"Jujur saja, dibandingkan dua gadis lain, dia lebih cocok. Bukankah begitu?"
"Errr ... memang. Hanya saja-"
"Jangan mencampur urusan pribadi dengan tugas, Aiden. Aku harap kamu mengingat itu."
Mendengar peringatan Reinhart, Aiden menghela napas panjang.
"Haah ... aku mengerti, aku mengerti."
Setelah percakapan singkat, mereka berdua kemudian pergi ke kamar para gadis. Mereka kemudian mulai membahas rencana mereka untuk berpura-pura menjadi petualang dan mencari informasi terkait dengan bandit yang telah membuat keributan di sekitar Kota Wind Prairie.
***
Keesokan harinya.
Setelah beristirahat satu malam di penginapan, Reinhart dan rekan-rekannya berkumpul di restoran lalu memesan makanan untuk sarapan.
Reinhart tampak memakai armor ringan berwarna hitam. Dia memakai pakaian serba hitam lengkap dengan jubah yang membalut tubuhnya dan pedang yang tersemat di sisi kiri pinggangnya. Sedangkan Aiden malah memakai fullplate armor berwarna perak dan tampak berat. Sophia dan Caterina sendiri memakai jubah penyihir berwarna hitam yang tampak lebih indah, tetapi masih tidak terlalu mewah dibandingkan dengan pakaian bangsawan. Helena sendiri juga memakai gaun indah, sebuah gaun berwarna biru tua dengan aksesoris emas, dan bertatahkan safir.
Mereka makan bersama dengan tenang. Namun karena penampilan mereka yang terbilang cantik dan tampan, mereka semua menjadi pusat perhatian di restoran.
"Setelah ini, mari pergi ke Guild petualang."
Reinhart berkata dengan nada monoton. Dia melirik ke arah rekan-rekannya.
"Baik," ucap Aiden sambil mengangguk.
Usai makan sarapan bersama, mereka kemudian pergi ke Guild petualang. Mereka berencana untuk membuat misi memimpin jalan menuju ke Kota Roscars.
Kota Roscars sendiri ada di jauh di selatan Kota Wind Prairie. Sebuah kota kecil yang dikelilingi oleh hutan. Hanya ada satu jalam menuju ke tempat itu.
Sebenarnya, mereka bisa langsung pergi ke sana. Hanya saja, untuk mencegah sesuatu buruk mungkin terjadi, mereka semua memutuskan untuk singgah ke Kota Wind Prairie. Kota tersebut bisa dibilang kota yang paling baik di antara kota-kota kecil di sekitarnya. Itu juga berarti ...
Mereka bisa mendapatkan informasi lebih lengkap dan lebih baik tentang hal-hal yang sedang terjadi di sekitar!
Reinhart dan teman-temannya akhirnya tiba di depan pintu sebuah bangunan besar dua lantai. Di atas pintu besar, tampak lambang Guild petualang yang merupakan perisai dengan dua pedang bersilangan. Kelihatan sederhana tetapi juga ikonik.
Masuk ke dalam, Reinhart dan teman-temannya langsung menjadi pusat perhatian bagi para petualang yang duduk-duduk atau sedang mencari misi yang cocok.
Mereka kemudian fokus ke arah empat resepsionis yang berada di balik konter. Dua di antaranya memiliki orang yang sedang berbicara, jadi mereka memilih salah satu, yaitu gadis berambut krem bergelombang dan memakai kacamata.
Ketika mereka berjalan mendekat, gadis itu memberi senyum profesional sambil berkata.
"Selamat datang. Apakah ada yang bisa saya bantu?"
Mendengar itu, Reinhart mengangguk. Dia kemudian menjawab.
"Kami datang untuk membeli informasi dan memasang misi."
"Ah! Maafkan ketidaksopanan saya. Tolong ikuti saya."
Reinhart mengangguk, lalu memberi isyarat kepada teman-temannya untuk segera mengikuti.
Mereka kemudian diundang masuk ke dalam ruangan. Setelah menutup pintu, mereka dipersilahkan duduk.
"Silahkan diminum."
Setelah beberapa saat, resepsionis sebelumnya lainnya datang membawakan lima gelas air.
"Terima kasih."
Reinhart dan tema teman-temannya menjawab dengan sopan.
Karena yang lainnya tidak berniat untuk minum, Reinhart memilih untuk menyesap sedikit sebelum sebelum meletakkannya kembali. Seperti sopan santun untuk menghargai yang telah menjamu mereka.
"Jadi, informasi apa yang ingin kalian beli?"
"Kami ingin membeli informasi tentang bandit di jalan menuju Kota Roscars. Selain itu, kami juga ingin membeli informasi tentang hal-hal yang terjadi di Kota Roscars belum lama ini.
Terakhir, kami ingin mengajukan permintaan. Kami mencari orang yang hafal jalan menuju Kota Roscars. Tentu saja, orang itu juga harus akrab dengan kota dan daerah hutan di sekitarnya."
Mendengar ucapan Reinhart, gadis itu tampak terkejut.
"Tuan, harga informasi ini—"
"Tidak apa-apa. Kami tahu Guild petualang tidak akan mengambil banyak keuntungan. Anda bisa tenang, kami pasti membayarnya."
Mengatakan itu, Reinhart kemudian mengeluarkan lencana Akademi Cahaya Bintang sebagai bukti.
"Kami adalah siswa tahun pertama Akademi Cahaya Bintang. Meski bisa dibilang agak sombong, kami tidak kekurangan uang."
Gadis resepsionis itu terkejut. Sebagai pekerja di Guild petualang, dia pasti mengetahui kalau Akademi Cahaya Bintang akan mengirim murid murid mereka pergi melakukan tugas setiap tengah semester.
"Kumpulkan informasi terlebih dahulu, lalu total jumlah biayanya. Setelah itu, kami akan membayarnya, kemudian baru membaca informasi.
Tentu saja, akan lebih baik jika ada salinannya. Lagipula, anda juga tidak perlu khawatir kami akan mencoba menjual kembali informasi tersebut."
Mendengar penjelasan Reinhart, gadis itu mengangguk..
"Seperti yang anda inginkan, Tuan Muda."
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
IG: _anipri
pangeran Reinhart udah ahli nih. wkwkwk
2022-12-28
1
Nekoo~
*tema
2022-06-19
1
Nekoo~
satu "jalan"
2022-06-19
1