Catatan :
Pertama-tama, Author minta maaf karena jadwalnya malah tertunda gara-gara Author tumbang. Benar-benar gak bisa banyak nulis karena harus banyak istirahat.
Untuk para Kawan-kawanku, jangan lupa jaga kesehatan kalian. Bekerja atau beraktivitas boleh, tetapi jangan berlebihan. Kayaknya, lagi musim demam, flu, dan batuk. Mungkin karena cuaca yangc akhir-akhir ini memburuk? Ya ... gak tau juga. Intinya, jangan lupa banyak makan sayur dan buah. Olahraga sebentar juga bisa bantu imunitas tubuh. Juga jangan terlalu banyak begadang, istirahat cukup. Sehat-sehat selalu, Kawan.
Terima kasih.
---
'Bisakah kamu memandangku dengan cara biasa saja? Sungguh ... aku merasa orang-orang di dunia ini memiliki hobi aneh!'
Jika bukan karena Reinhart sedikit mengetahui seluk-beluk dunia ini, dia pasti berpikir kalau Xylon memiliki kelainan. Bukan Hanya Xylon, Aiden juga sama.
Mereka benar-benar lelaki yang memiliki masalah di kepala mereka!
Mengabaikan tatapan Xylon, Reinhart memejamkan matanya dengan tenang.
Professor Elin berkeliling kelas untuk memeriksa seluruh ramuan yang telah diselesaikan. Tentu saja, masih banyak yang melakukan kegagalan. Bahkan, sebagian yang lolos membuat ramuan juga masih gagal karena ramuan yang mereka buat di bawah standar.
"Murid Reinhart, Murid Xylon ... kalian melakukanya dengan baik. Kalian telah membuat ramuan dengan kemurnian tinggi.
Xylon, 86% kemurnian. Reinhart, 87% kemurnian."
Mendengar ucapan Professor Elin, para murid langsung bertepuk tangan dengan meriah. Mereka menatap ke arah Reinhart dan Xylon dengan ekspresi kagum, kaget, bahkan iri.
Merasa kalau bakat itu benar-benar curang!
Mengabaikan tatapan iri murid-murid tersebut, Reinhart menatap ke arah Professor Elin dengan ekspresi tidak puas.
'Bukankah itu hanya 1%? Kenapa kamu harus menyebutkannya, Professor Elin?!'
Reinhart mengeluh dalam hati. Dia merasakan punggungnya agak mati rasa karena terus ditatap oleh Xylon. Tampaknya, Pangeran dari Kerajaan Tanah itu benar-benar telah menganggapnya sebagai saingan.
Tidak seperti karakter biasanya, yang memiliki rambut hijau berarti elemen angin, Xylon adalah Pangeran dari Kerajaan Tanah. Dia memiliki elemen sihir khusus, yaitu ...
Alam.
Ya. Sihir alam, mengendalikan akar, kayu, dan pepohonan. Mirip dengan pekerjaan Druid dalam game-game yang pernah Reinhart mainkan di kehidupan sebelumnya.
Alasan keduanya adalah, Xylon memiliki saudara kembar. Ya ... setidaknya parasnya mirip. Meski bentuk tubuh dan warna rambut serta iris berbeda, mereka masih mirip. Lelaki itu memiliki sihir elemen tanah, dan ...
Lelaki itu juga yang Reinhart coba hindari.
Alasannya? Jelas karena merepotkan!
Selesai kelas pelajaran sekunder, Reinhart memilih untuk langsung pulang. Dengan demikian, tanpa terasa ... kehidupan sekolah pemuda itu akhirnya benar-benar dimulai.
***
Tiga hari kemudian.
Masih begitu pagi, sosok Reinhart sudah tampak begitu kelelahan. Pemuda itu menghela napas panjang setelah melakukan latihan berat. Melepaskan gelang beban, dia hendak pergi dari lapangan latihan.
"Tampaknya kamu sudah mulai terbiasa?"
Mendengar pertanyaan itu, Reinhart menoleh dan menatap ke arah Professor Elin yang mengawasinya.
"Minumlah," ucap Professor Elin sambil membawa potion pemulihan stamina dasar kualitas sempurna.
"..."
Mengambil potion tersebut, Reinhart langsung meminumnya. Dia kemudian duduk sambil meluruskan kakinya. Benar-benar melemaskan otot-otot tubuhnya.
"Tidak ada ucapan terima kasih?" tanya Professor Elin dengan nada menggoda.
"Kenapa aku harus berterima kasih? Bukankah aku masih harus membayar biaya latihan, bahkan biaya potion itu?" balas Reinhart dengan nada tak acuh.
Bukannya Reinhart pelit. Hanya saja, dia merasa kalau Professor Elin terlalu berlebihan.
Wanita itu merencanakan apa yang harus dia lakukan, dia makan, bahkan memberi jam istirahat (tidur) yang harus dilakukan. Benar-benar detail, bahkan luar biasa. Masalahnya ...
Professor Elin benar-benar menuntut biaya mahal untuk pelatihan!
Apa yang harus dia makan, minum, dan potion yang diperlukan ... Reinhart harus merogoh kantongnya sendiri! Karena itu sama sekali tidak termasuk biaya latihan!
Lebih parahnya lagi, Reinhart membeli ramuan kualitas sempurna dari Professor Elin ... DENGAN HARGA PASAR! SAMA SEKALI TIDAK ADA DISKON!
"Bukankah wanita ini juga butuh makan? Kamu tidak akan marah dengan 'sedikit' biaya itu, kan?"
"..."
Mendengar kata 'sedikit', sudut bibir Reinhart berkedut. Bahkan bagi dirinya, uang itu sangat berarti. Jumlah yang tidak bisa warga biasa, bahkan bangsawan kecil capai selama hidup mereka!
"Tenang saja! Semua pasti sepadan dengan harganya. Kamu akan menjadi sangat kuat setelah latihan sampai ke tingkat tertentu. Juga ...
Bukankah kamu senang bisa dilatih dan bertemu dengan wanita cantik ini setiap hari?"
'Bah! Wanita narsis menyebalkan!'
Melirik ke arah Professor Elin, Reinhart langsung mengutuk dalam hati. Pemuda itu bahkan sedikit menyesal. Wanita itu benar-benar berbeda daripada yang dia bayangkan.
'Kembalikan sosok wanita cantik, lembut, dan penolong itu!'
Reinhart benar-benar merasa telah ditipu habis-habisan.
"Yah ... tampaknya kamu begitu serius." Professor Elin tersenyum. "Apakah kamu sudah siap untuk pelajaran olahraga gabungan hari ini?"
"Eh???" Mendengar ucapan Professor Elin, Reinhart tertegun.
"Kamu lupa?"
"Jangan bilang—"
"Ya. Latihan antara kelas 1-A dan kelas 1-B."
"..."
Reinhart langsung mengingat Xylon yang sebelumnya selalu mengawasi dirinya ketika berada di kelas sekunder. Jika juga ingat dengan jelas, kalau saudara Xylon berada di kelas yang sama.
Melihat ke arah Professor Elin yang tersenyum cemerlang, Reinhart tidak bisa tidak bertanya.
"Bolehkah aku membolos sekali saja?"
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
IG: _anipri
membolos itu perbuatan yang tak baik pangeran Reinhart
2022-12-27
1
🌬𝙆𝙖𝙪𝙢 𝙍𝙚𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣
sabar reinhart.
2022-08-21
0
Nekoo~
"dia" juga ingat dgn jelas,
2022-06-17
2