Sebuah kereta kuda berwarna biru dengan ornamen dan hiasan platinum terus melaju di jalanan kota. Empat kuda putih bersih menarik kereta tersebut. Dari penampilan kereta, jelas pemiliknya adalah bangsawan tinggi dengan status mulia.
Dalam kereta kuda, sosok Reinhart duduk santai sambil membaca buku panduan akademi. Atau lebih tepatnya, denah akademi yang tampak rinci.
Setelah memastikan dirinya hafal seluruh area umum akademi, Reinhart mengangguk ringan. Dia kemudian membuka buku lain yang menjelaskan tentang kelas di akademi.
Tidak seperti seperti di dunia sebelumnya, di akademi pelajaran dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu kelas utama, kelas sampingan, dan kelas umum.
Kelas utama adalah pelajaran yang mengkhususkan para siswa-siswi untuk berlatih sihir.
Kelas sampingan adalah sebuah kelas dengan berbagai jenis keterampilan sampingan seperti membuat ramuan, menempa, membuat jimat, dan sebagainya. Setiap murid hanya boleh memilih satu kelas sampingan agar tidak memengaruhi pengejaran mereka pada sihir yang merupakan kelas utama.
Sedangkan kelas umum, itu adalah kelas yang berisi berbagai pelajaran umum seperti matematika, budaya, dan beberapa pengetahuan umum yang harus dipelajari oleh para bangsawan. Mengajarkan mereka untuk menjadi lebih baik sehingga ketika lulus, mereka bisa membantu dalam mengelola wilayah atau kerajaan mereka.
Setelah selesai membaca, Reinhart akhirnya memejamkan mata lalu mengingat detail tempat dia sekarang akan belajar.
Akademi Cahaya Bintang.
Sebuah nama akademi yang dianggap satu dari beberapa akademi top di seluruh Benua Avalon.
Akademi Cahaya Bintang berada di Kerajaan Bintang, sebuah kerajaan kecil di tengah Benua Avalon.
Alasan kenapa akademi tersebut terkenal bukan karena kerajaan dimana akademi berada, tetapi pendirinya. Akademi tersebut didirikan oleh seorang penyihir legendaris yang sangat terkenal di Benua Avalon. Itulah sebabnya banyak murid yang datang dari berbagai penjuru benua untuk mendaftar ke akademi.
Salah satunya adalah Reinhart, yang berasal dari Kerajaan Rembulan Perak jauh di bagian barat Benua Avalon.
Tidak hanya Reinhart, banyak juga tokoh-tokoh besar baik itu Pangeran, putra Duke, putra Marquis, dan berbagai jenis bangsawan dari penjuru benua.
Tentu, karena banyak tokoh kuat yang mendaftar ... sama sekali tidak ada istilah mendaftar lewat pintu belakang.
Bakat adalah hal utama yang diperlukan untuk menghadiri Akademi Cahaya Bintang!
Memikirkan berbagai macam kemungkinan yang mungkin akan dihadapinya, Reinhart berusaha mencatat setiap detail kejadian penting dalam game.
Setelah melihat bangunan indah seperti kastil besar lengkap dengan menara penyihir, Reinhart menghela napas panjang.
'Aku harap semuanya akan berjalan lancar!'
***
Semua berjalan lancar sesuai rencana adalah harapan setiap orang. Hanya saja ...
Terkadang, semua berjalan terbalik daripada apa yang diinginkan.
Itulah yang Reinhart rasakan sekarang.
Turun dari kereta kuda, Reinhart langsung mendengarkan bisikan-bisikan para gadis.
"Bukankah itu Pangeran Reinhart?"
"Wow! Dia tampak lebih tampan daripada berita yang beredar!"
"Aku dengar dia juga memiliki kecocokan tinggi dengan elemen petir. Sangat kuat!"
"Pantas sebagai penerus Kerajaan Rembulan Perak."
"Aku dengar Pangeran Reinhart belum bertunangan."
"Benarkah? Mungkinkah aku masih memiliki kesempatan?"
"Dalam mimpimu!"
"..."
Melihat bagaimana para gadis menatapnya dengan ekspresi fanatik seolah telah meminum obat perangsang, sudut bibir Reinhart berkedut.
'Desainer game ini terlalu berlebihan! Apa yang salah dengan gadis-gadis itu? Aku hanya ingin berangkat sekolah dengan tenang!'
Reinhart mengutuk dalam hati.
Sekarang dia berada di dunia pedang dan sihir. Dunia 'indah' berisi lelaki tampan dan perempuan cantik. Sebuah tempat impian para gadis yang memimpikan para pangeran tampan.
Baru beberapa langkah ke depan, kereta kuda lainnya berhenti. Kereta kuda tersebut bahkan tidak kalah dengan milik Reinhart. Pintu terbuka, lalu sebuah karpet merah panjang muncul.
Beberapa saat kemudian sosok pemuda tampan muncul dari dalam kereta.
Pemuda itu memiliki rambut pirang, mata biru, dan kulit putih. Selain seragam sekolah, dia juga memakai beberapa aksesoris yang begitu mencolok dan indah di mata para gadis.
Seorang pangeran standar yang diimpikan dan menjadi target dalam setiap Otome Game.
Nama pemuda itu adalah Aiden, Pangeran dari Kerajaan Mentari Emas. Dia memiliki senyum hangat di wajahnya. Sebuah senyum yang melelehkan hampir semua hati para gadis.
Hanya saja, itu tampak seperti senyum munafik di mata Reinhart.
Melihat pemandangan seperti itu, Reinhart hanya bisa menggeleng ringan. Dia merasa kalau hal semacam itu terlalu berlebihan dan tampak agak konyol.
Sebenarnya, Isana juga meminta Reinhart untuk datang dengan cara 'elegan' seperti itu. Gadis itu juga memintanya memakai berbagai macam aksesoris. Tentu saja, Reinhart langsung menolaknya!
Selain lebih tampan, pemuda itu berpakaian layaknya siswa dan siswi lainnya. Mungkin yang membedakan adalah pakaiannya yang lebih rapi dan sepatunya.
Reinhart tidak ingin terlihat begitu mencolok, tetapi wajahnya benar-benar tidak mengizinkannya!
"Sungguh kebetulan saya bisa bertemu anda di sini, Pangeran Reinhart."
Melihat Aiden berjalan ke arahnya dengan senyum sehangat mentari pagi, Reinhart mengangguk ringan sebelum berjalan pergi. Benar-benar langsung meninggalkan pangeran yang berkilauan tersebut.
Bagi Reinhart, sosok Aiden yang berkilau hanya menyakiti mata. Belum lagi, lelaki itu juga salah satu target dalam game. Jadi dia langsung memutuskan untuk menjauhkan diri darinya!
Pangeran Aiden yang melihat Reinhart hanya mengangguk lalu segera pergi tertegun di tempatnya. Setelah beberapa saat, ekspresinya langsung berubah. Dia langsung berjalan lebih cepat tetapi juga elegan, segera menyusul Reinhart.
Aiden langsung berhenti di depan Reinhart. Dengan senyum menawan di wajahnya, dia mengulurkan tangannya sembari berkata.
"Sepertinya saya tidak sopan sebelumnya. Nama saya Aiden. Senang bertemu anda, Pangeran Reinhart. Bisakah kita berteman?"
Melihat ke arah Aiden, Reinhart langsung berkata.
"Bisakah anda menyingkir, Pangeran Aiden? Anda benar-benar menghalangi jalan. Juga ...
Maaf, saya tidak terlalu berminat untuk berteman dan terlibat dengan masalah anda."
Mengatakan itu, Reinhart mengabaikan tangan Aiden yang terulur. Dia melewati pria tampak itu lalu segera pergi menuju ke bangunan sekolah.
Aiden dibuat tertegun oleh sikap Reinhart yang benar-benar tidak sopan. Pada awalnya, dia sangat marah, tetapi ekspresinya benar-benar langsung berubah.
Berbalik untuk melihat punggung Reinhart, Aiden berteriak keras.
"Jadi begitu! Karena tempat ini adalah akademi terbaik, anda telah menganggap saya salah satu saingan ... bahkan rival anda!
Hal itu membuat hati saya berdebar-debar, Pangeran Reinhart!"
Kalimat terakhir Aiden nyaris membuat Reinhart tersandung. Dia langsung menoleh ke belakang. Namun sebelum pemuda itu hendak bicara, Aiden langsung berkata.
"Dengan segala hormat, saya akan menerima tantangan ini, Pangeran Reinhart
Saya pasti akan mengalahkan anda!"
Setelah mengatakan itu, Aiden berjalan dengan ekspresi bangga di wajahnya. Banyak sorakan para penonton ketika melihat adegan itu.
Hampir semua yang ada di sana menjadi bersemangat, kecuali Reinhart.
'Apakah ada yang salah dengan kepalamu?'
Reinhart yang melihat Aiden pergi merasa tercengang. Pemuda itu tidak bisa tidak mengutuk dalam hati.
'Seperti yang diharapkan dari target Otome Game. Selain tampan, kaya, dan tampak berkilauan ... orang itu benar-benar bodoh!'
Reinhart menghela napas sebelum kembali berjalan. Moodnya semakin turun ketika sadar, selain dunia lebih berbahaya ...
Ternyata orang-orang yang dia temui benar-benar lebih merepotkan!
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
IG: _anipri
Aiden udah gencat perlawanan aja🤣
2022-12-22
0
Mat Grobak
mantap
2022-11-24
0
ooh jadi alur ceritanya ini seperti sekolah biasa tapi nama alamat tempatnya di ganti kerajaan
2022-11-07
0