Catatan :
Chapter 1 sampai 6 telah direvisi total. Agar ceritanya nyambung dan tahu dasar-dasarnya, tolong baca ulang. Maaf dan terima kasih. Juga, mohon terus dukungannya!
---
"Bisakah anda berhenti memandang saya dengan cara seperti itu, Professor Elin? Juga ... apakah semuanya benar-benar akan baik-baik saja?"
Mendengar ucapan Reinhart, Professor Elin tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi bangga sebelum berkata.
"Tenang saja. Aku telah membuat banyak penelitian tentang hal semacam ini! Bahkan penelitian mendalam!
Kamu bisa tenang, karena ... kamu benar-benar akan menjadi 'sangat baik' di masa depan!"
"..."
'Sudah aku duga! Dia menganggap ku sebagai kelinci percobaan!'
Reinhart berseru dalam hatinya. Dia benar-benar telah menduga kalau Professor Elin memiliki niat semacam itu!
"Professor Elin, saya—"
"Aku tahu kamu ragu, Reinhart. Namun kamu bisa tenang, aku benar-benar memiliki penelitian mendalam tentang hal ini. Juga ... memangnya kamu memiliki cara lain?
Apakah kamu mau menjadi rakyat biasa lalu dikirim ke perbatasan dan terbunuh oleh bandit kecil? Benar-benar ditargetkan karena dianggap mengganggu selama masih hidup?"
"..."
'Omong kosong suci! Aku benar-benar tidak memiliki jalan lain! Juga, aku terlalu bodoh karena begitu terburu-buru untuk mengungkapkan masalahku!'
Reinhart berseru dalam hati.
Di dalam game, tokoh Selena Novafrost adalah sosok wanita baik yang membantu tokoh utama dalam menyelesaikan berbagai hal, termasuk membantu untuk mencaritahu cara menyembuhkan Pangeran Reinhart. Hanya saja, dia tidak tahu kalau sebenarnya wanita itu tidak hanya tidak menolong tanpa pamrih ... wanita itu bahkan menganggap dirinya sebagai kelinci percobaan!
Pada saat melamun, Reinhart terbangun ketika Professor Elin menepuk pundaknya.
"Besok aku akan menunjukkan kepadamu hasil penelitianku. Jika kamu memang tidak setuju, aku akan mencoba membantumu untuk mencari cara lain."
Reinhart terpana ketika melihat senyum lembut dan tulus di wajah cantik Professor Elin yang berdiri tidak jauh dari dirinya. Ekspresi wanita itu tampak lembut, bahkan memiliki pandangan agak melankolis. Tampaknya memiliki alasan tersendiri untuk bersemangat ketika menyangkut penelitiannya.
"Pakai bajumu lalu kembali. Jangan lupa belajar, karena, meski kamu memiliki masalah ... kamu tetap tidak boleh tertinggal oleh teman-temanmu."
"Baik, Professor."
Reinhart memakai seragamnya. Setelah merapikan diri, pemuda itu membungkuk sopan sembari berkata.
"Kalau begitu saya pergi, Professor Elin."
Professor Elin mengangguk ringan. Melihat sosok Reinhart yang pergi setelah merasakan bahwa dirinya sekarang sedang ingin sendiri, wanita itu tidak bisa tidak tersenyum sembari berkata.
"Meski wajahnya mati rasa, tampaknya bocah itu masih peka."
***
Keluar dari Akademi Cahaya Bintang, Reinhart melihat kereta kuda yang telah menunggunya.
Melihat sosok Isana yang mondar-mandir dengan ekspresi cemas di wajahnya, Reinhart merasakan kehangatan di dalam hatinya. Dia tidak menyangka kalau gadis itu akan begitu khawatir.
"Maaf telah membuatmu menunggu lama, Isana."
Isana yang mendengar ucapan Reinhart langsung melihat ke arah pemuda itu. Mengamati bahwa sosok Reinhart masih tampak utuh dan baik-baik saja, dia menghela napas lega.
"Syukurlah anda baik-baik saja, Tuanku."
Reinhart yang melihat Isana cemas tersenyum. Dia berjalan menuju kereta lalu berhenti di depan gadis itu sebelum akhirnya menepuk kepalanya sembari berkata lembut.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku, Isana. Itu hanya tugas sekolah, kamu sama sekali tidak perlu begitu khawatir."
"Ya, Tuan."
Isana mengangguk dengan mata terpejam. Tampaknya merasa nyaman ketika tangan Reinhart mengelus kepalanya.
Berhenti mengelus kepala Isana, Reinhart masuk ke dalam gerbong kereta kuda. Dia melihat ke luar, ke arah Isana yang masih berdiri linglung di sana.
Melihat penampilan perempuan itu, Reinhart akhirnya berkata.
"Mari kembali, Isana."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
IG: _anipri
Isana tuh bakal setia banget sama pangeran Reinhart. Isana, aku padamu
2022-12-25
1
🌬𝙆𝙖𝙪𝙢 𝙍𝙚𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣
lanjut
2022-08-20
0
Jarang Komen:)
Next...
2022-04-27
3