"Cukup!"
Suara Sir John terdengar. Aiden dan Xylon yang terengah-engah akhirnya berhenti saling menyerang.
"Hasilnya seri! Kembali ke tempat kalian masing-masing!"
Melihat hasil mereka yang bisa dianggap seri, Reinhart menggelengkan kepalanya. Sudah jelas, level Aiden lebih tinggi. Belum lagi, seharusnya elemen api bisa menekan elemen kayu milik Xylon. Namun pada akhirnya, mereka malah seri.
Itu berarti ... ada masalah pada Aiden.
Meski tidak ada yang berkomentar atau mempertanyakan hal itu, dari ekspresinya, Reinhart tahu kalau Aiden merasa tertekan. Tampaknya menganggap dirinya sendiri tidak berguna atau semacamnya.
'Dari pertarungan tadi, tampaknya pilihan cincin tampaknya sangat berarti.'
Pikir Reinhart.
Level penyihir memang bergantung pada circle. Namun selain memiliki efek sebagai penentu level, circle memiliki keistimewaan tersendiri.
Dalam inti sihir seorang penyihir, selain pusat energi mana, ada cincin dengan warna berbeda-beda sesuai elemen yang ada di sana.
Ketika resmi menjadi penyihir circle 1, seorang penyihir harus memadatkan satu cincin dan pada cincin tersebut, terukir susunan sihir level 1. Sihir tersebut tidak sama, tergantung apa yang orang itu ukir di sana.
Fire ball, Fire claws, Lightning bolt, dan sebagainya. Itu tergantung penyihir tersebut, karena, meski tidak banyak ... ada lebih dari satu sihir elemen di setiap level.
Apa fungsi sihir yang terukir dalam cincin tersebut?
Fungsinya sebenarnya sederhana. Yaitu penyihir dalam melakukan instan casting, menyerang dengan sihir tanpa harus merapal. Belum lagi, biaya mana yang digunakan hanya separuhnya. Lebih cepat, kekuatan sama, tetapi dengan mana yang lebih rendah.
Tentu saja, penyihir tersebut tidak hanya bisa mempelajari satu sihir pada satu level. Mereka bisa memiliki banyak sihir. Mereka juga bisa melakukan instan casting, tentu saja dengan syarat memiliki pemahaman mendalam dalam sihir tersebut.
Jadi, dibandingkan dengan memiliki lebih banyak mantra atau skill, biasanya penyihir memilih satu sihir favorit di setiap level lalu mengukirnya di circle, dan mempelajari dua atau tiga sihir di level tersebut. Tidak perlu terlalu banyak, yang terpenting handal dan mendalaminya. Karena ... itu sangat berguna dalam pertarungan nyata.
Sebagai penyihir 4 circle, Aiden dan Xylon seharusnya memiliki sihir lebih kuat. Namun dalam pertandingan sebelumnya, mereka hanya menunjukkan sihir sampai level 2. Karena mereka menganggap, sebagian besar murid berada di level itu dan tidak perlu bagi mereka untuk pamer.
Ya ... sebagai seorang pangeran, mereka memang tidak begitu bodoh. Meski terkadang tidak rasional dan agak kekanak-kanakan.
Setelah Aiden dan Xylon kembali ke tempat mereka, Sir John memanggil murid lain.
Sembari melihat pertandingan mereka, Reinhart melihat dua skill dalam cincin pertama dan kedua miliknya.
'Lightning bolt dan lightning shock, kah?'
Lightning bolt, sihir level 1. Melepaskan petir untuk menyambar lawan. Meski tidak sekuat sambaran petir alami, ya ... bisa dibilang itu adalah sihir serangan terkuat di level 1.
Sedangkan lightning shock, itu adalah sihir level 2. Melapisi tangan dengan energi petir, gunakan untuk memukul musuh dan memberi efek kejut, seperti stun gun di kehidupan sebelumnya. Hanya saja, efeknya lebih kuat. Juga, skill tersebut lebih fleksibel karena bisa digunakan dengan satu tangan atau dua tangan sekaligus.
Lightning shock sendiri bukan sihir yang kuat di antara sihir level 2 yang ada. Namun, sihir tersebut memiliki efek tambahan. Jadi, sihir itu menjadi sampah atau kuat ... tergantung kepada penggunanya.
Reinhart kemudian mengingat berbagai gerakan pertempuran dasar. Baik itu tanpa atau menggunakan senjata.
Terlebih lagi, dia juga mengingat baik-baik Seni Pedang Kerajaan Rembulan Perak.
Setiap kerajaan biasanya memiliki seni pedang, atau biasanya warisan yang disebut dengan Royal Sword Art. Seni pedang kerajaan sendiri berbeda-beda tergantung dengan asalnya.
Tentu saja, sebagai pewaris dari Kerajaan-kerajaan kuat di Benua Avalon, Reinhart, Aiden, dan para target lain memiliki teknik yang kuat. Meski dalam game, hal itu sebenarnya hanya dianggap sebagai pemanis.
"Reinhart ... Flint ... pergi ke lapangan latihan lalu bersiap!"
Mendengar itu, Flint langsung berdiri lalu maju tanpa ragu. Reinhart sendiri juga langsung bangkit dan bergerak menuju ke lapangan latihan. Dia tampak lesu, bahkan gerakannya lambat.
Mengacungkan tombaknya, Flint tersenyum dengan mengejek.
"Apakah kamu siap dipukuli, Bocah cantik?"
"..."
Reinhart menatap ke arah Flint dengan ekspresi tak acuh. Sama sekali tidak memedulikan apa yang telah pemuda itu ucapkan.
"Jika kamu takut, lebih baik kamu menyerah dan pulang, Bocah cantik!"
"..."
Reinhart menghela napas, lalu menatap Sir John.
Melihat tatapan Reinhart, Sir John tahu kalau pemuda itu sudah tidak sabar. Tampaknya, dia benar-benar akan melihat pertarungan antara dua pangeran yang dianggap berbakat.
Lagipula, sebagai guru olahraga, Sir John tahu kalau Reinhart secara diam-diam juga berlatih fisik.
Dia agak kecewa karena pemuda itu tidak mengikuti kelas sekunder close combat!
"Karena kalian sudah siap, pertandingan akan dimulai dalam hitungan 3, 2, 1 ... Mulai!"
Mendengar ucapan Sir John, Flint langsung meraung.
"Aku akan menghancurkanmu, Bocah cantik! Earth—"
"Aku menyerah."
Sebelum Flint menggunakan sihirnya, Reinhart tiba-tiba mengangkat tangan kanan dan berkata dengan nada malas.
"A-Apa kamu bilang?" tanya Flint dengan ekspresi tak percaya.
"Aku bilang, aku menyerah."
Reinhart masih tampak tak acuh.
"Kenapa?! Apakah kamu takut?! Kamu begitu pengecut?!"
"..."
Reinhart benar-benar mengabaikan ucapan Flint.
Pada saat itu, Sir John juga ikut bertanya.
"Kenapa kamu menyerah, Reinhart? Aku yakin, dari ekspresimu ... kamu tidak takut, kan?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Reinhart mengangguk ringan.
"Saya tidak tertarik dengan pertarungan semacam ini, Pak!"
Reinhart menjawab tanpa rasa takut, tetapi juga tidak sombong. Hanya jawaban netral ditambah rasa hormat yang cukup.
Reinhart memang tidak terlalu memikirkan pertarungan karena dirinya lebih fokus berlatih mengendalikan kekuatan dan menyembuhkan dirinya sendiri. Mencegah akhir buruk menimpanya.
Mendengar jawaban Reinhart, alis Sir John berkerut.
"Dalam peraturan, kamu memang boleh menyerah, tapi ..."
"Tapi?"
"Jika kamu menyerah di awal, kamu akan mendapat nilai buruk. Bahkan bisa mempengaruhi nilai kenaikan kelas."
"..."
Mendengar itu, Reinhart menghela napas panjang.
Pemuda itu melirik ke arah Flint yang wajahnya gelap karena menahan amarah.
Menarik pedang dari sarungnya, Reinhart yang memiliki ekspresi datar di wajahnya akhirnya berkata.
"Kalau begitu ... bisakah kita mengulanginya?"
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
IG: _anipri
ayo pangeran Reinhart! jangan biarkan pangeran Flint mengataimu sebagai bocah cantik!
2022-12-27
0
Sejati
awookawwok
2022-12-05
0
Victorio Montecarlo
lanjut thor
2022-05-15
1