"Kamu membuatku kecewa, Reinhart."
Mendengar ucapan Professor Elin, Reinhart merasa agak bingung.
Bukannya bermaksud sombong. Pemuda itu mendapat banyak pujian karena trik murahan yang dia buat untuk melawan Flint. Namun, pagi ini Professor tiba-tiba menemui dirinya dan langsung mengatakan kalimat tersebut.
"Jangan bangga hanya karena kamu bisa membuat trik kecil semacam itu, Nak. Levelmu lebih tinggi dibandingkan dengan Flint. Kualitas sihir, fisik kuat karena garis keturunan iblis, dan beberapa hal lainnya.
Kamu ... benar-benar terluka? Kamu bercanda denganku?"
"Tapi—"
"Apakah kamu tidak serius? Hanya main-main? Tidak menggunakan kekuatan penuh?"
"..."
"Tidak peduli alasannya, bahkan jika kalian sama-sama menahan diri dengan sihir level 2, kamu masih memiliki banyak keunggulan.
Jika aku jadi kamu, ketika pertarungan dimulai. Aku akan langsung menyerang bocah tombak. Hindari dulu serangan pertama. Balik serang dengan teknik pedang. Setelah bocah tombak lengah, langsung kejutkan dengan cahaya aneh itu.
Untuk amannya, ketika cahaya membutakan lawan, langsung serang dan buat lawan tak berdaya dengan lightning shock. Terakhir, jatuhkan dia dan akhiri pertandingan."
"..."
"Kenapa? Kamu tidak suka? Atau kamu memang berniat mengulur waktu untuk pamer kepada gadis-gadis kecil itu?
Ingat, Reinhart, dalam pertarungan nyata, jangan pernah bertindak sembrono apalagi main-main. Bahkan seekor singa mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memburu kelinci. Tidak bersikap lebih lembut!
Apakah kamu mengerti?!"
Melihat ke arah Professor Elin, Reinhart memiringkan kepalanya.
"Apakah kamu sedang datang bulan, Professor? Tidak biasanya—"
Belum sempat mengatakan apa-apa, tangan putih yang ramping menutup mulut Reinhart. Pemuda itu bahkan bisa mencium aroma herbal dan bunga dari tangan itu. Namun, bukannya adegan romantis, pagi itu ...
Hanya ada suara barang pecah dan sesuatu yang patah dari kantor Professor Elin.
***
Tanpa terasa, tiga bulan berlalu begitu saja.
Musim semi telah berganti menjadi musim panas. Reinhart menjalani kehidupan sekolah yang begitu biasa saja karena tidak berniat mencolok. Belum lagi, jadwal siswa kelas satu Akademi Cahaya Bintang juga tidak begitu padat.
Pada hari senin, rabu, dan kamis ... Latihan fisik di pagi hari, sekolah sampai sore hari, sore sampai makan malam belajar alkimia. Setelah makan malam, bermeditasi dan belajar sihir sampai akhirnya jam tidur.
Sedangkan selasa, kamis, dan sabtu ... belajar alkimia diganti dengan belajar ilmu pedang. Mencoba lebih mendalami dan terus menempa diri di jalan ksatria.
Sedangkan di hari minggu, jika tidak beristirahat, Reinhart akan melakukan latihan sparring dengan Isana. Tentu saja, hanya teknik pedang atau sihir. Namun terkadang, dia juga dipanggil oleh Professor Elin untuk menunjukkan perkembangannya dalam latihan sihir.
Tentu saja, untuk saat ini, apa yang Reinhart latih hanyalah kekuatan knight biasa dan sihir atribut petir. Sedangkan untuk garis keturunan iblis dan sihir kegelapan, Professor Elin berkata kalau proses pengendalian akan menjadi lebih mudah selama tubuhnya dan kendalinya dalam sihir petir telah siap.
Setidaknya, paling cepat setengah tahun.
Seperti biasa, di pagi hari Reinhart berangkat ke akademi diantar oleh kereta kudanya.
"Apakah kamu sudah mempersiapkan ujian tengah semester, Reinhart?"
Mendengar suara itu, Reinhart menoleh. Melihat ke arah Aiden yang berjalan ke arahnya lalu berjalan bersama dengannya, pemuda itu berkata dengan nada datar.
"Seharusnya tidak apa-apa."
"Bagus."
"..."
"Apakah kedua bersaudara itu masih mengganggumu bahkan setelah tiga bulan? Mereka sungguh gigih."
"..."
Mendengar ucapan Aiden, Reinhart menoleh dan menatap ke arah pangeran pirang tersebut.
Memang benar, di jam pelajaran sekunder, Xylon akan menantangnya untuk membuat ramuan lebih baik. Sementara di jam olahraga gabungan, Flint juga akan menantangnya untuk bertarung. Namun ...
'Bukankah kamu yang paling gigih?'
Reinhart menatap Aiden dengan ekspresi hambar. Dibandingkan kedua bersaudara, Aiden yang berada di kelas sama dengannya jelas lebih mengganggu. Pangeran pirang itu benar-benar terus mengikutinya, memaksakan diri untuk berteman dengan dirinya.
Bahkan setelah berbagai macam penolakan, Aiden sama sekali tidak menyerah.
Benar-benar terlalu gigih dan menyebalkan!
Jadi, pada akhirnya Reinhart menyerah. Dia tidak peduli Aiden mengikutinya atau bagaimana. Bahkan sering menganggapnya angin atau makhluk tak terlihat.
Benar-benar berbeda dari cerita aslinya, Reinhart merasa, karena mengikuti dirinya yang berlatih keras ... ketiga target lain benar-benar menjadi lebih kuat daripada yang seharusnya!
"Omong-omong, apakah kamu sudah membuat team, Reinhart?"
"Team?"
"Selain ujian tertulis, ada juga ujian praktik. Selain praktik pelajaran sekunder, ada juga ujian yang menugaskan para siswa keluar sekolah.
Mungkin berburu tanaman obat, bahkan bandit!
Akademi ingin kita mengenal dunia. Benar-benar sebuah pemikiran yang sangat baik. Akademi sangat pengertian dan peduli terhadap masa depan murid-muridnya."
"Ck ..."
Mendengar ucapan Aiden yang kagum dengan ujian tersebut, Reinhart mendecak tak puas.
Melakukan berbagai misi yang bisa dibilang melelahkan dan berbahaya. Sebuah tugas yang biasanya dilakukan oleh para petualang untuk mencari nafkah.
Namun, mereka hanya melakukan pekerjaan semacam itu secara gratis. Memberi akademi lebih banyak uang tambahan.
Melirik ke arah Aiden, Reinhart tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya.
'Apanya yang pengertian dan peduli pada para murid? Mereka hanya kapitalis jahat!'
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
ady is
gw ngerasa si MC naif banget dah...reinkarnator tpi pemikirannya seperti itu...bukan maksut bwat hujat author ato gimana tpi kalo d suruh milih gw lebih suka reinkarnator novel author yg laen dn itu adalah si ciel kecil hahahaha...itu gokil banget dah...ya mungkin author lagi pgen bikin reinkarnator dg sifat yg beda...keep fighting and keep writing thor...
2023-03-19
1
IG: _anipri
wkwkwk
2022-12-28
0
acil
sabar thot
2022-08-31
0