Trik Kecil

Flint yang mendengar ucapan Reinhart tampak geram. Wajahnya tampak gelap karena marah. Dia mencengkeram erat tombak di tangannya dan menatap pemuda berambut perak di sisi lain lapangan.

"Tampaknya aku terlalu berlebihan ..."

Reinhart bergumam pelan. Melirik ke arah Flint, dia yakin kalau lawannya itu sudah tidak memikirkan batasan level. Tampaknya berencana untuk menyerang sekuat tenaga!

"Pertandingan dimulai dalam hitungan, tiga, dua, satu ... Mulai!"

Swoosh!

Flint langsung melesat ke arah Reinhart lalu membanting tombak dengan ganas.

Memilik ekspresi datar, Reinhart melompat mundur. Namun saat itu, suara Flint yang kejam langsung terdengar.

"Earth magic ... Earth spike!"

Ketika tombak membanting tanah, tanah langsung bergelombang. Gundukan tanah muncul dan membentuk paku runcing yang langsung menusuk ke arah Reinhart.

Melihat bahwa sihir level 1 dilakukan dengan baik dan alami, Reinhart menyipitkan matanya.

Ujung tajam kerucut tanah mengincar leher Reinhart, tetapi pemuda itu langsung menghindar ke samping. Sebelum merasa santai, sosok Flint kembali muncul sambil mengayunkan tombak secara horizontal.

"Earth magic ... Sharp edge!"

Mata tombak langsung dilapisi dengan energi sihir berwarna kuning, membuat tombak itu tampak lebih kokoh dan tajam.

Swoosh! Klang!

Reinhart mengayunkan pedangnya. Tombak dan pedang berbenturan. Sebagai hasil, sosok Reinhart terpental mundur beberapa langkah. Dia garis tampak di tanah, bekas kaki Reinhart yang terseret mundur. Namun, pemuda itu masih berdiri kokoh. Bahkan tampak tak acuh.

"Ck ..."

Reinhart mendecak. Pemuda itu tidak menyangka kalau latihan yang dia terima dari Professor Elin benar-benar telah meningkatkan kekuatannya bahkan dalam waktu singkat.

Jika sebelumnya, Reinhart yakin harus membalas sihir dengan sihir. Namun sekarang, dia tampaknya masih cukup tahan melawan sihir mengandalkan keterampilan fisiknya saja.

'Seperti yang diharapkan dari garis keturunan iblis. Kekokohan tubuhnya tidak kalah dengan penyihir tanah.'

Pikir Reinhart ketika mengagumi dirinya sendiri. Namun mengingat kalau garis keturunan iblis adalah pedang bermata dua, pemuda itu hanya bisa menghela napas panjang.

'Aku benar-benar harus segera menguasai kemampuan ini dalam satu tahun.'

"Kamu kehilangan fokus!!!"

Sosok Flint mengejar Reinhart. Pemuda itu masih menggunakan skill Sharp Edge, sihir tambahan elemen tanah level 2.

Menyadari bahwa dirinya masih bertarung, Reinhart yang melihat ujung tajam hendak mengenai lehernya langsung menghindar. Namun karena terlambat, tombak di tangan Flint masih melukai pundak kanannya.

Bukannya balas menebas, Reinhart sedikit melompat mundur. Tangan kirinya terulur ke depan, membuat gerakan menunjuk dengan dua jari ke arah Flint.

Kilat biru putih terkumpul di ujung dua jari. Melihat itu, Flint sadar kalau Reinhart berniat untuk menembak dengan sihir petir tingkat 1, Lightning bolt.

Memanfaatkan sedikit jeda, Flint hendak kembali mengayunkan tombak, tetapi ...

Bang!

Bukannya ditembakkan, kilat di ujung jari Reinhart malah meledak. Cahaya putih langsung menelan area di sekelilingnya.

Flint yang terkejut merasakan penglihatannya hilang, kepalanya berdengung karena pusing. Sebelum sempat sadar, dia tiba-tiba merasakan sakit di pergelangan tangannya. Tubuhnya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh.

Ketika pemuda itu sadar, dia telah berbaring di lantai dan tombaknya telah dibuang jauh dari jangkauannya. Sementara itu, ujung pedang Reinhart sudah diarahkan ke lehernya.

"Kamu kalah."

Mendengar ucapan Reinhart, Flint dan para murid akhirnya sadar. Mereka menatap ke arah pemuda itu dengan ekspresi heran, dan bingung.

Bagi mereka, Reinhart jelas tampak menggunakan skill Lightning bolt. Namun sihir itu malah berubah menjadi ledakan cahaya skala kecil. Tampak seperti sihir gagal, tetapi juga terasa bukan sebuah kegagalan. Hal itu membingungkan mereka.

Reinhart sendiri tidak ingin menjelaskan.

Pada dasarnya, dia memang menggunakan sihir lightning bolt. Namun dalam satu minggu ini, pemuda itu bereksperimen dan membuat sihir tersebut dengan kemampuannya sendiri. Tidak seperti lightning bolt yang menyerang dan melukai, sihir yang dia gunakan sama sekali tidak berbahaya. Hanya saja, itu masih sangat berguna untuk serangan kejutan.

Ya ... Reinhart membuat skill tersebut berdasarkan referensi flashbang dalam kehidupan sebelumnya.

Meski bukan sihir yang kuat, tetapi trik semacam itu masih sangat berguna tergantung penggunaannya.

"Kamu curang! Kamu hanya beruntung bisa memanfaatkan sihir yang gagal!"

Tidak terima tiba-tiba dijatuhkan, Flint menunjuk wajah Reinhart dengan wajah penuh amarah.

Melihat Flint dan banyak murid yang ragu, Sir John tiba-tiba berkata.

"Pemenangnya Reinhart. Tidak peduli alasannya, pada akhirnya kamu kalah, Flint. Ksatria sejati tidak boleh membuat banyak alasan.

Kekalahan adalah kekalahan!"

"Tapi—"

"Tidak ada kata tapi!"

Mendengar ucapan Sir John, Reinhart menyarungkan pedangnya dengan ekspresi kosong di wajahnya. Pemuda itu kemudian berbalik pergi menuju ke pinggir lapangan. Berniat untuk beristirahat dan memikirkan hal lain.

Sementara itu, Sir John yang menatap Reinhart mengangkat sudut bibirnya.

'Bocah cerdik.'

Meski tidak ada etiket bangsawan yang bertarung dengan elegan dan jujur, bahkan lebih mirip dengan trik pencuri ulung ... jelas trik tersebut membuatnya menang.

Tidak peduli dengan caranya, pada kenyataan, hasil akhir adalah yang paling penting.

Itulah kenapa Sir John menganggap Reinhart menang. Dia jelas melihat kalau pemuda itu sengaja menjebak Flint. Sengaja membuat Flint mengamuk dan tidak fokus. Pada akhirnya, sebelum Flint sempat menggunakan sihir level 3 atau lebih tinggi ...

Jatuhkan dengan trik kecil!

Merasakan tatapan penuh dengan keraguan, kekaguman, iri, bahkan benci yang diarahkan kepadanya dirinya, Reinhart duduk di tempatnya dengan ekspresi tak acuh.

Pemuda itu sebenarnya merasa sangat jelas. Dari kemampuan, dia sama sekali tidak terlalu jauh dibandingkan dengan Flint. Namun pemuda itu paham, banyak pemuda atau murid yang bisa dibilang memiliki level dan kekuatan cukup, tetapi eksekusinya dalam pertempuran buruk.

Reinhart sendiri tidak tahu, apakah itu disebabkan karena mereka terlalu dimanjakan atau terlalu percaya diri. Yang pasti, dia merasa kalau kekuatannya masih kurang. Pemuda itu jelas merasa kalau dirinya masih rapuh. Seperti seekor semut di mata para ahli yang sebenarnya.

Jadi, daripada berbangga diri karena mengalahkan musuhnya, Reinhart berpikir banyak hal dan kekurangannya sendiri.

Melirik ke arah luka di pundaknya, pemuda itu menghela napas panjang.

'Aku benar-benar masih kurang fokus dan ceroboh.'

>> Bersambung.

Terpopuler

Comments

IG: _anipri

IG: _anipri

trik nya pangeran Reinhart hebat juga yak

2022-12-28

0

Nekoo~

Nekoo~

ada garis tampak ditanah?

2022-06-18

2

John Singgih

John Singgih

kemenangan dengan trik kecil

2022-04-20

1

lihat semua
Episodes
1 Ingin Pulang!
2 Akademi Cahaya Bintang
3 Goal Kecil dan Besar
4 Pilihan Benar?
5 Taruhan Dalam Konsultasi
6 Tidak Tampak Benar!
7 Mari Kembali
8 Untuk Masa Depan!
9 Secepat Ini?
10 Sama Saja!
11 Bolehkah Aku Membolos?
12 Tidak Ramah!
13 Ayam Lemah
14 Seorang Pengecut
15 Trik Kecil
16 Kehidupan Stabil
17 Membentuk Kelompok?
18 Sebuah Kesimpulan
19 Kota Wind Prairie
20 Mencari Informasi
21 Memilih Orang
22 Pengemis Kecil
23 Berlutut dan Memohon
24 Jebakan?
25 Kita Berbeda
26 Melanjutkan Perjalanan
27 Sampai Di Kota Roscars
28 Lyn
29 Keluarga Yang Jatuh
30 Menjalankan Rencana
31 Berkumpul Karena Tujuan Yang Sama
32 Bicara Soal Etika
33 Ledakan Di Barat Kota
34 Game Baru Saja Dimulai
35 Cahaya Menyilaukan Di Malam Hari
36 Salah Orang?
37 Kebocoran Informasi
38 Mengepung dan Dikepung
39 Thunder Beast
40 Kembali Ke Akademi
41 Rencana Tahap Dua!
42 Bekerja Bagai Kuda!
43 Ditargetkan
44 Si Bodoh dan Tidak Peka
45 Air dan Api
46 Sudah Siap?
47 Keberhasilan atau ...
48 Mempersiapkan Perbekalan
49 Hutan Kabut Ungu
50 Untuk Mengalami Kehidupan
51 Ujian Dimulai!
52 Tidak Sengaja
53 Sebenarnya Sakit?
54 Seharusnya Tidak Muncul
55 Mendapat Jackpot!
56 Kalian Pembohong!
57 Habis-habisan!
58 Bala Bantuan
59 Anggota Baru
60 Kebingungan
61 Menjadi Baik?
62 Membuat Alasan
63 Masuk Dalam Jebakan
64 Cinta dan Benci
65 Terlambat Sadar
66 Terlalu Berlebihan!
67 Ingin, Tapi Tidak Bisa
68 Ketahuan!
69 Salah Masuk?
70 Harus Melakukannya
71 Kenapa Aku Berada Di Sini?
72 Reinhart Jatuh
73 Tidak Bisa Mengelak!
74 Banyak Rencana Tanpa Eksekusi
75 Kencan?
76 Pergantian Pemain
77 Kuda Hitam!
78 Hadiah Kejutan!
79 Rencana Sebelum Turnamen
80 Pertandingan Dimulai!
81 Gaya Orang Lain dan Gaya Original
82 Ditargetkan?
83 Bukankah Terlalu Berbahaya?
84 Skull Crusher
85 Aiden vs Zale!
86 Tebakan Salah
87 Bocah Ini Sudah Gila!
88 Masa Lalu Reinhart!
89 Perubahan Tiba-tiba
90 Kamu Yang Memintanya
91 Dicurigai
92 Dalam Kesederhanaan
93 Final
94 Sang Ular
95 Sihir Terlarang?
96 Janji dan Tujuan
97 Menonton Drama
98 Bocah Cengeng
99 Menyelidiki
100 Rumah Kesenangan
101 Lupa!
102 Tanggung Jawab
103 Solusi
104 PULANG
105 Home, Not Sweet Home
106 Keluarga Runegarde
107 Salah Tempat!
108 Rasa Syukur
109 Mencoba Mengungkap Rahasia
110 Tidak Tahan!
111 Bicara Empat Mata
112 Rahasia Ratu Evelyn
113 Kekhawatiran Ibu?
114 Tamu Tak Diundang
115 Kekuatan 100 Binatang Buas
116 Manusia dan Sekelompok Kera
117 Canon Dimulai
118 Mengacaukan Segalanya
119 Penjahat Yang Sebenarnya
120 Mencoba Membenarkan Alur
121 Tantangan Duel!
122 Bentrokan!
123 Hukuman dan Perubahan
124 Starlight Scholar!
125 Pembentukan Organisasi Selesai!
126 Junior Merepotkan
127 Merekrut Melvin
128 Kebencian Noctis
129 Mimpi Yang Terulang
130 Sihir Terlarang : Menjahit Jiwa
131 Tidak Pada Tempatnya
132 Mereka Yang Tidak Bisa Diandalkan
133 Teman
134 Mencoba Untuk Merekrut Heroine?
135 Kota Kecil dan Pub
136 Tidak Berniat Main-main
137 Lelah Menjadi Pengasuh Bayi
138 Memastikan Sesuatu Sebelum Berangkat
139 Hujan Di Musim Semi
140 Pengalaman Pertama
141 Berjalan Melewati Malam
142 Bukan Orang Jahat
143 INI PERAMPOKAN!
144 Pemikiran Terbuka?
145 Ada Yang Salah Dengan Kepala Mereka
146 Bukankah Ini Terlalu Dipaksakan?
147 Berhenti Berpura-pura!
148 Surat Misterius
149 Perasaan Tidak Nyaman
150 Sungguh Beruntung!
151 Bukankah Itu Sama Saja?
152 Merangkak Keluar
153 Melawan Hydra
154 Meloloskan Diri
155 Terus Menuju Ke Bawah
156 Pemuda Sembrono dan Beruntung
157 Lich
158 Sedikit Cerita
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Ingin Pulang!
2
Akademi Cahaya Bintang
3
Goal Kecil dan Besar
4
Pilihan Benar?
5
Taruhan Dalam Konsultasi
6
Tidak Tampak Benar!
7
Mari Kembali
8
Untuk Masa Depan!
9
Secepat Ini?
10
Sama Saja!
11
Bolehkah Aku Membolos?
12
Tidak Ramah!
13
Ayam Lemah
14
Seorang Pengecut
15
Trik Kecil
16
Kehidupan Stabil
17
Membentuk Kelompok?
18
Sebuah Kesimpulan
19
Kota Wind Prairie
20
Mencari Informasi
21
Memilih Orang
22
Pengemis Kecil
23
Berlutut dan Memohon
24
Jebakan?
25
Kita Berbeda
26
Melanjutkan Perjalanan
27
Sampai Di Kota Roscars
28
Lyn
29
Keluarga Yang Jatuh
30
Menjalankan Rencana
31
Berkumpul Karena Tujuan Yang Sama
32
Bicara Soal Etika
33
Ledakan Di Barat Kota
34
Game Baru Saja Dimulai
35
Cahaya Menyilaukan Di Malam Hari
36
Salah Orang?
37
Kebocoran Informasi
38
Mengepung dan Dikepung
39
Thunder Beast
40
Kembali Ke Akademi
41
Rencana Tahap Dua!
42
Bekerja Bagai Kuda!
43
Ditargetkan
44
Si Bodoh dan Tidak Peka
45
Air dan Api
46
Sudah Siap?
47
Keberhasilan atau ...
48
Mempersiapkan Perbekalan
49
Hutan Kabut Ungu
50
Untuk Mengalami Kehidupan
51
Ujian Dimulai!
52
Tidak Sengaja
53
Sebenarnya Sakit?
54
Seharusnya Tidak Muncul
55
Mendapat Jackpot!
56
Kalian Pembohong!
57
Habis-habisan!
58
Bala Bantuan
59
Anggota Baru
60
Kebingungan
61
Menjadi Baik?
62
Membuat Alasan
63
Masuk Dalam Jebakan
64
Cinta dan Benci
65
Terlambat Sadar
66
Terlalu Berlebihan!
67
Ingin, Tapi Tidak Bisa
68
Ketahuan!
69
Salah Masuk?
70
Harus Melakukannya
71
Kenapa Aku Berada Di Sini?
72
Reinhart Jatuh
73
Tidak Bisa Mengelak!
74
Banyak Rencana Tanpa Eksekusi
75
Kencan?
76
Pergantian Pemain
77
Kuda Hitam!
78
Hadiah Kejutan!
79
Rencana Sebelum Turnamen
80
Pertandingan Dimulai!
81
Gaya Orang Lain dan Gaya Original
82
Ditargetkan?
83
Bukankah Terlalu Berbahaya?
84
Skull Crusher
85
Aiden vs Zale!
86
Tebakan Salah
87
Bocah Ini Sudah Gila!
88
Masa Lalu Reinhart!
89
Perubahan Tiba-tiba
90
Kamu Yang Memintanya
91
Dicurigai
92
Dalam Kesederhanaan
93
Final
94
Sang Ular
95
Sihir Terlarang?
96
Janji dan Tujuan
97
Menonton Drama
98
Bocah Cengeng
99
Menyelidiki
100
Rumah Kesenangan
101
Lupa!
102
Tanggung Jawab
103
Solusi
104
PULANG
105
Home, Not Sweet Home
106
Keluarga Runegarde
107
Salah Tempat!
108
Rasa Syukur
109
Mencoba Mengungkap Rahasia
110
Tidak Tahan!
111
Bicara Empat Mata
112
Rahasia Ratu Evelyn
113
Kekhawatiran Ibu?
114
Tamu Tak Diundang
115
Kekuatan 100 Binatang Buas
116
Manusia dan Sekelompok Kera
117
Canon Dimulai
118
Mengacaukan Segalanya
119
Penjahat Yang Sebenarnya
120
Mencoba Membenarkan Alur
121
Tantangan Duel!
122
Bentrokan!
123
Hukuman dan Perubahan
124
Starlight Scholar!
125
Pembentukan Organisasi Selesai!
126
Junior Merepotkan
127
Merekrut Melvin
128
Kebencian Noctis
129
Mimpi Yang Terulang
130
Sihir Terlarang : Menjahit Jiwa
131
Tidak Pada Tempatnya
132
Mereka Yang Tidak Bisa Diandalkan
133
Teman
134
Mencoba Untuk Merekrut Heroine?
135
Kota Kecil dan Pub
136
Tidak Berniat Main-main
137
Lelah Menjadi Pengasuh Bayi
138
Memastikan Sesuatu Sebelum Berangkat
139
Hujan Di Musim Semi
140
Pengalaman Pertama
141
Berjalan Melewati Malam
142
Bukan Orang Jahat
143
INI PERAMPOKAN!
144
Pemikiran Terbuka?
145
Ada Yang Salah Dengan Kepala Mereka
146
Bukankah Ini Terlalu Dipaksakan?
147
Berhenti Berpura-pura!
148
Surat Misterius
149
Perasaan Tidak Nyaman
150
Sungguh Beruntung!
151
Bukankah Itu Sama Saja?
152
Merangkak Keluar
153
Melawan Hydra
154
Meloloskan Diri
155
Terus Menuju Ke Bawah
156
Pemuda Sembrono dan Beruntung
157
Lich
158
Sedikit Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!