Kota Wind Prairie, sebuah kota yang tidak terlalu besar atau kecil di Wilayah Green Sylph.
Di Kerajaan Bintang, ada lima wilayah inti. Wilayah Startears sebagai Ibukota, Wilayah Green Sylph, Wilayah Yellow Gnome, Wilayah Blue Undine, dan Wilayah Red Salamander. Keempat wilayah tersebut dinamai berdasarkan nama empat roh elemental utama, yang juga merupakan rekan perjalanan dari Sang Penyihir Legendaris.
Berbeda dengan orang-orang normal, atau bahkan bangsawan ... Penyihir Legendaris tersebut memiliki empat elemen yang dia latih. Menjadi penyihir yang sangat kuat sambil mengembangkan keempat elemen tersebut. Sebuah prestasi yang tidak dapat ditiru oleh siapa saja sampai masa sekarang. Ya ... begitulah yang tertulis dalam cerita.
Apa yang Professor Elin minta dari Reinhart adalah penguasaan empat elemen, yaitu kegelapan, petir, api, dan angin. Namun, pemuda itu jelas menolak permintaan gila semacam itu. Pertama, dia bukanlah Penyihir Legendaris. Kedua, dia juga harus melatih dua metode ksatria, yaitu ksatria kegelapan dan ksatria petir. Jelas, penyihir Legendaris hanya melatih sihirnya, jadi apa yang dia lakukan sudah meniru apa yang tertulis dalam dongeng. Ya ... mengembangkan empat jalan sekaligus.
Tentu saja, dibandingkan jalan sihir, jalan ksatria elemental itu lebih buruk karena memiliki batasan. Namun, hal tersebut bukan tanpa keuntungan.
Meski memiliki batasan level, ksatria elemental lebih mengarah ke penempaan tubuh dan penguasaan berbagai teknik jarak dekat. Itulah sebabnya, orang yang berlatih untuk menjadi ksatria elemental sekaligus penyihir disebut jalan Raja. Alasannya sederhana, karena mereka menutupi hampir semua kelemahan baik dalam pertarungan jarak jauh dan jarak dekat.
'Dua jalan Raja ...'
Memikirkan itu membuat Reinhart merasa sakit kepala.
Sekarang dia sama sekali tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan orang. Pemuda itu memilih untuk tidak membuat banyak teman hanya untuk memperkuat didirnya sendiri. Sekarang dia adalah penyihir petir circle 4, dan baru saja menempuh jalan ksatria. Meski belum lama, mungkin karena dirinya telah memiliki dasar yang baik, Reinhart telah menjadi knight. Apa yang dia dan Professor Elin targetkan adalah, menjadi high knight sebelum semester pertama selesai. Selain itu, dia juga harus menyempurnakan cincin sihir petir yang selama ini telah dia bangun.
Menurut Professor Elin, ada sebuah cara untuk meningkatkan kekuatan cincin sihir. Hal tersebut membuat pondasi dan bangunan semakin kokoh. Hanya saja, cara melakukannya agak berbahaya dan menyakitkan. Jika bukan karena takut jalan penyihir petir rusak atau bahkan roboh karena dia membangun jalan penyihir kegelapan, Reinhart jelas tidak mau melakukannya.
Menurut rencana Professor Elin, Reinhart harus menjadi penyihir petir 4 circle + high knight (petir). Setelah itu, dia akan fokus untuk mengendalikan garis keturunan iblis dalam dirinya, yaitu menjadi penyihir kegelapan 2 circle + knight (kegelapan). Setelah itu, mereka akan meneruskan latihan ke tingkat berikutnya.
Memikirkan apa yang harus dia lakukan sebelum canon (cerita utama) dimulai, Reinhart merasa sakit kepala. Tampaknya, tahun pertama dia bersekolah tidak akan menjadi tenang dan nyaman. Pemuda itu menghela napas panjang. Melirik pemandangan di luar jendela, dia merasa dunia yang tampak indah itu tidak secantik kelihatannya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Reinhart?"
Mendengar pertanyaan itu, Reinhart menoleh ke sumber suara. Menatap ke arah Aiden yang bertanya kepada dirinya, pemuda itu menjawab.
"Bukan apa-apa. Apakah masih lama?"
Ya. Sekarang Reinhart, Aiden, Helena, Caterina, dan Sophia sedang duduk dalam gerbong kereta kuda. Mereka sedang melakukan perjalanan menuju ke Kota Wind Prairie.
Sudah beberapa hari sejak keberangkatan mereka. Meski perjalanan cukup lancar, mereka sama sekali tidak senang. Khususnya Reinhart. Meski kursinya empuk dan kereta kuda juga dipasangi dengan berbagai sihir sehingga tidak terlalu berguncang dan suhu dalam gerbong tetap, pemuda itu masih tidak puas karena dirinya harus terjebak dalam kotak kecil.
Ya ... meski tidak begitu kecil, tetapi dia merasa tidak nyaman ketika Aiden terus mengoceh di sampingnya. Belum lagi ketika ada tiga gadis yang memandangi mereka.
"Tidak terlalu lama. Seharusnya kita akan tiba besok siang."
"..."
Sadar kalau ini masih siang menjelang sore, Reinhart menduga perjalanan mereka masih memerlukan waktu hampir 12 jam. Alasan mereka cukup lama jelas karena harus beristirahat di malam hari, lalu melanjutkan ketika hari mulai cerah.
Mengabaikan Aiden yang mulai mengoceh, Reinhart bergumam dalam hati.
'Aku harap kami segera tiba dan menyelesaikan misi ini. Aku benar-benar sudah lelah! Bahkan sebelum bertempur!'
***
Siang di hari berikutnya.
"Akhirnya ..."
Melihat tembok kota, Reinhart menghela napas lega. Ekspresinya tampak jauh lebih cerah daripada sebelumnya.
Dalam perjalanan, kecuali Aiden yang terus mengoceh, mungkin hanya Helena yang bersemangat. Gadis itu tampaknya mencatat hampir semua yang Aiden katakan.
Lagipula, selama perjalanan, selain membicarakan beberapa gosip, Aiden juga berbicara tentang makanan yang dia suka atau benci. Dia tampaknya lebih terbuka karena ingin berteman dengan Reinhart. Meski tidak terlalu mengerti kenapa Aiden mengatakan semua itu, Reinhart masih mendengarkan dan sesekali menjawab pertanyaan. Tentu saja, Reinhart tidak banyak bicara, apalagi menyebutkan hal-hal tentang diriya.
"Kamu terlihat bersemangat, Rein."
"..."
Mendengar ucapan Aiden, Reinhart diam sejenak. Sejak beberapa waktu yang lalu, Aiden mulai memanggilnya dengan sebutan Rein. Tampaknya karena senang berbicara dengan dirinya, pemuda pirang itu mulai membuat panggilan singkat agar mudah dan cepat ketika menyebutnya. Namun, karena panggilan itu mirip dengan panggilan masa kecil Reinhart ketika masih di Istana Kerajaan Rembulan Perak, dia sama sekali tidak menolaknya.
Meski tidak terlalu dekat dan terkadang membawa sial, Reinhart memang sudah menerima Aiden sebagai temannya. Ya ... teman yang merepotkan.
Setelah melapor dan membayar, gerbong kereta masuk ke dalam kota.
Di sana, Reinhart dan teman-temannya langsung diperlihatkan pemandangan indah khas kota era medieval. Ada bangunan kayu, ada juga bangunan batu, tetapi sebagian besar sudah memakai bata dan genteng merah. Pertama kali melihat, Reinhart merasa sedang memainkan game VMMORPG. Namun, semua ternyata tidak seindah yang dia bayangkan.
Di lingkaran luar kota, kebanyakan berisi bangunan kayu tua. Bukan hanya itu, tampak banyak pengemis di pinggir jalan. Banyak orang tua dan anak-anak yang kekurangan gizi. Duduk di pinggir jalan sambil menundukkan kepala mereka. Sama sekali tidak berani ketika melihat kereta indah lewat.
Biasanya, jika para bangsawan atau saudagar tidak puas karena merasa mata mereka sakit ketika melihat para pengemis, orang-orang itu meminta ksatria menyeret para pengemis pergi. Bahkan sebagian berakhir dipukuli.
Sebagai transmigrator, Reinhart yang sebelumnya tinggal di dunia modern hanya bisa menghela napas panjang. Menurutnya, meski pengemis di kehidupan sebelumnya banyak, tetapi kondisi mereka tidak separah apa yang dia lihat sekarang. Mungkin karena dia telah menyatu dengan fisik dan pikiran Reinhart, ketika melihat orang-orang itu ... pemuda itu merasa biasa saja.
Melihat ke arah Aiden dan tiga gadis, Reinhart paham kalau mereka tampaknya telah terbiasa.
Di kerajaan mana saja, kasus banyaknya pengemis sudah biasa. Kebanyakan dari mereka adalah warga desa yang kehilangan pekerjaan mereka sebagai petani. Entah itu karena gelombang binatang buas, hama, atau mungkin tidak bisa membayar pajak. Lagipula, di era seperti ini, pajak untuk menyewa tanah sudah sangat tinggi. Bisa dibilang, hampir semua hasil petani diberikan kepada penguasa kota. Hanya menyisakan sedikit agar mereka bisa makan.
JIka terjadi serangan binatang buas, serangga, atau bencana berupa kekeringan dan banjir ... berarti mereka gagal panen.
Gagal panen bisa membuat mereka kelaparan. Belum lagi yang memiliki hutang. Tidak hanya kelaparan, sebagian mereka akan mati atau dijadikan budak.
Tentu saja, lima Kerajaan besar di Benua Avalon lebih baik. Bagaimanapun juga, kelima kerajaan besar berdirir kokoh dari generasi ke generasi. Berbeda dengan kerajaan kecil yang hanya bergantung pada beberapa tokoh. Seperti Kerajaan Bintang, meski dulu memiliki Penyihir Legendaris ...
Masa itu telah berakhir. Membuat kerajaan kecil yang kurang mandiri akan semakin turun dari tahun ke tahun.
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
IG: _anipri
pangeran Reinhart udah mau buka hati nih. temenan aja sama Aiden
2022-12-28
1
🌬𝙆𝙖𝙪𝙢 𝙍𝙚𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣
semangat thor
2022-11-07
0
Del-lKaiser
yoimen Boboiboy aja cuma punya 7 elemen
2022-07-04
0