"Saya... Saya tidak salah lihat kan? maaf jika Saya salah orang."
Yati tertegun mendengar perkataan orang, yang saat berdiri di sisi jendela mobilnya. Dia masih ada di dalam mobil, dan orang yang mengendarai mobil di depannya tadi, turun untuk mendekati mobilnya.
Yati masih diam memperhatikan. Dia, yang sedang memakai kacamata hitam dengan ukuran besar, tentu tidak begitu jelas jika sedang memperhatikan orang yang sangat dia rindukan dalam beberapa tahun terakhir ini.
Sebenarnya, dia ingin segera berteriak dan keluar dari dalam mobil, kemudian memeluknya erat. Tapi, Yati masih memikirkan bagaimana caranya bisa memberitahu orang tersebut, karena ini di jalan raya, yang tentu saja banyak orang melihat. Apalagi, posisi orang tersebut bukanlah orang sembarangan. Ada jabatan dan kedudukan yang tentunya akan memudahkan orang untuk mengenalinya.
"Miss Yeti. Apa Kamu tidak lagi mengenaliku, atau Kamu memang bukan gadis yang Aku rindukan, miss Yeti?" orang tersebut, kembali bertanya pada Yati.
"Mr Andre. Bisa bicara di tempat lain?"
Akhirnya, Yati membuka suara juga, dan ini membuat laki-laki yang ada di depannya, melebarkan bibirnya untuk tersenyum.
Laki-laki tersebut berjalan kembali menuju ke mobilnya. Dia begitu bersemangat, karena penglihatannya tadi tidak salah, dan apa yang dia lakukan dengan cara nekad membuahkan hasil. Dia bertemu lagi, dengan gadis yang dia rindukan.
Gadis yang menyerahkan segala yang dia miliki untuk dirinya, dan itu membuatnya sangat takjub. Karena, dia tidak menyangka jika Yati masih perawan dan itu adalah untuknya, dia yang akhirnya menikmatinya, sedangkan istrinya sendiri, saat menikah dengannya, justru sudah tidak perawan lagi. Dan dia tidak pernah bertanya, dan mau tahu, kenapa istrinya sudah tidak lagi perawan. Itu karena istrinya, selalu hidup berpindah-pindah, mengikuti kehidupan orang tuanya yang harus bertugas ke luar negeri, ke berbagai negara. Mungkin, kehidupan istrinya di waktu muda, mengikuti kebebasan yang ada di luar sana.
Sayangnya, kedudukan, posisi dan statusnya waktu itu, tidak memungkinkan untuk bersama dengan gadis tersebut untuk waktu kedepannya. Ada sesuatu yang tidak bisa dia lakukan, dan itu sangat disesalkan oleh laki-laki tersebut.
Beberapa saat kemudian, Yati sampai di sebuah rumah makan, yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, karena mobil di depannya, yang dia ikuti menepi dan berhenti, Yati juga akhirnya mengikuti hal yang sama.
Mobil Yati berhenti, kemudian dia pun keluar dari dalam mobil. Laki-laki tadi, sudah menunggunya di pintu masuk rumah makan.
Karena masih terbilang pagi, rumah makan tersebut juga belum begitu ramai.
"Apa kabar miss Yeti?" tanya orang tersebut, sambil menyalami Yati dengan hangat.
"Baik Mr. Bagaimana kabar Mr sendiri?" jawab Yati balik bertanya.
Mereka berdua, saling bersalaman, layaknya orang kebanyakan, jika bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal.
Tidak akan ada yang curiga, jika melihat apa yang mereka lakukan di rumah makan tersebut. Ini karena mereka benar-benar tidak menunjuk sisi lain dari kehidupan mereka berdua di masa lalu.
Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam dan memesan makanan, untuk sarapan dan menemani mereka berbincang-bincang. Hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang ada di dalam perjalanan.
"Saya tidak menyangka, jika bisa bertemu dengan dirimu miss Yeti. Dalam perjalanan seperti ini, dan Saya melihat... banyak sekali perubahan yang membuat Saya pangling tadi."
Yati tersenyum mendengar perkataan laki-laki yang ada di depannya saat ini. "Ini semua karena Anda juga Mr," kata Yati, tapi hanya di dalam hatinya sendiri.
"Apa kita bisa bicara sebentar di suatu tempat yang lebih..."
Laki-laki tadi, tidak meneruskan kalimatnya. Mungkin dia merasa sangat sungkan, jika mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia katakan.
Akhirnya, dia hanya menghela nafas panjang kemudian membuangnya perlahan-lahan. Dia tidak tahu, bagaimana harus mengatakan semua perasaan yang ada di dalam hatinya sendiri.
Yati paham dengan kesulitan laki-laki tersebut.
"Masih saja sama. Tidak ada yang berubah. Dia begitu sulit mengatakan jika rindu dan ingin kembali bercinta denganku. Hal yang tidak pernah Aku temukan dari sekian banyak laki-laki yang Aku temui. Apa sesulit itu, mengatakan isi hatinya?" tanya Yati dalam hati.
Melihat Yati hanya diam, laki-laki tadi menjadi sedikit gugup dan juga canggung. Dia melihat ke segala arah, memperhatikan kondisi rumah makan.
Saat dirasa aman, akhirnya laki-laki tadi menggenggam tangan Yati, dan menciumnya beberapa kali.
"Aku merindukanmu. Apakah kita bisa menikmati kebersamaan kita ini, walaupun hanya sebentar saja?"
Akhirnya, keluar juga permintaan itu. Dan Yati bersorak gembira dalam hati. Dia sangat menunggu moment ini, karena sesungguhnya, dia juga merindukan laki-laki yang ada di depannya saat ini. Sangat rindu.
*****
Yati keluar dari kamar hotel sendirian. Padahal tadi, dia masuk bersama dengan laki-laki, yang dia temui di jalan dan sempat makan bersama juga di sebuah rumah makan.
Karena kesepakatan bersama, mereka menuju ke sebuah hotel, yang tidak jauh dari tempat mereka makan, dan tidak terlalu jauh juga dari pintu gerbang tol untuk perjalanan pulang Yati ke kampung halamannya.
Tadi, saat di dalam kamar hotel, laki-laki tersebut, memberikan tawaran pada Yati, untuk menunda perjalanannya. Dia masih ingin bersama dengan Yati, untuk beberapa saat lamanya.
Tapi, Yati menolaknya. Yati hanya menjawab, jika sepulang dari kampung, dia akan menghubungi kembali laki-laki tersebut, dan berjanji mereka berdua akan bisa menikmati kebersamaan lagi.
"Anda tidak bertugas ke luar lagi Mr?" tanya Yati menyakinkan dirinya sendiri, supaya tidak memiliki banyak harapan untuk laki-laki, yang tidak bisa di raih ini.
"Untuk sementara, Saya ada di kota ini. Entah kedepannya, Saya juga tidak tahu. Bukankah setiap tahun periode ada perputaran tugas, jadi Saya hanya mengikuti surat perintah yang diberikan pada Saya. Ini juga tergantung pada ayah mertua, karena semua tanda tangan keputusan, ada di tangannya."
Yati menghela nafas panjang. Itulah sebabnya, dia tidak mengiyakan permintaan laki-laki tersebut, untuk menunda perjalanannya ke kampung. Dia tidak ingin, membuat laki-laki ini dicurigai dan diawasi oleh pihak istri dan keluarga besarnya.
Yati sadar, dia bukanlah siapa-siapa di dunia ini. Apalagi di kota ini, dia hanya sebongkah upil untuk masyarakat, yang seharusnya di bersihkan.
Tapi, karena ada sebagian dari mereka yang berkepentingan memiliki kuasa, akhirnya keberadaan Yati dan teman-teman yang lain, masih bisa dipertahankan dan bahkan, ditingkatkan.
Yati kandang berpikir bahwa, sebenarnya dia hanya dijadikan sebagai alat dan bahan pelengkap untuk menunjang berbagai macam kepentingan, agar kita dan kehidupan di kota ini masih bisa berjalan dengan baik.
Dia juga sadar, jika kehidupan yang sekarang, menjadi 'momok' sebagian orang, terutama kaum wanita, yang menjadi istri-istri mereka, laki-laki, yang sering menggunakan jasa para geisha.
Meskipun tidak semua geisha melakukan hal yang mereka pikirkan, tapi itulah yang selalu mereka pikirkan.
Semua penilaian buruk, yang sudah diberikan untuk seorang geisha di mata masyarakat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Kar Genjreng
Ella ngopo yo Tante maca pas iki ...sedih pokoe mbuh ngopo duwe Anak wedok...ojo kosi mesakne ...barane njur puye...samar ga enek sing ngepek...wong deso kui gampang 2 angel...yo ra..hemm
2022-09-21
1
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊
wah yeti dibuat terpsona pd org itu. tidak bs memeluk sebab sedang berada diposisi banyak mata sdg melihat
2022-03-10
0
Yukity
mampir lagi Thor semangat..👍🏼🆙
2022-03-09
0