Saat ini, Yati dan Mr Johan, berjalan menuju ke arah hotel, dimana mereka berdua menginap.
Mr Johan, yang biasa mengandeng tangan istrinya, Yati, dengan mesra dan protektif, terlihat acuh dan tidak memulai pembicaraan seperti biasanya.
Yati, yang menyadari bahwa suaminya itu sedikit berubah sikapnya, tidak mau menganggu dengan berbicara atau sekedar bertanya tentang hal-hal yang sepele seperti biasanya juga.
Dia hanya mengandeng lengan suaminya, dan bergelayut seperti biasanya saja. Meskipun, Mr Johan tidak menyambutnya dengan penuh gairah seperti biasanya juga.
Saat akan memasuki pintu masuk hotel, Yati memberanikan diri untuk bicara dengan Mr Johan.
"Apakah pertemuan kita dengan Fandy, mantan supir Mr Akihiko, menganggu pikiran Boo?" tanya Yati berterus terang. Dia tidak ingin, suasana dingin ini berlarut-larut dan menganggu aktivitas mereka berdua.
"Dia siapa untuk Bee?" tanya Mr Johan, tanpa menjawab pertanyaan dari Yati.
"Maksudnya?" tanya Yati bingung, dengan pertanyaan yang diajukan oleh suaminya itu.
Yati menyipitkan matanya, saat mendengar pertanyaan itu. Dia tidak tahu, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Mr Johan tentang Fandy tadi.
"Apa laki-laki tadi pernah dekat dengan Bee?" tanya Mr Johan memperjelas pertanyaannya.
Yati tersenyum mendengar pertanyaan dari suaminya itu. Dia tahu, jika Mr Johan sedang merasa cemburu karena pertemuan mereka dengan Fandy tadi, di Mall.
"Apa Boo cemburu?" tanya Yati sambil memeluk suaminya itu dengan mesra. Dia ingin mendinginkan otak dan hati Mr Johan yang sedang di bakar cemburu, karena laki-laki bernama Fandy.
"Apa itu terlihat dengan jelas?" tanya Mr Johan tersipu. Dia merasa malu, karena Yati mengetahui apa yang dia rasakan saat ini.
Cup!
Cup!
Cup!
Yati mengecup bibir Mr Johan berkali-kali secara cepat.
"Dia tidak pernah tahu tentang Bee. Bee juga tidak pernah tahu tentang dia Boo. Kami hanya para pegawai bagi Mr Akihiko. Dan kami sama-sama profesional."
Penjelasan dari istrinya itu, membuat Mr Johan merasa lebih lega.
"Maaf Bee. Boo hanya terbawa perasaan saat ini."
Akhirnya, mereka berdua berpelukan erat, kemudian masuk ke dalam kamar.
Dan semuanya berakhir dengan sebuah permainan di atas ranjang.
*****
Hampir lima hari Yati dan Mr Johan ada di Bali. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan berbagai macam kegiatan yang mereka inginkan.
Tidak ada di dalam kamar, mereka juga sering berenang di pantai sambil berpelukan dan berciuman.
Mungkin karena di pantai Bali banyak turis asing dengan berbagai macam kelakuan mereka, jadi Yati juga tidak merasa sungkan untuk melakukan semua itu di depan umum.
Mereka berdua benar-benar menikmati kebersamaan mereka berdua ini, sebelum kembali ke kota, dan sibuk dengan pekerjaan Mr Johan, yang tidak bisa di ganggu pada hari kerja.
"Besok kita ikut penerbangan yang kebetulan ada di jam siang Bee. Kita tidak perlu terburu-buru, untuk bangun dan mengejar waktu untuk bisa sampai di bandara," kata Mr Johan, saat malam hari dan mereka bersiap untuk berangkat tidur.
Mereka berdua, Yati dan Mr Johan, baru selesai merapikan beberapa barang yang akan mereka bawa kembali ke kota. Semua sudah masuk ke dalam koper besar dan tas jinjing yang mereka bawa kemarin.
"Iya Boo. Terima kasih atas semua hari-hari indah kita di pulau Dewata ini Boo. Bee sangat bahagia," jawab Yati, sambil memeluk suaminya, yang sedang memainkan rambut bawahnya yang ikal.
"Bee. Jika Kamu mau, kita bisa hidup bersama di Amerika Bee. Boo tidak punya keluarga, anak juga tidak. Boo tinggal sendiri di rumah. Ayah ada di Perancis, dia menghabiskan waktu tuanya di rumah masa kecilnya. Ibu Boo sudah tidak ada. Bagaimana Bee?" tanya Mr Johan lagi, menanyakan hal yang sama seperti yang pernah dia tanyakan pada Yati.
Tapi Yati tetap pada keputusannya. Dia tidak mau mengambil resiko, dengan keputusan yang dia ambil, hanya karena terbawa perasaan sesaat saja.
Apalagi, sebenarnya dia belum bisa melupakan perasaannya pada Mr Andre. Dia tidak ingin, melarikan perasaannya sendiri pada orang lain. Itu akan menyakiti Mr Johan sendiri, jika tahu kebenaran dari hatinya Yati.
*****
Waktu berlalu dan semua berjalan dengan cepat. Setahun berlalu, begitu juga tahun berikutnya.
Yati dan Mr Johan, sudah menjalani pernikahan kontrak mereka berdua selama dua tahun. Tinggal dua bulan lagi, pernikahan mereka akan berakhir.
"Bee. Boo tidak bisa ada di Indonesia lebih lama lagi. Seminggu lagi, Boo akan pergi. Perusahaan yang menugaskan Boo di sini, sudah meminta Boo untuk segera kembali ke Amerika. Apa Bee tidak apa-apa, jika Boo tinggal?"
Yati terdiam mendengar perkataan suaminya itu. Ada kesedihan yang tiba-tiba datang. Tapi, Yati mencoba untuk tetap tersenyum. Dia tidak mau terlihat menyedihkan di mata suaminya itu.
Dia ingin, membuat kesan yang baik dengan tetap tersenyum dan memberikan yang terbaik untuk Mr Johan.
"Bee berharap, di sana nanti, Boo bisa menemukan tambatan hati, yang tidak seperti Bee. Semoga, Boo bisa mendapatkan wanita yang bisa mencintai Boo lebih dari Bee. Bee ingin, Boo tetap bahagia meskipun itu tanpa Bee."
Mereka berdua, saling berpelukan untuk meluapkan perasaan sedih mereka saat ini.
Perpisahan yang seharusnya masih dua bulan lagi, harus mereka percepat dalam waktu seminggu ini.
Mereka berdua, akhirnya menghabiskan banyak waktu untuk berdua di dalam kamar. Mr Johan, seakan-akan tidak mau jika meluangkan waktunya untuk tidak bersama dengan istrinya, Yati.
"Bee. Ini kontak handphone milik Boo di Amerika dan juga alamat kantor yang Boo ada kerja sama. Jika Bee berubah pikiran, dan mau menyusul Boo, Bee boleh menghubungi nomer tersebut. Boo akan dengan senang hati, menjemput Bee ke Indonesia."
Mr Johan, menyerahkan sebuah kartu nama, yang sudah dia sediakan di dalam kantong kemejanya.
Yati, menerima kartu nama tersebut dengan ragu. Tapi, akhirnya dia menerimanya juga kartu nama, yang disodorkan oleh Mr Johan padanya.
"Boo berharap, Bee bisa berubah pikiran dan dan memberikan kabar pada Boo pada suatu hari nanti." Mr Johan, masih berharap agar Yati berubah pikiran.
Yati hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Suami, yang tidak lama lagi sudah tidak menjadi suaminya. Dan semua kenangan tentang Mr Johan, hanya akan menjadi sebuah cerita dan kenangan dalam kehidupan seorang Yati, yang oleh orang-orang di sekitarnya lebih mengenalnya sebagai nama miss Yeti.
"Boo. Maaf jika Bee tidak bisa memenuhi permintaan Boo. Bee harap, Boo bisa melupakan Bee, sebagai tempat peristirahatan sementara, sama seperti tempat kerja Boo yang sering berganti negara. Bee juga berharap, suatu saat nanti, Boo menemukan pengganti Bee, yang bisa memenuhi semua keinginannya Boo, tidak hanya sebagai istri kontrak saja."
Mereka berdua, saling berpelukan lagi, saat Yati selesai mengatakan apa yang ingin dia sampaikan.
Mereka berdua, menikmati kebersamaan mereka berdua itu, untuk waktu yang tidak lama lagi. Karena besok, semua akan kembali seperti semula.
Tidak ada lagi ikatan pernikahan, antara Yati dengan Mr Johan. Mereka berdua, akan mengakhirinya dengan datang ke kantor Mr Akihiko, bersama-sama.
Sama seperti waktu dulu, saat mereka berdua menandatangani kontrak pernikahan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Kar Genjreng
berdoa Yeti mugo ketemu Mr Andre...nanhing wis akeh bojone ojo yo...maksudku ojo dadi pelakor..🤭🤭
2022-09-21
1
Reo Hiatus
oh pernikahan kontrak😷😷😷
2022-02-24
0
IG: Saya_Muchu
lanjut thor
2022-02-20
0