Kembali Ke Kota

Yati ada di kampungnya untuk beberapa hari. Dia sudah bilang sama mbok Minah, jika dia harus kembali ke kota lagi, untuk melanjutkan pekerjaannya di sana.

Yati sudah menjenguk kang Yoga, yang ternyata, kata orang sakit jeroan itu adalah, usus buntu. Untungnya, kang Yoga juga sudah memeriksakan kondisi kesehatannya itu ke rumah sakit, dan akan menjalani operasi tiga hari kemudian.

Bersama dengan mbok Minah, Yati datang ke rumah Yoga, untuk kedua kalinya. Selain menjenguk kang Yoga, Yati juga mau sekalian pamitan, sebab, besok siangnya, dia akan kembali lagi ke kota.

"Oh ngoten ngeh Kang? ngapunten lho Kang, Yati sering merepotkan. Dan terima kasih karena sudah sering Yati mintai tolong, untuk ikut menjaga mbok Minah," kata Yati, diakhir waktu kunjungan ke rumah kang Yoga.

"Yo ndak apa-apa Yati. Kamu kerja di kota hati-hati ya! Aku cuma bisa mendoakan, agar Kamu tetap sehat dan bisa kerja dengan baik. Bisa menjaga mbok mu ini suatu hari nanti. Kasihan mbok Minah, kalau Kamu pergi-pergi terus. Coba Kamu menikah dengan orang-orang dekat sini, kan bisa berumah tangga, jadi selain dekat dengan rumah, Kamu juga bisa jaga mbok mu ini juga."

Yati, hanya tersenyum mendengar perkataan dan nasehat dari kang Yoga. Dia berpikir, jika itu tidak mungkin bisa terjadi. "Bagaimana Aku bisa menikah dengan orang-orang dekat sini? mereka semua sudah menilai Aku negatif dan tidak mungkin ada yang mau juga dengan orang seperti Aku," kata Yati, dalam hati.

Setelah berbincang-bincang sebentar, akhirnya Yati undur diri bersama dengan mbok Minah.

"Kami pamit pulang dulu ya Kang. Yati mau beristirahat malam ini. Mau bersiap-siap juga, soalnya besok Yati harus kembali ke kota lagi."

"Ya-ya, ati-ati yo Yat. Matur suwun, Kamu sudah datang menjenguk Aku lagi. Suwun ngeh Mbok!Aku doakan, perjalanan kamu lancar dan selamat sampai tujuan Yat. Pokoknya ati-ati Yen nyuper!" kata kang Yoga, memberikan pesan dan juga nasehat, di saat Yati dan mbok Minah berpamitan.

"Terima kasih Kang. Semoga lekas sembuh."

"Mbok balik dulu ya Yoga, cepet sehat lagi."

Setelah itu, Yati bersalaman dan memberikan sebuah amplop pada kang Yoga, berisi beberapa lembar uang merah.

"Kamu ini kalau datang suka-nya kok repot-repot to Yat," kata kang Yoga, yang merasa sungkan, karena Yati sering memberinya uang.

Saat pertama kali menjenguk, Yati juga memberikan sejumlah uang. Dan sekarang, dia datang lagi dengan memberinya uang juga. Padahal, setiap dua bulan sekali, di saat Yati mengirimkan uang untuk simbokmya itu, dia juga memberinya bagian uang, sebagai tanda rasa terima kasih, atas semua bantuan dan pertolongan yang diberikan kang Yoga.

"Gak apa-apa Kang. Yati sudah banyak merepotkan kang Yoga. Salam buat budhe dan pakde Yo kang. Yati juga nitip simbok, tulung kadang-kadang di jenguk. Siapa tahu, simbok sedang tidak sehat atau butuh bantuan."

Kang Yoga hanya mengangguk saja, mendengar perkataan Yati. Karena selama ini, kang Yoga memang melakukan apa-apa yang dipesankan Yati tadi.

Sebenarnya, kang Yoga itu bukan asli dari kampung Yati. Dia dari tetangga desa, dan setelah menikah, membuat rumah, yang tidak jauh dari rumah mbok Minah.

Ibunya kang Yoga, masih ada pertalian darah dengan mbok Minah. Itulah sebabnya, mereka jadi lebih dekat.

Yati tahu bagaimana keadaan kang Yoga yabg sebenarnya. Meskipun kang Yoga berprofesi sebagai seorang guru SMP, tapi status masih belum pegawai negeri, jadi pendapatan tentu belum banyak. Padahal, bapaknya, sudah lama sakit dan tidak bisa bekerja. Dan kang Yoga, adalah anak laki-laki, satu-satunya di keluarganya.

Dia juga yang membantu pengobatan bapaknya. Itulah sebabnya, Yati juga membantu dirinya, kang Yoga, meskipun tidak bisa banyak dan terlalu sering juga. Hanya dia titipkan lewat mbok Minah, agar diberikan pada kang Yoga.

*****

Esok harinya, Yati benar-benar bersiap untuk berangkat ke kota lagi. Dia sudah menghidupkan mesin mobilnya, dan membereskan semua barang-barang yang akan dia bawa. Termasuk kerupuk beras kesukaannya.

Kemarin-kemarin, mbok Minah, khusus membuatkan Yati kerupuk beras. Karena dia tahu, Yati sangat menyukai kerupuk itu. Bahkan, sewaktu masih kecil dulu, dia tidak mau makan jika tidak ada kerupuk beras.

Mbok Minah selalu membuat kerupuk itu, untuk oleh-oleh yang bisa di bawa Yati ke kota, jika pulang dari kampung.

"Kerupuk beras-nya ojo lali ya Nduk," kata mbok Minah mengingatkan.

"Ngeh Mbok, sampun di taruh di mobil kok," jawab Yati sambil menunjuk ke arah mobil, yang sedang dia bersihkan kacanya.

"Neng dalan ati-ati ya. Ojo turu, mengko malah kecelakaan koyok berita neng tipi-tipi iku," sambung mbok Minah lagi, mengingatkan cucunya itu.

"Njeh Mbok," jawab Yati pendek.

Yati sudah selesai membereskan semuanya, kemudian dia menyalami mbok Minah dan memeluknya juga.

Tut tut tut!

Handphone milik Yati berdering. Ada panggilan masuk untuk segera dia angkat.

Yati melepas pelukannya pada mbok Minah, kemudian mengambil handphone yang ada di dalam tasnya.

..."Halo Mr."...

..."Yeti, where are you?"...

..."Yati, in the village of Mr. Ada apa?"...

..."Kamu tidak lupa kan, jika Kamu sudah tanda tangan kontrak kerja dengan Mr Johan?"...

..."Tidak Mr. Tapi, kontraknya kan baru akan di mulai dua hari lagi."...

..."Itulah sebabnya, Aku mengingatkan Kamu Yeti."...

..."Oh begitu ya Mr. Hehehe... thanks you Mr. Yati ingat. Dan sekarang, Yati sedang bersiap-siap untuk balik ke kota."...

..."Hah, baiklah. Kamu hati-hati ya di jalan. jangan sampai mengantuk saat menyetir mobil!"...

..."Siap Mr!"...

Klik!

sambungan telpon terputus. Yati, kembali berpamitan dan masuk ke dalam mobil.

Tapi, sebelum Yati menutup jendela mobil, ada tetangga rumah yang datang dengan tergesa-gesa.

"Yati tunggu!" teriak orang tersebut.

Dengan memakai daster batik yang sudah pudar warnanya, orang tersebut mengehentikan mobil Yati yang hampir saja berjalan.

"Ada apa Bulek?" tanya Yati pada orang tersebut.

"Yati, Aku mbok ya diajak kerja ke kota. Aku bosen di kampung terus dan tidak bisa merubah nasib seperti Kamu. Ajak Aku Yo Yat!"

Tentu saja Yati bingung dengan permintaan tetangganya itu. Dia juga tidak tahu, mau ditaruh kerja di mana 'Bulek' ini, jika memaksa ikut dengannya saat ini juga.

"Jangan sekarang ya Bulek. Yati belum ada pandangan mau kerja apa Bulek di kota nanti."

Yati mengatakan kebingungan, dengan permintaan tetangganya itu. Dia juga tidak mau, jika tetangganya itu tahu, apa yang sebenarnya dia kerjakan di kota.

"Tapi Yat, paklek mu itu gak kerja. Bisanya minta uang terus buat ngopi-ngopi, beli rokok. Bulek kerja jadi pengupas kulit bawang di pak lurah tidak seberapa gajinya Yati," kata tetangganya lagi, dengan wajah memelas.

"Begini saja Bulek. Sekarang Bulek pulang, kerja seperti biasanya. Nanti, kalau Yati ada pekerjaan yang bagus, Yati kabari atau Yati jemput Bulek. Bagaimana?" kata Yati memberikan beberapa pilihan pada tetangganya itu.

"Tapi Yat, jangan lama-lama ya," jawab Bulek dengan wajah sendu.

Yati hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar jawaban tetangganya itu. Dia sebenarnya juga tidak tega, karena dia tahu betul bagaimana keadaan Bulek tersebut dan juga kelakuan suaminya.

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

sajanne yo serba salah di jak mengko ngumbar woro
yen ga di jak..ketok le mesakne...dilema wis budal ae luru pangan...ga usah ngrungoke wong ngomong..👍👍

2022-09-18

1

Ana Yulia

Ana Yulia

double like dari Khanza Gracio, semangat 🔥💪

2022-02-06

0

Neyna 🎭🖌️

Neyna 🎭🖌️

menarik kak ela 👍💪💕💕

2022-02-06

2

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung
2 Tentang Yati
3 Pekerjaan Yati
4 Kembali Ke Kota
5 Rahasia Yang Bukan Rahasia
6 Awal Keputusan Yati
7 Syarat Kerja
8 Panggilan Sayang
9 Bee And Boo
10 Rencana Ke Bali
11 Terbawa Perasaan
12 Bali
13 Pakaian Kesukaan
14 Berakhir
15 Tawaran Mr Akihiko
16 Bertemu Lagi
17 Sadar Dengan Posisi
18 Ada Juga Yang Seperti Itu
19 Desakan Mr Akihiko
20 Mr Ginting
21 Rahasia Mr Ginting
22 Miss Kiara
23 Datang Ke Istana Keluarga Ginting
24 Ancaman
25 Pertanyaan Dan Jawaban
26 Sebuah Tantangan
27 Untukku?
28 Saling Memahami
29 Makhluk Halus
30 Rencana Untuk Nanti Malam
31 Inseden Makan Malam
32 Masih Perjaka
33 Tidak Usah Bertanya
34 Kesulitan Di Rumah Mr Ginting
35 Rencana Ke Butik
36 Bukannya Tidak Mau
37 Tidak Kenal
38 Waktu Yang Dibutuhkan
39 Tidak Enak Hati
40 Tidak Seperti Yang Terlihat
41 Hubungan Yang Baik
42 Kado Yang Tidak Diinginkan
43 Tidak Ada Yang Tahu
44 Apa Kadonya?
45 Tamu Terakhir
46 Pesta Belum Berakhir
47 Hadiah Untuk Yati
48 Benarkah Normal?
49 Keinginan Kakek Mr Ginting
50 Tidak Ada Penjelasan
51 Ditunda Untuk Beberapa Jam Kemudian
52 Bertemu Lagi
53 Ada Rindu
54 Kesal
55 Menolak Perasaan Yang Ada
56 Semua Sudah Siap
57 Mr Andre
58 Surya Jaya
59 Melindungi Tanpa Diketahui
60 Berseteru Dan Tertawa
61 Siapa Dia?
62 Rahasia Yang Belum Terungkap
63 Masa Lalu 1
64 Masa Lalu 2
65 Masa Lalu 3
66 Masa Lalu 4
67 Bros Bunga
68 Bukan Hanya Sekedar Kerja
69 Kecurigaan Mr Ginting
70 Pesta Ulang Tahun Sang Kakek
71 Pertanyaan Tentang Bros Bunga
72 Semua Punya Rahasia Sendiri
73 Memikirkan Kamu
74 Salah Paham Karena Rindu
75 Diragukan Pegawai Kantor Mr Ginting
76 Mulai Mencari Tahu
77 Kesepakatan Bersama Dengan Sang Kakek
78 Rencana Untuk Mr Ginting
79 Tugas Kerja
80 Masih Menjadi Misteri
81 Semakin Curiga
82 Antara Baju Bayi Dan Bros Bunga
83 Siapa Andre?
84 Harus Ada Kepastian
85 Keinginan Yati Membawa Ibunya
86 Tertunda Untuk Pulang
87 Sudah Kembali
88 Tidak Bicara
89 Kepulangan Mr Andre
90 Bagaimana Sebaiknya?
91 Semua Adalah Rencana Sang Kakek
92 Kemarahan Mr Ginting
93 Harus Pergi
94 Simalakama
95 Ijin Pada Mbok Minah
96 Belum Tahu
97 Ijin Pulang
98 Was-was
99 Keadaan Ibu
100 Kembali Dingin
101 Harus Bisa Lebih Tenang
102 Kedatangan Mr Ginting
103 Tidak Mendapat Jawaban
104 Kebenaran Itu
105 Tidak Bisa Menjawab
106 Ada Apa Dengan Mr Andre
107 Semua Karena Dia
108 Cerita Versi Mr Andre
109 Cerita Versi Ibunya Yati
110 Kemajuan Kondisi Ibu
111 Tidak Bisa Menahan Diri
112 Semua Penuh Misteri
113 Keadaan Miss Marisa
114 Rasa Sesal
115 Kembali Berduka
116 Lembayung Senja
117 Makan Malam Di Kampung
118 Kembang Tebu
119 Mencari Ayah
120 Hotel Horor
121 Perubahan Suasana
122 Pertanyaan Yang Tidak Terjawab
123 Siapa Kamu?
124 Akhirnya Tahu
125 Dia Datang
126 Tetap Tidak Mau
127 Panggilan Kembali
128 Nomer Siapa
129 Kabar Tuan Wasito
130 Siapa Atasanmu
131 Bertemu Dengan Biyan
132 Alasan
133 Salah Paham
134 Bertemu Kembali
135 Harus Bisa Menolak
136 Keputusan Akhir
137 Kebahagiaan Yati
138 Musibah Tengah Malam
139 Warung Makan SEDERHANA Miss Yeti
140 Lika-liku Kehidupan Manusia
141 Akhir Kisah Miss Yeti
142 Minta Saran Kalian
143 Yati bukan Yeti
144 Mulut Setajam Silet
145 Yati Merasa Lemah
146 Kondisi Tuan Wasito
147 Jakarta
148 Mis Yetiku
149 Sebuah Permintaan
150 Dilema
151 Kepikiran
152 Cerita Rina
153 Sebuah Keputusan
154 Ketakutan
155 Kisah Lama
156 Mencari Jejak Tentangmu
157 Orang-orang di Masa Lalu
158 Pusaran Nasib
159 Marah dan Cemburu
160 Sang Model
161 Tidak Peduli
162 Tersiksa
163 Semakin Tersiksa
164 Lupa Diri
165 Hari Yang Indah
166 Memutuskan
167 Menelan Kecewa
168 Tidak Ingin Lepas
169 Iklan Penjualan
170 Taktik
171 Terpaksa Menunda
172 Memperkenalkan Diri
173 Peringatan Keras
174 Konsekuensi Pernjanjian Pranikah
175 Pilihan Yang Sulit
176 Keputusan Yang Benar
177 Aktivitas Baru
178 Langkah Cepat
179 Pengakuan
180 Kekesalan Mr Akihiko
181 Niat Yang Kuat
182 Antara Hambatan Dan Kesempatan
183 Kegundahan Hati
184 Diantara Mereka
185 Tak Terduga
186 Memahami
187 Perjalanan Mr Akihiko
188 Bertemu Mr Andre
189 Langkah Mr Andre
190 Kabar Itu
191 Tidak Perlu Menghindar
192 Kebimbangan Hati
193 Pria Masa Lalu 1
194 Pria Masa Lalu 2
195 Dilema Biyan
196 Kabar Duka 1
197 Kabar Duka 2
198 Disengaja
199 Tak Disangka
200 Kedatangan Mr Andre
201 Nama Besar
202 Tersangka
203 Kedatangan Biyan
204 Semuanya Terhubung
205 Menuju Kebahagiaan
206 Merencanakan Sebuah Rencana
207 Hubungan Darah
208 Belum Tahu
209 Tertunda
210 Mau Pergi
211 Berduka
212 Tidak Boleh Gagal
213 Tekanan
214 Malam Yang Tenang
215 Penyusup
216 Ketahuan
217 Mengalihkan Ketegangan
218 Akhirnya Menikah
219 Penuh Kebahagiaan
220 Malam Pertama
221 Rencana Bulan Madu
222 Berbagai Upaya
223 Tetap Sombong
224 Tidak Mengakui
225 Harus Beda
226 Rival dan Cinta
227 Menghadapi Rival
228 Keputusan Sidang
229 Strategi Baru
230 Sidang Banding
231 Keputusan Banding
232 Usaha Hiroshi
233 Kelilingi Negara Vrindavan
234 Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa Kembali
235 Semua Kemudahan
236 Rencana Melawan Rencana
237 Kecelakaan Maut
238 Ruang Tunggu
239 Keistimewaan Yang Berbeda
240 Belum Ada Titik Terang
241 Kabar Bahagia
242 Penuh Kebahagiaan
243 Tekanan Demi Tekanan
244 Menyongsong Kebahagian
245 Rasa Syukur
246 Kebahagiaan Yang Sempurna
247 Ujian Datang Lagi
248 Bersabar
249 Anugerah Sehat
250 Menunggu Novel TK
Episodes

Updated 250 Episodes

1
Pulang Kampung
2
Tentang Yati
3
Pekerjaan Yati
4
Kembali Ke Kota
5
Rahasia Yang Bukan Rahasia
6
Awal Keputusan Yati
7
Syarat Kerja
8
Panggilan Sayang
9
Bee And Boo
10
Rencana Ke Bali
11
Terbawa Perasaan
12
Bali
13
Pakaian Kesukaan
14
Berakhir
15
Tawaran Mr Akihiko
16
Bertemu Lagi
17
Sadar Dengan Posisi
18
Ada Juga Yang Seperti Itu
19
Desakan Mr Akihiko
20
Mr Ginting
21
Rahasia Mr Ginting
22
Miss Kiara
23
Datang Ke Istana Keluarga Ginting
24
Ancaman
25
Pertanyaan Dan Jawaban
26
Sebuah Tantangan
27
Untukku?
28
Saling Memahami
29
Makhluk Halus
30
Rencana Untuk Nanti Malam
31
Inseden Makan Malam
32
Masih Perjaka
33
Tidak Usah Bertanya
34
Kesulitan Di Rumah Mr Ginting
35
Rencana Ke Butik
36
Bukannya Tidak Mau
37
Tidak Kenal
38
Waktu Yang Dibutuhkan
39
Tidak Enak Hati
40
Tidak Seperti Yang Terlihat
41
Hubungan Yang Baik
42
Kado Yang Tidak Diinginkan
43
Tidak Ada Yang Tahu
44
Apa Kadonya?
45
Tamu Terakhir
46
Pesta Belum Berakhir
47
Hadiah Untuk Yati
48
Benarkah Normal?
49
Keinginan Kakek Mr Ginting
50
Tidak Ada Penjelasan
51
Ditunda Untuk Beberapa Jam Kemudian
52
Bertemu Lagi
53
Ada Rindu
54
Kesal
55
Menolak Perasaan Yang Ada
56
Semua Sudah Siap
57
Mr Andre
58
Surya Jaya
59
Melindungi Tanpa Diketahui
60
Berseteru Dan Tertawa
61
Siapa Dia?
62
Rahasia Yang Belum Terungkap
63
Masa Lalu 1
64
Masa Lalu 2
65
Masa Lalu 3
66
Masa Lalu 4
67
Bros Bunga
68
Bukan Hanya Sekedar Kerja
69
Kecurigaan Mr Ginting
70
Pesta Ulang Tahun Sang Kakek
71
Pertanyaan Tentang Bros Bunga
72
Semua Punya Rahasia Sendiri
73
Memikirkan Kamu
74
Salah Paham Karena Rindu
75
Diragukan Pegawai Kantor Mr Ginting
76
Mulai Mencari Tahu
77
Kesepakatan Bersama Dengan Sang Kakek
78
Rencana Untuk Mr Ginting
79
Tugas Kerja
80
Masih Menjadi Misteri
81
Semakin Curiga
82
Antara Baju Bayi Dan Bros Bunga
83
Siapa Andre?
84
Harus Ada Kepastian
85
Keinginan Yati Membawa Ibunya
86
Tertunda Untuk Pulang
87
Sudah Kembali
88
Tidak Bicara
89
Kepulangan Mr Andre
90
Bagaimana Sebaiknya?
91
Semua Adalah Rencana Sang Kakek
92
Kemarahan Mr Ginting
93
Harus Pergi
94
Simalakama
95
Ijin Pada Mbok Minah
96
Belum Tahu
97
Ijin Pulang
98
Was-was
99
Keadaan Ibu
100
Kembali Dingin
101
Harus Bisa Lebih Tenang
102
Kedatangan Mr Ginting
103
Tidak Mendapat Jawaban
104
Kebenaran Itu
105
Tidak Bisa Menjawab
106
Ada Apa Dengan Mr Andre
107
Semua Karena Dia
108
Cerita Versi Mr Andre
109
Cerita Versi Ibunya Yati
110
Kemajuan Kondisi Ibu
111
Tidak Bisa Menahan Diri
112
Semua Penuh Misteri
113
Keadaan Miss Marisa
114
Rasa Sesal
115
Kembali Berduka
116
Lembayung Senja
117
Makan Malam Di Kampung
118
Kembang Tebu
119
Mencari Ayah
120
Hotel Horor
121
Perubahan Suasana
122
Pertanyaan Yang Tidak Terjawab
123
Siapa Kamu?
124
Akhirnya Tahu
125
Dia Datang
126
Tetap Tidak Mau
127
Panggilan Kembali
128
Nomer Siapa
129
Kabar Tuan Wasito
130
Siapa Atasanmu
131
Bertemu Dengan Biyan
132
Alasan
133
Salah Paham
134
Bertemu Kembali
135
Harus Bisa Menolak
136
Keputusan Akhir
137
Kebahagiaan Yati
138
Musibah Tengah Malam
139
Warung Makan SEDERHANA Miss Yeti
140
Lika-liku Kehidupan Manusia
141
Akhir Kisah Miss Yeti
142
Minta Saran Kalian
143
Yati bukan Yeti
144
Mulut Setajam Silet
145
Yati Merasa Lemah
146
Kondisi Tuan Wasito
147
Jakarta
148
Mis Yetiku
149
Sebuah Permintaan
150
Dilema
151
Kepikiran
152
Cerita Rina
153
Sebuah Keputusan
154
Ketakutan
155
Kisah Lama
156
Mencari Jejak Tentangmu
157
Orang-orang di Masa Lalu
158
Pusaran Nasib
159
Marah dan Cemburu
160
Sang Model
161
Tidak Peduli
162
Tersiksa
163
Semakin Tersiksa
164
Lupa Diri
165
Hari Yang Indah
166
Memutuskan
167
Menelan Kecewa
168
Tidak Ingin Lepas
169
Iklan Penjualan
170
Taktik
171
Terpaksa Menunda
172
Memperkenalkan Diri
173
Peringatan Keras
174
Konsekuensi Pernjanjian Pranikah
175
Pilihan Yang Sulit
176
Keputusan Yang Benar
177
Aktivitas Baru
178
Langkah Cepat
179
Pengakuan
180
Kekesalan Mr Akihiko
181
Niat Yang Kuat
182
Antara Hambatan Dan Kesempatan
183
Kegundahan Hati
184
Diantara Mereka
185
Tak Terduga
186
Memahami
187
Perjalanan Mr Akihiko
188
Bertemu Mr Andre
189
Langkah Mr Andre
190
Kabar Itu
191
Tidak Perlu Menghindar
192
Kebimbangan Hati
193
Pria Masa Lalu 1
194
Pria Masa Lalu 2
195
Dilema Biyan
196
Kabar Duka 1
197
Kabar Duka 2
198
Disengaja
199
Tak Disangka
200
Kedatangan Mr Andre
201
Nama Besar
202
Tersangka
203
Kedatangan Biyan
204
Semuanya Terhubung
205
Menuju Kebahagiaan
206
Merencanakan Sebuah Rencana
207
Hubungan Darah
208
Belum Tahu
209
Tertunda
210
Mau Pergi
211
Berduka
212
Tidak Boleh Gagal
213
Tekanan
214
Malam Yang Tenang
215
Penyusup
216
Ketahuan
217
Mengalihkan Ketegangan
218
Akhirnya Menikah
219
Penuh Kebahagiaan
220
Malam Pertama
221
Rencana Bulan Madu
222
Berbagai Upaya
223
Tetap Sombong
224
Tidak Mengakui
225
Harus Beda
226
Rival dan Cinta
227
Menghadapi Rival
228
Keputusan Sidang
229
Strategi Baru
230
Sidang Banding
231
Keputusan Banding
232
Usaha Hiroshi
233
Kelilingi Negara Vrindavan
234
Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa Kembali
235
Semua Kemudahan
236
Rencana Melawan Rencana
237
Kecelakaan Maut
238
Ruang Tunggu
239
Keistimewaan Yang Berbeda
240
Belum Ada Titik Terang
241
Kabar Bahagia
242
Penuh Kebahagiaan
243
Tekanan Demi Tekanan
244
Menyongsong Kebahagian
245
Rasa Syukur
246
Kebahagiaan Yang Sempurna
247
Ujian Datang Lagi
248
Bersabar
249
Anugerah Sehat
250
Menunggu Novel TK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!