Beberapa hari hidup bersama dengan Mr Johan, Yati jadi tahu kebiasaan-kebiasaan apa yang disukai dan tidak disukai oleh suaminya itu.
Dari mulai makanan, cara berpakaian dan pemilihan tempat untuk memuaskan hasrat tau hanya sekedar bercanda dengan sedikit keusilan yang diciptakan, untuk membuat suasana menjadi lebih mesra dan romantis.
Yati merasa senang, karena merasa di manjakan oleh suaminya, Mr Johan. Meskipun banyak juga tuntutan yang dia inginkan dari Yati. Tapi, itu dianggap wajar saja karena memang seperti itulah kewajiban dan pekerjaan yang harus dilakukan oleh Yati, untuk Mr Johan.
Mr Johan, meminta pada Yati, untuk selalu tampil cantik dan tanpa riasan wajah pada malam hari atau ketika dia ada di rumah.
Yati, boleh merias wajah jika sedang pergi ke luar rumah, tapi bersama dengan dirinya, Mr Johan. Karena, Yati memang tidak diperbolehkan untuk pergi-pergi, jika tidak bersama dengan dirinya.
Memang terasa menyiksa diri, karena tidak bebas dan seperti ada di dalam penjara. Tapi, Yati yang sebenarnya memang tidak suak berpergian, jika tidak ada keperluan, jadi tidak merasa tertekan juga, dengan segala aturan dan perintah dari Mr Johan.
Begitu juga dengan Mr Johan sendiri. Dia merasa sangat senang, karena Yati, istri kontraknya itu adalah wanita penurut. Dan wajah Yati, tetap cantik meski tanpa makeup dan riasan wajah yang dikenakan.
Kecantikan alami yang sangat istimewa untuk Mr Johan. Dia jadi merasa kagum dengan keindahan yang ada pada diri istrinya itu.
"Sungguh, wanita Indonesia itu sempurna. Bagikan bidadari surga yang ada di dunia."
Begitulah kira-kira Mr Johan, menggambarkan perasaannya sendiri pada Yati.
"Bee. Saya bawakan makanan dan buah kesukaanmu," kata Mr Johan, begitu dia masuk ke dalam apartemen.
Begitu kebiasaan Mr Johan. Dia akan selalu membawakan makanan atau buah, yang disukai Yati. Meskipun jarang mengajak Yati keluar dari apartemen ini, dia tidak melupakan Yati, dengan membawakan oleh-oleh, setiap pulang kerja.
Mr Johan, hanya mengajak Yati keluar jika sedang ada libur kerja, atau tugas ke luar kota. Jadi Yati, menjadi teman perjalanan dinasnya.
Mereka berdua, Yati dan Mr Johan, juga sering mengunjungi restoran Jepang, dimana Yati dulu bekerja. Jadi Yati tetap bisa bertemu dengan miss Marisa, dan teman-teman yang lain. Bisa bertemu juga dengan Mr Akihiko, master dan juga atasannya di tempat kerja.
"Boo. Bawa apa?" tanya Yati, dengan menyanggul rambutnya dengan asal.
"Hai, tampilan rambut Kamu bagus sekali," ucap Mr Johan, yang tidak memperhatikan pertanyaan dari istrinya, Yati.
Yati bingung dengan perkataan suaminya sendiri. "Rambutku bagus? bagus darimana, acak-acakan juga ini," gumam Yati dengan menyipitkan matanya saat melihat Mr Johan, yang menatap dengan kagum rambutnya.
"Boo. Mr Johan," panggil Yati, yang mengalihkan perhatian Mr Johan dari rambutnya itu.
"Ah iya Bee. Saya mau kasih ini, sampai lupa kan. Hehehe..." ucap Mr Johan lagi, dengan menyerahkan kotak makanan yang sangat di kenal Yati.
"Boo dari restoran?" tanya Yati ingin tahu.
Ini karena Mr Johan, membawakan makanan khas Jepang, dan kotak makanan itu ada identitas dari restoran tempat dia bekerja.
"Iya. Tadi ada pertemuan dengan klien di sana. Dan Saya memesan makanan yang Kamu sukai. Ayo di makan. Saya mau mandi dulu ya," jawab Mr Johan, memberitahu Yati, tentang oleh-oleh yang dia bawa pulang kali ini.
"Boo. Kalau seperti ini, besok-besok kasih kabar ya, biar Bee tidak perlu masak, kan sayang Bee, jadi gak kemakan sama kita," kata Yati, memberitahu pada Mr Johan.
"Oh iya-iya. Tadi Boo lupa Bee. Maaf, besok-besok kalau Boo mau bawa makanan, akan dikabari lebih dulu, biar Bee tidak perlu memasak dan juga tidak repot serta capek. Kan bisa 'servis' Boo lebih baik ya. hehehe..."
Yati jadi nyengir, saat mendengar perkataan suaminya itu. Hal yang tidak jauh-jauh dari kegiatan mereka pada malam hari dan di ranjang yang selalu panas.
Mr Johan, seperti tidak pernah capek dan kehabisan tenaga. Dia minta untuk 'diservis' terus, supaya bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya besok pagi.
Untungnya, Mr Johan tahu juga bagaimana membuat Yati selalu fit dan sehat.
Selain makanan dan minuman yang sehat, Mr Johan yang ahli gizi, tentu menyediakan suplemen vitamin dan nutrisi untuk dikonsumsi oleh istrinya, Yati.
Apalagi, di dalam apartemen nya itu, ada ruang olahraga juga , dengan peralatan yang cukup modern dan mudah digunakan.
Jadi, Yati tetap bisa berolahraga dan menjadi bugar sepanjang hari, meskipun tidak melakukan kegiatannya di luar sana.
Apartemen Mr Johan, cukup besar dan lengkap dengan segala perobatan dan fasilitas mewah yang lain.
Yati tidak pernah mengeluh tentang dirinya, yang jarang bisa keluar seperti dulu. Toh mobil miliknya, aman di tempat parkir khusus di lantai tiga bangunan apartemen ini. Sedangkan jika pergi-pergi, mereka berdua, mengunakan mobil milik Mr Johan.
Mr Johan tidak mau, mengunakan fasilitas yang dimiliki oleh Yati, jika tidak dalam keadaan terpaksa.
"Bee. Besok Boo mau ada tugas ke Bali. Kita bisa sekalian honeymoon di sana. Kamu mau ikut kan Bee?" tanya Mr Johan, saat mereka berdua, menikmati makanan Jepang, takoyaki, yang tadi di bawa oleh Mr Johan.
Yati, yang sedang menyuapi suaminya itu, jadi tertegun mendengar pertanyaan darinya. Dia jadi berpikir, mungkin ini kesempatan untuk bisa keluar dan tidak hanya ada di dalam kamar saja.
"Kita juga belum ada waktu untuk honeymoon Bee," kata Mr Johan lagi, menjelaskan ajakannya tadi.
"Jika kita masih perlu banyak waktu, kita bisa pulang beberapa hari kemudian, setelah waktu kerja Boo selesai. Kita pulang dengan penerbangan pribadi."
Yati tersenyum, mendengar penjelasan Mr Johan. Dia tahu, suaminya itu ingin sekali membuat dirinya merasa berbahagia, karena tidak diperbolehkan untuk keluar dari apartemen ini, jika tidak bersama dengan dirinya.
"Bagaimana Bee?" tanya Mr Johan lagi, meminta pada Yati untuk segera memutuskan.
Mr Johan, memang sedikit tidak sabaran, jika menginginkan sesuatu. Dan sekarang, dia ingin Yati segera menjawab pertanyaan darinya.
Yati tahu, jika Mr Johan tidak mau di tolak. Jadi, dia hanya mengangguk saja sebagai jawabannya. Dia tidak mau, jika suaminya itu, merasa diabaikan oleh dirinya, dan itu akan memicu timbulnya berbagai konflik yang tidak pernah diinginkan oleh Yati.
"Mau bee?" tanya Mr Johan, memastikan dengan cepat.
"Iya-iya Boo. Bee setuju," jawab Yati, sambil mengedipkan mata, untuk membuat suaminya itu tidak terlalu memikirkan banyak hal tentang dirinya.
"Ah, jawaban yang Saya inginkan sekali. Kamu tahu saja sih Bee, apa yang ada di dalam hati ini," kata Mr Johan, sambil menunjuk ke arah dadanya, sambil tersenyum manis.
Tak lama, dia bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju ke tempat duduk istrinya.
Mr Johan memeluk istrinya, Yati, dari arah belakang. Dia mengecup pipi Yati, untuk mengucapkan terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
B⃟cIka🕊️⃝ᥴͨᏼᷛKartika🌍ɢ⃟꙰Ⓜ️
Sumpah lihat ke uwuan kalian tuh berasa nonton dari langit terbang ke angkasa ciyah langsung lumer di Antartika 🤭🤭🤭🤭 gak kuat lihat kalian romantis banget kaya ( rokok makan gratis) 😆😆🤣🤣🤣🤣🤣 . so sweet banget Johan dengan Yati bikin melting sendiri guanya 😍😍😍😍🥰🥰🥰
2023-02-11
0
❤️⃟WᵃfRahma
senangnya lihat keromantisan mereka, semoga cepat dapat momongan ya
2022-12-07
1
Kar Genjreng
Romantis banget serasa dunia milik berdua saja liane do ngontrak..😆😆🤩🤩♥️♥️
2022-09-20
2