Apartemen Mr Johan, tertata dengan rapi dan bersih. Sepertinya, tidak ada debu yang menempel di semua perabotan yang ada.
Bahkan, mungkin bisa jadi, jika ada semut yang berjalan di lantai atau perabotan milik Mr Johan, akan terpeleset sangking bersihnya.
Sangat teliti dan perfek.
Yati melihat semua dengan mata terkagum-kagum. "Jika aku ikut tinggal disini, apa Aku harus mengerjakan semua pekerjaan ini? bagaimana mungkin, dan ini melebihi vacuum cleaner," tanya Yati dalam hati.
"Seperti ini kah keseharian Mr Johan? atau hanya sekedar untuk menyambutku saja?" Yati kembali bertanya pada dirinya sendiri.
"Bee, ayo," panggil Mr Johan pada Yati.
Mr Johan memangil Yati, karena melihat Yati yang tidak bergerak dari depan pintu. Yati hanya diam mematung dan tidak mengatakan apa-apa juga.
"Bee," panggil Mr Johan sekali lagi, sambil memegang tangan Yati. Mencium punggung tangannya, dan ini membuatnya Yati tersadar dari lamunannya.
"Mr Johan panggil Saya?" tanya Yati bingung. Dia merasa, jika tadi Mr Johan tidak menyebutkan namanya. Dia tidak mendengar sama sekali.
"Saya memangil mu dengan sebutan Bee. Itu dari bahasa Perancis, dan artinya sama seperti honey. Tapi Bee lebih dari honey, karena bee itu penghasil dari madu. Lebah nya, dan Saya pikir, Kamu tidak hanya madu Yeti, tapi lebah, yang akan memberikan madu manis di setiap hari-hari yang akan kita jalani nanti. Benarkan Yati, Bee me?"
Yati tersenyum mendengar perkataan suaminya, Mr Johan. Dia merasa tersanjung dengan cara dia menggambarkan perasaannya dan juga sosok dirinya di mata suaminya itu.
"Oh jadi begitu ya Mr. Hehehe... kalau begitu, Yati mau mau panggil Boo. Sama saja kan artinya dengan Bee? Dan sekarang kata-kata itu sama seperti panggilan untuk Baby. Sayang."
Mr Johan tersenyum mendengar jawaban dari Yati. Dia tidak menyangka jika Yati bisa juga secepat itu menangkap keinginannya. Dan Yati bisa dengan mudah menjabarkan sebuah kata 'sayang' yang sedang trend saat ini.
Meskipun sebenarnya, kata-kata untuk penggilan sayang ini sudah tidak asing lagi di negara-negara Eropa sana.
"Boo, orang Amerika. Tapi kenapa sesuatunya merujuk ke Eropa? Bukankah di Amerika sana, panggilan untuk kesayangan juga banyak?" tanya Yati, yang merasa penasaran dengan apa yang dipikirkan suaminya itu.
"Saya memang orang Amerika. Tapi ayah Saya, berdarah Eropa, yaitu Perancis. Sedangkan mama, berdarah campuran antara Eropa dsn Jepang."
Mr Johan menjelaskan tentang latar belakang dirinya dan juga keturunannya.
Yati mengangguk paham dengan cerita Mr Johan, yang sekarang ini sudah menjadi suaminya.
"Pantes saja, Boo ada sedikit ke Jepang nya ya, hehehe..." Yati mengatakan apa yang dia pikirkan saat ini.
"Sudah ayo bee. Kita kapan mau meneguk 'honey' kalau Kamu bicara terus," ucap Mr Johan, sambil menarik tangan Yati dengan lembut ke arah wastafel, tang ada tak jauh dari pintu masuk.
Yati hanya menurut saja ketika diajak Mr Johan. Dia mengikuti langkahnya, dan juga arahannya, yang meminta Yati untuk mencuci tangan dan mukanya di wastafel tersebut.
Sana halnya dengan apa yang tadi di lakukan oleh Mr Johan terlebih dahulu.
"Saya tidak mau langsung 'menyentuhmu' jika baru dari luar. Di luar sana, banyak sekali virus dan bakteri serta kuman, yang kita tidak tahu bersembunyi di mana. Terutama pada tangan kita, yang sering memegang sesuatu. Saya juga tidak mau, bercinta dengan pasangan yang masih mengunakan makeup. Karena bahan-bahan kimia yang biasa digunakan untuk make up, bisa masuk ke dalam mulut jika sedang berciuman. Dan Saya tidak suka dengan itu."
Yati memicingkan mata, mendengar perkataan dan penjelasan dari suaminya itu, Mr Johan.
Biasanya, para laki-laki, akan suka dengan wanita yang cantik, meskipun itu dengan bantuan makeup saat bercinta, atau sekedar berciuman. Dan Mr Johan, suaminya ini, memintanya dalam keadaan 'polos' tanpa ada makeup sedikit pun.
Yati pun akhirnya paham dengan maksud Mr Johan. Dia adalah ahli gizi dan kesehatan di sebuah perusahaan makanan yang terkenal. Tentu saja, dia juga memiliki standar untuk kehidupan pribadinya sendiri dan juga pandangan yang sama pada pasangannya.
"Bee, Kamu tidak usah khawatir. Ini hanya berlaku jika kita sedang berdua di atas ranjang saja," kata Mr Johan lagi, menjelaskan pada Yati, istrinya.
Mr Johan merasa khawatir, karena melihat Yati yang diam dan hanya melihatnya, tanpa mengatakan apa-apa.
"Kamu mengerti kan Bee?" tanya Mr Johan lagi, sambil memeluk Yati, yang saat ini sudah tersenyum, karena tersadar dari lamunannya tetang permintaan dari suaminya tadi.
"Iya Boo. Saya paham dan mengerti. Apalagi, ini juga untuk kesehatan kita sendiri. Yati tidak akan menolak."
Mr Johan langsung mencium bibir Yati. Dia berterima kasih, karena istrinya itu bisa memahami kebiasaan dan perilaku dirinya, yang mungkin sedikit berbeda dengan laki-laki yang pernah ada dalam keseharian Yati.
"Are you ready Bee?"
"Yes, i am ready Boo."
Mr Johan, tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu. Dengan semangat yang tinggi, Mr Johan membopong tubuh istrinya itu ke dalam kamarnya.
Mereka berdua, melakukan apa-apa yang biasa dilakukan oleh pasangan pengantin baru.
Meskipun sebenarnya, mereka berdua bukanlah sepasang suami istri yang sebenarnya. Tapi itulah ikatan pernikahan yang sudah mereka berdua sepakati bersama dengan sebuah perjanjian kontrak kerja.
*****
Tengah malam, Yati terbangun dari tidurnya, dan merasa kaget dengan apa yang dirasakannya saat ini.
Dia merasa ada tangan besar yang membebani tubuhnya.
Saat dia sadar, dia tersenyum tipis. Ternyata, itu tangan suaminya sendiri, Mr Johan, yang sedang memeluknya.
Saat Yati bergerak menggeser posisi tidurnya, tangan suaminya itu lebih mempererat lagi pelukannya.
"Mau kemana Bee?" tanya Mr Johan, pada Yati. Namunmatanya masih tertutup dengan sempurna.
"Mau ke kamar mandi Boo. Ini rasanya sangat lengket. Cup!"
Yati, mengecup bibir suaminya itu sekilas, kemudian meminta pada Mr Johan untuk melepaskan pelukannya, supaya dirinya bisa pergi ke kamar mandi.
Karena mendapat kecupan di bibir, Mr Johan jadi membuka mata dan melihat ke arah istrinya itu.
"Yang bersih ya Bee. Nanti kita 'main' yang lebih dari tadi," kata Mr Johan, yang melihat Yati melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Yati hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Dia merasa bersyukur, karena Mr Johan memperlakukan dirinya dengan lembut dan penuh kasih.
Sama seperti Mr Andre, yang dulu pernah dekat dengan dirinya.
Tidak sama seperti kasus-kasus yang terjadi pada teman-teman, yang kadang mendapatkan suami yang kasar dan memperlakukan mereka dengan tidak 'layak' terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya 'bercinta' juga.
Hal inilah yang sangat dikhawatirkan oleh Yati, selama beberapa hari, sebelum menanda tangani kontrak pernikahannya ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
@Risa Virgo Always Beautiful
Kelihatan bahagia banget Yati sama Johan walaupun hanya pernikahan kontrak
2023-02-11
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Yati kamu pasti bahagia menikah dengan Johan pria yang sempurna
2023-02-11
0
B⃟cIka🕊️⃝ᥴͨᏼᷛKartika🌍ɢ⃟꙰Ⓜ️
Wow jadi hanya perjanjian kontrak pernikahan kirain nikah dah sah gitu taunya tapi kog berasa sungguh nyata jadi suami istri ya so sweet tu looo dapet banget kena gitu di hati ❤💞❤💞 serasa meleh2 aqu bacanya dengan sikap dan cara kalian mencintai satu sama lain 👍🏻👍🏻👍🏻😍😍😍😍
2023-02-11
0