Yati memutuskan untuk kembali pulang ke kampung, untuk beberapa hari. Dia ingin melihat keadaan mbok Minah, yang sudah dua tahun tidak dia jenguk.
Yati, dan para geisha yang lain, memang tidak diperbolehkan untuk pulang ke rumah atau kampung, jika sedang menjalani hidup bersama dengan 'suami' mereka.
Jika waktunya sudah selesai, mereka baru diberikan kesempatan untuk berlibur dan pulang, sesuai dengan apa yang diinginkan.
Sama seperti waktu bebas tugas, dan itu tidak mudah mereka dapatkan, karena bisa jadi, tawaran untuk kerja lagi, akan segera datang lagi.
Karena alasan ini juga, Yati memutuskan untuk segera pulang, sebelum mendapatkan tawaran baru dari Mr Akihiko. Dia ingin memanfaatkan kesempatan dan waktu, yang belum tentu ada dalam waktu ke depan nanti.
"Kamu jadi pulang besok miss Yeti?" tanya miss Marisa, yang secara kebetulan ketemu Yati, di depan pintu lift, khusus untuk karyawan.
"Jadi Miss. Apa ada yang bisa Saya bantu?" jawab Yati, sekaligus bertanya pada miss Marisa, senior Yati sendiri.
"Tidak ada. Aku hanya berharap, Kamu bisa mempertimbangkan untuk menerima tawaran dari Mr Akihiko. Menurut pengalamanku, yang dulu pernah Aku ceritakan padamu, orang-orang seperti Mr Ginting, bukanlah orang yang cocok untuk kita impikan. Meskipun tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi di dunia ini, jika takdir sudah berbicara. Tapi, kita juga harus menyadari, siapa kita, dan dimana posisi kita ini. Agar bisa tetap menjaga hati dan juga tidak terlalu terbawa perasaan. Karena itu semua, bisa menghancurkan diri kita sendiri."
Yati tersenyum, dan mengangguk paham, mendengar perkataan dari miss Marisa.
Dia juga tahu diri, dan karena itu juga, dia tidak mengiyakan ajakan dari Mr Johan, yang selalu terlihat baik dan penyabar, dalam waktu yang lama, saat mereka berdua menjalani hari-hari bersama. Yati tidak mau, jika perasannya ikut terganggu, karena bisa jadi, dia akan terlibat dalam beberapa pernikahan kontrak kerja, yang sama seperti kemarin itu.
Yati tidak mau, jika setiap menjalankan tugasnya, harus mengalami hal yang sama, dengan terganggunya perasannya sendiri.
Dia juga merasa, jika hatinya telah tiada, karena terbawa oleh Mr Andre, sama seperti dirinya, Mr Andre, yang menghilang, dan tidak lagi berkabar.
Yati menghela nafas panjang, menyadari bahwa, dia sudah gila dengan cinta yang tidak mungkin bisa dia raih, selama hidupnya.
"Aku tidak ingin terlibat cinta lokasi, dan itu akan menyulitkan kehidupanku sendiri. Aku hanya ingin bekerja, dan mengumpulkan uang yang banyak, untuk bisa segera berhenti dan pensiun dari dunia, yang saat ini Aku jalani."
Yati jadi melamun, dan tidak memperhatikan keberadaan miss Marisa. Bahkan, pertanyaan dari miss Marisa, tidak dia dengar dan malah menyangka jika, miss Marisa, sudah kembali, dan pergi untuk melanjutkan pekerjaannya yang dia jalani.
"Miss Yeti," panggil miss Marisa pelan, sambil menepuk pundak Yati, sehingga membuyarkan lamunannya.
"Kamu baik-baik saja Miss?" tanya miss Marisa, merasa khawatir dengan keadaan Yati, yang tidak fokus dan konsentrasi dengan keberadaannya.
"Eh, emhhh... ya. Saya baik-baik saja Miss. Maaf, Saya sedang membayangkan simbok di kampung," jawab Yati, yang mengelak dari apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat ini.
"Ya sudah. Miss Yeti hati-hati di jalan. Salam buat simbok ya, dan tolong, minta buatkan kerupuk beras yang banyak, hehehe..."
Yati hanya tersenyum mendengar perkataan dari miss Marisa. Ini karena setiap Yati pulang dari kampung, miss Marisa, selalu diberi Yati oleh-oleh kerupuk beras buatannya mbok Minah.
Itulah sebabnya, miss Marisa jadi berpesan seperti itu tadi.
*****
Pagi menjelang. Yati yang sudah bersiap-siap untuk pulang ke kampung, memasukan semua barang-barang yang akan dia bawa.
Ada beberapa tas berisi oleh-oleh untuk mbok Minah dan tetangga-tetangga dekatnya, yang sengaja dia dia persiapkan dari kemarin-kemarin.
Ada juga sepatu olahraga dan sepatu pantofel untuk kang Yoga, supaya bisa di pakai saat mengajar.
Setelah semuanya masuk ke dalam bagasi mobil, Yati kembali ke dalam kamar. Dia memeriksa kembali segala sesuatu, supaya tidak terjadi sesuatu saat dia sedang tidak ada di rumah.
Dari mulai menutup kran air, mencopot pipa tabung gas dari kompornya, dan mengunci semua laci serta lemari.
Setelah semua selesai dan dirasa tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, Yati keluar dari kamar dan mengunci pintu.
"Yati, Kamu jadi pulang kampung?"
Tiba-tiba, dari arah samping, terdengar suara orang yang menegurnya. Ternyata dia adalah tetangga kost Yati.
"Eh, bikin kaget wae to Mbak. Iya ini mau balik. Ada yang mau di titip apa pesan gak?" tanya Yati, pada tetangga kost nya, yang berasal dari kampung juga, cuma berbeda kecamatan dari Yati.
Dulu, sebelum Yati benar-benar berkecimpung di dunia geisha, tetangganya itu sering memintanya untuk mampir ke rumahnya yang ada di kampung. Untuk memberikan oleh-oleh atau beberapa barang pada pihak keluarganya.
Tapi, setelah beberapa tahun terakhir ini, dan tetangganya tadi jarang melihat Yati, bahkan kadang sampai bertahun-tahun, dia tidak pernah lagi menitipkan sesuatu pada Yati di sampaikan ke rumahnya.
Tetangga kost Yati, bekerja di kantor periklanan, yang terkenal. Itu karena orang tersebut juga memiliki pendidikan yang tinggi.
"Tidak ada Yat. Matur suwun. Beberapa hari kemarin, Aku sudah memaketkan barang tersebut. Aku gak tahu, kalau Kamu ada rencana muleh kok," jawab tetangga tadi.
"Hehehe... iya Mbak,ngapurane." Yati berkata dengan terkekeh, tapi juga senyuman yang terlihat canggung.
"Gak opo- opo. Mung sitik kok. Ya wes, dilanjut sana. Ati-ati!" kata di Mbak, tetangga kost Yati tadi.
"Njeh Mbak, matur suwun."
Yati pun melanjutkan langkahnya menuju ke tempat parkir mobil. Dia masuk ke dalam dan menghidupkan mesinnya.
Tak lama kemudian, mobil Yati tampak keluar dari area kost elit yang dia tempati. Kost yang menjaga privasi masing-masing pemilik kamar.
Baru beberapa kilometer perjalanan, Yati berhenti di pom bensin, untuk mengisi bahan bakar. Dia ingin mengisi penuh, supaya tidak perlu repot-repot berhenti lagi, saat ada di jalan tol.
Setelah semua selesai, Yati kembali bersiap untuk berangkat. Tapi saat baru beberapa meter keluar dari area pom bensin, ada sebuah mobil yang melewati mobil Yati hingga hampir terserempet.
Tentu saja Yati merasa kaget. Apalagi saat mobil tadi berhenti di depan mobil Yati secara mendadak. Yati jadi kewalahan saat mengerem laju mobilnya sendiri.
Ciiittt...!
Gesekan antara ban mobil dan aspal, menghasilkan suara yang membuat telinga berdengung.
"Hah! Apa sih maunya? apa ada hang lecet mobil dia? padahal dia yang salah kan tadi? mendahului kok mepet banget, untungnya tidak terserempet." gumam Yati seorang diri.
Tapi, saat melihat wajah dan postur tubuh laki-laki yang baru saja keluar dari dalam mobil, Yati terbelalak kaget.
Dia tidak menyangka, jika akan bertemu dengan laki-laki itu di jalan, dan dalam keadaan yang menjengkelkan.
"Benarkah itu dia? atau mataku yang tidak bisa berpaling dari dirinya?" Yati kembali bergumam, dengan berbagai macam pertanyaan yang diajukan oleh dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Kar Genjreng
wah ketemu Mr Andre yang lama sudah di nanti...mugo mugo selamet ojo enek masalah hemmm...suwe ra jamu...jamu pisan godong telo...suwe ra ketemu temu pisan gawe gelo.....ha ha ha 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2022-09-21
1
Kar Genjreng
wah ketemu Mr Andre yang lama sudah di nanti...mugo mugo selamet ojo enek masalah hemmm...suwe ra jamu...jamu pisan godong telo...suwe ra ketemu temu pisan gawe gelo.....ha ha ha 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2022-09-21
1
Reo Hiatus
Tapi salutnya. sesama miss tidak saling dengki
2022-03-17
0