Lek Wo ngamuk-ngamuk, saat mbok Minah mengatakan apa-apa yang memang dia lakukan.
Selain pengangguran, dia juga suka main kartu dan menghabiskan uang dari istrinya, yang kerja di kota, untuk kesenangannya sendiri.
Bahkan anak-anaknya, lebih sering datang ke rumah mbok Minah, untuk makan dan nonton TV, dari pada di rumah sendiri.
Lek Wo, merasa tersinggung. Dia tidak terima, karena mbok Minah melukai perasaan laki-lakinya. Dia tidak mau direndahkan dan diremehkan, padahal, semua orang juga tahu, bagaimana lek Wo itu hidup sehari-hari.
Saat dia mengamuk, ada beberapa tetangga yang datang menghentikan amukan lek Wo. Dia diseret beberapa orang, menuju ke rumahnya sendiri.
"Kamu ini ngamuk gak beralasan Wo. Istri Kamu itu, kerja di kota, juga karena Yati. Dia yang mencarikan kerja di sana. Namanya juga pembantu, ya gajinya gak seberapa," kata orang, yang ikut menyeret lek Wo. Dia menasihati lek Wo, supaya sadar dan tidak lagi mengamuk.
"Hah. Aku ingin, dia kerja seperti Yati. Bisa dapat uang yang banyak!" teriak lek Wo, sambil menunjuk ke arah rumah mbok Minah.
"Kowe edan ya Wo! bojomu dadi *****, Kamu yang enak-enak di rumah terima uang gitu? dasar gak duwe utek!"
"Edan iku!"
"Matek wae Kowe Wo!"
"Kurang enak opo Kowe? bojomu rekoso neng kota, kerjo babu, malah ngongkon seng ora-ora."
"Nek bojomu dadi koyo Yati, bakal dadi dudo kuwe Wo. Bojomu, emoh ngrumati awakmu meneh! mending ngrumati awake dewe, iso ginuk-ginuk lan cantik meneh. Nyesel ora Kowe mengko Wo?"
Lek Wo, di marahi orang banyak, yang tadi ikut menahannya, supaya tidak ngamuk dengan mbok Minah dan juga Yati.
Dia juga banyak dinasehati dan diberikan penjelasan serta beberapa alasan, supaya lek Wo sadar jika apa yang dia inginkan, malah merugikan dirinya sendiri.
"Mosok bojoku wani ngeculke Aku?" tanya lek Wo tidak percaya.
"Jal pikir Wo. Ngopo ngrumati awakmu seng isone mung ngamuk-ngamuk, ngenteke duwet, dan tidak pernah mau kerja? nek bojomu iso golek duwet dan kesenangan sendiri, ya ngopo juga mertahanke awakmu, tidak ada untungnya. Nek gak percoyo, cobanen, tapi sok nek kejadian, ojo nyesel!"
Perdebatan para laki-laki, tetangga mbok Minah, masih berlanjut. Mereka semua, mencoba membuka mata dan pikiran lek Wo, yang tidak bisa berpikir jernih dan panjang.
Sedangkan Yati, sudah pergi dan menjalankan mobilnya untuk kembali ke kota lagi.
"Awas nek Kowe wani-wani koyok mau maneh Wo, Aku gak gelem ngrumati anak-anakmu, tak jarke. Terus, Aku ameh lapor pak lurah, ben awakmu di cekel dan dibawa ke kantor polisi, karena membuat resah dan mengancam keselamatan orang lain!"
Mbok Minah, bisa juga mengatakan semua itu, untuk mengancam lek Wo.
Ini semua karena tadi, Yati sempat berkata demikian pada mbok Minah, untuk membuat lek Wo diam dan tidak lagi berbuat onar. Yati tidak mau, terjadi sesuatu pada mbok Minah, sat dia tidak ada di rumah.
"Kalau ada apa-apa, simbok langsung minta bantuan pada kang Yoga atau pak lurah langsung. Nanti mereka akan bantu, karena semua sudah ada aturan dan hukumnya. Simbok gak usah takut."
Begitulah tadi Yati berpesan. Dan ternyata, memang benar, lek Wo diam dan tidak lagi mengatakan apa-apa pada mbok Minah.
*****
Dalam perjalanan menuju ke kota, Yati tidak merasakan rasa capek dan lelah seperti biasanya. Dia terlihat tersenyum sedari tadi. Ada rona bahagia, yang terpancar dari wajahnya yang cantik dan menarik, dengan usianya yang memang masih muda, meskipun tanpa riasan berlebih.
Bahkan, lagu-lagu yang dia putar di dalam mobil juga lagu-lagu cinta, rindu dan pengungkapan perasaan hati.
Yati juga ikut melantunkan lagu-lagu tersebut. Sama seperti saat lagu Enji, Dia, mengalun merdu dari pemutar musik mobilnya.
🎶🎶🎶
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari, kujatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia kumerasa sempurna
Semua itu karena dia
Oh Tuhan kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya, untuk dia
🎶🎶🎶
Yati, begitu menghayati lagu tersebut. Dia merasa ada di dalam lagu Enji, Dia.
Benar-benar menggambarkan perasaannya sendiri saat ini, pada laki-laki pujaan hatinya.
Drettt drettt drettt!
Drettt drettt drettt!
Saat musik masih mengalun, handphone Yati bergetar di dalam laci mobil. Karena dia tidak ingin terjadi sesuatu pada dirinya, Yati menepikan mobilnya terlebih dahulu sebelum menerima panggilan telpon yang masuk.
"Mr Akihiko?"
Ternyata, yang sedang menghubungi Yati adalah Mr Akihiko. Atasan sekaligus penyalur, pekerjaan yang dia lakukan.
..."Halo Mr Akihiko."...
Yati, akhirnya menerima panggilan telpon tersebut, setelah menepi dan menghentikan mobilnya terlebih dahulu.
..."Miss Yeti. Ada di mana Kamu sekarang?"...
..."Ada dijalan Mr. Ada apa ya?"...
..."Kamu tidak ada waktu untuk banyak berpikir lagi dengan tawaran yang Saya berikan kemarin. Karena Mr Ginting, tidak ada waktu. Dia akan ada pertemuan untuk dua minggu ke depan, dan dia mau, sudah ada pendamping hidup yang bisa dia perkenalkan pada publik. Ini akan jadi berita besar, dan Kamu juga akan ikut terkenal miss Yeti."...
Yati berpikir, jika hanya untuk sebuah settingan, kenapa Mr Ginting tidak meminta artis atau model, yang sama-sama terkenal, seperti yang sering terjadi di dunia artis dengan segala gosip mereka.
Tapi tentu saja, Yati tidak bertanya-tanya pada Mr Akihiko, karena dia tidak mau terjadi sesuatu yang bisa menyingung perasaan Mr Akihiko juga.
..."Sampai di kota, Saya akan hubungi Mr Akihiko. Karena saat ini Saya masih ada di jalan dan tidak bisa mendengar suara Mr Akihiko dengan jelas."...
Akhirnya Yati memberikan alasan, supaya Mr Akihiko, tidak mendesaknya lagi. Dia juga tidak mau, jika memutuskan untuk menerima tawaran dari Mr Akihiko, tanpa bertemu terlebih dahulu dengan Mr Andre, laki-laki pertama yang ada di dalam hatinya.
..."Baiklah kalau begitu. Saya menuggu Kamu miss Yeti. Aku harap, Kamu tidak lama memutuskan semua ini. Hati-hati di jalan, dan jangan sampai Kamu kehilangan kesempatan untuk bisa terkenal dengan menjalankan pernikahan ini, bersama dengan Mr Ginting."...
Klik!
Panggilan telepon tersebut terputus. Yati tersenyum kecut, mendengar perkataan dari Mr Akihiko. Dia tidak pernah bermimpi menjadi terkenal, karena itu semua butuh waktu dan tenaga. Apalagi jika ada banyak cerita dan skandal yang menghiasinya.
Yati bergidik ngeri, membayangkan bagaimana keadaan rumah tangga yang dia lakukan bersama dengan Mr Ginting nanti.
"Ah, sudahlah. Kalau Aku tidak mencoba, bagaimana Aku bisa tahu? nyatanya, Mr Johan juga baik dan lembut. Tidak seperti yang Aku banyangkan sebelumnya." Yati bergumam seorang diri.
Tak lama, mobil Yati terlihat berjalan lagi, menuju ke arah kota. Dia tidak lagi memikirkan banyak hal, karena dia yakin, jika semua akan baik-baik saja. Tidak perlu merasa khawatir dengan berlebihan, karena semua belum tentu terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Kar Genjreng
mugo mugo di ke no Mr ginting yo ketok batak jenenge...go opo terkenal malah mubah kabeh bener Author Ella...ra usah umbar woro mung go...numpang tok ga reti teruse..😶😶🤭🤭👍👍
2022-09-21
1
Beast Writer
tema judulnya berani. dan isi novelnya tidak seperti yg saya bayangkan. secara keseluruhan novelnya sangat baik.👌
2022-04-10
2
Reo Hiatus
belum tahu makna kisah Yati itu bagaimana? Pesan moralnya apa?
Baru menemukan 1 sindiran buat pria yang malas kerja tapi justru berharap istrinya yang menafkahi. Dan tidak tahu berterima kasih. Tapi tentang Yati belum dapat thor.
2022-03-18
1