Terbawa Perasaan

Beberapa hari kemudian, mereka berdua sudah mempersiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa ke Bali.

Satu koper ukuran besar dan satu tas jinjing sudah penuh. Semua itu perlengkapan dan apa-apa yang mereka butuhkan nanti, selama ada di Bali.

Mr Johan, tidak suka memakai peralatan yang disediakan oleh pihak hotel. Itulah sebabnya, dia meminta pada istrinya, Yati, untuk membawa apa saja yang diperlukan mereka berdua, untuk kegiatan mereka secara pribadi. Seperti sabun, shampoo dan pasta gigi, serta peralatan yang lain.

"Jangan lupa bawakan peralatan cukur Boo ya Bee," kata Mr Johan, mengingatkan pada istrinya, Yati.

"Iya Boo. Ini handuknya bawa sendiri juga gak?" tanya Yati, memastikan jika memang harus membawa handuk sendiri dari rumah.

"Bawa dua saja yang kecil Bee. Kita tidak memerlukan banyak handuk di sana. Kita akan saling mengeringkan nanti, dengan..."

Mr Johan, menjeda kalimatnya, dengan maksud untuk mendapatkan perhatian dari istrinya itu.

Dan memang benar. Yati akhirnya menoleh, karena tidak mendengar kelanjutan dari kalimat yang sedang dikatakan oleh suaminya, Mr Johan.

"Dengan?" tanya Yati, ingin tahu kelanjutan dari kalimat tersebut.

"Hahaha..."

Mr Johan, tidak menjawab pertanyaan dari Yati. Dia justru tertawa terbahak-bahak melihat Yati yang sedang penasaran dengan kalimatnya yang tadi.

"Apa sih Boo?" tanya Yati ingin tahu.

Dia merengek-rengek manja, minta pada Mr Johan, untuk menjelaskan maksud dari kalimatnya yang terputus tadi, dengan mengeledot di lengannya Mr Johan.

"Gak apa-apa. Nanti juga tahu kok," jawab Mr Johan, merahasiakan apa yang tadi tidak jadi dia ucapkan.

Mr Johan, justru menggoda Yati, dengan menaik turunkan alisnya saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari istrinya itu.

"Ihsss... Boo pelit ah," kata Yati, sambil mengerucutkan bibirnya manja.

"Hahaha... yang penting, tidak pelit ini, ini, dan ini kan?"

Mr Johan, menunjuk pada bibir, buah dada dan bawah perut Yati, yang saat ini sedang memakai pakaian seksi, pemberian Mr Johan tadi sore.

"Ihhh, kan tambah genit ya!" ucap Yati, dengan mencubit lengan suaminya itu.

"Hahaha..."

"Hihihi..."

Keduanya, saling berguling di tempat tidur, membiarkan barang-barang yang tadi mereka atur menjadi berantakan, karena ulah mereka berdua.

Beberapa saat kemudian, mereka berdua tampak kelelahan, namun ada rona bahagia pada wajah-wajah mereka berdua, yang berpeluh, meskipun pendingin ruangan menyala seperti biasanya, dan tidak dalam keadaan rusak.

"Mancing mulu ya Boo," kata Yati, sambil menindih tubuh Mr Johan, seperti orang yang dalam keadaan kalah saat bertarung.

"Kamu itu fit benar ya Bee. Tidak pernah merasa capek, dan selalu bisa bikin Boo puas. Apa Kamu juga selalu seperti ini, pada laki-laki sebelum Boo?" tanya Mr Johan, tanpa merasa sungkan, membicarakan laki-laki, yang pernah bersama dengan istrinya itu, sebelum dirinya.

Begitulah orang luar, yang tidak ada sungkan-sungkannya membicarakan hal yang terdengar tabu, untuk telinga orang-orang Indonesia, yang memiliki nilai-nilai moral dan etika tinggi. Meskipun pada kenyataannya, semua itu tinggal istilah dan juga ketenaran pada masa lalu.

Mungkin, saat ini masih ada, tapi sepertinya tidak akan sama seperti dulu. Orang-orang Indonesia saat ini, juga sudah berpikir lebih bebas, dan juga tidak lagi tertutup, untuk membicarakan tentang hal-hal yang dianggap privasi dan tabu.

Mereka beralasan, jika itu adalah hal biasa yang harus di pelajari, dan bukan hanya sekedar moral yang tertutup, meskipun sebenarnya tidak tertutup juga.

Yati hanya tersenyum canggung, mendengar pertanyaan dari suaminya sendiri, Mr Johan. Dia merasa tidak perlu menjelaskan tentang privasinya, yang dulu, sebelum mengenal suaminya ini, Mr Johan.

"Bee. Jika ada sesuatu yang Boo lakukan, dan itu tidak sesuai dengan apa yang Kamu inginkan, bilang ya Bee. Meskipun pernikahan ini hanya di atas kertas kontrak, tapi Boo ingin, kita sama-sama bisa menikmati dan merasakan kebahagiaan satu sama lainnya. Aku tidak ingin, Bee merasa tertekan, karena itu bisa menurunkan kadar percintaan yang kita lakukan. Boo ingin, Bee juga merasa puas dan menikmati kebersamaan kita ini."

Yati memeluk suaminya dengan penuh perasaan. Dia merasa menemukan sesuatu yang telah lama hilang dari kehidupannya saat ini.

Mr Johan, lama-lama sama seperti Mr Andre. Laki-laki pertama yang membuatnya luluh dan jatuh cinta, meskipun tidak mungkin bisa dia raih dalam kenyataan hidupnya selama ini.

Yati, tanpa sadar, menitikkan air mata. Dia teringat dengan Mr Andre. Entah dimana keberadaan Mr Andre sekarang.

Dulu, dia hanya pamit pergi Dinas dan tidak lagi ada di kota ini. Entah sampai kapan, Yati juga tidak tahu, karena Mr Andre, tidak pernah mengatakan lebih saat berpamitan.

Setelah itu, Yati juga pergi ke Jepang, untuk melupakan kesedihannya itu. Dia tidak lagi tahu, bagaimana kabar dari Mr Andre.

"Kenapa Bee? apa ada perkataan Boo yang menyakiti perasaan hatimu?" tanya Mr Johan, hati-hati.

Dia menghapus air mata Yati, yang mengalir dan menetes di dadanya. Ini karena Yati, sedang memeluknya dalam keadaan posisi Yati ada di atas tubuhnya Mr Johan.

Yati mengeleng perlahan-lahan. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari suaminya itu. Dia belum bisa bercerita tentang Mr Andre pada Mr Johan, yang saat ini adalah suaminya. Ini sangat tidak etis, meskipun status mereka berdua sebagai suami istri hanya sebuah ikatan kontrak belaka.

Tapi, Yati tetap berusaha untuk menjaga perasaan dari suaminya itu. Dia tidak mau, Mr Johan jadi terbebani dengan ceritanya tentang Mr Andre.

Yati ingin, Mr Johan adalah Mr Johan. Dan Mr Andre, adalah kenangan, yang akan selalu ada di dalam hatinya sendiri.

Mr Johan mengelus-elus punggung Yati, yang masih dalam keadaan polos. Dia tidak mau menganggu istrinya itu, yang mungkin ingin menumpahkan perasaan hatinya.

Tapi ternyata apa yang dipikirkan oleh Mr Johan tidak terjadi. Yati justru bangkit dan tersenyum kearahnya.

"Bee merasa terharu Boo. Selama ini, Boo sangat perhatian dan selalu memanjakan Bee. Tidak hanya sekedar urusan ranjang, tapi segala sesuatu yang Bee butuh, tanpa bicara Boo memenuhinya. Uang, itu tidak diragukan lagi. Bee merasa beruntung Boo, meskipun Boo hanya bersama Bee untuk dua tahun. Tapi Bee merasa bahagia dengan adanya Boo. Bee tidak berharap lebih dari ini. Tapi Bee hanya ingin, kita tetap akan baik-baik saja, meskipun nanti Boo pergi dan sudah tidak lagi ada di Indonesia."

Yati, mengungkapkan perasaannya pada Mr Johan. Dia memang tidak tahu, apakah pernikahan mereka ini, akan berakhir pada waktu yang sudah mereka berdua tentukan, atau akan berakhir dengan sebuah perselisihan yang kadang terjadi pada teman Yati yang lain.

Entah mempermasalahkan soal perasaan, materi, atau sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh orang lain.

Karena, kadang pernikahan seperti ini menghasilkan anak, yang sebenarnya tidak boleh terjadi. Karena itu bisa menimbulkan masalah baru bagi mereka berdua.

Itulah sebabnya, diawal perjanjian, sudah ditentukan, jika tidak akan ada anak untuk pernikahan mereka, Yati dengan Mr Johan.

Terpopuler

Comments

Titik pujiningdyah

Titik pujiningdyah

keren bet

2022-02-18

0

Embun Kesiangan

Embun Kesiangan

yati ternyata pribadi yang sederhana dan suka berfikir lurus2 saja dlm hidupnya y thor👍🙏😘

2022-02-08

4

Irma Kirana

Irma Kirana

💪💪💪💪☺️

2022-02-07

1

lihat semua
Episodes
1 Pulang Kampung
2 Tentang Yati
3 Pekerjaan Yati
4 Kembali Ke Kota
5 Rahasia Yang Bukan Rahasia
6 Awal Keputusan Yati
7 Syarat Kerja
8 Panggilan Sayang
9 Bee And Boo
10 Rencana Ke Bali
11 Terbawa Perasaan
12 Bali
13 Pakaian Kesukaan
14 Berakhir
15 Tawaran Mr Akihiko
16 Bertemu Lagi
17 Sadar Dengan Posisi
18 Ada Juga Yang Seperti Itu
19 Desakan Mr Akihiko
20 Mr Ginting
21 Rahasia Mr Ginting
22 Miss Kiara
23 Datang Ke Istana Keluarga Ginting
24 Ancaman
25 Pertanyaan Dan Jawaban
26 Sebuah Tantangan
27 Untukku?
28 Saling Memahami
29 Makhluk Halus
30 Rencana Untuk Nanti Malam
31 Inseden Makan Malam
32 Masih Perjaka
33 Tidak Usah Bertanya
34 Kesulitan Di Rumah Mr Ginting
35 Rencana Ke Butik
36 Bukannya Tidak Mau
37 Tidak Kenal
38 Waktu Yang Dibutuhkan
39 Tidak Enak Hati
40 Tidak Seperti Yang Terlihat
41 Hubungan Yang Baik
42 Kado Yang Tidak Diinginkan
43 Tidak Ada Yang Tahu
44 Apa Kadonya?
45 Tamu Terakhir
46 Pesta Belum Berakhir
47 Hadiah Untuk Yati
48 Benarkah Normal?
49 Keinginan Kakek Mr Ginting
50 Tidak Ada Penjelasan
51 Ditunda Untuk Beberapa Jam Kemudian
52 Bertemu Lagi
53 Ada Rindu
54 Kesal
55 Menolak Perasaan Yang Ada
56 Semua Sudah Siap
57 Mr Andre
58 Surya Jaya
59 Melindungi Tanpa Diketahui
60 Berseteru Dan Tertawa
61 Siapa Dia?
62 Rahasia Yang Belum Terungkap
63 Masa Lalu 1
64 Masa Lalu 2
65 Masa Lalu 3
66 Masa Lalu 4
67 Bros Bunga
68 Bukan Hanya Sekedar Kerja
69 Kecurigaan Mr Ginting
70 Pesta Ulang Tahun Sang Kakek
71 Pertanyaan Tentang Bros Bunga
72 Semua Punya Rahasia Sendiri
73 Memikirkan Kamu
74 Salah Paham Karena Rindu
75 Diragukan Pegawai Kantor Mr Ginting
76 Mulai Mencari Tahu
77 Kesepakatan Bersama Dengan Sang Kakek
78 Rencana Untuk Mr Ginting
79 Tugas Kerja
80 Masih Menjadi Misteri
81 Semakin Curiga
82 Antara Baju Bayi Dan Bros Bunga
83 Siapa Andre?
84 Harus Ada Kepastian
85 Keinginan Yati Membawa Ibunya
86 Tertunda Untuk Pulang
87 Sudah Kembali
88 Tidak Bicara
89 Kepulangan Mr Andre
90 Bagaimana Sebaiknya?
91 Semua Adalah Rencana Sang Kakek
92 Kemarahan Mr Ginting
93 Harus Pergi
94 Simalakama
95 Ijin Pada Mbok Minah
96 Belum Tahu
97 Ijin Pulang
98 Was-was
99 Keadaan Ibu
100 Kembali Dingin
101 Harus Bisa Lebih Tenang
102 Kedatangan Mr Ginting
103 Tidak Mendapat Jawaban
104 Kebenaran Itu
105 Tidak Bisa Menjawab
106 Ada Apa Dengan Mr Andre
107 Semua Karena Dia
108 Cerita Versi Mr Andre
109 Cerita Versi Ibunya Yati
110 Kemajuan Kondisi Ibu
111 Tidak Bisa Menahan Diri
112 Semua Penuh Misteri
113 Keadaan Miss Marisa
114 Rasa Sesal
115 Kembali Berduka
116 Lembayung Senja
117 Makan Malam Di Kampung
118 Kembang Tebu
119 Mencari Ayah
120 Hotel Horor
121 Perubahan Suasana
122 Pertanyaan Yang Tidak Terjawab
123 Siapa Kamu?
124 Akhirnya Tahu
125 Dia Datang
126 Tetap Tidak Mau
127 Panggilan Kembali
128 Nomer Siapa
129 Kabar Tuan Wasito
130 Siapa Atasanmu
131 Bertemu Dengan Biyan
132 Alasan
133 Salah Paham
134 Bertemu Kembali
135 Harus Bisa Menolak
136 Keputusan Akhir
137 Kebahagiaan Yati
138 Musibah Tengah Malam
139 Warung Makan SEDERHANA Miss Yeti
140 Lika-liku Kehidupan Manusia
141 Akhir Kisah Miss Yeti
142 Minta Saran Kalian
143 Yati bukan Yeti
144 Mulut Setajam Silet
145 Yati Merasa Lemah
146 Kondisi Tuan Wasito
147 Jakarta
148 Mis Yetiku
149 Sebuah Permintaan
150 Dilema
151 Kepikiran
152 Cerita Rina
153 Sebuah Keputusan
154 Ketakutan
155 Kisah Lama
156 Mencari Jejak Tentangmu
157 Orang-orang di Masa Lalu
158 Pusaran Nasib
159 Marah dan Cemburu
160 Sang Model
161 Tidak Peduli
162 Tersiksa
163 Semakin Tersiksa
164 Lupa Diri
165 Hari Yang Indah
166 Memutuskan
167 Menelan Kecewa
168 Tidak Ingin Lepas
169 Iklan Penjualan
170 Taktik
171 Terpaksa Menunda
172 Memperkenalkan Diri
173 Peringatan Keras
174 Konsekuensi Pernjanjian Pranikah
175 Pilihan Yang Sulit
176 Keputusan Yang Benar
177 Aktivitas Baru
178 Langkah Cepat
179 Pengakuan
180 Kekesalan Mr Akihiko
181 Niat Yang Kuat
182 Antara Hambatan Dan Kesempatan
183 Kegundahan Hati
184 Diantara Mereka
185 Tak Terduga
186 Memahami
187 Perjalanan Mr Akihiko
188 Bertemu Mr Andre
189 Langkah Mr Andre
190 Kabar Itu
191 Tidak Perlu Menghindar
192 Kebimbangan Hati
193 Pria Masa Lalu 1
194 Pria Masa Lalu 2
195 Dilema Biyan
196 Kabar Duka 1
197 Kabar Duka 2
198 Disengaja
199 Tak Disangka
200 Kedatangan Mr Andre
201 Nama Besar
202 Tersangka
203 Kedatangan Biyan
204 Semuanya Terhubung
205 Menuju Kebahagiaan
206 Merencanakan Sebuah Rencana
207 Hubungan Darah
208 Belum Tahu
209 Tertunda
210 Mau Pergi
211 Berduka
212 Tidak Boleh Gagal
213 Tekanan
214 Malam Yang Tenang
215 Penyusup
216 Ketahuan
217 Mengalihkan Ketegangan
218 Akhirnya Menikah
219 Penuh Kebahagiaan
220 Malam Pertama
221 Rencana Bulan Madu
222 Berbagai Upaya
223 Tetap Sombong
224 Tidak Mengakui
225 Harus Beda
226 Rival dan Cinta
227 Menghadapi Rival
228 Keputusan Sidang
229 Strategi Baru
230 Sidang Banding
231 Keputusan Banding
232 Usaha Hiroshi
233 Kelilingi Negara Vrindavan
234 Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa Kembali
235 Semua Kemudahan
236 Rencana Melawan Rencana
237 Kecelakaan Maut
238 Ruang Tunggu
239 Keistimewaan Yang Berbeda
240 Belum Ada Titik Terang
241 Kabar Bahagia
242 Penuh Kebahagiaan
243 Tekanan Demi Tekanan
244 Menyongsong Kebahagian
245 Rasa Syukur
246 Kebahagiaan Yang Sempurna
247 Ujian Datang Lagi
248 Bersabar
249 Anugerah Sehat
250 Menunggu Novel TK
Episodes

Updated 250 Episodes

1
Pulang Kampung
2
Tentang Yati
3
Pekerjaan Yati
4
Kembali Ke Kota
5
Rahasia Yang Bukan Rahasia
6
Awal Keputusan Yati
7
Syarat Kerja
8
Panggilan Sayang
9
Bee And Boo
10
Rencana Ke Bali
11
Terbawa Perasaan
12
Bali
13
Pakaian Kesukaan
14
Berakhir
15
Tawaran Mr Akihiko
16
Bertemu Lagi
17
Sadar Dengan Posisi
18
Ada Juga Yang Seperti Itu
19
Desakan Mr Akihiko
20
Mr Ginting
21
Rahasia Mr Ginting
22
Miss Kiara
23
Datang Ke Istana Keluarga Ginting
24
Ancaman
25
Pertanyaan Dan Jawaban
26
Sebuah Tantangan
27
Untukku?
28
Saling Memahami
29
Makhluk Halus
30
Rencana Untuk Nanti Malam
31
Inseden Makan Malam
32
Masih Perjaka
33
Tidak Usah Bertanya
34
Kesulitan Di Rumah Mr Ginting
35
Rencana Ke Butik
36
Bukannya Tidak Mau
37
Tidak Kenal
38
Waktu Yang Dibutuhkan
39
Tidak Enak Hati
40
Tidak Seperti Yang Terlihat
41
Hubungan Yang Baik
42
Kado Yang Tidak Diinginkan
43
Tidak Ada Yang Tahu
44
Apa Kadonya?
45
Tamu Terakhir
46
Pesta Belum Berakhir
47
Hadiah Untuk Yati
48
Benarkah Normal?
49
Keinginan Kakek Mr Ginting
50
Tidak Ada Penjelasan
51
Ditunda Untuk Beberapa Jam Kemudian
52
Bertemu Lagi
53
Ada Rindu
54
Kesal
55
Menolak Perasaan Yang Ada
56
Semua Sudah Siap
57
Mr Andre
58
Surya Jaya
59
Melindungi Tanpa Diketahui
60
Berseteru Dan Tertawa
61
Siapa Dia?
62
Rahasia Yang Belum Terungkap
63
Masa Lalu 1
64
Masa Lalu 2
65
Masa Lalu 3
66
Masa Lalu 4
67
Bros Bunga
68
Bukan Hanya Sekedar Kerja
69
Kecurigaan Mr Ginting
70
Pesta Ulang Tahun Sang Kakek
71
Pertanyaan Tentang Bros Bunga
72
Semua Punya Rahasia Sendiri
73
Memikirkan Kamu
74
Salah Paham Karena Rindu
75
Diragukan Pegawai Kantor Mr Ginting
76
Mulai Mencari Tahu
77
Kesepakatan Bersama Dengan Sang Kakek
78
Rencana Untuk Mr Ginting
79
Tugas Kerja
80
Masih Menjadi Misteri
81
Semakin Curiga
82
Antara Baju Bayi Dan Bros Bunga
83
Siapa Andre?
84
Harus Ada Kepastian
85
Keinginan Yati Membawa Ibunya
86
Tertunda Untuk Pulang
87
Sudah Kembali
88
Tidak Bicara
89
Kepulangan Mr Andre
90
Bagaimana Sebaiknya?
91
Semua Adalah Rencana Sang Kakek
92
Kemarahan Mr Ginting
93
Harus Pergi
94
Simalakama
95
Ijin Pada Mbok Minah
96
Belum Tahu
97
Ijin Pulang
98
Was-was
99
Keadaan Ibu
100
Kembali Dingin
101
Harus Bisa Lebih Tenang
102
Kedatangan Mr Ginting
103
Tidak Mendapat Jawaban
104
Kebenaran Itu
105
Tidak Bisa Menjawab
106
Ada Apa Dengan Mr Andre
107
Semua Karena Dia
108
Cerita Versi Mr Andre
109
Cerita Versi Ibunya Yati
110
Kemajuan Kondisi Ibu
111
Tidak Bisa Menahan Diri
112
Semua Penuh Misteri
113
Keadaan Miss Marisa
114
Rasa Sesal
115
Kembali Berduka
116
Lembayung Senja
117
Makan Malam Di Kampung
118
Kembang Tebu
119
Mencari Ayah
120
Hotel Horor
121
Perubahan Suasana
122
Pertanyaan Yang Tidak Terjawab
123
Siapa Kamu?
124
Akhirnya Tahu
125
Dia Datang
126
Tetap Tidak Mau
127
Panggilan Kembali
128
Nomer Siapa
129
Kabar Tuan Wasito
130
Siapa Atasanmu
131
Bertemu Dengan Biyan
132
Alasan
133
Salah Paham
134
Bertemu Kembali
135
Harus Bisa Menolak
136
Keputusan Akhir
137
Kebahagiaan Yati
138
Musibah Tengah Malam
139
Warung Makan SEDERHANA Miss Yeti
140
Lika-liku Kehidupan Manusia
141
Akhir Kisah Miss Yeti
142
Minta Saran Kalian
143
Yati bukan Yeti
144
Mulut Setajam Silet
145
Yati Merasa Lemah
146
Kondisi Tuan Wasito
147
Jakarta
148
Mis Yetiku
149
Sebuah Permintaan
150
Dilema
151
Kepikiran
152
Cerita Rina
153
Sebuah Keputusan
154
Ketakutan
155
Kisah Lama
156
Mencari Jejak Tentangmu
157
Orang-orang di Masa Lalu
158
Pusaran Nasib
159
Marah dan Cemburu
160
Sang Model
161
Tidak Peduli
162
Tersiksa
163
Semakin Tersiksa
164
Lupa Diri
165
Hari Yang Indah
166
Memutuskan
167
Menelan Kecewa
168
Tidak Ingin Lepas
169
Iklan Penjualan
170
Taktik
171
Terpaksa Menunda
172
Memperkenalkan Diri
173
Peringatan Keras
174
Konsekuensi Pernjanjian Pranikah
175
Pilihan Yang Sulit
176
Keputusan Yang Benar
177
Aktivitas Baru
178
Langkah Cepat
179
Pengakuan
180
Kekesalan Mr Akihiko
181
Niat Yang Kuat
182
Antara Hambatan Dan Kesempatan
183
Kegundahan Hati
184
Diantara Mereka
185
Tak Terduga
186
Memahami
187
Perjalanan Mr Akihiko
188
Bertemu Mr Andre
189
Langkah Mr Andre
190
Kabar Itu
191
Tidak Perlu Menghindar
192
Kebimbangan Hati
193
Pria Masa Lalu 1
194
Pria Masa Lalu 2
195
Dilema Biyan
196
Kabar Duka 1
197
Kabar Duka 2
198
Disengaja
199
Tak Disangka
200
Kedatangan Mr Andre
201
Nama Besar
202
Tersangka
203
Kedatangan Biyan
204
Semuanya Terhubung
205
Menuju Kebahagiaan
206
Merencanakan Sebuah Rencana
207
Hubungan Darah
208
Belum Tahu
209
Tertunda
210
Mau Pergi
211
Berduka
212
Tidak Boleh Gagal
213
Tekanan
214
Malam Yang Tenang
215
Penyusup
216
Ketahuan
217
Mengalihkan Ketegangan
218
Akhirnya Menikah
219
Penuh Kebahagiaan
220
Malam Pertama
221
Rencana Bulan Madu
222
Berbagai Upaya
223
Tetap Sombong
224
Tidak Mengakui
225
Harus Beda
226
Rival dan Cinta
227
Menghadapi Rival
228
Keputusan Sidang
229
Strategi Baru
230
Sidang Banding
231
Keputusan Banding
232
Usaha Hiroshi
233
Kelilingi Negara Vrindavan
234
Selamat Tinggal dan Sampai Jumpa Kembali
235
Semua Kemudahan
236
Rencana Melawan Rencana
237
Kecelakaan Maut
238
Ruang Tunggu
239
Keistimewaan Yang Berbeda
240
Belum Ada Titik Terang
241
Kabar Bahagia
242
Penuh Kebahagiaan
243
Tekanan Demi Tekanan
244
Menyongsong Kebahagian
245
Rasa Syukur
246
Kebahagiaan Yang Sempurna
247
Ujian Datang Lagi
248
Bersabar
249
Anugerah Sehat
250
Menunggu Novel TK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!