Beberapa hari kemudian, di saat perjalanan kerja Mr Johan berakhir. Mereka berdua, tidak langsung ikut pulang ke kota, karena masih ingin menikmati kebersamaan mereka di Bali.
Ada juga beberapa teman Mr Johan yang mengikuti jejaknya. Mereka tidak langsung ikut pulang dan masih ada di Bali juga, meskipun tidak semuanya.
Kamar hotel yang disewa oleh perusahaan, tempat Mr Johan bekerja, sudah berakhir juga. Tapi Mr Johan, langsung mengkonfirmasi pada pihak hotel, jika dia akan meneruskannya secara pribadi, untuk beberapa hari ke depan.
Yati, tentu merasa sangat senang, karena posisi letak kamar yang dia sukai ini tidak harus berganti dengan kamar yang lain.
"Terima kasih Boo, karena masih mempertahankan kamar ini untuk kita," kata Yati, sambil memeluk suaminya itu dengan tatapan mata yang menggoda.
Mr Johan, mencium bibir istrinya itu dengan penuh gairah. "Ini Boo lakukan, karena Boo cinta Bee," kata Mr Johan, setelah melepaskan ciumannya.
Yati tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Dia balik mencium bibir Mr Johan, menyatakan rasa terima kasihnya.
"Kita lanjutkan lagi yang lebih panas yuk! Setelah itu, kita jalan-jalan dan pergi belanja." Mr Johan, mengusulkan untuk aktivitas mereka hari ini.
Mr Johan, seperti tidak ada lelahnya. Dia terus saja ingin bercinta karena Yati bisa mengimbangi nafsunya yang besar. Mungkin ini karena usia Yati yang masih tergolong belia juga.
Dan karena itulah, Mr Johan sangat memanjakan Yati. Karena dia selalu bisa puas dan dipuaskan oleh istrinya itu.
Pada sore harinya, mereka berdua, Yati dan Mr Johan, pergi jalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang kemarin-kemarin belum sempat mereka kunjungi. Ini karena padatnya kegiatan dan aktivitas Mr Johan sebagai ahli gizi di perusahaan yang memberinya tugas.
Yati sangat senang dengan perjalanan ini. Meskipun kemarin-kemarin, dia tidak pernah keluar dari kamar, dan hanya menunggu waktu suaminya itu pulang, tapi dua tidak mengeluh tentang semua itu.
Dia, yang sedari kecil hidup sangat sederhana di kampung, bukanlah wanita penuntut. Itulah sebabnya, Mr Johan juga tidak pernah menegurnya, karena dia tidak pernah menentang, dan semaunya sendiri.
Yati selalu patuh, dengan apa yang dia katakan. Meskipun, kadang-kadang Mr Johan sadar, jika apa yang dia lakukan terhadap istrinya, Yati, terkesan over protektif, dari segi apapun. Tidak hanya sekedar sehat dan bersih, tapi juga untuk waktu dan tempat yang digunakan Yati.
Tapi karena itu semua, Mr Johan jadi memanjakan Yati, jika dia sedang ada waktu luang. Dia juga selalu mengisi ATM istrinya itu, sesuai kesepakatan yang dibuat. Bahkan, Mr Johan lebih sering memberinya lebih banyak, daripada pas.
Kadang-kadang, Mr Johan juga memberi hadiah kepada Yati. Baik yang bernilai sederhana ataupun mahal, seperti baju-baju atau perhiasan yang diberikan oleh suaminya, Mr Johan.
"Kamu mau beli baju adat Bali Bee?" tanya Mr Johan, pada Yati.
Saat ini, mereka ada di sebuah Mall, yang terletak tidak jauh dari tempat mereka menginap.
"Hahaha... tidak bisa pakai juga Boo. Lagian, buat apa?" ribet kan makainya, dan bukanya juga. hehehe..."
Jawaban yang diberikan oleh Yati, membuat Mr Johan terkekeh-kekeh. Dia tidak menyangka, jika istrinya, yang masih belia itu tidak suka sesuatu yang rumit.
"Kalau begitu... itu saja!" tunjuk Mr Johan, pada manekin yang ada di samping kamar pas, untuk mencoba baju-baju yang akan di beli.
Yati segera menoleh ke arah suaminya menunjuk. Dia terbelalak, karena manekin itu memakai pakaian renang dan itu hanya menutupi buah dada saja dengan celana renangnya yang tampak tidak memakai apa-apa.
"Wah Boo. Bisa-bisa, Boo tidak akan pergi kemana-mana, jika Bee pakai itu. Hihihi..."
Yati terkikik geli, saat sadar apa yang di inginkan oleh suaminya itu.
Dan Mr Johan, hanya mengangguk sambil menaik turunkan alisnya saat memandang ke arah istrinya, Yati.
"Aku lebih suka melihatmu polos. Begitu juga dengan pakaian yang Kamu kenakan Bee."
Yati menyembunyikan wajahnya yang memerah ke dalam pelukan suaminya. Dia tidak menyangka, jika suaminya itu, semesum itu pikirannya. Padahal, Mr Johan berusia lebih hampir setengah abad.
"Apa Boo tidak normal? Boo pikir, semua laki-laki suka dengan apa yang Boo katakan tadi. Dan itu wajar Bee, jika laki-laki itu normal."
Yati mengangguk paham dengan perkataan suaminya itu. Dia tahu, hormon laki-laki itu tidak bisa tertebak. Mereka akan selalu bisa 'menaikkannya' dengan pikiran mereka sendiri, meskipun hanya sekedar melihat saja.
"Jadi, Bee mau ambil yang mana?" tanya Mr Johan lagi, agar Yati memilih antara baju khas Bali, atau lingerie itu?" tanya Mr Johan memastikan.
Tapi, karena Yati tahu bagaimana cara berpikir Mr Johan, akhirnya Yati menunjuk ke arah manekin, dengan mengunakan dagunya.
Mr Johan tersenyum penuh arti. "Bee selalu bisa membaca isi hati dan pikiran Boo ya?" tanya Mr Johan, yang merasa penasaran, karena sering mendapati istrinya itu, memilih sesuai dengan apa yang sebenarnya ingin dia pilihkan.
"Hahaha... itu karena Bee tahu , bahwa Boo memberikan pertanyaan pada Bee. Jadi Bee tahu, apa yang sebenarnya ingin Boo katakan tadi," jawab Yati dengan tertawa lepas.
Beberapa pramuniaga, SPG di Mall tersebut, tentu saja melirik-lirik Yati. Mereka tentu paham dan tahu, wanita seperti apa Yati ini.
Dari tindakan dan tingkah lakunya pada Mr Johan, cara tertawa dan juga berbicara. Mungkin sebagian orang pasti akan memiliki pemikiran yang sama, jika Yati ini adalah 'wanitanya' Mr Johan.
"Miss Yeti!" panggil seseorang, yang tidak diketahui Yati datang dari mana.
Suara laki-laki yang memangil nama istrinya itu, membuat Mr Johan menoleh dengan cepat ke arah sumber suara. Sekarang, ada seorang pemuda yang tampak berumur jauh berbeda dengan dengan dirinya, dan di atas umur istrinya, mungkin beda sekitar empat atau lima tahun dari istrinya itu, berdiri di depan mereka berdua. Jadi, tentunya masih terlihat gagah dan tampan.
"Masih kenal dengan Saya Miss?" tanya pemuda itu, sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Fandy?" tanya Yati menebak.
"Yes. Aku pikir, miss Yeti lupa denganku, ternyata tidak ya. Hahaha..."
Pemuda yang dikenali Yati dengan nama Fandy, tertawa-tawa senang dengan jawaban dari Yati.
"Oh ya Boo. Ini Fandy, mantan supir Mr Akihiko, di restoran."
Akhirnya, Yati memperkenalkan Fandy pada Mr Johan. Dia tidak mau terjadi kesalahpahaman antara Mr Johan, dengan kemunculan Fandy.
"Mr Johan, suaminya miss Yeti," kata Mr Johan, memperkenalkan dirinya pada Fandy.
Fandy menyambut uluran tangan Mr Johan dengan ragu. Dia meragukan perkataan Mr Johan, yang memperkenalkan dirinya suami dari Yati. Cewek belia, yang diam-diam selalu dua perhatikan. Sayangnya, dulu Yati terlampau pendiam, dan tidak mau didekati laki-laki. Jadi Fandy berpikir jika Yati ada 'kelainan' dan tidak normal.
Fandy baru tahu, jika Yati sama seperti yang lain, karena kedekatan Yati dengan Mr Andre. Dan dia jadi menyesal, karena telah terlambat untuk mendekati cewek incarannya itu.
Yati terlanjur memilih untuk dekat dengan Mr Andre, dari pada laki-laki lain, termasuk dirinya, yang tidak pernah berani melakukan pendekatan kepada Yati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 250 Episodes
Comments
Kar Genjreng
untung ada saya...🤭🤭Boo ga sido nesu...opo mimpi Yeti meh di dadeke kenyataan...mimpi di siksa ha ha ha 🤭🤭🤭 mimpi tok yo waspada ngono artine
2022-09-21
1
Cut Nyak Dien
makanya klau suka bilang suka,jgn dipendem2 aja
2022-02-10
4
S R
selamat untuk karya barunya
2022-02-07
2