"Besok adalah saatnya kamu kembali ke Beijing Wan Chai University." ucap kak Kai yang membuat Zen sangat terkejut.
"Apa? Aku harus kuliah?" ucap Zen tak percaya. Sepasang matanya membulat sempurna. Bahkan dia hampir saja tersedak ketika menikmati strawberry youghurtnya.
"Tentu saja! Kau adalah seorang mahasiswa di Beijing Wan Chai University semester 4 Fakultas bidang seni pertunjukan." sahut kak Kai menjelaskan sambil menikmati sebotol youghurt strawberrynya.
Beijing Wan Chai University menjadi perguruan tinggi terkemuka di Asia yang fokus pada bidang seni pertunjukan.
Universitas ini menawarkan enam Program Studi seperti Prodi Strata Satu (S1) Bidang Seni Pertunjukan, yaitu Dance, Music, Chinese Opera, Drama, Film and Television, serta Theatre and Entertainment Arts.
Menjadi universitas dengan jurusan Seni Pertunjukan terbaik di Asia versi QS Top Universities, Beijing Wan Chai University Academy for Performing Arts juga menawarkan Prodi Strata Dua (S2) yaitu Master of Fine Arts in Dance, Master of Fine Arts in Drama, Master of Fine Arts in Cinema Production, Master of Fine Arts in Theatre and Entertainment Arts, dan Master of Music.
Jika ingin memasuki dunia entertaiment, maka Universitas ini akan sangat cocok untuk kita masuki.
"Arghhh ..." Zen mendengus meratapi nasibnya saat ini. Selain dia harus menggantikan Zen dalam dunia Entertaiment, kini dia juga akan menggantikan Zen menjadi seorang mahasiswa bidang seni pertunjukan.
"Oh iya. Kakak jadi teringat sesuatu." ucap kak Kai setengah berbisik. "Siapa sebenarnya kekasihmu yang sedang berada di Jepang itu? Selama ini kau tak pernah menceritakannya kepadaku." imbuh kak Kai sangat penasaran. Dia juga semakin menyipitkan matanya menatap Zen.
Tentu saja kak Kai harus mengetahui semua tentang kehidupan Zen dengan baik. Takutnya jika suatu saat akan ada berita miring dan terjadi, seperti skandal di dalam kehidupannya.
"Aku tidak punya kekasih kok ..." sahut Zen dengan santai. Tapi aku punya seorang istri. Imbuhnya dalam hati yang kemudian sudut-sudut bibirnya ditariknya membentuk senyuman manis. Mungkin saja Kagami Jiro sedang membayangkan istrinya saat ini.
"Jangan berbohong padaku, Zen!" sahut kak Zen dengan pelan namun terdengar sedikit tegas. "Kau adalah tanggung jawabku sepenuhnya! Jadi aku harus mengetahui semua yang terjadi di dalam hidupmu!" imbuhnya penuh penekanan.
"Hah? Bahkan semuanya kau ingin mengetahuinya?" tanya Zen yang kini mulai menatap kak Kai dengan mata membulat sempurna dan mulut sedikit terbuka.
"Tentu saja!" kak Kai menyauti dengan begitu yakin tanpa berfikir panjang.
"Lalu disaat aku sudah memiliki istri nanti, apakah aku juga harus menceritakan malam pertamaku dengannya kepadamu?" pertanyaan konyol itu terlontar begitu saja dari Zen dan membuat kak Kai membelalak.
"Tentu saja tidak! Astaga!" sahut kak Kai menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Zen hanya tertawa kecil melihat pria berkacamata itu.
...⚜⚜⚜...
Beijing Wan Chai University.
Sebuah Ferrary merah menyala terlihat mulai mengurangi kecepatan lajunya dan kini berhenti di depan gerbang sebuah salah satu Universitas terbesar dan terbaik di kota Beijing. Beberapa saat mobil itu masih berhenti begitu lama.
"Aku akan menjemputmu lagi nanti. Hubungi saja jika kau butuh sesuatu." ucap perpisahan kak Kai sebelum meninggalkan Zen. "Kau akan aman saat di kampus. Kakak hanya akan memberimu dua pengawal." imbuh kak Zen sambil melirik sebuah mobil BMW hitam metalik yang sudah mulai parkir di belakangnya melalui kaca spion mobilnya.
"Hhm ... Padahal kau tidak perlu memberiku pengawal! Aku akan baik-baik saja kok!" celutuk Zen dengan malas.
Kalau ada pengawal malah semakin membuatku risih saja tau! Aku jadi tidak bisa bergerak dengan leluasa saja!
Batin Zen dengan wajah malasnya. Sementara netranya menatap sebuah bangunan megah yang hanya terlihat sisi depannya saja, yeap itu adalah Beijing Wan Chai University.
"Kakak tidak akan tenang jika membiarkanmu pergi tanpa pengawal!" sahut kak Kai sambil membenarkan letak kacamatanya. "Sekarang masuklah! Aku akan datang menjemputmu nanti. Dan ingat, jangan pernah meninggalkan kampus sebelum kakak datang!"
"Baik ... Baik ... Aku akan menunggumu! Sekarang ku akan pergi!" Zen menyauti dengan cuek lalu segera turun dari mobil itu.
Dia mulai melenggang menuju kampus dengan bangunan super kokoh dan megah itu. Dengan gaya casual, dia mengenakan sebuah T-Shirt lengan pendek berwarna putih, dengan memakai jaket kulit sweet caramel serta jeans navy yang sedikit longgar. Terlihat begitu santai namun tetap keren! Ranselnya digendong hanya dengan bahu kananya saja.
Sementara kedua pengawalnya mulai mengikutinya dari belakang.
Hahaha ... Rasanya aku sudah menjadi seperti Ikemen Prince saja saat ini! Pria cantik yang memiliki karakter seperti pada bocah bernama Zen ini.
Batin Zen dengan wajah putus asa.
Yeap, kalau di Jepang paras seperti Zen bisa dibilang seperti pria ikeman. Memiliki mata yang sangat menawan. Tatapannya begitu menghanyutkan. Mata yang hanya dengan menatap seseorang seolah bisa berbicara. Dari tatapan mata saja seakan bisa langsung berkata-kata.
Tatapan matanya selalu memiliki emosi yang sedang terjadi dalam dirinya. Bahkan, ketika dia sedang murung atau bersedih, mata ini bisa menjadi lebih menarik dan lebih menawan. Saat menatap matanya ketika dia sedang mencoba mengatakan perasaan sayangnya, bisa membuat jantung seseorang berdegup kencang seperti drum dan membuat jantung seakan jadi melorot sampai ke lutut.
Suara Zen juga begitu indah dan menawan. Ketika dia berbicara, suaranya saja sanggup merobohkan dinding pertahanan diri. Apalagi ketika dia melantunkan sebuah lagu, mungkin akan menghipnotis semua yang mendengarnya.
Zen juga memiliki kulit yang putih, bersih dan sehat. Menjadikannya semakin menawan dan sangat bersinar saja. Cahayanya seperti mentari yang begitu menghangatkan.
Zen juga memiliki badan yang sangat ramping dan sedikit atletis (meskipun belum seberapa dari badan Kagami Jiro ya!). Badannya tinggi, sedikit kekar, namun tidak terlalu berotot. Dia juga memiliki bentuk rahang, jari-jari tangan, dan juga struktur tulang yang sangat tegas.
Gaya Zen juga sangat stylish. Dia selalu tampil modis, trendy dan sophisticated. Bahkan dalam pakaian paling santai pun, dia akan terlihat sangat trendy.
Begitulah Zen ...
Sangat berbanding terbalik dengan Kagami Jiro yang sangat ditakuti oleh semua orang. Suaranya berat, tegas dan begitu menggelegar. Mungkin hanya dengan mendengar suaranya saja, orang akan bergidik ngeri. Badannya juga sangat besar, kekar dan dipenuhi oleh banyak tato. Tatapannya seperti sepasang mata elang, sangat tajam dan begitu menusuk!
.
.
.
.
.
"Hallo, Zen! Kau sudah kembali ke kampus rupanya ..." sapa seorang mahasiswa yang tiba-tiba saja sudah berjalan beriringan dengan Zen.
Mereka berdua kini berjalan menyusuri jalan utama menuju gedung kampus.
Hhm ... Siapa lagi bocah berambut nanas ini?
Batin Zen sambil sedikit melirik pemuda yang baru saja menghampirinya dan mengajaknya berbicara.
"Hhm. Sebenarnya aku juga malas harus kuliah lagi. Tapi apa boleh buat." Zen menyauti dengan malas dan cuek.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bang Kagami ketahuan dulunya malas kuliah, bener gak? wkwkwk
2024-09-15
0
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kutub utara ma kutub Selatan beda nasib beda karakter namun akhirnya di oplos menjadi Li Yezan berjiwa Kagami Jiro
2024-09-15
0
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
meninggoy dong jantung pindah ke lutut 😂😄
2024-09-15
0