"Jadi kau yang bernama Li Zeyan itu ya ..." ucap wanita yang dipanggil Nnyonya Yang itu. Dia tersenyum lebar menatap Zen yang sedang duduk di kursi rias.
"Benar sekali!" Zen menyauti dengan senyum sinis lalu berdiri berhadapan dengan wanita itu. "Kau terlihat masih cukup muda! Jadi aku akan memanggilmu Nona Yang saja!"
Wanita itu membulatkan matanya dan seketika tertawa kecil. Mungkin dia merasa kalau Zen sedikit berbeda dari idol-idol yang selama ini pernah di-sponsorinya. Dan tentu saja sedikit aneh, karena dia berfikir Zen yang masih terlalu muda namun begitu berani terhadapnya, "Tentu saja! Kau boleh ..." sahutnya dengan sumringah dan semakin penasaran.
"Kak Zen. Tolong berganti pakaian dengan yang ini dulu ..." seorang fashion stylish yang mendatangi Zen memberikan sebuah pakaian ganti untuk pemotretan.
Zen menerimanya dan kini memandang Nona Yang dan mencoba untuk bersikap ramah, "Aku akan berganti pakaian dulu!"
"Silakan! Aku akan mengobrol dengan managermu juga!" sahut Yang dengan senyum manis.
Zen segera meninggalkan tempat itu menuju fitting room. Satu per satu pakaiannya mulai dia tanggalkan begitu saja dan dia mulai mengenakan pakaian yang diberikan oleh fashion stylish tadi.
Kali ini dia mengenakan kaos oblong longgar berwarna purple menyala dengan dibalut sebuah jaket kulit berwarna hitam. Dengan paduan leather on leather. Zen juga memakai hand gloves kulit berwarna hitam.
Penampilannya kali ini sungguh keren sekali. Terlihat sangat cool dan manly. Benar-benar sangat bersinar dan gemerlapan seperti bintang yang bersinar paling terang.
Kini Zen mulai keluar dari fitting room dan kembali menemui kak Kai. Ternyata dia masih mengobrol dengan Nona Yang, Pemilik dari YF Group yang kini akan menjadi salah satu investor terbesarnya.
Zen melenggang dengan begitu gagahnya, dengan gaya berjalan seperti seorang pria dewasa yang begitu berkharisma dan berwibawa. Dadanya membusung sementara kedua tangannya dimasukkan pasa saku jaket kulit sweet black-nya.
Semua mata kembali terpana menatap Idol tampan satu itu. Seperti telah mengambil alih seluruh dunia semua orang. Begitu menyihir dan menghipnotis. Sangat bersinar dan begitu menawan.
"Kau sudah siap, Zen?" tanya kak Kai setelah Zen kini berdiri di sebelahnya.
"Yeap." sahut Zen seadanya.
"Kenalkan ini Nyonya Yang, yang akan menjadi salah satu investormu saat ini!" ucap kak Kai memperkenalkan Nyonya Yang kepada Zen.
"Aku sudah kenal kok! Kita sudah bertemu tadi!" sahut Zen dengan cuek. "Sekarang aku harus bagaimana? Dimana tempat pemotretannya?" imbuhnya lagi sambil menebarkan pandangannya.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu." sahut kak Kai dengan ramah, lalu kembali menatap Nyonya Yang. "Nyonya, saya akan mengantar Zen dulu karena pemotretan akan segera dimulai!" imbuhnya dengan ramah.
"Hhm. Lakukanlah dengan baik! Dan jangan pernah mengecewakanku!" Nyonya Yang menyauti dengan senyum lebar. Kedua tangannya saling disilangkan di bawah dadanya.
"Baik!" sahut kak Kai lalu segera meninggalkan tempat itu bersama Zen.
Kak Kai mulai menggiring Zen menyusuri sebuah lorong panjang dalam gedung itu, hingga akhirnya mereka sampai pada sebuah ruangan yang cukup luas dan bersih.
Ruangan ini dipenuhi dengan nuansa putih, dan tentu saja sudah lengkap dengan peralatan-peralatan untuk pemotretan, seperti alat fotografi filter, tudung lensa, tripod, alat fotografi monopod, kabel release, background putih, stand background, alat fotografi flash, slave unit, kabel sinkro, braket atau holder, strobe, payung reflektor, honey comb atau sarang tawon, ligth stand, flash meter, infrared sender, alat fotografi trigger, barndoors, soft box dan snoot.
"Jadi seperti ini ya tempat untuk melakukan pemotretan?" gumam Zen sambil menebarkan pandangannya untuk melihat-lihat tempat yang baru pertama kali dia datangi dalam seumur hidupnya.
Yeap, Kagami Jiro sama sekali belum pernah pergi ke tempat seperti itu. Termasuk lokasi shooting yang dia datangi tadi pagi.
Kak Kai yang mendengar ucapan Zen mengerutkan keningnya dan mengusap tengkuknya. Dia juga menghembuskan nafas kasarnya ke udara. Tentu saja dia merasa sedikit aneh. Jelas-jelas Zen sudah berulang kali melakukan pemotretan sebelumnya, namun barusan Zen terlihat seperti baru pertama kali melihat tempat seperti ini.
"Apa sudah bisa kita mulai?" ucap seorang pria yang sudah bersiap dengan membawa sebuah camera. Yeap dia adalah Tao, si profesional fotografer yang sudah bekerja sama dengan Agency YF Group. Dia akan mengambil beberapa gambar dari Zen hari ini.
"Zen ..." kak Kai memegang bahu kiri Zen kali ini karena merasa sedikit khawatir.
Tentu ada sedikit rasa khawatir mengenai talenta Zen yang tiba-tiba sangat berubah, atau bisa dibilang menurun. Apalagi yang telah terjadi di lokasi shooting tadi. Kemampuan aktingnya berkurang, namun kemampuan bertarungnya sangat berkembang. Aneh bukan?
"Hhm ..." Zen menyauti dengan malas dan masih menatap pria berkacamata di hadapannya itu.
"Sebagai awalan, ikuti arahan yang diberikan fotografer! Entah itu mengangkat dagu, menggeser posisi tangan, pandangan mata kemana mesti tertuju, tersenyum, dan sebagainya." ucap kak Kai tiba-tiba. "Just be rilex! Setelah merasa rileks, kamu akan bisa bebas berekspresi dan berpose dengan berbagai gaya yang sesuai dengan tema. Dan biarkan fotografer menentukan pose manakah yang paling sempurna untuk dipotret. Apa kau paham, Zen?" imbuhnya lagi.
"Iya! Aku paham kok! Berpose cool dan manly adalah tema kali ini bukan?" tanggap Zen dengan cuek. "Itu semua adalah diriku! Aku akan bisa mengatasinya dengan baik!" imbuhnya lagi dengan senyum manis lalu Zen merapikan jaz yang sedang kak Kai pakai. Kak Kai sedikit bingung dan segera menatap pakaiannya sendiri.
"Sangat rapi! Aku suka style kamu!" ucap Zen lalu berjalan melenggang meninggalkan kak Kai begitu saja. Lagi-lagi kak Kai hanya melongo menatap punggung Zen yang semakin berjalan menjauh darinya.
Zen mulai memasuki area pemotretan. Dia berdiri tepat di depan backgound putih dan segera melakukan beberapa pose cool dan manly.
Sementara sang fotografer kini mulai mengambil beberapa gambarnya.
"Zen! Coba sedikit miring ke kiri dan angkat sedikit dagumu!" perintah fotografer itu.
Tanpa banyak protes, Zen segera mengikuti instruksi dari fotografer itu. Dan fotografer itu segera mengambil beberapa gambar kembali.
"Sekarang masukkan tangan kananmu pada kantong jaketmu, dan miringkan sedikit kepalamu ke kiri!" perintah fotografer itu lagi.
Zen masih mengikuti instruksi itu tanpa banyak protes.
.
.
.
.
.
Pemotretan hari ini berjalan dengan lancar. Kini Zen dan kak Kai sedang duduk bersama untuk beristirahat.
"Minumlah!" kak Kai menyodorkan sebotol youghurt strawberry untuk Zen.
"Thanks ..." sahut Zen lalu menerima youghurt strawberry itu dan segera meminumnya.
"Besok adalah saatnya kamu kembali ke Beijing Wan Chai University."
"Apa? Aku harus kuliah?" ucap Zen tak percaya. Bahkan dia hampir saja tersedak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 365 Episodes
Comments
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
woui kak Kai yg bener aja masa iya pemimpin mafia terbesar disuruh kuliah😅
2024-08-17
0
ℛᵉˣ𝓐𝔂⃝❥ 𝙹𝙸𝙽 ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
lengkap bgt author menjelaskan. sungguh perfect
2024-08-17
0
🍭ͪ ͩմოí⁰³
zmn mu tak ada gaya cool yaa jiro🤭🤭 untung nasib mu jdi muda berkat zen 🏃♀️🏃♀️ kuliah ptma kali buat mu jiro
2023-10-07
0